![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Untuk tidak melupakan sesuatu kejadian yang telah terlampaui lama, Edward Demons membuat sebuah catatan tentang kehidupannya.
Hari Ketiga
Pada pagi harinya, aku terbangun dari tidur, dan terlihat aku kembali segar setelah tidur. Sepertinya tidur tepat waktu akan mengembalikan stamina dalam tubuh aku menjadi segar dan bugar lagi.
Dan Mereka bertiga sepertinya sudah bangun juga, karena mereka sudah tidak ada saat aku bangun. Tapi jarang sekali melihat Xesa bangun lebih pagi daripada aku.
Ketika aku keluar dari rumah kecil kami, aku melihat mereka bertiga sangat ngantuk dan mata mereka mempunyai kantung mata.
Saat aku bertanya kepada mereka, kenapa mereka lebih cepat bangun dan terlalu pagi. Mereka menjawab kalau mereka bertiga dari tadi malam tidak bisa tidur nyenyak dan banyak gangguan.
Kenapa mereka tidak bisa tidur dengan nyenyak, menurut dugaan aku, mereka bertiga kemarin tidur sangat lama dari siang hari sampai petang. Makanya mereka kesusahan untuk tidur pada malam hari.
Jadi aku mengatakan hal tersebut kepada mereka, dan sedikit menasehati mereka untuk tidak terlalu tidur pada siang hari terutama sampai malam hari. Hal itu akan bisa mengganggu waktu tidur mereka.
Setelah itu kami memberikan tugas masing-masing. Xesa dan Recca, mereka berdua akan mencari makanan diluar gua sekalian mengembara hewan-hewan ternak, Rosalia akan membuat sebuah ladang untuk menanam tumbuhan-tumbuhan, dan sisanya aku, aku akan membuat sebuah rumah untuk aku dan juga beberapa bangunan lainnya.
Untuk masalah membuat ladang untuk menanam tanaman, aku tidak terlalu khawatir dan gelisah karena Rosalia sangat menyukai berbagai macam tumbuhan.
Akan tetapi aku khawatir dengan Xesa dan Recca, karena mereka belum terbiasa mengembara hewan-hewan. Walaupun Recca berkata kalau dia pernah mengembara hewan-hewan ternak, tetapi Rosalia berkata lain kalau hewan yang selamat hanya satu atau dua hewan saja dari puluhan Ekor.
Dari perkataan itu saja, aku merasa sangat khawatir dan gelisah untuk memberikan mereka tugas itu. Tapi mereka sangat memohon untuk memberikan tugas itu kepada mereka, karena mereka ingin sekali melakukan sesuatu daripada tidur.
Hari sudah siang, aku telah menyelesaikan tugas aku untuk membuat rumah untuk kami bertiga. Bangunan kecil kemarin itu, aku juga mengubahnya menjadi bangunan yang tampak lebih besar daripada sebelumnya. Dan juga satu bangunan lagi untuk Xesa dan Recca.
__ADS_1
Aku tidak tahu kenapa mereka bertiga hanya meminta satu rumah saja. Padahal aku bisa saja dalam waktu sehari, aku bisa membuat lima rumah dengan ukuran yang sama.
Karena pekerjaan aku telah selesai, aku mengunjungi Rosalia yang sedang menanam beberapa biji tumbuhan yang didapatkan dari tumbuhan yang kami makan.
Aku bertanya kepadanya, apakah dia membutuhkan bantuan, dan dia menjawab kalau dia tidak membutuhkan bantuan apapun, dan juga dia ingin aku berhenti memanggilnya Rosalia ketika kami hanya berdua.
Aku tidak tahu kenapa dia sangat malu dipanggil Rosalia, padahal itu adalah nama di kehidupan pertamanya. Dan juga aku tidak memanggilnya menggunakan nama panggilan kami dulu.
Jika saja aku memanggilnya menggunakan nama panggilan ketika kami berdua masih berteman, dia pasti memukul aku dengan sekuat tenaga. Kenapa aku bisa tahu, karena saat pertemuan kami ke-tiga, Aku tidak sengaja memanggil dengan menggunakan panggilan semasa kecil dan dia marah dan tidak berhenti menyerang aku.
Aku pergi meninggalkan Rosalia di tempat itu dan pergi menuju ke tempatnya Xesa dan Recca berada. Aku tidak tahu kenapa mereka tidak bisa dipisahkan, padahal dulunya mereka bermusuhan, tetapi sekarang mereka berteman.
Ketika aku sudah sampai di tempat mereka berada, aku tidak sengaja melihat sesuatu yang tidak pantas dilihat. Jadi aku kabur saja dan meninggalkan mereka berdua. Aku tidak ingin mendeskripsikan apa yang mereka lakukan itu.
Aku kembali ke tempat dibalik gua, dan tidak akan memberitahu kepada Rosalia apa yang aku tadi lihat.
Saat aku kembali dan duduk sambil mengamati Rosalia merawat tanamannya tersebut, dan juga menghilangkan pikiran aku tentang hal tadi.
Tiba-tiba Rosalia memandang aku terus dan dia mendatangi aku, lalu duduk didekat aku.
Dia memberitahu sesuatu yang mengejutkan juga tentang Xesa dan Recca pada malam hari itu. Sebenarnya dia bisa saja tidur dengan nyaman akan tetapi ada gangguan dari balik tirai itu.
Rosalina sempat memarahi mereka berdua dengan sangat keras dan melarang mereka lagi melakukan hal buruk tersebut. Akan tetapi ketika dia mencoba tidur lagi, mereka mengulangi lagi.
Karena tidak bisa menahan amarahnya lagi, Rosalia sempat memisahkan mereka berdua dan memisahkan mereka sejauh mungkin agar dia bisa tidur dan tidak lupa mengikat mereka dengan kuat.
__ADS_1
Dari cerita itu, aku harusnya mengetahui hal tersebut dan memarahi mereka berdua, tetapi aku sudah tertidur dulu dengan pulasnya.
Pada sore hari, mereka berdua kembali dengan jumlah hewan yang masih sama dalam keadaan Kenyang. Ketika mereka sudah didepan mata aku, aku langsung menceramahi mereka berdua sampai mereka berdua meneteskan air mata mereka.
Rosalia sempat menghentikan aku untuk tidak menceramahi mereka lebih lama, tetapi aku tidak senang dengan perilaku mereka berdua tersebut dan aku tidak mendengar Rosalia untuk meminta aku menghentikan itu.
Setelah menceramahi mereka berdua, aku tidak sadar kalau hari sudah sangat malam. Aku melihat mereka berdua menangis dalam pelukannya Rosalia. Aku tidak sanggup melihat dua wanita menangis, tetapi mereka sedikit pantas mendapatkannya.
Lalu aku menyuruh mereka berdua untuk tidak tinggal dalam satu atap lagi. Jadi Xesa dan aku akan tinggal dalam satu bangunan yang sama, Rosalia dan Recca akan tinggal dalam satu bangunan sama juga.
Rosalia bertanya kenapa Xesa tinggal bersama dengan aku. Aku menjawab bahwa dulu aku dan Xesa pernah tidur bersama, walaupun pada saat itu Xesa masih anak-anak dan saat remaja kami tidak tidur bersama lagi.
Akan tetapi untuk menghindari hal tersebut lagi, aku harus memaksanya untuk tidur bersama aku lagi dan tidak boleh pergi jauh-jauh dari mata kami berdua.
Pada malam hari, aku melihat Xesa akan pergi diam-diam dari tempat tidurnya dan pasti akan menuju ke tempatnya Recca. Jadi aku menahannya dan tidak akan membiarkannya pergi.
Tapi dia berkata kalau dia ingin membuang air kecil dibelakang, dan dia tidak tahan lagi. Aku melepaskannya dan aku memperingati jika dia pergi ke tempatnya Recca atau ke tempat lain, dia akan keluar dari tempat ini dan ikut lagi kedalam Kerajaan iblis.
Mendengar peringatan tersebut, dia langsung ketakutan, sebab dia tidak ingin mengurusi kertas-kertas yang bertumpuk tersebut.
Tidak terlalu lama, dia kembali lagi dan tidur disamping aku. Aku masih mengawasinya sampai dia benar-benar tidur.
Saat aku mengawasinya, dia berkata kalau aku ini bukanlah orang tuanya tetapi hanya orang yang mengangkatnya saja. Dan aku menjawabnya, kalau aku bukan orang tua kamu sebenarnya, tetapi kamu dibesarkan oleh siapa dan siapa yang memberikan kamu makan, siapa yang memberikan kamu pengetahuan, walaupun kita bukan sedarah tetapi hubungan kita lebih dari itu.
Setelah dia tertidur dengan nyenyak, aku diam-diam mencium bagian pipinya dan berkata jika saja kamu adalah anak aku, maka aku akan memberikan apa yang kamu mau dengan penuh kemanjaan.
__ADS_1
---
Catatan ini sampai sini saja, dan dia tidak menulis lagi karena catatan miliknya telah hilang karena dia lupa taruh dimana pada saat dia mengembara pada hari keempat. Sebenarnya catatan milik Edward Demons ditemukan dan diambil oleh Celion Demonstra.