![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
End’e Draking dan lainnya yaitu Edward Demons, Celion Demonstra dan Xesa, mereka berempat sudah berada didepan gerbang keluar. Seluruh Pengunjung juga sudah berada di tempat yang sama, mereka tidak sabar lagi untuk keluar dari Kapal Angkasa Penumpang itu dan berada di daratan Planet Samudra.
“Draking, apakah kamu merasa aneh? Kalau pelaku yang aku tangkap itu, bukanlah pelaku sebenarnya?” -Xesa
Xesa baru menyadari kalau pelaku yang diduga dan ditangkap olehnya sebagai pelaku dari kasus pembunuhan tersebut adalah orang biasa dan bukanlah pelaku sebenarnya.
“Kamu baru sadar, Xesa. Sepertinya kamu masih butuh waktu lagi.” -Edward Demons
“Sebentar.... Tuan Edward, kamu juga mengetahui pembunuhnya siapa?” -Xesa
“Kami berdua mengetahui sudah cukup lama, tetapi kami tidak ingin memberitahu kepada semua orang disini, karena akan membuat keributan yang sangat besar.” -Edward Demons
Xesa mengerti kenapa mereka berdua tidak ingin memberitahu kepadanya dan kepada seluruh orang yang ada didalam Kapal Angkasa Penumpang.
“Hai, kalian sedang membicarakan apa? Lihat, ada banyak lautan di sana dan sepertinya daratannya agak sedikit dari lautannya.” -Celion Demonstra
Celion Demonstra heran kenapa banyak sekali air didalam Planet Samudra itu dan daratannya sangat sedikit, tidak seperti Planet Rosemary.
Keheranan Celion Demonstra itu dijawab oleh Xesa. Xesa menjawab dengan brosur yang didapatkan dari tempat duduknya tadi.
“Dari brosur ini, katanya dulu Planet itu memiliki jumlah es yang sangat banyak dan diakibatkan keadaan matahari yang sangat panas beberapa abad yang lalu, bebatuan es itu mencari dan menenggelamkan sebagian besar daratan di Planet itu. Makanya dinamakan Planet Samudra.” -Xesa
Mendengar penjelasan tersebut, Celion Demonstra tidak dapat memahaminya, karena bukan otaknya tapi dia tidak bisa mencerna atau memahami.
“Hah....” -Celion Demonstra
“Jika kamu tidak paham, kamu boleh melihat brosur ini. Bacalah yang dengan seksama.” -Xesa
Xesa memberikan brosur itu kepada Celion Demonstra supaya dia dapat memahaminya dengan cara membaca brosur tersebut secara rinci dan seksama.
Ketika Kapal Angkasa Penumpang itu sedikit lagi mencapai landasannya, tiba-tiba ada sebuah pemberitahuan yang harus didengarkan oleh seluruh penumpang didalam Kapal Angkasa Penumpang itu.
“Sebuah Pemberitahuan untuk seluruh penumpang yang kami hormati. Ada dua orang tahanan yang berhasil melarikan diri dari penjara mereka. Oleh sebab itu, kami akan meniadakan pendaratan untuk sementara waktu sampai dua tahanan tersebut ditemukan. Foto dua tahanan itu bisa dilihat di lapisan kaca sirkuit kami.”
__ADS_1
Lapisan kaca sirkuit adalah lapisan kaca yang sering digunakan untuk sehari-hari, tetapi ada tambahan yaitu lapisan ini terbuat dari teknologi modern dan lapisan ini bisa memunculkan berbagai lampiran.
Hampir sebagian besar Penumpang melihat foto dua tahanan tersebut, dan sisanya mereka tidak perduli karena mereka sudah lelah melalui masalah yang terus berdatangan.
Harley Prime dan Albion cukup kaget dan terkejut karena mereka berdua sudah menjadi buronan didalam Kapal Angkasa Penumpang itu tapi ini adalah kesempatan emas mereka untuk menemukan Pembunuh sebenarnya.
Dikarenakan Kapal Angkasa Penumpang itu tidak akan mendarat sebelum mereka menemukan dua tahanan itu, Jadi masih ada waktu untuk menemukan Pembunuh sebenarnya tersebut
Mendapatkan kesempatan yang menguntungkan sekali bagi mereka berdua. Jadi mereka harus menyiapkan berbagai rencana dan ide untuk menemukan Pembunuh itu dan menghindari dari tangkapan Para Penumpang dan Para Penjaga keamanan yang mencari mereka.
“Aku tahu apa yang kamu pikirkan, tetapi ini cukup berbahaya bagi kita berdua.” -Albion
“Berbahaya? Ini malah cukup menguntungkan bagi kita berdua malah. Ingatlah kata-kata aku ini, jika sesuatu buruk yang terus menimpa kita saat kita mencari kebenaran, maka kebenaran itu sendiri akan menunjukkannya.” -Harley Prime
“Jadi kita berdiam saja.” -Albion
Albion sedikit tidak mengerti dengan perkataan yang diberikan kepadanya itu. Harley Prime merasa kalau perkataan mulianya itu harusnya mudah dimengerti.
“Bukan begitu. Tapi kita juga harus berusaha keras untuk mendapatkan kebenaran tersebut.” -Harley Prime
“Jika kamu sudah paham, ayo kita menemukan pelaku tersebut.” -Harley Prime
Sebuah tempat permainan yang berada diujung lantai tengah. Ada seseorang yang berjubah hitam dan menggunakan kacamata hitam, dia tersenyum karena tidak ada orang yang mengetahui siapa pembunuh sebenarnya.
“Hahahaha....! Tidak, aku duga kalau rencana rendah ini dapat digunakan untuk membuat tempat ini sedikit ribut. Tapi misi aku untuk melepaskan Nyonya Tirta Yayan akan segera tersampai.” -Orang jubah hitam.
Dan tiba-tiba ada seseorang mendekatinya dan orang itu sudah tahu apa yang dilakukan oleh orang berjubah hitam itu. Dan orang berjubah hitam itu menyebutkan nama orang itu.
“Apa kabar kamu, Destra Draking Hambora? Apakah kamu ke sini untuk hiburan semata?” -Orang berjubah hitam
“Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, antara menghentikan kamu atau orang itu yang menghentikan kamu.” -Destra Draking Hambora
“Orang itu, maksudnya Yang Mulia kita?” -Orang berjubah hitam
__ADS_1
“Benar.” -Destra Draking Hambora
“Kalau begitu itu adalah masalah besar bagi aku karena dia akan menghukum aku jika dia menemukan aku, atau dia telah mengetahui hal itu.” -Orang berjubah hitam
“Ada dua kemungkinan, dia sengaja tidak mencari kamu atau kamu yang akan bertemu dengannya secara langsung.” -Destra Draking Hambora
“Jika begitu, aku akan selalu berhati-hati.” -Orang berjubah hitam
Mereka berdua langsung berpisah dan jalan kearah yang berbeda. Jika mereka berbicara lebih lama lagi, maka ada seseorang yang pasti akan menemukan mereka dan menduga mereka adalah pelaku dari semua sumber masalah didalam Kapal Angkasa Penumpang itu.
Ketika sedang dalam berjalan ke suatu tempat, Destra Draking Hambora tidak sengaja bertemu dengan Edward Demons. Destra Draking Hambora merasa gemetaran karena dia tahu seberapa hebatnya Edward Demons
Sepertinya Edward Demons secara sengaja mencari Destra Draking Hambora, karena dia ingin menanyakan sesuatu kepadanya.
“Dede, aku ingin bertanya kepada kamu tentang kejadian pembunuhan itu.” -Edward Demons
Mendengar Edward Demons ingin menanyakan sesuatu tentang kejadian pembunuhan tersebut, Destra Draking Hambora agak sedikit ketakutan.
“Kenapa kamu diam saja? Apakah kamu terkait atau berhubungan dengan kejadian pembunuhan tersebut?” -Edward Demons
“Tidak, tidak, tidak....” -Destra Draking Hambora
“Terlihat kamu sangat ragu-ragu dan gemetaran.” -Edward Demons
Edward Demons mulai mendekati Destra Draking Hambora dan berdiri disampingnya. Lalu dia mengatakan sesuatu kepadanya.
“Jika kamu berhubungan dengan kejadian pembunuhan tersebut, maka aku tidak akan menangkap kamu. Tapi ingatlah kamu itu adalah seorang mata-mata dan janganlah mendekati keluarga aku lagi, termasuk Draking.” -Edward Demons
Edward Demons sudah lama memperhatikan gerak-gerik Destra Draking Hambora yang sangat mencurigakan, walaupun didepan mata orang gerakan itu tidak mencurigakan, tetapi gerakan itu sangat mencurigakan baginya.
“Bagaimana.... Kamu mengetahuinya?” -Destra Draking Hambora
Destra Draking Hambora bertanya dengan tubuhnya yang semakin gemetaran dan ketakutan.
__ADS_1
“Aku pernah menyewa lebih dari sepuluh mata-mata dan diantara mereka jika ada berkhianat maka mereka akan terbunuh dengan tanganku sendiri. Dan terlebih lagi, Para Mata-mata yang aku sewa mengajarkan aku tentang mengetahui siapa mata-mata itu sebenarnya.” -Edward Demons
Lalu Edward Demons menepuk pundak Destra Draking Hambora dan meninggalkannya sendirian di tempat itu. Destra Draking Hambora sangat ketakutan dan gemetaran setelah ditinggalkan oleh Edward Demons yang sudah tentangnya, walaupun belum mengetahui nama aslinya.