[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
Episode Spesial [ Catatan Edward ]


__ADS_3

Edward Demons sudah lama menulis di sebuah buku kecil yang disimpan didalam kantong celananya. Catatan tersebut hanya berisi tentang kegiatannya sehari-hari saat menjadi Raja Pertama di Wilayah Iblis. Jika buku itu sudah tidak bisa buat ditulis lagi, maka Edward Demons akan menyimpannya didalam perpustakaan dan menjadikan buku sejarah supaya tidak ada yang tahu kalau itu adalah catatan hariannya.


Dan catatan ini dimulai saat Edward Demons berada di tempat persembunyiannya dengan Xesa, Celion Demonstra, dan Recca Celestial yang ada dibalik gua kecil itu.


Hari Pertama


Kami berempat sedang beristirahat di tempat yang sangat indah dan luar biasa dan dapat memanjakan mata kami. Aku tidak tahu darimana Rosalia menemukan tempat ini. Tapi saat aku menanyakan kepadanya, bagaimana dia bisa menemukan tempat ini, dia malah mengatakan kalau aku juga mengetahuinya.


Mendengar perkataannya itu, aku berpikir keras untuk mengingat tempat ini di masa lalu, akan tetapi ingatan itu tidak muncul dan malahan ingatan tentang aku yang selalu sibuk mengurusi urusan saat menjadi Raja Iblis.


Karena kami sudah mulai kelaparan, Rosalia menyuruh aku untuk keluar mencari makanan dan minuman. Walaupun tempat ini sangatlah bagus, tetapi tidak ada satupun hewan selain serangga kecil yang tinggal disini dan sedikit pohon yang tertanam.


Saat aku berada diluar gua dan mencari keperluan kami bertahan hidup dibalik gua itu. Aku tidak akan membunuh beberapa hewan atau mencabut tanaman secara kasar. Karena hewan itu bisa berkembang biak di tempat itu, dan tanaman bisa tumbuh di sana.


Aku mengambil beberapa hewan dan tumbuhan yang jumlahnya sangat sedikit. Hewan yang aku bawa hanya berjumlah 5 saja, sedangkan tumbuhan hanya dua karung besar saja.


Karena perjalanan didalam gua sangat menakutkan dan menantang, makanya aku harus membawa hewan-hewan ini dan dua karung tumbuhan ini sangat hati-hati.


Jika ada ingin tahu aku bawa tumbuhan apa, aku menjawab kalau aku membawa tumbuhan yang bersifat obat lebih banyak daripada tumbuhan konsumsi.


Setelah melewati tantangan yang begitu menakutkan dan menyusahkan, aku akan keluar dari gua dan menuju ke tempat mereka berada.


Diluar gua, Rosalia sudah menunggu dengan duduk sangat tenang dan tertidur dengan pulas. Aku tahu jika Rosalia tidak makan, maka dia harus membuat dirinya tidak melakukan apa-apa, seperti tidur.


Aku cukup senang karena Rosalina menunggu aku pulang membawa makanan untuknya. Sudah lama, aku tidak melihat dia menungguku sambil tertidur.


Walaupun kami pernah bertemu, aku hanya bisa melihat darahnya yang terus bercucuran dan tubuhnya yang telah hnacur. Dulu kami bertemu untuk bertarung, sebab dia ingin menyadarkan aku tentang arti perdamaian sebenarnya.


Jadi aku meninggalkan Rosalia yang sedang tertidur didekat pintu masuk gua. Aku meninggalkannya bukan karena aku tidak punya perasaan pada perempuan, tetapi lihat tangan aku hanya dua dan sedang terpakai. Makanya aku tidak bisa membawa Rosalia.

__ADS_1


Ketika aku sudah sampai di tempat itu, aku menaruh dua karung tumbuhan itu didekat pohon besar dan mengikat lima hewan itu di pohon besar telah menjadi tempat ikatan. Dan lalu kemudian aku dimarahi oleh Recca, karena aku tidak membawa Rosalia.


Dia berkata kalau aku masih sama seperti dulu, tidak memikirkan perasaannya Rosalia. Tapi aku menjelaskan padanya sebenarnya, kalau aku tidak bisa membawa Rosalia dengan dua tangan penuh.


Dia menerima permintaan maaf tersebut, tetapi dia langsung menyuruh aku secepat mungkin untuk membawa Rosalia yang berada didepan gua kembali ke tempatnya.


Aku berlari secepat mungkin ke tempat masuk gua untuk membawa Rosalia kembali ke tempat Recca dan Xesa berada.


Ketika aku sudah sampai di sana, aku melihat Rosalia yang sudah terbangun dari tidurnya dengan wajah yang sangat marah kepada aku.


Dia berkata kalau dia sudah bersusah payah untuk menunggu didekat pintu masuk gua, tetapi aku tidak membangunkannya.


Aku tahu kalau ucapannya tersebut adalah kebohongan karena dia hanya menunggu makanan saja, dan tidak perduli dengan aku.


Hari Kedua


Aku tidur lumayan jauh dari mereka. Jika mereka tidur dibawah pohon yang besar itu, aku tidur di Padang rumput yang luas kedinginan.


Mereka bertiga sangat kejam pada diriku. Mereka tidak membolehkan aku menggunakan beberapa daun yang ada di pohon. Kata mereka, aku hanya akan menghabiskan daun pohon tersebut, sedangkan mereka tidak.


Pada pagi harinya. Aku sedang mengembara lima hewan itu dan menjaga mereka semua. Agar tidak kabur dari tempat ini.


Tapi bagaimana mereka bisa kabur, seluruh tempat ini disekitarnya ada sebuah dinding batu yang sangat besar dan tinggi, satu-satunya cara keluar lewat gua kecil itu.


Sambil menjaga lima hewan itu, aku menebang beberapa pohon yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Pohon tersebut akan dijadikan sebagai tempat tinggal.


Diatas tanah, aku sudah menggambar bangunan yang akan aku bangun dan bangunan tersebut tidak terlalu kecil untuk ditinggal oleh tiga orang.


Bangunan itu tidak akan dibuat untuk aku, tetapi dibuat untuk mereka bertiga saja. Dikarenakan mereka lebih memiliki privasi daripada aku.

__ADS_1


Setelah melakukan kegiatan itu, aku kembali dan melihat mereka bertiga tidur. Sepertinya mereka bertiga itu memang tidak terlalu bisa diandalkan.


Rosalia tidak bisa memasak dan selalu ceroboh dalam melakukan sesuatu, Xesa memang bisa melakukan semua apapun yang aku suruh, tapi kenapa sampai saat ini dia mulai memberontak., dan Recca, dia tubuhnya sudah tidak bisa digerakkan secara normal.


Ketika mereka bertiga tidur dibawah pohon yang besar itu, aku langsung membuat bangunan didekat pohon besar itu. Aku harus selesai membangun bangunan itu sebelum mereka bangun, sebab ini adalah kejutan.


Hari sudah sore, mereka bertiga belum bangun sama sekali dari tadi siang hari. Jika saja aku tidur selama itu, aku malah akan membuang waktu aku saja.


Dan juga Rumah gubuk kecil yang bisa dimuat untuk tiga orang saja, yaitu Rosalia, Xesa, dan Recca. Sedangkan aku bisa membuat lagi nanti.


Pada sore mau ke malam hari, mereka bertiga baru saja bangun dari tidur lamanya. Mereka juga meminta maaf tidak ikut membantu aku, dan aku mengatakan kalau aku tidak butuh bantuan apapun.


Ketika mereka melihat bangunan yang akan ditinggalkan oleh mereka, mereka bertiga sangat terkejut betapa cepatnya aku membuat bangunan kecil itu.


Mereka tidak mempermasalahkan betapa kecil ukuran dari bangunan itu, mereka hanya perlu sebuah tempat yang bisa mereka tinggali.


Tapi mereka juga memohon kepada aku untuk aku tinggal didalam bersama mereka untuk malam hari ini, karena mereka tahu kalau aku akan tidur diluar dan itu juga sebagai balasan mereka.


Aku bisa saja menolak permintaan mereka tersebut, akan tetapi raut wajah mereka terlalu tidak bisa ditolak dan terutama Rosalia. Aku tidak pernah melihat raut wajahnya yang memohon padaku dengan paksaan.


Jadi aku memutuskan untuk tidur didalam bangunan kecil itu bersama mereka untuk satu malam saja.


Pada Malam harinya, Mereka sudah mempersiapkan beberapa tempat tidur yang terbuat dari dedaunan, tetapi tempat tidur itu ada dua. Jadi Recca dan Xesa akan tidur berdua, sementara aku bersama dengan Rosalia.


Entah kenapa mereka berdua langsung membuat sebuah gorden pemisah antara mereka dengan kami, dan juga Recca berkata untuk tidak berisik pada malam hari maupun tengah malam dan tidak boleh sampai pagi.


Kami berdua mengerti apa yang dimaksud oleh Recca kepada kami, tetapi kami tidak akan melakukan hal itu karena hubungan kami masih ada kejanggalan.


Kami semua tidur....

__ADS_1


__ADS_2