[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
CHAPTER 117


__ADS_3

Pada Malam hari, semua orang sedang menunggu calon kedua Ratu selanjutnya, yaitu Hydro Quenn, dan mereka masih terasa sangat kecewa dengan Putri Violan Ocean yang tidak melakukan pidatonya didepan Publik.


Sementara itu, dibawah tanah Kerajaan Ocean terdapat harta karun yang sangat banyak dan melimpah. Tidak ada seorang pun yang mengetahui harta karun yang melimpah tersebut, selain Keluarga Kerajaan.


Didalam sana, End’e Draking tidak menyangka kalau dia sudah berada di ruangan yang dipenuhi oleh Harta Karun yang melimpah dan banyak. Akan tetapi dia tidak mudah dibutakan oleh harta yang melimpah tersebut.


“Wah... Aku tidak merasa kalau aku berada didalam sini. Aku kira, aku akan tersesat lagi kedalam kegelapan.” -End’e Draking


Sebelumnya dia mengira kalau dia tersesat didalam kegelapan karena ruangan tersebut sebelumnya gelap dan tidak bisa terlihat apa-apa. Sesudah dia menggunakan kekuatan Mytic [ Penerangan ], dia melihat barang-barang yang berkilau dan banyak.


Dia menyelusuri tempat tersebut dan tidak menemukan Banda berharga baginya, selain koin emas, perhiasan emas dan perhiasan berlian, dan lain-lain. Benda yang paling berharga baginya adalah sebuah ilmu pengetahuan, seperti buku atau kertas lama.


Tapi dia tidak bisa menemukan dimanapun benda-benda yang memiliki pengetahuan didalamnya. Walaupun dia tidak menemukan apapun, dia mengambil sebagian benda-benda berkilauan tersebut dan akan ditukar didalam pasar gelap menjadi barang lebih bernilai.


“Jika aku menjualnya aku akan untung besar, tetapi aku tidak akan menjualnya semuanya karena itu akan bisa dicurigai dan cincin berlian hitam ini akan aku berikan kepada Edward Demons.” -End’e Draking


Ada satu cincin yang membuatnya tertarik dan akan diberikan kepada Edward Demons. End’e Draking berpikir pasti cincin itu akan berguna bagi Edward Demons, saat dia akan melamar Celion Demonstra.


Karena tidak menemukan benda-benda yang berisi pengetahuan dan sudah mengambil sebagian kecil dari harta karun tersebut, dia akan pergi dari tempat tersebut. Akan tetapi dia melupakan sesuatu, bagaimana cara dia bisa menuju ke tempat harta karun itu.


“Oh...ya. aku kelupaan, bagaimana cara aku bisa ke tempat sini? Padahal aku sendiri hanya mengikuti instingku saja.” -End’e Draking


End’e Draking tidak tahu dan lupa arah jalan dia lewati ketika dia menerobos masuk kedalam ruangan tersebut, sebab utamanya adalah otaknya itu yang tidak bisa mendeteksi arah jalan dengan benar.


Ketika dia sedang memikirkan cara untuk keluar tempat tersebut tanpa ketahuan oleh beberapa orang yang pasti ada menjaga diluar, tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang sangat besar berada belakangnya.


Sesuatu tersebut adalah Seekor anjing dengan dua kepala dengan ukuran lima kali lipat dari ukuran tubuhnya. Seekor anjing dengan dua kepala yang bersatu dalam satu tubuh, bernama Ortheos dan Ortheros. Jika disatukan mereka berdua bernama Or.


End’e Draking yang melihat anjing dengan dua kepala di satu tubuh, dia tidak terlalu terkejut dan sudah asing dengan keadaan makhluk hidup seperti itu, sebab dia pernah menemui makhluk hidup seperti yang dialami oleh anjing kepala dua tersebut.


“Wah, wah, wah.... Aku tidak menyangka jika ada anjing berkepala dua dan besar juga ada disekitar sini, aku pikir hewan seperti kalian itu hanya ada di planet yang sangat mempengaruhi mitos.” -End’e Draking


Dari perkataannya saja, End’e Draking sudah pernah menemui makhluk hidup seperti anjing berkepala dua tersebut dan dia tidak menyangka kalau ada makhluk hidup seperti itu di planet Samudra.


Anjing berkepala dua tersebut langsung menyerang End’e Draking dengan cakarnya yang sangat tajam dan panjang. Akan tetapi dengan mudahnya End’e Draking menahan cakaran tersebut dengan satu jarinya saja.


“Wah, wah, wah... Kalian pikir bisa menyerangku dengan serangan lemah ini. Padahal aku yakin bisa mengalahkan aku, jika kalian berdua itu terpisah.” -End’e Draking


End’e Draking sedang mencoba menemukan sebuah frekuensi suara yang sama seperti suara dari Anjing berkepala dua tersebut. Dengan menyamakan frekuensi suara, maka dia bisa berkomunikasi dengan mudah tanpa bertarung.


“Hai... Apakah kalian bisa mendengar aku, anjing bodoh?” -End’e Draking


“Kenapa kamu bisa... berbicara seperti kami?” -Ortheos

__ADS_1


End’e Draking tidak berbicara menggunakan mulutnya tetapi dia berbicara menggunakan pikiran atau melalui frekuensi yang dihasilkan oleh jaringan listrik dari sel-sel kepalanya tersebut. Oleh sebab itu, dia berkomunikasi dengan telepati.


“Aku menggunakan komunikasi telepati dengan sebuah frekuensi gelombang suara yang sama dengan kalian.” -End’e Draking


End’e Draking menjelaskan bagaimana cara dia bisa berbicara dengan Anjing berkepala dua itu. Akan tetapi dari mereka berdua tidak terlalu mengerti apa yang dikatakan oleh End’e Draking.


“Aku tahu, kalau kamu dapat menggunakan telepati untuk berbicara melalui pikiran, tetapi frekuensi gelombang suara baru kami dengar.” -Ortheos


“Benar, kami tidak tahu apa yang kamu katakan sebenarnya.” -Ortheros


Lalu Anjing berkepala dua tersebut langsung berbicara ke inti pembicaraan yaitu, kenapa orang asing sepertinya dapat masuk ke ruangan harta karun milik mereka.


“Aku ingin mengetahui kenapa orang seperti kamu bisa ada didalam sarang kami? Dan bagaimana cara kamu masuk kedalam sini?” -Ortheos


“Iya, kami selama beribu-ribu tahun tidak pernah keluar dari tempat sini sampai sekarang.” -Ortheros


End’e Draking tidak mau menjawab pertanyaan tersebut karena dia juga tidak tahu bagaimana cara dia masuk kedalam ruangan yang dipenuhi Harta karun itu.


“Maaf, ya... Aku ini orangnya tidak perduli dengan jalan yang mana aku lewati.” -End’e Draking


Sepertinya Ortheros tidak mengerti apa yang dikatakan oleh End’e Draking.


“Maksud kamu apa?” -Ortheros


“Maksudnya adalah dia itu orang yang asal pilih jalan menuju ke suatu tempat yang entah apa, jadi dia hanya bisa mengetahui jalan yang dilewatinya setelah dia sudah sampai tujuan yang membingungkannya.” -Ortheos


“Terimakasih, kak.” -Ortheros


Lalu End’e Draking mencoba menanyakan nama mereka berdua dan memberikan sebuah kesepakatan yang menguntungkan.


“Jika kalian berdua sudah mengerti dan kita tidak ingin bertarung satu sana lain, aku ingin tahu siapa nama kalian berdua?” -End’e Draking


Mereka berdua memberikan nama mereka kepada orang asing tersebut dengan syarat, yaitu orang asing itu harus membawa mereka keluar dari tempat itu.


“Benar, kami berdua tidak menyukai pertarungan karena kami tahu kalau kamu lebih hebat dari kami, sebab kamu telah menahan serangan kami tadi dengan satu jari kamu saja. Maka kami mengetahui kalau kekuatan kamu lebih hebat dari kami.” -Ortheos


“Jika kamu ingin kami berdua memberikan nama kami kepada kamu, aku ingin kamu membantu kami keluar dari sini.” -Ortheros


“Bisa saja, aku membantu kalian keluar dari tempat sini dan juga aku bisa memisahkan kalian berdua. Jadi kalian sudah berada di tubuh kalian masing-masing.” -End’e Draking


Mereka berdua sangat terkejut mendengar perkataan tersebut, sebuah perkataan yang tidak pernah Mereka dengar, mereka dapat terpisahkan.


“Apakah kamu memang benar bisa memisahkan kami berdua dari satu tubuh ini dan lalu mempunyai tubuh masing-masing?” -Ortheros

__ADS_1


“Tenang saja, aku pernah mengoperasi diriku sendiri dengan tanganku sendiri dan tidak pernah mengalami masalah ataupun dampak buruk dari operasi.” -End’e Draking


Walaupun telah diberikan perkataan yang dapat dipercaya kalau operasi itu akan bisa berhasil, mereka berdua tidak setuju dan memberikan alasan kenapa mereka tidak setuju.


“Aku tahu apa yang kamu maksud itu, tetapi kami berdua tidak setuju dengan operasi tersebut. Sebab...” -Ortheos


“Orang-orang dulu pernah menyarankan kami mengoperasi saat kami kecil, dan mereka bilang kalau kami harus menyerahkan salah satu dari kami untuk tiada.” -Ortheros


“Oleh sebab itulah, kami tidak akan setuju dengan perkataan kamu, orang asing.” -Ortheos


“Dan juga kami berdua tidak ingin dipisahkan dan kekuatan kami akan berkurang dengan pesat atau kami akan menjadi sangat lemah.” -Ortheros


Mendengar alasan tersebut, End’e Draking sedikit mengerti tetapi menurutnya itu bahwa teknologi Opera tersebut sudah kuno baginya.


“Saat kalian kecil itu sudah berapa tahun?” -End’e Draking


“Entah? Kami juga tidak mengingat begitu baik.” -Ortheros


“Karena kami dari kecil sampai sekarang terus berada didalam sini mencari cara keluar dari tempat ini.” -Ortheos


“Kalau begitu, operasi pada saat kalian kecil itu sudah sangat kuno bagiku dan aku menggunakan kemampuanku untuk membentuk sebuah kehidupan baru dan bisa menggabungkan dengan kehidupan lainnya.” -End’e Draking


Sepertinya mereka masih tidak setuju, dan setidaknya End’e Draking telah memberitahu kepada mereka kalau dia bisa mengoperasi mereka berdua.


“Maaf, ya.” -Ortheos


Tiba-tiba Ortheros mengalami keanehan, mata merahnya itu mulai bersinar dan dia tidak bisa mengendalikan dirinya.


“Jangan! Ortheros, kamu tidak boleh berubah disini!” -Ortheos


Ortheos sebagai kepala disisi kanan, dia tahu apa yang terjadi oleh Ortheros.


End’e Draking mulai penasaran apa yang terjadi dengan bagian kiri kepala Anjing berkepala dua tersebut dan juga ada simbol aneh di bagian tubuhnya juga.


“Apa yang terjadi dengannya? Dan tanda apa yang tiba-tiba muncul itu?” -End’e Draking


Ortheos tidak menjawab pertanyaan tersebut dan dia menyarankan orang asing itu untuk menjauhi dari mereka.


“Aku tahu kalau kamu sedang penasaran apa yang terjadi dengannya, tapi aku ingin kamu menjauhi kami sejauh mungkin. Walaupun kamu kuat, aku tidak jamin kamu bisa mengalahkannya.” -Ortheos


End’e Draking agak bingung kenapa dia disuruh menjauhi mereka berdua, dan mereka belum menjawab rasa penasarannya tersebut.


Tiba-tiba Anjing berkepala dua tersebut atau Or langsung menyerang End’e Draking lagi dengan cakarnya yang sangat tajam dan panjang. Kecepatan serangan tersebut lebih cepat dari sebelumnya, membuat End’e Draking harus menghindari.

__ADS_1


“Wah,wah,wah....”



__ADS_2