![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
...CHAPTER 77...
...[ Pencarian & Pertemuan ]...
Pasukan pencari yang dipimpin oleh Delta Terra sedang berteduh didalam sebuah gua yang kecil. Mereka berteduh dari hujan yang sangat lebat, dan juga kabut yang menghalangi jalan mereka. Oleh karena itu, mereka tidak akan berani melanjutkan pencarian dan menunggu hujannya berhenti.
“Hah.... Hujannya terlalu lama, bagaimana kita bisa menemukan Sang Pahlawan dan Gadis Penyihir?” -Delta Terra
Delta Terra khawatir kalau hujan tidak berhenti-henti sampai malam tiba, dan mereka belum menemukan kedua orang itu.
“Oh, iya. Aku ingin salah satu dari kalian pergi kedalam gua kecil ini untuk menemukan keberadaan Sang Pahlawan dan Gadis Penyihir. Mungkin mereka ada di sini.” -Delta Terra
Karena dia belum pernah berada di gua kecil itu, dia menyuruh salah satu dari pasukan dibawah pimpinannya untuk melakukan pencarian didalam gua.
Dan ada empat orang yang akan ditugaskan untuk mencari dua orang itu didalam gua kecil itu. Mereka juga akan mencari sampai ujung gua ataupun tempat yang tidak diketahui oleh mereka. Terpenting mereka harus menemukan kedua orang itu.
Keempat prajurit tersebut sedang menjelajahi gua tersebut dan melihat hal-hal yang sedikit menarik di gua kecil tersebut. Terlebih lagi, mereka menemukan sebuah batuan yang cukup besar dan ada satu lukisan besar.
Lukisan tersebut pasti dilukis oleh orang-orang dulu, dan lukisan tersebut seperti raksasa besar dan berwajah yang sangat menyeramkan. Dari lihat saja, lukisan Raksasa tersebut sangat seram apalagi melihat secara langsung.
Kemudian salah satu dari mereka menyarankan untuk memberitahukan lukisan tersebut kepada Delta Terra. Supaya mereka mengetahui lukisan apa itu. Akan tetapi sepertinya mereka tersesat didalam hutan.
“Ah... Sepertinya kita tersesat dalam gua ini.” -Prajurit 2
“Sudah aku katakan kepada kalian untuk memberikan tanda di dinding gua ini, supaya kita bisa kembali ke Sang Pemimpin.” -Prajurit 3
“Kita sudah beri tanda di setiap dinding di gua ini. Tapi sepertinya tanda yang dibuat menghilang.” -Prajurit 1
“Mana mungkin, tanda itu dapat menghilang tanpa ada seseorang yang menghapusnya.” -Prajurit 3
Mereka berdebat tentang bagaimana cara mereka menuju arah jalan yang benar kembali ke tempat Delta Terra.
“Kalian, ada yang aneh tidak dengan lukisan ini.” -Prajurit 4
Dia mengamati lukisan tersebut yang dianggapnya ada sesuatu yang aneh dan unik.
“Itu pasti orang-orang dulu melihat orang besar seperti raksasa dan juga kekuatannya. Makanya digambarkan seperti raksasa yang menyeramkan.” -Prajurit 3
Prajurit 3 mengatakan kalau orang-orang dulu menggambarkan orang kuat dan besar seperti seorang Raksasa yang menyeramkan.
“Tidak mungkin, karena pasti ada yang aneh. Kalian ingat tidak diceritakan oleh orang-orang yang selamat dari pertempuran lima hari yang lalu.” -Prajurit 4
“Mereka bercerita kalau ada seekor raksasa yang sangat besar dan begitu menyeramkan, tetapi sudah dibereskan oleh Pahlawan Manusia.” -Prajurit 1
__ADS_1
“Akan tetapi, apakah lukisan tersebut menggambarkan raksasa yang ada di pertempuran tersebut.” -Prajurit 4
“Tidak, karena kita di sini tidak pernah melihat raksasa itu dan tidak tahu apakah cerita itu benar atau dibuat-buat saja.” -Prajurit 2
Dikatakan oleh dia itu benar, mereka belum pernah melihat wujud raksasa itu dalam pertempuran beberapa hari yang lalu. Dikarenakan mereka dulunya Beker sebagai pengawas prajurit muda.
Dan lalu tanpa disadari oleh mereka, mereka sedang diamati oleh seseorang dibalik batu-batuan. Dan orang itu sepertinya terlihat mencurigakan.
“Bukan, kamu yang harusnya salah.” -Prajurit 1
“Eh, aku? Bukannya, dia yang harus disalahkan.”-Prajurit 4
“Kok, aku! Kalian berdua yang bersalah sebenarnya.” -Prajurit 3
Sepertinya mereka berempat sedang dalam pertengkaran, karena masalah orang yang menghilangkan jejak yang telah dibuat oleh mereka. Mereka saling menuduh sesama, karena mereka tidak tahu siapa yang melakukannya.
Dan tiba-tiba dari arah belakang, mereka dikejutkan oleh orang itu.
“Waa...!”
Mereka sangat terkejut dan ketakutan, tetapi setelah melihat orang yang mengejutkan mereka. Sepertinya orang itu tidak asing.
“Dasar Manusia lemah! Kalian masih saja ketakutan ketika dikejutkan. Tapi memang benar, sih. Kalau ada orang dikejutkan pasti orang itu ketakutan.” -Xesa
“Xesa sudah aku bilang jangan membuat mereka ketakutan dan lihatlah mereka hampir mati, toh!” -Recca Celestial
Mereka berempat tidak percaya kalau mereka sedang melihat Recca Celestial Si Gadis Penyihir. Akan tetapi mereka sedikit heran, kenapa Recca Celestial bersama dengan musuhnya.
“Daripada kalian heran dan bingung seperti mati kutu saja. Pasti Hans bodoh itu yang menyuruh kalian mencari kami berdua.” -Recca Celestial
Yang dimaksud kami berdua yaitu Recca Celestial dan Celion Demonstra. Recca Celestial sudah tahu apa yang terjadi jika mereka berdua menghilang dan pasti akan dicari sampai ketemu.
Dan Para Prajurit itu hanya bisa menggelengkan kepala mereka saja. Mereka masih sedikit ketakutan dan tidak bisa berbicara, akibat dari mereka yang sangat terkejut.
“Lihatkan, mereka semua sudah hampir seperti orang mati hanya bisa menggelengkan kepala saja. Dan sudah aku katakan jangan mengagetkan mereka.” -Recca Celestial
Recca Celestial memarahi Xesa yang tadi mengejutkan mereka dan hampir membuat mereka hampir mati dan tidak bisa bergerak.
“Maaf, ya.” -Xesa
Xesa meminta maaf kepada mereka berempat.
“Baiklah. Kalian berempat, kami akan menunjukkan jalan menuju keluar gua ini, dan kami juga ingin bertemu yang lainnya.” -Recca Celestial
__ADS_1
Mereka berdua menunjukkan jalan yang benar menuju ke tempat awal mereka masuk. Para Prajurit itu berterimakasih, tetapi didalam pikiran mereka, mereka masih terlihat heran dan kebingungan apa yang telah mereka lihat.
Setahunya, Recca Celestial itu sangat membenci namanya iblis, tetapi dia malah dibantu oleh seorang iblis. Apalagi iblis yang membantunya bukanlah iblis seberangan, iblis itu adalah Xesa Si Penasehat Raja Iblis.
Jalan menuju ke pintu masuk gua, ternyata lebih dekat daripada mereka duga. Dan ternyata selama ini, mereka sudah tersesat dari awal.
Semua orang yang ada di pintu masuk gua, mereka semua dikejutkan oleh kedatangan seorang iblis. Dan mereka langsung bersiap-siap menyerang Iblis itu. Akan tetapi Delta Terra meminta mereka untuk tidak menyerang.
“Jangan dulu, Dia adalah mantan Penasehat Raja Iblis.” -Delta Terra
Delta Terra meminta mereka untuk tidak menyerang ataupun mengangkat senjata mereka.
Dan lalu mereka dikejutkan oleh seseorang dibelakang Xesa yakni Recca Celestial yang sedang digendongnya.
“Woy! Apa kabar, kalian semua? Aku tidak tahu kalian akan mencari kita, dan sepertinya aku salah kalau Hans yang menjemput aku tetapi malah orang polos ini.” -Recca Celestial
Recca Celestial memberikan salam kepada Para Pasukan itu dan Delta Terra, dan juga dia salah mengira kalau Hans Seven yang mencarinya.
“Delta, dimana Hans atau Raksa? Biasanya mereka yang mencari aku terus, tetapi aku yang menemukan aku.” -Recca Celestial
Recca Celestial bertanya dimana Hans Seven dan Raksa Rewel, sebab biasanya mereka yang mencari dan memperdulikan dirinya itu.
“Hans Seven sedang melakukan sesuatu hal yang penting, dan Raksa Rewel mencari kamu disini lain dari Hutan luas ini.” -Delta Terra
Dari pada memberitahu Hans Seven berada di Kerajaan Raja Iblis itu akan membuat kekacauan, Delta Terra mengatakan kalau Hans Seven sedang urusan yang sangat penting.
“Recca, apakah orang-orang dengan aura warna jiwa yang lemah ini teman kamu yang sering diceritakan?” -Xesa
Xesa telah melihat aura mereka memiliki. Xesa tidak bisa mengetahui aura sihir disekitar mereka, akan tetapi dia bisa mengetahui aura warna yang dipunyai seseorang. Dan semakin tinggi warna yang dimiliki semakin bahaya orang itu.
“Benar, mereka semua itu lemah.” -Recca Celestial
Recca Celestial tidak bisa melawan fakta tersebut kalau seluruh teman mereka itu adalah orang-orang yang lemah, dan tidak begitu kuatnya.
Semuanya yang mendengar perkataan tersebut, mereka merasa direndahkan. Akan tetapi mereka juga sama tidak dapat melawan fakta tersebut. Dan mereka sangat iri terhadap orang-orang yang memiliki orang kekuatan kuat.
“Kalau begitu, kalian ikuti kami jika kalian ingin mengetahui keberadaan Celion.” -Recca Celestial
Recca Celestial akan memberitahu mereka tempat keberadaan Celion Demonstra yang mereka cari.
“Ok, kami akan mengikuti kamu. Tapi apakah benar Recca, kamu itu...” -Delta Terra
Lalu mereka setuju mengikuti Xesa dan Recca Celestial ke tempat Celion Demonstra berada dan kata mereka tidak terlalu jauh dari pintu masuk gua.
__ADS_1