[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
Chapter 50


__ADS_3

Setelah mendapatkan sedikit keyakinan dan kepercayaan dari musuhnya yaitu Recca Celestial,Xesa akan mulai mengobati luka-luka Recca Celestial yang belum sepenuhnya sembuh.


“Recca, aku ingin kamu berbaring dahulu dan bukalah kain itu. Aku akan mengobati kamu dengan berhati-hati dan semaksimal mungkin.” -Xesa


Xesa meminta Recca Celestial untuk berbaring diatas dedaunan dan membuka kain yang menutupinya.


Setelah Recca Celestial melakukan apa yang dikatakan oleh Xesa, Recca Celestial ingin mengatakan suatu hal terlebih dahulu.


“Jangan terlalu lama menatap dan terlalu banyak menyentuh tubuhku. Dan kamu hanya harus mengobatiku saja.” -Recca Celestial


Recca Celestial merasa sedikit malu, sebab Xesa terlalu lama melihat tubuhnya dan itu membuatnya sangat malu.


“Iya, tenang.” -Xesa


Dalam menyembuhkan beberapa luka-luka Recca Celestial yang belum sembuh. Pertama Xesa memberikan beberapa bahan-bahan herbal alami yang telah disatukan dan lalu dituangkan kedalam mulutnya Recca Celestial.


“Pahit....” -Recca Celestial


Walaupun obat itu terasa sangat pahit, tetapi mengandung banyak manfaat didalamnya.


“Namanya juga obat. Pasti ada pahitnya. Jangan seperti anak-anak!” -Xesa


Xesa mengatakan kalau sifatnya Recca Celestial dalam meminum obat seperti anak kecil.


Setelah memberikan obat yang dibuatnya. Lalu kemudian Xesa langsung menggunakan kekuatan sihir penyembuhan untuk menyembuh beberapa bagian yang terluka.


“Sihir Api Neraka [Penyembuhan Panas]. Maaf, kalau ini akan sangat sakit, tapi sakti.” -Xesa


Dengan menggunakan Sihir Api Neraka [Penyembuhan Panas] bisa mudah menyembuhkan dalam satu titik pusat ke seluruh titik pada luar maupun dalam tubuh. Pusat titik tersebut berada di satu tempat yakni bagian pusar perut.


Saat menggunakan kekuatan penyembuhan tersebut, Recca Celestial merasa sangat kesakitan dan tidak menahan rasa sakitnya.


Rasa sakit yang dirasakannya, seperti terasa api yang sangat panas dan sampai membuatnya seperti dalam keadaan mati terpanggang.


“Sakit...! Ah...! Sudah cukup Xesa. Aku tidak bisa bertahan lagi.” -Recca Celestial


Recca Celestial tidak dapat menahan rasa kesakitan dan kepanasan yang seperti dalam kematian terpanggang.


“Bertahanlah, tinggal sedikit lagi akan selesai. Kamu harus bertahan.” -Xesa


Xesa meminta Recca Celestial untuk bertahan sedikit lagi. Proses penyembuhannya masih lumayan lama.


“Iya, aku akan menahannya tapi janganlah lama harus cepat. Sakit...” -Recca Celestial

__ADS_1


Penyembuhan tersebut memanglah sakit dan terasa terbakar oleh panas penyembuhan tersebut. Tapi Recca Celestial harus bisa menahannya, jika dia ingin sembuh.


Butuh waktu lebih lama lagi sebenarnya untuk melakukan penyembuhan pada titik bagian tubuh yang sulit terjangkau. Tapi karena merasa kalau dia akan membunuhnya, Xesa akan berhenti sedikit lagi.


“Tenanglah, ini tinggal sedikit lagi. Dan akhirnya kamu benar-benar akan sembuh.” -Xesa


Xesa tidak akan memberitahu kalau penyembuhan tersebut belum cukup untuk menyembuhkan beberapa luka yang tidak terlihat dari luar.


Akhirnya proses penyembuhan selesai dan Recca Celestial agak sedikit lega tetapi dia masih sedikit merasa kepanasan disekitar tubuhnya.


“Ah.... Akhirnya selesai juga.” -Xesa


Mana Sihir Xesa tidak sepenuhnya habis, akibat penyembuhan tersebut. Karena penyembuhan tersebut juga berakhir dipertigaan jalan.


“Seharusnya lebih baik kamu tidur atau pingsan daripada kamu dalam keadaan sangat sadar. Tapi kamu sudah hampir sembuh.” -Xesa


Xesa sedikit menyesal karena dia lupa yang seharusnya dia harus menidurkan Recca Celestial. Jika Recca Celestial dalam keadaan tidak sadarkan diri, maka dia tidak akan merasa sakit.


“Sudah terlambat, Wanita Tua. Aduh... Masih terasa sakit dan tubuhku masih terasa sangat panas yang tidak bisa dihilangkan.” -Recca Celestial


Tubuhnya masih terasa kepanasan yang susah dihilangkan dan suhu panas tersebut membuatnya sekujur tubuhnya berkeringat seperti hujan.


“Maaf... Yang penting seluruh luka yang berada diluar maupun didalam tubuhmu sudah pulih semuanya, kan.” -Xesa


Xesa sedikit membohongi Recca Celestial, tinggal bagian dalam saja yang belum sepenuhnya sembuh dan pulih.


“Ehm... Lumayan, lah. Tubuhku sudah bisa digerakkan. Walaupun masih ada rasa panas yang masih terasa, sih...” -Recca Celestial


Recca Celestial tidak menyadari dirinya telah dibohongi oleh Xesa. Tapi Recca Celestial sudah sedikit bahagia karena tubuhnya sudah bisa digerakkan secara pelan-pelan dan tidak ada luka yang membekas di tubuhnya tersebut.


Kemudian Recca Celestial mengembalikan belati punya Xesa kepada Xesa sesuai dengan janji mereka.


“Wanita Tua, ambillah belatimu ini!” -Recca Celestial


Xesa langsung mengambil belatinya tersebut dari tangannya Recca Celestial.


“Oh.. terimakasih, tapi bukannya kamu harusnya membunuhku.” -Xesa


Xesa ingin mengetahui dan penasaran bukankah mereka adalah sesama musuh.


“Mengapa aku harus membunuh atau melukaimu, bukankah kamu yang telah menyembuhkan dan merawatku?” -Recca Celestial


Recca Celestial memberikan sebuah pertanyaan yang sangat masuk akal. Dan Recca Celestial tidak akan membunuh seseorang karena kebaikan mereka.

__ADS_1


“Masuk akal, sih... Tapi bisakah kamu tidak memanggilku dengan panggilan Wanita Tua?” -Xesa


Xesa ingin Recca Celestial tidak memanggilnya Wanita Tua, karena dia merasa panggilan tersebut tidak cocok dengan umurnya.


“Kenapa kamu masih membawa perbincangan tadi? Sudah kukatakan umurmu itu sudah lebih tua dariku, maka seharusnya aku memberi panggilan kepada kamu yaitu Wanita Tua.” -Recca Celestial


Recca Celestial menanyakan kenapa Xesa masih membahas perbincangan sebelumnya.


“Tidak apa-apa, sih... Tapi aku tidak merasa enak dan tidak ingin dipanggil seperti itu. Bawahanku saja, tidak pernah memanggilku seperti itu.” -Xesa


Xesa berkata kalau dia tidak pernah dipanggil seperti yang dilakukan oleh Recca Celestial terhadap dirinya.


“Itukan, sebagian dari pasukanmu itu sudah berusia lanjut dan lebih tua darimu dan aku, tapi mereka masih mempunyai kekuatan yang sangat kuat.” -Recca Celestial


Recca Celestial berkata kalau bawahan Xesa yakni Pasukan Iblis, itu terdiri dari beberapa besar prajurit yang sudah tua tetapi kekuatan yang dimiliki itu masih sangat kuat.


“Benar juga, sih...” -Xesa


Xesa juga berpikir seperti itu dan dialah seorang yang setia kepada Raja Iblis yang berusia muda.


Tiba-tiba ada sebuah bunyi yang terdengar diantara mereka berdua, dan ternyata mereka berdua belum makan sejak tadi.


“Hahahaha.... Sepertinya kita berdua dalam keadaan sangat penting, ya.” -Xesa


Mereka berdua terlihat malu dan mereka tidak bisa berkata-kata lagi karena perut merekakah yang telah memberitahu.


“Xesa,apa kamu punya makanan, tidak?” -Recca Celestial


Recca Celestial juga merasakan kelaparan, dia merasa kelaparan sebab dia belum makan setelah dari pingsannya.


“Maafkan aku. Aku hanya mempunyai sedikit makanan saja, itupun hanya buah-buahan yang sempat kuambil didekat sini.” -Xesa


Xesa menaruh beberapa buah-buahan diantara mereka berdua. Lalu mereka menghitungnya ternyata ada 5 buah yang diambil oleh Xesa.


“Recca, kamu masih dalam pemulihan, aku akan memberimu lebih banyak daripada milikku.” -Xesa


Seseorang yang dalam pemulihan setelah dalam penyembuhan, dia harus mendapatkan makanan yang mengandung banyak gizi. Artinya Xesa harus mengikhlaskan buah-buahannya tersebut.


“Tidak usah. Lebih baik kita membaginya secara adil, dan aku sudah terasa lebih sehat dari sebelumnya.” -Recca Celestial


Recca Celestial menolak tawaran tersebut, dia tidak ingin orang yang menolongnya berperilaku lebih baik lagi kepadanya.


“Baiklah, itu yang kamu mau.” -Xesa

__ADS_1


Mereka berdua membagi buah-buahan tersebut masing-masing dari mereka dua bua dan satu buahnya akan disimpan.


Buah yang dimakan oleh mereka berdua, adalah buah yang hampir mirip seperti buah apel, tetapi memiliki Warna lebih gelap dan ukurannya lebih besar, mengandung banyak sekali air didalamnya. Kemungkinan air tersebut dapat menghilangkan rasa haus.


__ADS_2