![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Setelah mendengar cerita yang cukup panjang dan lebar, tetapi sangat dimengerti, dipahami, dan jelas, mereka semua berpikiran kalau End’e Draking pantas dijadikan sebagai kriminal dan harus diburu, tetapi sebaliknya End’e Draking juga mendirikan keadilan di pemerintahan buruk.
“Jadi tidak ada salahkan? Dia melakukan berbagai kebaikan juga.” -Delta Terra
Delta Terra sudah memahami bahwa End’e Draking itu tidak terlalu buruk, walaupun jalan yang dipilihnya lebih buruk dari perilakunya.
“Memang benar, dia melakukan sedikit kebaikan, tetapi dia adalah Bangsa Excita.” -Juliana Juliet Ni
“Bangsa Excita? Ada apa lagi yang kami tidak ketahui tentang dunia luar?” -Delta Terra
“Coba kamu jelaskan tentang Bangsa itu?” -Recca Celestial
Mereka semua tidak mengerti tentang semua hal yang ada diluar angkasa, karena pengetahuan mereka belum ada untuk ke sana, dan peradaban mereka masih sangat jauh juga.
“Apakah kalian pernah membaca tentang kisah dewa penghancur seluruh dunia yang ditebar melalui mulut ke mulut?” -Juliana Juliet Ni
“Pernah, dewa itu adalah penghancur segalanya dan menyisakan tiga dunia saja berdasarkan kisah yang kami dengar dari para orang tua.” -Delta Terra
“Tapi bagaimana kamu mengetahui tentang kisah tersebut? Kamu berasal dari dunia luar, apakah kamu adalah salah satu dari tiga dunia yang terselamatkan.” -Recca Celestial
“Tidak, dunia masih tidak bisa terhitung dengan jari kita. Aku mengetahuinya dari lembaran kuno yang ditinggalkan oleh Suku Demons yang tepatnya dibawah kastil Kerajaan Iblis.” -Juliana Juliet Ni
Pada saat beberapa hari yang lalu, dia menemukan sebuah gulungan kertas yang kuno, dan dia meminta End’e Draking membacanya. Setelah dibacakan, Juliana Juliet Ni membaca gulungan kertas tersebut lagi, karena dia terlalu percaya dengan perkataan End’e Draking. Walaupun tidak mengerti dengan tulisan kuno tersebut, tetapi setelah diajarkan dan dipelajari oleh orang-orang tua di sana, Maka dia telah mengetahui isinya.
“Apakah itu ada hubungannya dengan Pria Aneh itu?” -Delta Terra
Delta Terra bertanya apakah gulungan kertas tersebut memang ada hubungan dengan End’e Draking, jika ada itu adalah hal yang sangat penting untuk dibahas.
“Sepertinya iya, karena dia tertawa setelah membaca kertas ini. Aku yakin kalau dia mencari sesuatu yang berhubungan dengan ini.” -Juliana Juliet Ni
Mereka berpikir sesuatu yang berhubungan kertas itu dengan End’e Draking, mereka sangat penasaran.
“Apakah ada sesuatu yang menarik dari kertas tersebut?” -Recca Celestial
“Cuma..... seseorang yang bernama Aether, dan juga Perang 500 tahun lalu yang melenyapkan sebagian kecil planet di seluruh angkasa.” -Juliana Juliet Ni
Juliana Juliet Ni hanya tahu dua hal tersebut yang diketahui dari setelah membaca kertas tersebut, dan dia tidak bisa mencari secara rinci tentang kertas tersebut.
“Bagaimana kalau kita hubungkan kertas yang kamu temukan itu dengan dongeng kami?” -Delta Terra
“Ehm... Ok, tapi aku akan ambil dulu kertas itu di Istana Raja Iblis.” -Juliana Juliet Ni
Kertas tersebut tidak dibawa oleh Juliana Juliet Ni, karena sebelumnya dia tidak berpikir untuk membicarakan tentang kertas tersebut dan hanya memikirkan pesta pernikahannya saja.
“Kalau begitu, kamu menginap di sini dulu saja. Nanti, besok kamu boleh pergi ke istana dan mengambil kertas itu.” -Delta Terra
Delta Terra menyarankan untuk mengambil kertas gulungan tersebut besok hari, karena sudah tengah malam dan mereka semua harus istirahat untuk memulihkan kondisi tubuh mereka.
“Baiklah, Hans juga sudah mengantuk, kan.” -Juliana Juliet Ni
Juliana Juliet Ni melihat Hans Seven yang sangat mengantuk, dan kasihan jika dipasak untuk kembali pulang ke istana pada tengah malam hari itu. Jadi dia menerima tawaran tersebut untuk menginap di rumahnya Recca Celestial.
__ADS_1
Juliana Juliet Ni mengangkat Hans Seven keatas pundaknya, dan berpikir kalau dialah yang harus diangkat dan digendong oleh Hans Seven, bukan terbalik, tetapi dia tidak perduli dengan hal itu.
“Sepertinya kamu membawanya sangat buruk, Juliana?” -Recca Celestial
Recca Celestial sedikit khawatir dengan Juliana Juliet Ni yang mengangkat Hans Seven tidak terlalu normal dan sedikit berbahaya.
“Dia sudah tidur, jadi dia pasti tidak memperdulikan hal seperti ini. Tapi kenyataannya aku lebih kuat darinya.” -Juliana Juliet Ni
Recca Celestial mulai berpikir untuk menanyakan sesuatu hal yang sangat penting kepada Juliana Juliet Ni, kenapa dia mau menikah dengan pria seperti Hans Seven.
“Juliana, kenapa kamu menerima pria buaya sepertinya? Padahal Pria Aneh itu lumayan jauh hebat dibandingkan dengan Pria Buaya ini.” -Recca Celestial
Juliana Juliet Ni yang mendengar pertanyaan tersebut, dia tersenyum dan berkata kepada Recca Celestial kalau dia dan Hans Seven hampir sama.
“Kamu tahu sejak pertama kami bertemu, aku sudah menyukainya walaupun masih ingin membunuhnya di saat itu. Tapi pada saat aku sudah menyerah dan pasrah di singgasana, tiba-tiba dia masuk menyelinap dan langsung melamar aku tanpa rasa ragu-ragu. Entah ada apa dengan pikirannya itu?” -Juliana Juliet Ni
Setelah pulang dan kembali dari Kerajaan Manusia dalam memberikan surat gencatan senjata dan memberitahu kalau dia adalah Raja Iblis kedua, pada saat dia duduk sendirian di ruangan singgasana tidak satupun orang, karena orang-orang sedang sibuk berlibur pada saat itu.
Beberapa saat yang lalu, Juliana Juliet Ni meminta hampir seluruh orang yang sudah berkerja keras demi kerajaan iblis diperbolehkan libur selama dua hari. Mendengar hal itu seluruh orang senang dan lalu mereka langsung pergi berlibur ke suatu tempat, kecuali Prajurit yang masih berlatih, Sebagian kecil Koki di dapur, dan Liones Wild yang menyiapkan rancangan untuk masa depan Kerajaan Iblis yang akan datang.
Juliana Juliet Ni yang bosan, dia dikejutkan oleh seseorang yang tidak kenal menghadap ke hadapannya dengan sepucuk bunga warna-warni, dialah Hans Seven.
“Siapa kamu? Kenapa kamu bisa ada di sini?” -Juliana Juliet Ni
“Aku ke sini hanya untuk melepaskan diri dari penjara kehidupan yang terus mengurung aku, dan aku telah jatuh cinta kepada kamu.” -Hans Seven
Mendengar perkataan tersebut, Juliana Juliet Ni merasa jengkel dan dia menggunakan kekuatan spirit yaitu sinar laser menyerang ke Pria tersebut.
“Tunggu dulu.... Aku datang ke sini hanya untuk mendengar jawaban kamu saja, apakah kamu terima atau menolak lamaran aku?” -Hans Seven
“Baiklah..... Tapi hentikan dulu serangan bertubi-tubi ini!” -Hans Seven
“Ah... Baiklah....” -Juliana Juliet Ni
Juliana Juliet Ni menghentikan serangannya dan membiarkan Pria tersebut menyebutkan namanya. Didalam pikirannya, jika dia mengenali orang tersebut, maka dia harus mengeluarkannya.
“Namaku adalah Hans Seven dari Grup Pahlawan, bisa dibilang aku ini mantan dari anggota Grup Pahlawan...” -Hans Seven
Tiba-tiba Hans Seven terkejut karena dia hampir terkena serangan sinar laser tersebut.
“Kenapa kamu menyerang aku?” -Hans Seven
“Bukankah kamu mengatakan kalau kamu adalah mantan dari anggota tersebut, maka aku harus menghancurkan kamu.” -Juliana Juliet Ni
Juliana Juliet Ni masih mempunyai sedikit rasa dendam atas kekalahan dari pertempuran tersebut, tetapi dia tidak boleh membiarkan orang tersebut mati di wilayah iblis, karena dapat mengacaukan perjanjian tersebut.
“Jadi aku ingin mendengar saja, apakah kamu menerima atau menolak tawaran lamaran aku?” -Hans Seven
“Sebelum itu, aku ingin bertanya kepada kamu, kenapa kamu menyukai aku dari segi cinta? Sebenarnya aku juga sedikit menyukai kamu.” -Juliana Juliet Ni
“Benarkah?” -Hans Seven
__ADS_1
“Iya, aku ingin sekali ******* kamu menjadi kecil seperti semut.” -Juliana Juliet Ni
Mendengar perkataan yang menyeramkan dan melukai hatinya, Hans Seven tidak bisa berkata apa-apa lagi, selain menunjukkan wajahnya yang terlihat sedih.
“Ah.... Sudah aku duga, aku akan ditolak lagi, tetapi aku tidak akan menyerah.” -Hans Seven
Hans Seven sudah menduga kalau dia akan ditolak oleh Juliana Juliet Ni, mantan musuhnya tersebut. Akan tetapi dia tetap semangat untuk mencari pasangan hidupnya lagi.
“Kalau begitu, sampai jumpa...” -Hans Seven
Hans Seven melambaikan tangan, dan akan pergi meninggalkan tempat tersebut, karena dia tidak ada tujuan lagi tetap tinggal di sana. Akan tetapi dia diserang secara tiba-tiba oleh Juliana Juliet Ni.
“Tunggu... Namaku adalah Juliana Juliet Ni, Mantan dan Asisten Sang Kebijakan, dan sekarang adalah Raja Iblis kedua di Planet Rosemary, dan Pemegang Gelar Sang Kebijakan. Aku ingin kamu menjadi pasangan aku.” -Juliana Juliet Ni
Juliana Juliet Ni berdiri dengan tegak dan berbicara sangat tegas, tentang dirinya dan dia ingin menjadikan Hans Seven sebagai pasangan hidupnya. Dia mengatakan hal itu, karena dia ingin tidak merasa kesendirian.
“Hah.... Hahaha.... Mana mungkin, apakah kamu bercanda?” -Hans Seven
Hans Seven tidak terlihat mempercayai perkataan tersebut, karena dia sedikit terkejut apa yang didengarnya.
Mendengar perkataan yang tidak yakin terhadap perkataannya, Juliana Juliet Ni mengeluarkan kekuatan dan menyerang lagi kearah Hans Seven sambil berkata kepadanya kalau dia serius.
“Hentikan! Kenapa kamu selalu emosional?” -Hans Seven
“Kamu tidak tahu betapa lamanya aku untuk menunggu seseorang yang akan mengatakan hal seperti itu, selain Nenek Tua itu, Pria Rakus itu, dan Guru besar. Dan sisanya aku melihat wajah setiap orang melihat aku, mereka sangat takut dan tidak bisa menghadap ke aku setelah aku kalahkan dan melemahkan mental mereka.” -Juliana Juliet Ni
“Hah?” -Hans Seven
Hans Seven sedikit mengerti apa yang dikatakan oleh Juliana Juliet Ni sebenarnya, dia hanya ingin melihat dirinya sebagai seseorang yang pantas, bukan dilihat dari kekuatan dan kemampuannya, tetapi perasaan.
Ketika mau diingat sekali lagi, Juliana Juliet Ni merasa kepalanya sedikit pusing karena dia juga meminum alkohol walaupun dalam jumlah yang tidak terlalu banyak dibandingkan Hans Seven.
“Maaf, ya... Sepertinya kepala aku merasa sangat pusing.” -Juliana Juliet Ni
“Wah! Wanita kuat bisaa terkena pukulan hebat dari minuman keras itu.” -Recca Celestial
“Setiap orang punya kelemahan masing-masing, dan juga minuman keras itu sangat mempengaruhi tubuh dalam buruk dibandingkan baiknya saja.” -Juliana Juliet Ni
“Memang benar, tetapi aku terasa kalau tanpa itu hidup tidak terasa enak.” -Recca Celestial
Mereka sampai di tempat yang akan dijadikan sebagai kamar istirahat untuk Juliana Juliet Ni dan Hans Seven.
“Walaupun kamar ini terlihat sedikit kotor dan berdebu, karena aku jarang membersihkan, sebab tidak ada orang yang akan tinggal disini. Jadi aku mohon kalian bisa nikmati malam ini dengan nyenyak, ya.” -Recca Celestial
“Tak apa-apa.... Aku sudah terbiasa tidur lebih buruk dibandingkan tempat ini.” -Juliana Juliet Ni
“Baiklah.... Aku akan pergi ke kamar aku. Aku sudah sangat kantuk. Dadada...” -Recca Celestial
Recca Celestial meninggalkan mereka di kamar tersebut dan dia pergi menuju ke kamarnya untuk tidur, karena dia sudah kantuk. Juliana Juliet Ni segera membawa Hans Seven yang digendong olehnya masuk, dan menaruhnya keatas kasur.
Lalu Juliana Juliet Ni juga berbaring keatas kasur, dan dia tidak terlalu bisa tidur, karena memikirkan hal yang terjadi sebelum dia benar-benar menikahi Hans Seven. Dan dia menatap keatas langit-langit dan mengatakan sesuatu kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
“Nona Tirta, kamu adalah orang yang paling perduli dengan aku, tetapi kamu punya rencana yang sangat buruk dibandingkan kami semua. Sembilan tahun waktu planet ini, takdir seluruh dunia akan mencapai akhir. Aku akan menikmati kehidupan kotor, sebelum takdir seluruh dunia berakhir.