![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Juliana Juliet Ni segera pergi ke kerajaan Raja Iblis dengan berjalan kaki. Dia harusnya sadari dari awal, kalau pasukan manusia tersebut yang dilawan oleh pasukannya bukanlah pasukan Manusia asli dan ternyata hanya sekelompok bayangan buatan.
Tapi dia juga tidak terlalu mengkhawatirkan kerajaan Raja Iblis yang sudah dikuasai olehnya, karena di sana sudah dijaga oleh beberapa orang terkuat yang berasal dari Bangsa Iblis. Dan juga Kapal Angkasa milik Tirta Yayan akan segera datang tidak lama lagi.
Juliana Juliet Ni juga memikirkan sesuatu tentang Kapal Angkasa milik Tirta Yayan yang seharusnya sudah sampai di permukaan pada hari kemarin. Tetapi sampai saat ini belum mendarat di permukaan.
“Kenapa wanita tua itu tidak kunjung mendatarkan Kapal Angkasa miliknya ke permukaan planet ini? Padahal pertempuran antara kedua bangsa di planet ini sudah mulai, dan kita juga harus melenyapkan Draking itu.” -Juliana Juliet Ni
Juliana Juliet Ni heran mengapa Kapal Angkasa milik Tirta Yayan tidak kunjung mendarat ke permukaan planet Rosemary. Padahal rencananya sudah berjalan, tinggal menunggu Tirta Yayan dengan pasukan tambahannya.
“Jika mereka tidak kunjung datang ke sini, rencana kami tidak akan bisa selesai dan Draking akan bisa kabur lagi.” -Juliana Juliet Ni
Juliana Juliet Ni mengkhawatirkan Draking yang akan kabur dan mereka tidak berhasil melenyapkan Draking.
Dalam diagram, pertamanya Juliana Juliet Ni harus memprovokasi Bangsa Iblis agar berperang dengan Bangsa Manusia, untuk menguasai sisa wilayah di planet itu. Dan kemudian Pasukan Tirta Yayan yang sudah berada di planet Rosemary akan ikut membantu untuk membuat semacam pelindung di Planet Rosemary. Dan terakhir Jika Draking tidak menyadari hal tersebut, mereka bisa melenyapkan bersama-sama.
Rencana ini dibuat untuk melenyapkan Draking dan sekaligus menguasai Planet Rosemary. Kemudian Juliana Juliet Ni akan bisa menjadi Penguasa Abadi di planet tersebut.
Diluar angkasa. Kapal angkasa milik Tirta Yayan bergerak menuju ke permukaan Planet Rosemary, tetapi setiap mereka berada di lapisan luar Planet. Tiba-tiba Kapal Angkasa mereka terkena sesuatu yang janggal.
Sesuatu yang janggal dan aneh itulah membuat Kapal Angkasa tersebut mengalami sebuah fenomena aneh, yaitu mereka terus berada di tempat sama dan tidak bisa keluar dari tempat tersebut.
Fenomena tersebut diduga disebabkan oleh Draking. Tirta Yayan menduga Draking melakukan hal tersebut, karena dia pasti mengetahui kedatangan mereka semua ke Planet Rosemary untuk melenyapkannya.
“Si Pengkhianat itu dapat membuat kita terjebak didalam realita yang dibuatnya sendiri. Kita harus keluar dari dimensi realita yang dibuatnya. Jika kita tidak bisa keluar dari sini, maka dia akan merendahkan diri kita dengan perkataan kasarnya tersebut.” -Tirta Yayan.
__ADS_1
Dimensi Realita adalah sebuah dimensi yang dibuat hampir sama dengan realita yang aslinya. Dan tidak semua orang bisa keluar dari realita tersebut, karena dimensi tersebut seperti penjara dimensi.
Berbeda dengan penjera dimensi. Penjara dimensi milik Juliana Juliet Ni hanya terbatas oleh waktu dan tidak terbatas oleh ruang, tetapi sedangkan dimensi realita adalah yang mempengaruhi waktu pada ruang yang sama terus dan terus berulang-ulang sampai tanpa henti.
Tirta Yayan meminta kepada seluruh pasukannya untuk menemukan sebuah celah didalam dimensi realita tersebut. Mereka harus menemukan celah tersebut sangat cepat, supaya mereka bisa menangkap Draking.
“Semuanya, carilah celah antara dimensi, supaya kita bisa keluar dari tempat ini.” -Tirta Yayan
Untuk menemukan sebuah celah yang berada didalam dimensi realita tersebut tidaklah mudah seperti menangkap seekor lalat menggunakan satu tangan tanpa menggunakan kekuatan sedikitpun.
Diperkirakan membutuhkan waktu lama untuk berhasil menemukan sebuah celah.
“Apakah kalian sudah menemukan celah tersebut? Jika belum, kalian harus mencarinya lagi walaupun itu sekecil lubang semut sekalipun.” -Tirta Yayan
Akan tetapi semakin lama mereka di sana, pikiran dan otak mereka semakin tidak bisa berpikir dan pusing. Disebabkan oleh ruangan yang terus-menerus sama dan tidak berubah, tetapi waktu disekitar mereka berubah dan masih bergerak.
Tirta Yayan mulai menyimpulkan kalau dimensi realita yang dibuat Draking bukanlah dimensi realita yang dibuat, tetapi alami.
“Draking tidak mungkin membuat sebuah dimensi yang dimana ruang dan waktu tidak berjalan sama. Dimensi ini adalah dimensi realita asli dan tanpa dibuat oleh Draking sendiri. Dia hanya membuka gerbang ke sini. Pantasan saja, tidak ada kecacatan di sini.” -Tirta Yayan
Tirta Yayan cukup kagum dengan dimensi realita tersebut karena hampir tidak kecacatan yang terjadi didalamnya. Dan juga Tirta Yayan menyimpulkan kalau Draking hanya membuka gerbang masuk ke dalam dimensi realita tersebut.
Di permukaan Planet Rosemary, wilayah kedalaman hutan. Seluruh Pasukan yang berada dibawah kepimpinan Raksa Rewel kembali ke pasukan utama. Mereka juga membawa sebuah berita baik dan buruk.
“Kami kembali dari medan pertempuran, Nyonya Celion.” -Raksa Rewel
__ADS_1
Raksa Rewel beserta pasukan yang dibawahannya, mereka telah sampai didekat pasukan utama. Dan mereka telah membawakan Hans Seven dari Medan pertempuran, tetapi mereka tidak membawa Recca Celestial.
Celion Demonstra yang tidak melihat Recca Celestial bersama Raksa Rewel dan Hans Seven, dia mulai gelisah dan panik.
“Raksa, Dimana Recca? Bukankah aku berkata untuk menyelamatkan mereka berdua, tetapi kenapa kamu hanya membawa Hans saja?” -Celion Demonstra
Wajah Celion Demonstra terlihat seram dan dia terlihat kesal, karena sahabatnya tersebut tidak diselamatkan atau dibawa oleh Raksa Rewel.
Raksa Rewel mengatakan kenapa dia tidak bisa menyelamatkan Recca Celestial.
“Berkat Recca, kami ada di sini. Dan juga dia menggunakan kekuatan sihir terlarangnya untuk menghalau dan melindungi kami semua.” -Raksa Rewel
Mendengar jawaban tersebut, Celion Demonstra langsung marah kepada Raksa Rewel.
“Bukannya kamu bisa pindah sendiri ke sini terlebih dahulu untuk memanggil kami agar kami bisa membantu masalah kalian di sana.” -Celion Demonstra
Celion Demonstra sangat marah dengan keputusan mereka berdua tersebut. Lebih parahnya lagi, Celion Demonstra tahu kalau Recca Celestial tidak bisa mengontrol kekuatan sihir terlarangnya tersebut.
“Kita semua sudah tahu kalau kalian berempat belum bisa mengontrol kekuatan sihir terlarang kalian. Kenapa Recca Celestial menggunakan kekuatan tersebut yang tidak dapat dikontrolnya sendiri?!” -Celion Demonstra
Setahunya, Pengontrolan kekuatan sihir terlarang adalah hal yang sangat mustahil bagi orang-orang pemula seperti Recca Celestial, dan juga berakibat buruk setelah melakukan hal tersebut.
Semuanya yang mendengarkan perkataan Celion Demonstra, mereka hanya bisa diam, termasuk Draking. Tidak ada satupun yang dapat berkomentar atau berbicara ketika Celion Demonstra sangat marah.
Melihat kejadian tersebut, Draking terasa seperti melihat hiburan ketegangan batin. Draking tidak ingin mengucapkan satupun kata dari mulutnya, karena dia sedang mengasikan hal seru yang tidak bisa diganggu olehnya.
__ADS_1