![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Edward Demons kembali ke tempat duduknya dan dia sungguh menyesal karena telah mengatakan hal-hal tersebut kepada Destra Draking Hambora atau yang dikenal olehnya Dede.
“Kenapa aku harus mengatakan hal itu? Tapi ini demi kebaikannya juga.” -Edward Demons
Tiba-tiba End’e Draking mendekati Edward Demons dan berbicara kepadanya.
“Apakah kamu sudah mengatakan itu kepada salah satu pelaku tersangka itu?” -End’e Draking
“Iya, aku sudah memberitahu kepadanya. Tapi dilihat dari ekspresi tubuhnya, memang dia adalah orang yang berhubungan dengan pelaku sebenarnya.” -Edward Demons
“Jika begitu, pasti si pelaku adalah orang yang mencari aku juga.” -End’e Draking
“Draking, aku tahu kalau kamu masih punya banyak musuh. Tapi firasat aku mengatakan kalau pelaku ini tidak berhubungan dengan kamu.” -Edward Demons
Lalu End’e Draking mencubit Edward Demons dan mengatakan sesuatu.
“Ow...”
“Darimana kamu mengetahui kalau aku masih punya banyak musuh?” -End’e Draking
End’e Draking bertanya kenapa Edward Demons bisa mengetahui hal tersebut, padahal dia belum memberitahu apapun kepada Edward Demons.
“Aku mengetahui sudah lama. Saat dua wanita cantik tapi kejam menyerang planet aku, dan aku langsung menyimpulkan kalau mereka mengikuti kamu dan pasti kamu masih diikuti oleh beberapa orang yang berhubungan dengan dua orang itu.” -Edward Demons
Sepertinya Edward Demons sudah mengetahui berapa banyak lagi orang yang akan mengejar End’e Draking dan dirinya juga, karena dia dipaksa ikut olehnya.
“Tapi Draking, apakah aku akan juga diincar oleh mereka yang mengejar kamu itu?” -Edward Demons
“Sepertinya tidak, tetapi ketika mereka mengetahui kelemahan kamu dan kelemahan aku, maka kamu akan juga diincar oleh mereka.” -End’e Draking
Mendengar perkataan itu, Edward Demons mulai khawatir dengan teman-temannya termasuk Xesa dan Celion Demonstra, mereka berdua juga ikut dalam perjalanan ini.
“Jadi Xesa dan Celion juga akan...” -Edward Demons
“Tidak, mereka berdua tidak akan diincar, jika kita berdua tidak membicarakan hal ini kepada mereka.” -Edward Demons
Tiba-tiba pembicaraan mereka berdua berhenti, ketika Celion Demonstra tidak sengaja mendengar namanya dari belakang kursinya.
“Edward, apakah kamu memanggil aku?” -Celion Demonstra
Celion Demonstra penasaran siapa yang memanggilnya.
“Bukan aku. Tapi kamu tidak bosan duduk saja terus disini.” -Edward Demons
“Tidak juga. Aku tahu kalau ini hal yang paling membosankan, tetapi setelah hari yang membosankan pasti ada hal yang paling membahagiakan.” -Celion Demonstra
Walaupun dia merasa sangat bosan, tetapi dia bersabar menunggu untuk mendapatkan hal yang paling membahagiakan untuknya.
“Oh, iya. Apakah kami berdua boleh membeli makanan di toko yang ada di bagian tengah?” -Celion Demonstra
Sepertinya dia sudah merasa kelaparan dan dia ingin mengisi perutnya.
__ADS_1
“Boleh, tetapi janganlah beli banyak makanan, beli secukupnya saja!” -Edward Demons
Edward Demons membolehkan Celion Demonstra membeli makanan, tetapi dia memperingati untuk tidak membeli makanan sebanyak mungkin, harus secukupnya saja.
“Ok. Ayo Xesa, kita pergi beli semua makanan yang ada didalam sini.” -Celion Demonstra
“Tunggu, semua makanan...” -Xesa
Celion Demonstra menarik paksa Xesa untuk ikut bersamanya dan Xesa tidak bisa menolak paksaan tersebut. Mereka berdua pergi menuju ke ruangan bagian tengah untuk mendapatkan makanan dan juga mengisi perutnya juga.
End’e Draking tidak terlalu khawatir jika mereka pergi kemanapun, karena dia bisa mencarinya, tetapi mereka itu adalah orang yang bisa membeberkan keberadaannya.
“Edward, apakah kamu tidak bersama mereka saja, agar rahasia kita itu tidak terbongkar?” -End’e Draking
End’e Draking meminta Edward Demons untuk menjaga mereka berdua agar rahasia mereka tidak bisa terbongkar.
“Tidak apa-apa, mereka itu masih anak-anak, walaupun satunya sudah seperti nenek-nenek. Tapi aku yakin mereka bisa menyelesaikan masalah kita tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.” -Edward Demons
“Kamu terlalu positif dan optimis. Bisakah kamu sedikit khawatir begitu kepada mereka berdua, karena mereka adalah keluarga kamu satu-satunya.” -End’e Draking
End’e Draking tidak terlalu tahu kalau Edward Demons setiap saat dia selalu khawatir dengan dirinya dan orang terdekatnya, termasuk Celion Demonstra dan Xesa. Mereka berdua adalah orang terdekat dan dicintainya.
“Jika aku terlalu khawatir kepada sesuatu hal kecil, maka itu akan menjadi masalah yang sangat besar. Jadi percaya saja pada mereka berdua.” -Edward Demons
Ditengah perjalanan, Celion Demonstra yang sedang melihat-lihat jenis makanan yang kebanyakan belum pernah dilihatnya apalagi belum pernah dirasakan olehnya. Xesa juga melihat berbagai makanan, tetapi dia merasakan sesuatu yang sangat berbahaya.
“Celion, apakah kamu tidak merasakan sesuatu disekitar sini?” -Xesa
“Aku tidak membicarakan makanan, tetapi sesuatu yang harus diwaspadai.” -Xesa
Celion Demonstra mengerti apa yang dikatakan oleh Xesa, dia juga merasakan hal yang sangat berbahaya dan harus diwaspadai olehnya, tetapi dia tidak perlu memikirkannya. Jadi dia lanjut mengambil beberapa makanan manis dan membayar makanan tersebut.
Setelah membayar makanan tersebut yang harganya membuatnya terkejut dan tidak akan membeli makanan itu lagi.
“Bagaimana ini? Edward pasti akan memarahi aku, jika aku menghabisi uangnya. Tapi untung saja, masih ada sisa uang didalamnya walaupun itu tidak terlalu sedikit.” -Celion Demonstra
Celion Demonstra agak cemas karena uang yang dimilikinya tinggal sedikit sebab dia terlalu banyak beli makanan manis yang sedikit mahal.
“Xesa, kamu jangan beritahu... Xesa.” -Celion Demonstra
Ketika Celion Demonstra memanggil Xesa, dia tidak menemukan Xesa didekatnya. Dan Celion Demonstra baru sadar kalau Xesa sudah menghilang dari pandangannya dari tadi.
Di sebuah tempat yang agak sepi dari kerumunan orang, Xesa ditahan oleh dua orang. Dua orang itu menahan dan mengancam akan membunuhnya jika dia berteriak. Dua orang itu adalah Harley Prime dan Albion.
Ketika sudah sampai di tempat yang tidak ada orang sama sekali dan sepi, Mereka berdua langsung menanyakan sesuatu kepadanya.
“Hai, apakah kamu mengetahui pembunuh dari kasus tersebut?” -Harley Prime
Xesa mengenal dua orang itu karena mereka berdua tidak menggunakan apapun untuk menutup wajah mereka itu.
“Bocah Detektif dan Sang Pelaku, apakah kalian punya dendam padaku?” -Xesa
__ADS_1
Xesa bertanya kepada mereka berdua, apakah mereka berdua punya dendam padanya.
“Tidak! Jawab dulu, bukankah kamu yang menyelesaikan kasus tersebut, tetapi aku pikir kamu salah menangkap pelaku tersebut.” -Harley Prime
“Memang benar, aku salah menangkap pelaku. Maafkan aku,ya.” -Xesa
Mereka berdua terkejut karena perkataan Xesa itu yang mengakui kalau dia salah menangkap pelaku kasus pembunuhan tersebut.
“Baiklah, aku maafkan.” -Albion
Albion menerima permintaan maaf tersebut, tetapi rasa kesalnya belum menghilang.
“Tapi bukankah kamu yang memakan organ tubuh korban? Itu Malah bisa dijadikan bukti kuat.” -Xesa
“Kamu memang benar, dia yang memakan organ tubuh korban, tetapi dia telah dijebak oleh seseorang yang memakai pakaian hitam.” -Harley Prime
“Orang berpakaian hitam.... Aku tidak tahu itu siapa dan apa? Tapi bisakah lebih rinci lagi?” -Xesa
Xesa harus mendapatkan rincian lebih jelas, jadi Albion menceritakan tentang apa yang terjadi sebenarnya secara singkat dan jelas.
“Itu apakah kamu sudah paham, sekarang?” -Albion
Mendengar penjelasan cerita tersebut yang lumayan panjang baginya, Xesa sudah mulai paham dengan perasaan Albion yang telah dijebak dan dijadikan tersangka.
“Kasihan sekali. Aku tidak tahu kalau kamu akan menderita karena kamu harus bertahan hidup. Tapi kamu malah dijebak oleh orang yang lebih licik dan jahat.” -Xesa
Xesa tidak terlalu bisa merangkai kata-kata yang menarik atau mengharukan.
“Kamu mengejek aku atau kamu perduli dengan aku.” -Albion
“Dua-duanya.” -Xesa
Harley Prime mendekati Xesa dan mengancamnya lagi untuk mengatakan apakah dia sudah tahu pelaku dari kasus pembunuhan tersebut.
“Jadi apakah kamu sudah tahu siapa pelaku pembunuh sebenarnya?” -Harley Prime
Sebenarnya Xesa tidak merasa dirinya terancam, karena senjata pisau kecil itu berada punggungnya dan itu tidak membuatnya takut.
“Iya, aku sudah tahu siapa pelaku dari kasus pembunuhan tersebut. Akan tetapi aku ingin bertanya kenapa pria bermata empat itu tidak mengancam aku, daripada anak kecil seperti kamu.” -Xesa
Xesa tidak bermaksud mengejek ukuran tubuhnya Harley Prime yang lebih kecil darinya. Tapi ancaman tersebut tidak bisa membuatnya takut, dia sengaja berakting.
“Albion, dia tidak ingin memegang senjata, katanya itu terlalu bahaya baginya.” -Harley Prime
“Bukan tidak mau, tetapi aku tidak sanggup saja.” -Albion
Sejujurnya Albion itu jarang memegang senjata yang dapat membunuh orang lain karena dia memiliki prinsip yang masih dipegangnya.
“Jika kalian ingin menemukan pelaku tersebut sekarang, kita bertiga akan mencarinya dan menangkap dalam sekejap. Tapi kalian harus mengikuti perintah aku, bagaimana?” -Xesa
Mendengar Xesa akan ikut mencari pelaku pembunuh sebenarnya, Albion merasa senang, tetapi Harley Prime merasa ada yang tidak beres.
__ADS_1
“Baiklah, kami terima.” -Harley Prime