![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Di suatu negara yang jauh dari Kerajaan Ocean, Negara tersebut adalah Kekaisaran Mariana. Kekaisaran Mariana adalah kekaisaran yang mempunyai kekuatan tentara yang sangat kuat dan banyak, dan juga pasar dagang yang sangat kuat dan besar.
Saat ini Kekaisaran Mariana sedang mengincar wilayah Kerajaan Ocean untuk mendapatkan kekuasaan atas pendatang dari luar angkasa. Mereka sangat iri dengan Kerajaan Ocean, karena Kerajaan Ocean mendapatkan pendapatan besar dan menjadi negara pendapatan tertinggi di posisi kedua, dikarenakan pendatang luar angkasa yang terus berdatangan.
Dan Penguasa Kekaisaran Mariana pada saat ini adalah Kaisar Mariana Vrya. Kaisar Mariana Vrya merupakan kaisar wanita pertama di kekaisaran tersebut dan masih berusia muda sekitar enam belas tahun tetapi sudah bisa menggerakkan negaranya sendiri.
Di ruangan singgasana, Ada seorang prajurit menghadap ke hadapannya. Mariana Vrya ingin mengetahui kenapa Prajurit itu menghadap ke hadapannya, apakah ada urusan penting dengannya.
“Hai Prajurit, apakah ada sesuatu urusan penting hingga kamu menghadap ke hadapan Sang Kaisar?” -Mariana Vrya
“Ada seseorang yang datang ke Kekaisaran, orang itu adalah utusan penting dari Kerajaan Ocean. Dia datang membawa surat gencatan senjata dan menghentikan penyerangan yang dilakukan kita.” -Prajurit
Didalam ruangan tersebut ada juga orang lain, selain Sang Kaisar Mariana Vrya. Diantara orang-orang itu ada enam orang, yaitu Enam Jenderal Kaisar yang sebenarnya enam orang itu adalah anak-anak dari Kaisar sendiri.
Anak Pertama yang dikenal tangguh dan sangat disiplin dari perilaku dan tata karmanya, dan mempunyai kemampuan mengendalikan sihir Tanah, ialah Sakai Mariana.
Anak Kedua, seorang wanita yang sangat cantik tetapi sadis di mata seluruh masyarakat, tidak ada orang yang ingin langsung menghadapi wanita sadis tersebut karena aura yang dipancarkan dan tatapannya yang begitu terlihat kejam, dan dia pengendali sihir api ialah Huo Mariana.
Anak ketiga, anak yang sedikit berbeda mempunyai rambut yang berwarna putih dan juga sikapnya dingin seperti es, dia sangat dikagumi oleh Para Prajurit dibandingkan saudara-saudaranya, dan dia dapat mengendalikan elemen es dan angin, ialah Nunbola Mariana.
Anak keempat, seorang gadis yang masih masa remaja tetapi sudah menjadi jenderal yang sangat kuat, walaupun tidak sekuat kelima saudaranya, dia memiliki kemampuan mengendalikan sihir Air, ialah Shui Mariana.
Anak kelima, dia tidak punya bakat dalam mengendalikan sihir, dan selalu diremehkan oleh saudara-saudaranya, kecuali Shui Mariana, Sakai Mariana, dan , akan tetapi memiliki kecerdasan lebih baik walaupun tidak jauh lebih baik dari Sakai Mariana, ialah Yeong Mariana.
Dan terakhir anak ke-enam, dia dapat mengendalikan elemen kayu dan logam saja, tetapi ada elemen yang disembunyikan olehnya dari saudara-saudara dan ibunya yaitu sihir elemen petir, ialah Derevo Mariana.
Derevo Mariana yang mendengar kalau ada seorang utusan dari Kerajaan Ocean, dia sangat terkejut karena dia tidak tahu kalau negara itu berani mengirimkan utusan ke negera musuhnya.
“Benarkah? Tidak mungkin, negara kecil itu akan berani mengirimkan seorang utusan kepada kita untuk melakukan perundingan.” -Derevo Mariana
“Itu mungkin saja, kalau mereka sangat dalam keadaan genting dan mereka juga tidak menyukai peperangan, walaupun sudah menolak permintaan kita sebelumnya.” -Sakai Mariana
__ADS_1
“Memang benar, permintaan kita dua bulan lalu ditolak oleh mereka itu karena kesalahan kamu, Huo.” -Derevo Mariana
Mereka berlima menatap tajam kearah Huo Mariana karena kesalahan yang dilakukan oleh Huo Mariana yang mengakibatkan kesepakatan kedua pihak tersebut dibatalkan.
“Ada apa? Benarkan, aku sedikit mengganggu di pertemuan tersebut karena dia sendiri yang membuat kita marah dan membenci mereka.” -Huo Mariana
Pada saat itu, ada sedikit keributan tetapi tidak terjadi perkelahian antar dua belah pihak, akan tetapi karena tidak ingin dipojokkan oleh orang itu, Huo Mariana sedikit tersinggung dan memulai perkelahian dengan orang yang memojokkan Kekaisaran Mariana.
“Huo, kamu tahu tidak akibat kamu itu kita harus merebut wilayah dengan cara seperti ini.” -Sakai Mariana
“Tapi dengan cara ini mereka tidak bisa melakukan apa-apa selain menyembunyikan dari masyarakat mereka yang tidak tahu apa-apa.” -Huo Mariana
“Bagaimana Ibu? Apakah kita akan menerima orang itu atau tidak?” -Sakai Mariana
Sakai Mariana meminta keputusan ibunya yang seorang Kaisar dari Kekaisaran Mariana, dia ingin ibunya harus memutuskan apakah mereka akan menerima kedatangan utusan tersebut atau membiarkan utusan tersebut diluar.
“Jika aku menerima utusan tersebut, aku ingin kalian mengikat Huo dengan rantai baja anti api agar dia tidak membuat keributan lagi.” -Mariana Vrya
Semua orang langsung menyerbu Huo Mariana dan lalu mengikat dengan Sihir Logam yang dimiliki oleh Derevo Mariana. Dengan Sihir Logam yaitu Sihir Logam [ Rantai Molibedim ], Huo Mariana tidak akan bisa melelahkan rantai tersebut.
“Jika kami tidak mengikat kamu, kamu akan membuat keributan pada saat pertemuan tersebut. Jadi kamu harus diikat dan juga amarah kamu harus ditahan dulu. Jika kamu tidak bisa menahan amarah kamu, Nunbola dan Shui akan menyihir kamu.” -Sakai Mariana
Sakai Mariana menjelaskan kenapa mereka harus mengikat Huo Mariana dengan rantai yang tahan dengan api dan juga sangat kencang susah dilepaskan, dan juga mereka memperingati kalau Huo Mariana marah, Nunbola Mariana dan Shui Mariana akan menyiramnya dengan sihir badai es dan air milik mereka berdua.
“Jika kalian sudah mengikatnya, kita sudah siap menerima utusan tersebut.” -Mariana Vrya
Setelah melihat sekitarnya dulu kalau tidak ada orang yang dapat menggangu pertemuan tersebut, Mariana Vrya langsung memberitahu kepada prajurit itu untuk membiarkan Utusan tersebut masuk kedalam ruangan singgasana.
“Baiklah, semuanya sudah dalam keadaan normal. Prajurit, aku izinkan utusan dari Kerajaan Ocean untuk masuk kedalam ruangan singgasana dan beritahu kepadanya untuk menaruh senjata sebelum masuk kedalam ruangan ini.” -Mariana Vrya
“Baik, Nona Kaisar.” -Prajurit
__ADS_1
Prajurit itu langsung meninggalkan ruangan singgasana dan lalu menuju ke tempat utusan tersebut yang sedang menunggu di suatu tempat. Prajurit itu akan menyampaikan pesan dari Sang Kaisar kepada Utusan tersebut.
Setelah sampai di tempat utusan tersebut menunggu dan lalu menyampaikan apa yang disampaikan oleh Sang Kaisar, Utusan tersebut tidak ragu-ragu langsung masuk ke istana Kekaisaran Mariana, dan lalu masuk kedalam ruangan singgasana.
Didalam ruangan singgasana, semua orang melihat dan mengamati utusan tersebut. Dan mereka sangat terkejut karena utusan tersebut tidak menundukkan kepalanya kearah kaisar, dan perilaku itu adalah perilaku yang tidak sopan bagi mereka yang ada di sana.
“Hai, kenapa kamu tidak membungkukkan badan kamu dan menundukkan kepala kamu kepada Sang Kaisar?” -Yeong Mariana
Yeong Mariana ingin mengetahui dan penasaran kenapa Sang Utusan itu tidak menundukkan kepalanya kepada Kaisar Mariana Vrya. Menundukkan kepala seseorang lebih rendah derajatnya dari Kaisar merupakan perilaku yang harus dilakukan oleh semua orang di Kekaisaran Mariana.
“Apakah kamu tidak tahu betapa besar kekuatan yang dimiliki oleh Kaisar?” -Shui Mariana
Utusan tersebut tidak takut sama sekali dengan perkataan yang mengancam dirinya itu, dia tidak takut kepada siapapun itu, termasuk kaisar yang memiliki kekuatan besar dan mempunyai jumlah pasukan besar. Karena utusan tersebut ialah End’e Draking.
“Aku tidak takut kepada siapapun itu, termasuk seorang yang menganggap dirinya sebagai seorang Kaisar atau orang-orang yang mengangkatnya, dan juga kekuatan, kekuasaan, dan kepintaran yang kamu miliki tidak akan membuat aku takut.” -End’e Draking
End’e Draking melakukan hal itu karena Kerajaan Ocean menginginkan bantuan darinya untuk melakukan negosiasi dengan Kekaisaran Mariana. Sang Ratu Shui Ocean sangat mempercayai dan membutuhkan kehebatan negoisasi dari End’e Draking.
Akan tetapi sebenarnya Hydro Quenn menolak mentah-mentah dengan keputusan Ibunya tersebut yang ingin mengirim End’e Draking sebagai utusan dari Kerajaan Ocean, sebab dia tahu betapa liciknya End’e Draking itu.
Walaupun begitu tolakan tersebut tidak diterima oleh Sang Ratu Shui Ocean, karena ada berbagai alasan yaitu kepercayaan dan juga kesepakatan yang dibuat oleh mereka berdua tidak bisa dirubah.
Orang-orang yang ada di ruangan singgasana itu yang mendengar perkataan itu sangat terkejut dan merasa bahwa utusan itu mengirim kematiannya sendiri di tempat musuh. Para Jenderal yang juga mendengar perkataan tersebut langsung menyerbu dan menyerang utusan tersebut, kecuali Huo Mariana yang masih dirantai.
“Orang luar seperti kamu tidak berhak menghina dan mengejek Ibu kami!” -Sakai Mariana
“Kamu adalah orang yang pantas dibunuh!” -Yeong Mariana
Ketika Para Jenderal ingin menyerang End’e Draking dengan kekuatan sihir terkuat mereka, End’e Draking langsung menghentikan dengan sebuah kemampuan yang baru saja siap digunakan olehnya.
“Hentikan Waktu!” -End’e Draking
__ADS_1
Kemampuan tersebut adalah Kemampuan Mytic [ Bicara ], kemampuan ini baru saja jeda waktu habis dan bisa digunakan lagi untuk sekali saja, dan lalu akan digunakan lagi setelah 2,5 juta detik.
Dengan kemampuan ini seluruh gerakan Para Jenderal yang menyerangnya berhenti dan mereka terlihat seperti patung yang tidak bisa melakukan apa-apa, selain mendengarkan perkataan saja. Kemampuan ini sangat menguntungkan baginya, karena dia tidak melakukan perkelahian dan membuat masalah.