![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Pada saat sore hari ini, hampir seluruh penduduk Kerajaan Ocean berkumpul untuk mendengarkan pidato dari Putri Violan Ocean. Akan tetapi mereka belum mengetahui kalau Putri Violan Ocean tidak ada diatas panggung dan masih mengurusi urusannya tanpa diketahui oleh Para Keluarga Kerajaan.
Para Prajurit dari Kerajaan Ocean, mereka sedang mengepung gedung milik Violan Ocean, karena mereka tahu jika Putri Violan Ocean berada didalam sana mencoba bersembunyi didalam gedung miliknya.
Dengan menggunakan gedung miliknya, dia bisa bebas dari kejaran Para Prajurit Kerajaan Ocean. Akan tetapi jika dari dia keluar dari gedung miliknya, dia akan tertangkap dan akan harus melakukan pidato didepan Publik.
Violan Ocean melihat dari luar jendela ruangannya, dia melihat betapa ramainya prajurit dari Kerajaan Ocean mengepungnya.
“Kenapa ibu selalu saja ingin diriku ini menuruti perintahnya, padahal aku hanya ingin kebebasan dan nostalgia di planet ini.” -Violan Ocean
Violan Ocean agak merasa jengkel dengan ibunya yaitu Shui Ocean. Dia merasa kalau ibunya itu telah merenggut kebebasannya dan ingin mengabulkan permintaannya.
Dan juga Violan Ocean belum mengerti juga dengan keinginan ibunya yang ingin menjadikannya sebagai orang yang mulia dan dihormati Para Penduduk Kerajaan.
"Jika saja kami saling mengerti, maka aku tidak akan menjadi Calon Kandidat Ratu selanjutnya." -Violan Ocean
Dia melihat Xesa baru saja keluar dari gedung miliknya dan berjalan kearah sebaliknya dari arah yang telah diberikannya sebelumnya.
“Seharusnya aku menyuruh salah satu karyawan aku untuk menunjukkan jalan benar kepadanya, daripada dia tersesat di jalan.” -Violan Ocean
Lalu Violan Ocean mendekati mejanya dan menghubungi salah satu karyawannya.
“Halo, apakah yang anda inginkan, Nyonya Violan?” -Karyawan
“Iya, aku ada ingin kamu lakukan. Pertama jangan panggil aku, Nyonya harusnya Nona karena aku masih terlihat muda dan belum setua itu...” -Violan Ocean
“Tapi Nona Violan, panggilan Nyonya untuk orang yang sudah berumur 19 tahun keatas dan umur anda sudah lebih dari 19 tahun. Makanya sebagian besar kami memanggil anda, Nyonya Violan.” -Karyawan
“Terserah kalian saja. Dan ini yang harus kamu lakukan, aku ingin kamu menemukan seseorang yang bernama Xesa di area 5, dan berikan tunjukkan jalan kearah Perusahaan Electro.” -Violan Ocean
“Xesa? Apakah dia kenalan anda atau seorang tamu penting?” -Karyawan
“Dia sudah anggap saudara sendiri, dan dia adalah orang yang telah menolong.... Yang penting bantuin dia menemukan jalan yang benar.” -Violan Ocean
“Tapi Nona Violan, apakah anda mempunyai fotonya?” -Karyawan
“Tidak, tapi dari jauh dia itu tidak jauh cantik dari aku, dan tingginya sebahu aku kira-kira 171 cm dan berambut pendek merah kehitaman. Jadi dia lumayan mencolok, karena rambutnya saja.” -Violan Ocean
“Baiklah, aku akan mencarinya. Warna mereka kehitaman.” -Karyawan
“Sebelum kamu tutup, aku mencintaimu, Dimas.” -Violan Ocean
“Terimakasih, Nona Violan. Aku akan pergi.” -Dimas Vargaya
Mereka berdua menutup teleponnya dan Violan Ocean berharap Dimas Vargaya dapat menemukan Xesa yang tersesat di area 5.
Di area 5, yaitu area yang tidak diperbolehkan orang-orang biasa masuk, karena area tersebut area Para orang penting atau orang-orang yang sangat kaya. Makanya Violan Ocean agak khawatir dengan Xesa jika sudah ada di sana.
__ADS_1
Di area 5 tersebut, Xesa merasa kalau dia diperhatikan terus oleh orang-orang sekitar dan juga dia merasa aneh karena orang-orang disekitarnya menggunakan benda-benda yang agak berkilauan.
“Sepertinya aku salah jalan.” -Xesa
Tiba-tiba dia dihampiri oleh seseorang yang menggunakan benda-benda yang sangat menyilaukan matanya.
“Wah... Kenapa kamu ada di area sini? Apakah kamu adalah orang baru disini?”
“Maaf, aku hanya tersesat saja dan aku tidak tahu jalan ke tempat Perusahaan yang membuat alat-alat canggih.” -Xesa
“Jadi kamu itu hanya tersesat saja, kasihan sekali. Aku pikir kamu seorang pengemis yang meminta-minta sekitar sini. Hohoho...”
Dia tidak terima, dikatakan pengemis oleh orang sombong dan meremehkan orang lain.
“Pengemis....” -Xesa
“Iya, kamu terlihat seperti orang pengemis karena pakaian kamu yang tidak bergaya sama sekali dan gaya rambut kamu seperti seorang berandalan saja, padahal kamu itu perempuan cantik. Hohoho...”
Karena masih tidak terima apa yang dikatakan oleh orang itu, Xesa langsung membanting orang itu dan menginjak muka orang itu dengan kakinya.
“Hahaha... Aku ingin lihat bagaimana rasanya kamu direndahkan dengan langsung ke prakteknya?” -Xesa
Orang itu tidak bisa berbuat apa-apa karena dia tidak kuat untuk mebela dirinya.
“Tolong aku, Penjaga.”
Wanita tua itu memanggil penjaga, dan seseorang penjaga mendatangi mereka berdua.
Mendengar ancaman tersebut, Xesa melepaskan orang itu.
Wanita tua itu yang telah terlepas dan terbangun, dia meminta penjaga itu untuk menangkap Xesa, karena telah melakukan tindakan kejahatan.
“Penjaga, tangkap orang itu! Dia itu telah melakukan tindakan kejahatan terhadap aku!”
Penjaga itu menurut perintah wanita tua itu, dia menahan dan memborgol Xesa.
“Hohoho.... Dasar penjahat!”
Ketika ingin dibawa, Seseorang mendatangi mereka. Orang yang berlari mendatangi mereka adalah Dimas Vargaya, orang yang disuruh oleh Violan Ocean.
“Penjaga, lepaskan dia!” -Dimas Vargaya
“Kenapa kamu ingin dia lepaskan? Hah! Dia ini telah melakukan tindakan kejahatan terhadap diriku ini!”
Dimas Vargaya tidak perduli dengan perkataan dari wanita tua itu.
Lalu Dimas Vargaya mendekati Penjaga itu dan membisikkan sesuatu ke telinganya. Wanita tua itu tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan dengan bisik-bisik.
__ADS_1
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Dimas Vargaya, Penjaga melepaskan Xesa dan lalu menahan Wanita tua sombong itu. Wanita tua itu langsung bingung kenapa dia ditangkap.
“Heh.. heh.. Kok, aku yang tertangkap! Bukannya wanita penjahat kotor itu yang ditangkap!”
“Diam, ikut saja!”
Penjaga itu membawa Wanita tua itu ke kantornya untuk ditahan karena atas perilaku yang sewenang-wenang terhadap orang lain.
Sebenarnya Xesa tidak perduli jika dia ditangkap oleh penjaga itu, karena dia mempunyai deduksi yang sangat kuat supaya dia tidak akan dipenjara, dan juga dia tidak mengharapkan pertolongan dari siapapun.
Akan tetapi karena dia telah ditolong oleh orang asing itu, maka dia harus berterimakasih atas pertolongan tersebut.
“Terimakasih, walaupun aku tidak mengharapkan pertolongan tersebut tadi.” -Xesa
“Sama-sama, aku juga datang mencari kamu, Nona Xesa.” -Dimas Vargaya
Xesa menanyakan kenapa orang asing itu bisa mengetahui namanya atau itu Cuma kebetulan saja.
“Bagaimana bisa kamu mengetahui namaku? Atau apakah kamu hanya memperkirakan saja?” -Xesa
Dimas Vargaya menjelaskan maksud menemui Xesa atas perintah atasannya, yaitu Violan Ocean.
“Atas perintah Nona Violan, aku disuruh untuk mencari kamu, Nona Xesa dan lalu membantu kamu untuk mengantarkan kamu ke Perusahaan Electro.” -Dimas Vargaya
Xesa tidak tahu apakah dia tersesat atau tidak sebelumnya, dan dia berterimakasih kepada Violan Ocean yang telah menyuruh seseorang untuk membantunya untuk mengantarkan ke tempat tersebut.
“Kalau begitu, ayo antarkan aku tempat itu, sekarang juga!” -Xesa
“Siap, Nona Xesa.” -Dimas Vargaya
Dimas Vargaya mengantarkan Xesa ke Perusahaan Electro, tempat menciptakan benda-benda yang terbuat dari bahan-bahan metal dan energi listrik, tempat yang membuat kemajuan teknologi.
Sementara itu, Wanita tua itu dan Penjaga itu sedang berjalan menuju ke tempat kantor penjaga keamanan. Wanita tua itu mempunyai cara licik untuk membebaskan dirinya tanpa hukum, dia akan memberikan penjaga itu beberapa uang yang banyak.
“Hai, Tuan Penjaga, apakah kamu tidak mau ini?” -Wanita Tua
Melihat jumlah uang yang sangat banyak, dia tidak bisa menolak uang tersebut.
“Jika kamu ini, maka kamu harus melepaskan aku juga.” -Wanita Tua
Wanita tua itu memberikan uang yang berjumlah banyak kepada Penjaga itu. Penjaga itu melepaskan borgol tersebut dan membiarkan Si Wanita tua itu pergi dan meninggalkannya.
Wanita tua itu yang telah lolos dari Penjaga itu dan masih marah terhadap orang yang telah membuatnya ditahan oleh Penjaga. Dia mengutuk orang itu.
“Hahahaha... Aku akan mengutuk dia, menjadi orang yang lebih rendah daripada sebuah kotoran babi.” -Wanita Tua
Tiba-tiba Wanita tua itu merasakan kepanasan di sekujur tubuhnya dan kulit tubuhnya melepuh dan berwarna merah.
__ADS_1
“Ha... Panas, Panas....” -Wanita Tua
Beberapa saat, Wanita tua itu tergeletak dengan kulit tubuhnya yang seperti melepuh dan berwarna merah. Sepertinya dia sudah tidak berdaya dan hampir meninggal dalam keadaan tubuhnya memerah.