[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
CHAPTER 137


__ADS_3

Pada malam hari, di pelabuhan Kerajaan Ocean. End’e Draking akhirnya dia sudah berada di sana, walaupun sedikit lama tetapi dia sudah sampai di pelabuhan Kerajaan Ocean. Setelah sampai di pelabuhan, dia berjalan menuju ke suatu tempat dulu.


Dia berjalan ke tempat dua anjing tersebut, yaitu Ortheos dan Ortheos. Dia pergi ke sana hanya untuk melihat keadaan mereka berdua setelah berpisah dari satu tubuh yang sama, dan juga dia akan memberikan obat pemulihan untuk mereka berdua.


“Aku ingin tahu, apakah mereka berdua baik-baik saja? Atau diantara mereka berdua sudah ada yang mati?” -End’e Draking


Setelah mengoperasi mereka berdua kemarin, dia agak khawatir apakah mereka berdua masih baik-baik saja dan bertahan, atau diantara mereka berdua sudah ada yang mati, karena rasa kesakitan sehabis operasi tersebut.


Walaupun operasi pemisahan badan tersebut hanya membuat rasa sakit sebentar, tetapi penghubung syaraf-syaraf mereka belum bisa beradaptasi dengan baik dalam kurun waktu sehari. Terutama Ortheos yang hanya kepalanya dipisahkan dari satu tubuh dan diberikan sebuah tubuh baru sebagai penghubung kepalanya.


Setelah sampai di sana, yaitu di sebuah gua berlubang, akibat pertarungan mereka kemarin. Gua tersebut akhirnya dijadikan sebagai rumah untuk Ortheros, dan Ortheos. Dan juga selama mereka tinggal di sana, belum ada orang yang melewati tempat tersebut.


“Apakah kalian sedang menikmati bulan di malam ini?” -End’e Draking


Dia melambaikan tangannya kepada dua anjing tersebut, dan menanyakan apakah mereka sangat menikmati keindahan bulan itu.


“Oh..... Monster Gila, kenapa kamu datang lagi? Bukankah kamu sudah berjanji untuk tidak mengganggu kami?” -Ortheros


“Jangan panggil aku dengan sebutan itu. Walaupun sebutan itu sangat benar dengan kepribadianku.” -End’e Draking


“Kenapa kamu mendatangi kami?” -Ortheros


“Aku hanya memberikan obat ini kepada saudaramu itu. Walaupun operasi tersebut lancar dan tidak ada efek sampingnya....” -End’e Draking


“Ada! Dia tidak bisa berbicara dengan normal. Jika dia ingin berbicara, dia harus menggunakan telepati.” -Ortheros


Ortheros sangat marah, karena End’e Draking mengatakan kalau operasi tersebut tidak ada efek samping, tetapi ada efek sampingnya yaitu pita suara tidak bisa berfungsi, akibat penyatuan dengan bagian tubuh.


“Tidak apa-apa, kak. Dia juga sudah menghilangkan kutukan yang ada didalam kepalaku.” -Ortheos


Ortheos berbicara dengan menggunakan kemampuan telepatinya, dan tidak perduli kalau suaranya menghilang, dia bersyukur kalau kutukan yang mengancam dirinya dan orang-orang disekitar sudah tidak ada.


“Kata siapa kalau kutukan kamu menghilang, bodoh!” -End’e Draking

__ADS_1


“Eh.... Tapi aku tidak merasakan kalau aku dikendalikan lagi olehnya.” -Ortheos


“Hahaha.... Kamu cukup bodoh, ya. Kutukan tersebut sudah menjadi bagian dalam dirimu, dan kamu bisa mengendalikan kutukan tersebut sesuai keinginan kamu. Bilang saja itu adalah hadiah kecil dari aku.” -End’e Draking


End’e Draking tidak pernah akan menghilangkan sesuatu menarik begitu saja, seperti kutukan yang dialami oleh Ortheos sebelumnya. Dia mengulang dasar isi dari kutukan tersebut yang dari mengendalikan penggunanya menjadi dikendalikan oleh penggunanya, dan dari ancaman menjadi kekuatan besar.


Sesuatu yang sangat kuat tapi berbahaya, itu adalah sesuatu anugerah yang harus diterima baginya. Tidak ada namanya kutukan ataupun kesialan, adanya sebuah anugerah yang harus diterima, dan juga digunakan sebaik-baiknya.


“Jadi lalu obat itu untuk apa?” -Ortheros


“Obat ini untuk memulihkan suara Ortheos.” -End’e Draking


Obat tersebut merupakan obat yang akan menyembuhkan bagian rusak didalam bagian tubuh makhluk hidup, bahkan oabt tersebut dapat menyembuhkan sebagian kecil bagian tubuh yang dirusak oleh kanker.


“Baiklah, buka mulut besar kamu, Bodoh!” -End,e Draking


“Tidak, aku tidak ingin buka mulut aku. Aku tidak tahu obat apa yang akan kamu berikan?” -Ortheos


Ortheos merasakan firasat yang sangat buruk tentang obat tersebut. Dia tidak yakin apakah obat itu bekerja atau tidak, tetapi firasatnya tidak akan membohonginya.


End’e Draking tidak bermaksud jahat kepada Ortheos, dia hanya memberikan obat penyembuhan untuk suaranya Ortheos sendiri. Jika Ortheos menolak, maka dia menolak penyembuhan terhadap dirinya juga.


“Jika kamu menolak obat ini, kamu tidak akan tahu sampai kapanpun suara kamu akan kembali.” -End’e Draking


End’e Draking mulai mendekati Ortheos sambil membawa obat tersebut di tangannya. Ortheos mencoba berlari ke tempat jauh, tetapi tubuhnya tidak bisa digerakkan. Tubuhnya tidak bisa digerakkan, karena rasa takutnya yang mengaktifkan kekuatan milik End’e Draking untuk menghentikan gerakannya.


Ortheros langsung menghalangi End’e Draking, dan dia memberitahu cara untuk mengobati adiknya tanpa obat tersebut. Walaupun dia sendiri belum tahu bagaimana caranya.


“Tunggu sebentar.... Aku punya ide untuk mengatasi hilangnya suara adik aku.” -Ortheros


“Jika kamu punya ide, bukankah dia bisa berbicara sekarang. Apakah ide kamu itu langsung muncul di keadaan genting saja.” -End’e Draking


“Tidak, tidak, tidak.... Ide ini sudah lama tapi aku tidak yakin juga,” -Ortheros

__ADS_1


Ortheros berbohong kalau idenya sudah lama didapatnya, tetapi dia tidak yakin dengan ide tersebut. Yang padahal dia belum mendapatkan ide apapun didalam kepalanya.


“Hahaha... Kalau begitu, bagaimana kamu beritahu kepadaku ide kamu itu?” -End’e Draking


“Ide aku itu adalah...” -Ortheros


“Kebohongan, benarkan?” -End’e Draking


Ortheros sangat terkejut bagaimana orang itu dapat mengetahui kalau dirinya sedang berbohong, apakah dirinya belum sepenuhnya dapat menyembunyikan kebohongannya. Jadi dia mengelak kalau dirinya berbohong.


“Mana mungkin, aku berbohong. Aku sudah mendapatkan ide ini. Kita menggunakan kekuatan untuk memulihkan suaranya, seperti regenarasi.” -Ortheros


“Kebohongan kamu mudah ditebak, Ortheros. Regenerasi hanya bisa memulihkan menutup bagian saja dengan segumpal darah, daging, dan tulang, akan tetapi tidak menutupi suatu yang penting.” -End’e Draking


End’e Draking sangat mudah menebak seseorang itu sedang berbohong kepadanya, karena tidak ada kebohongan yang lebih kejam dan lebih licik, seperti dirinya sendiri. Ortheros tidak akan mungkin dapat membohongi dirinya, karena itu tidak akan berguna sama sekali.


“Baiklah... Aku berbohong. Tapi aku juga merasakan hal sama yang dirasakan....” -Ortheros


Ketika Ortheros sedang berbicara tentang firasatnya yang dirasakannya sama dengan adiknya, tiba-tiba End’e Draking tepat didepan adiknya, dan akan memasuki obat tersebut kepada Ortheos.


“Ini tidak sakit, bodoh!” -End’e Draking


End’e Draking memasukkan obat tersebut langsung kedalam mulutnya Ortheos. Setelah memberikan obat tersebut, dia berpindah tempat, dan lalu mengatakan kepada mereka berdua tentang kekhawatiran, dan firasat mereka tersebut.


“Apakah kamu tahu darimana asal perasaan firasat buruk tersebut? Firasat buruk tersebut berasal dari rasa khawatir terhadap sesuatu hal yang sangat berlebihan. Seharusnya kalian tidak perlu khawatir dengan apapun itu, tetaplah berpikirlah selalu positif dan percaya dengan apapun itu.” -End’e Draking


Setelah meninggalkan beberapa pesan kepada mereka, End’e Draking langsung menghilang dari hadapan mereka berdua. Ortheos yang mendengarkan perkataan tersebut, dia merasa kalau obat tersebut tidak memiliki efek samping, karena firasatnya yang membuat efek samping itu ada.


“Kak, Sepertinya aku sudah bisa berbicara. Dia benar, perasaan firasat buruk hanyalah gangguan kita, dan bisa membuat kita bisa mendapatkan efek samping yang tidak jelas.” -Ortheos


“Kalau kamu berkata seperti itu, aku tidak akan meragukan lagi.” -Ortheros


Mereka kembali mengamati keindahan bulan pada malam hari itu juga, dan mereka percaya kalau mereka harus berubah dan tidak boleh meragukan, dan mengkhawatirkan sesuatu yang belum jelas itu ada.

__ADS_1


Disisi lain, End’e Draking mengamati mereka dari jarak yang sangat jauh. Dia sendiri memiliki kekhawatiran terhadap obat tersebut, apakah obat tersebut bekerja atau tidak. Akan tetapi setelah dia melihat mulut Ortheos bergerak, itu artinya obat tersebut bekerja.


“Tidak sia-sia juga, aku berbicara panjang dan lebar kepada dua makhluk bodoh tersebut. Tapi masih penasaran, mereka berdua itu berasal darimana?” -End’e Draking


__ADS_2