![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Ruangan Singgasana Sang Ratu Shui Ocean pada malam hari. End’e Draking sengaja menemui Shui Ocean untuk memberitahu tentang negoisasi dirinya dengan Kaisar Mariana. Shui Ocean masih sangat mengantuk, karena sudah masuk waktu tidurnya. Akan tetapi demi mendengarkan Didalam perkembangan hubungan antara kedua negara, dia harus menghilangkan rasa kantuknya tersebut.
“Baiklah.... Kamu mengganggu waktu tidur aku saja, End’e Draking.” -Shui Ocean
“Maafkan aku, Nyonya Shui. Aku datang untuk memberitahu tentang hasil dari negoisasi tersebut.” -End’e Draking
“Jadi hasil negoisasi pasti sudah tidak bisa ditebak lagi. Apakah negoisasi tersebut tidak dapat menghasilkan gencatan senjata?” -Shui Ocean
“Sepertinya kamu tahu sudah tahu hasil dari negoisasi tersebut.” -End’e Draking
“Hahaha... Jangan lupa aku pernah melakukan negoisasi dengan anak-anaknya yang bodoh dan keras kepala tersebut. Padahal kita akan memberikan seluruh harta kita kepada mereka, tapi mereka harus menghentikan invasi mereka terhadap kita.” -Shui Ocean
Shui Ocean pernah melakukan negoisasi dengan ke-tujuh jenderal Kekaisaran Mariana walaupun itu hanya sesekali saja. Akan tetapi dia sudah tahu kalau ke-tujuh jenderal Kekaisaran Mariana tersebut susah diatur dan tidak dapat berpikir panjang, selain dua orang dari mereka.
“Kalau begitu, aku ingin kamu melanjutkan kesepakatan kita lagil, End’e Draking.” -Shui Ocean
“Melanjutkan lagi. Jadi kamu ingin aku membunuh semua orang disana.” -End’e Draking
“Tidak kita rubah kesepakatan kita, dan aku akan memberikan kamu dua inti bintang kepada kamu.” -Shui Ocean
“Baiklah... jadinya kamu akan memberikan aku tiga inti bintang atau jika kamu tidak bisa memberikannya, maka kamu dan anak-anak kamu itu akan menjadi makan malam aku.” -End’e Draking
“Kamu pikir aku tidak bisa menepati janji aku, dan jangan bawa-bawa kedua bocah bodoh itu kedalam kesepakatan kita selanjutnya ini.” -Shui Ocean
Dari percakapan tersebut, End’e Draking merasa sangat senang, karena dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan, sementara itu Shui Ocean juga meraasa senang, tetapi didalam hatinya dia harus mengorbankan yang diwariskan dari leluhurnya.
__ADS_1
“Jadi Kesepakatan apa itu?” -End;e Draking
Shui Ocean memberitahu apa yang harus dilakukan End’e Draking selanjutnya, dan dia ingin End’e Draking tidak membeberkan kesepakatan tersebut kepada dua anaknya, agar dia tidak khawatir dan takut. End’e Draking boleh gagal dalam tugasnya tersebut, tetapi dia harus wajib melaporkannya kepada Shui Ocean.
“Hahaha..... Padahal kamu sangat ingin menjauhi hal ini dari anak-anak kamu itu, tetapi kamu malah membahayakan salah satu dari mereka.” -End’e Draking
“Walaupun aku masih perduli dengan mereka, tetapi untuk memastikan tidak ada korban lagi, aku ingin kamu menjatuhkannya, tapi jangan membunuhnya, ya.” -Shui Ocean
“Dasar.... Kamu ini seorang ibu atau seorang pemimpin yang rakus kekuasaan. Tapi aku sungguh akan menikmati semuanya.” -End’e Draking
Setelah pembicaraan tersebut, End’e Draking menghilang dari pandangan matanya Shui Ocean. Shui Ocean tidak mengharap keputusannya tersebut didalam hati terdalamnya, akan tetapi demi menghancurkan hal-hal yang berbahaya, dia harus melakukannya.
“Emma, apakah kamu mendengar semuanya?” -Shui Ocean
Seorang pelayan ialah Emma Ocean, dia adalah keponakannya Sang Ratu Shui Ocean Seharusnya dia juga ikut serta dalam perebutan tahta Sang Ratu Ocean, akan tetapi dia memiih menjadi pelayan istana daripada menjadi seorang Ratu atau penguasa, karena dia tahu bagaimana rumitnya dan beratnya menjadi seorang penguasa sejati.
“Iya, Nyonya. Saya memang mendengar percakapan itu, tapi saya akan menutup mulut saya dan merahasiakan kepada mereka berdua.” -Emma Ocean
“Baguslah begitu. Aku juga ingin mengatakan seperti yang kamu katakan, karena jika kamu membeberkannya, kita akan dalam masalah lebih besar dibandingkan menghadapi Kekaisaran Mariana.” -Shui Ocean
“Nyonya, Siapakah orang tersebut? Dan aku melihat kalau Nyonya tidak bisa mengatakan sesuatu yang kasar atau kejam kepadanya.” -Emma Ocean
“Dia bukanlah orang yang penting seperti orang-orang kotor itu, tetapi dia adalah orang yang harus diwaspadai dan berhati-hati dengannya. Namanya itu tidak perlu dikatakan, itu hanya membuat kamu bermimpi buruk lagi, Emma.” -Shui Ocean
Emma Ocean tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Shui Ocean, tetapi dia mengerti kalau orang itu sangat mengerikan dibandingkan dengan para bangsawan kotor tersebut. Tapi kenapa namanya tersebut mempengaruhi mimpi buruknya.
__ADS_1
“Apakah ada hubungannya dengan mimpi buruk saya,Nyonya?” -Emma Ocean
“Tidak, tetapi itu akan mempengaruhi ingatan seseorang yang ada didalam kamu.” -Shui Ocean
“Baiklah... Sekarang Nyonya akan kembali kedalam kamar.” -Emma Ocean
“Iya, tapi sebelum itu, aku ingin kamu mengirim surat kepada seseorang yang tertulis di surat.” -Shui Ocean
Shui Ocean mengambil kertas, pena, dan surat didalam laci yang ada dibawah singgasananya. Singgasananya ada beberapa laci, dan didalamnya ada berbagai alat tulia dan senjata rahasia untuk keperluannya.
Dia menulis sesuatu didalam kertas tersebut, tulisan tersebut sangat penting untuk menyelamatkan masa depan Kerajaan Ocean. Setelah menulis surat itu, dia menyimpannya didalam surat dan lalu menyerahkannya kepada Emma Ocean.
“Ini surat untuk orang itu. Aku ingin kamu mengirimnya surat ini melalui jalan darurat, karena surat ini sangat rahasia, dan juga penyelamat di masa depan.” -Shui Ocean
“Baiklah, saya akan mengirimnya secepat mungkin.” -Emma Ocean
Emma Ocean pergi dan meninggalkan ruangan Singgasana Sang Ratu Ocean. Lalu dia segera mengirimkan surat tersebut melalui jalan darurat yang harusnya digunakan sebagai jalan terakhir, tetapu demi keselematan negeri dan kerajaan, maka dia harus menuruti perintah Sang Ratu.
Setelah Emma Ocean pergi dari ruangan singgasana, Shui Ocean tampak sangat cemas dan khawatir terhadap nasip kerajaan di kemudian haru, karena dia tahu kalau kedua anaknya itu tidak bisa digunakan lagi sebagai alat pemerintahan dengan paham idealisme lama.
“Hah...... Mereka berdua sudah dewasa, dan sudah melihat keluar bagaimana negara-negara lain berkembang dan maju, apalagi mereka berdua juga sudah menjadi salah satu dari orang penting di tempat-tempat mereka. Akan tetapi sepertinya kembalinya mereka juga membawa idealisme baru yang akan menghapus idealisme lama ini.” -Shui Ocean
Shui Ocean masih berpegang teguh terhadap paham idealisme lama dari Kerajaan Ocean terbentuk sampai sekarang. Akan tetapi karena penjelajahan dua puluhan tahun dan telah berakhir lima tahun lalu, akibatnya perkembangan ekonomi Kerajaan menurun pesat.
Tapi penurun tersebut bisa ditangani oleh Hydro Queen yang membuat Statiun Angkasa dulunya untuk mengangkut para prajurit, sekarang menjadi Statiun Angkasa untuk publik, dan Kerajaan Ocean. Akan tetapi akibat hal itu, banyak warga Kerajaan Ocean mudah terpengaruh dengan paham orang asing dari luar.
__ADS_1
Shui Ocean sudah mengira kalau hal tersebut akan terjadi, yaitu kehancuran Kerajaan Ocean, dan kebangkitan sebuah negara baru diatas kehancuran Kerajaan Ocean. Maka dia harus meminta bantuan siapapun agar Kerajaan Ocean masih bisa bertahan sampai akhir hayatnya.