![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Beberapa saat yang lalu....
Celion Demonstra dan Raksa Rewel sudah melakukan pemindahan ke tempat pertempuran. Mereka tidak ada masalah ketika menuju ke sana setelah pemindahan.
Celion Demonstra langsung terkejut karena melihat sebuah suasana yang menyeramkan. Seluruh Pasukan Iblis dan sekaligus Pasukan Dogsle telah dibantai dan dibunuh oleh sesuatu yang lebih kuat.
Celion Demonstra belum memikirkan kalau pelaku dari pembantaian seluruh pasukan gabungan tersebut adalah Recca Celestial. Dia tidak memikirkan hal itu, karena Recca Celestial tidak akan membunug seseorang, walaupun orang itu paling dibencinya.
“Apakah Recca yang melakukan ini? Jika tidak, aku merasa tenang sedikit.” -Celion Demonstra
Celion Demonstra ingin memastikan kalau bukanlah Recca Celestial yang melakukan hal seperti itu. Tapi jawabnya yang terimanya berbeda dengan pikirannya.
“Memang Recca tidak akan melakukan sekejam ini, tetapi dalam mode sihir terlarang pasti Recca Celestial akan melakukan hal ini. Dan aku juga melihat semua kejadian dari awal, tetapi tidak melihat sampai akhir.” -Raksa Rewel
Jawaban dari Raksa Rewel membuat Celion Demonstra langsung gelisah, dan tidak pernah berpikir hal seperti itu.
“Tidak mungkin, Recca akan melakukan sekejam seperti ini.” -Celion Demonstra
Celion Demonstra masih tidak percaya jika Recca Celestial melakukan hal sekejam.
“Memang Recca tidak akan melakukan seperti ini, tetapi kamu tahukan jika kami menggunakan kekuatan sihir terlarang kami, kami semua tidak akan bisa terkendali dan terus mengamuk.” -Raksa Rewel
Perkataan Raksa Rewel adalah kebenaran, karena dia sendiri melihatnya. Dan dia juga mengingatkan kalau kekuatan sihir terlarang dapat melakukan hal seperti itu.
“Oke, tapi sekarang dimana Recca Celestial? Kita sudah melihat dari sini belum kelihatan Recca.” -Celion Demonstra
Dari jarak lumayan dekat dari bekas Medan pertempuran, Celion Demonstra belum menemukan atau melihat Recca Celestial yang ada di bekas medan pertempuran tersebut.
“Aku juga tidak tahu? Kami meninggalkan Recca pada saat dia masih mengamuk, dan tidak mengetahui kelanjutannya lagi.” -Raksa Rewel
Raksa Rewel tidak tahu keberadaan Recca Celestial, karena dia telah meninggalkan Recca Celestial pada saat dia masih mengamuk.
“Kenapa kamu meninggalkannya ketika dia masih mengamuk?” -Celion Demonstra
Celion Demonstra bertanya kepada Raksa Rewel dengan ekspresi marah.
“Jika kami tidak meninggalkannya, kami akan menjadi sasarannya juga. Walaupun jarak kami sudah jauh, tetapi insting kuatnya akan masih merasakan keberadaan kami.” -Raksa Rewel
Penjelasan Raksa Rewel tetap tidak ingin diterima oleh Celion Demonstra. Celion Demonstra juga masih merasa kesal dan marah.
“Kalau begitu, kamu dan aku harus mencari Recca di sana. Siapa tahu dia sedang pingsan ditengah-tengah orang-orang mati ini?” -Raksa Rewel
Raksa Rewel menyarankan mereka berdua untuk mencari Recca Celestial diantara kumpulan pasukan Iblis dan Pasukan Dogsle yang telah mati.
__ADS_1
Raksa Rewel dan Celion Demonstra pergi menuju ke tempat medan pertempuran untuk mencari Recca Celestial diantara setumpuk mayat pasukan gabungan tersebut.
Pencarian mereka di sana belum menemukan hasil, karena mereka belum melihat tubuh atau jejak Recca Celestial di sana. Mereka hanya melihat dan mengamati kumpulan mayat yang telah dikalahkan.
Celion Demonstra juga mengecek satu-persatu Pasukan Iblis, selain Pasukan Dogsle. Dia ingin mengetahui apakah ada dari Pasukan Iblis telah meninggal atau masih pingsan.
Dan ternyata hanya sebagian kecil dari Seluruh Pasukan Iblis telah tiada, dan sebagian lagi dalam keadaan tidak sadar dan mengalami luka besar di setiap bagian tubuh mereka.
Karena mereka tidak enakkan, Celion Demonstra diam-diam mengobati luka-luka besar di setiap Prajurit Iblis, dan menutupi mayat-mayat yang telah tiada dengan kain pakaian. Lalu dia mendoakan untuk prajurit yang telah tiada untuk tenang di alam kemudian.
“Tolong maafkan temanku,dan pula maafkan dunia ini. Aku tahu diantara kalian tidak menginginkan hal ini semua dan diantara kalian lain hanya ingin membalas dendam terhadap kematian orang-orang terdekat. Tapi hanya pertempuran ini saja yang dapat menentukan kebenaran, dan selain itu pasti ada menentangnya. Selamat jalan, semuanya.” -Celion Demonstra
Dalam lubuk hatinya, Celion Demonstra mendoakan mereka yang telah tiada untuk pergi dengan tenang menuju alam kemudian.
Yang dilakukan oleh Celion Demonstra belum ada yang menyaksikan, termasuk teman-temannya. Mereka menganggap Celion Demonstra adalah pahlawan yang tidak akan pernah memaafkan musuhnya.
Raksa Rewel yang masih mencari jejak Recca Celestial, dia tidak melihat hal yang dilakukan oleh Celion Demonstra. Sebab Raksa Rewel masih fokus dalam pencarian.
Setelah selesai melakukan hal itu, Celion Demonstra secepatnya langsung menuju ke tempat Raksa Rewel untuk melanjutkan pencarian jejak Recca Celestial.
“Raksa, apakah kamu sudah menemukan jejak yang tertinggal disekitar sana?” -Raksa Rewel
Celion Demonstra bertanya kepada Raksa Rewel, apakah dia telah menemukan jejak yang tertinggal disekitarnya.
“Aku tidak menemukan apa-apa, selain tubuh prajurit iblis yang bergeletakan di tanah, dan beberapa bekas pertarungan.” -Raksa Rewel
“Aku tidak ingin mendengar hal lain, selain Recca. Jadi apakah kamu sudah menemukan jejak yang ditinggali oleh Recca?” -Celion Demonstra
Celion Demonstra mengulangi pertanyaannya kepada Raksa Rewel.
“Sepertinya belum, tetapi didekat kita adalah jejak pertarungan antara Recca dengan Pemimpin Makhluk bertangan Empat.” -Raksa Rewel
Raksa Rewel menjawab pertanyaan itu sambil menunjukkan tempat pertarungan antara Recca dengan Wogles/Pemimpin Makhluk bertangan empat.
“Jadi didepanku ini adalah tempat pertarungan itu terjadi. Dan lalu setelah itu apa yang terjadi di sana?” -Celion Demonstra
Celion Demonstra ingin memastikan saja, dan ingin mendengar lanjutan dari pertempuran tersebut. Tapi Raksa Rewel menjawab dia tidak mengetahui lanjutan.
“Maafkan aku, Celion. Aku tidak tahu lanjutannya lagi, sebab aku sudah berpindah tempat ini ke tempat sana. Makanya aku tidak mengetahui lanjutan dari pertempuran Recca tersebut.” -Raksa Rewel
Celion Demonstra mendengar hal yang sama, dia tidak bisa menahan kekesalannya pada temannya itu yang meninggalkan temannya sendiri.
“Apakah kamu masih kesal? Maafkan sekali lagi, ya.” -Raksa Rewel
__ADS_1
Raksa Rewel tahu Celion Demonstra masih terlihat kesal dan dia ingin meredakan kekesalannya terhadap dirinya.
“Tidak, aku tidak kesal maupun marah. Aku hanya merasa yang tidak baik melihat seorang teman meninggalkan temannya sendiri.” -Celion Demonstra
Celion Demonstra tidak ingin terlihat kesal, makanya dia berkata seperti itu.
“Sudahlah, aku sudah minta maaf.” -Raksa Rewel
Raksa Rewel mengaku kalau itu adalah kesalahannya.
“Ehm... Kita akan mencari Recca sekali lagi disekitar tempat sini. Jika masih belum ketemu, kamu harus memindahkan kita langsung ke tempat Delta dan Hans mereka pasti sudah menunggu kita di sana.” -Celion Demonstra
Celion Demonstra meminta Raksa Rewel untuk mencari Recca Celestial sekali lagi di seluruh tempat medan pertempuran tersebut. Jika tidak ditemukan, mereka berdua akan kembali ke tempatnya Para Pasukan Manusia menggunakan kekuatan sihir Teleportasi milik Raksa Rewel.
Mereka mencari Recca Celestial sekali lagi di tempat sama dan juga di tempat berbeda, tetapi mereka hanya menemukan beberapa jejak pertarungan dan kumpulan orang-orang yang telah dikalahkan saja.
Celion Demonstra tidak pernah menyerah, dia juga mencari dimana-mana sampai dia menggali kedalam tanah atau membalikkan tubuh beberapa prajurit.
Melakukan hal tersebut dalam waktu lama, Celion Demonstra tidak juga menemukan sahabatnya tersebut dan dia bilang kepada Raksa Rewel untuk kembali ke Pasukan Manusia segera.
“Sudahlah, kita sudah berusaha tapi kita belum menemukannya. Raksa, siapkan Teleportasi kita akan kembali ke tempat Para Pasukan Manusia berada.” -Celion Demonstra
Celion Demonstra sudah pasrah, dan juga dia terlihat mengeluarkan air matanya karena sahabatnya tersebut tidak ditemukan dimana-mana.
“Siap, tapi apakah kita berpindah kemana?” -Raksa Rewel
Raksa Rewel tidak tahu ingin memindahkan mereka kemana.
“Kita akan berpindah ke tempat mereka, lah.” -Celion Demonstra
Celion Demonstra meminta dipindahkan ke tempat Para Pasukan Manusia.
“Jadi kamu mau kita berpindah ke tempat tadi, tapi perkiraan aku saja mereka pasti sudah berada di dekat gerbang Kastil Kerajaan Raja Iblis.” -Raksa Rewel
Raksa Rewel memperkirakan bahwa Para Pasukan Manusia sudah berada di dekat gerbang Kastil Kerajaan Raja Iblis, karena dia hanya memperkirakan dan instingnya saja.
“Jika kamu ragu, aku ingin kamu menggunakan sihir pelacak ditambah sihir Teleportasi, supaya kamu dapat berpindah ke tempat yang telah ditemukan.” -Celion Demonstra
Celion Demonstra menyarankan untuk menggunakan kekuatan sihir [Pelacak Mana] kepada Raksa Rewel.
Kekuatan sihir [Pelacak Mana] adalah sihir yang dapat melacak kekuatan mana sihir seseorang tapi penggunaan tersebut harus sudah mengetahui mana sihir atau aura sihir yang akan dilacaknya.
“Baiklah, aku sedikit hafal dengan aura sihir milik Delta Terra.” -Raksa Rewel
__ADS_1
Raksa Rewel cuku yakin dia bisa melacak aura sihir milik Delta Terra, dan pasti bisa menemukannya.
Tiba-tiba Raksa Rewel sedikit berpikir bagaimana kalau mereka mencari Recca Celestial menggunakan kekuatan sihir [Pelacak Mana] tersebut.