[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
CHAPTER 105


__ADS_3

Pada di suatu tempat, Celion Demonstra dan End’e Draking saling bertemu, Celion Demonstra bersyukur dapat bertemu End’e Draking secepat itu. Lalu dia meminta End’e Draking untuk segera kembali ke tempat duduknya.


“Draking, aku lega bisa menemukan kamu secepat ini.” -Celion Demonstra


“Memang ada apa kamu mencari aku?” -End’e Draking


“Bukan apa-apa, sih... Tapi kamu kembali ke tempat duduk kamu dulu, ada yang kami ingin tanyakan.” -Celion Demonstra


“Tunggu dulu. Aku belum bisa kembali ke kursi aku dulu, aku harus melakukan sesuatu yang penting daripada duduk santai saja.” -End’e Draking


End’e Draking belum bisa kembali ke tempat duduknya karena ada sesuatu penting yang masih harus dikerjakan olehnya, dan masih ada beberapa orang yang masih dicurigai.


“Ayolah!” -Celion Demonstra


Celion Demonstra sedikit memaksa End’e Draking untuk kembali ke tempat duduknya. Tapi End’e Draking tetap tidak ingin kembali.


“Lepaskan!!!” End’e Draking


Dia langsung marah dan meminta Celion Demonstra melepaskan tangannya itu. Celion Demonstra langsung melepaskan tangannya dan diam sambil ketakutan.


“Aku punya urusan lain, jika kamu ingin menanyakan sesuatu di sini saja, tetapi cepat.” -End’e Draking


Sepertinya End’e Draking sudah sangat marah dan meminta Celion Demonstra untuk segera menanyakan sesuatu kepadanya.


“Baik... Apakah kamu bisa membantu kami, untuk memperlihatkan uang kami didalam kartu digital kamu?” -Celion Demonstra


Celion Demonstra bertanya sambil ketakutan setelah dimarahi oleh End’e Draking tadi.


“Itu mudah saja. Kalian hanya menyentuh bagian kanan paling bawah yang ada label putihnya dan terus kata kunci akan aku berikan.” -End’e Draking


End’e Draking memberitahu bagaimana cara melihat uang didalam Kartu Digital miliknya dan memberikan sebuah kertas kecil yang berisi kode pembuka.


“Jadi kami hanya menggeser jari kami sesuai dengan label putih itu dan setelah itu buka dengan kode ini, benarkah?” -Celion Demonstra


“Benar, tetapi janganlah memberitahu kode ini kepada siapapun dan simpanlah baik-baik didalam kantung kamu, karena kode sangat berbahaya jika berada di tangan orang lain.” -End’e Draking

__ADS_1


End’e Draking juga memperingatkan Celion Demonstra untuk menyimpan kertas kecil yang berisi kode itu baik-baik, dan jangan dikasih ataupun jatuh ke tangan orang lain.


“Ok... Tenang sajalah!” -Celion Demonstra


Setelah mendengar peringatan tersebut, Celion Demonstra berjanji tidak akan menjatuhkan kertas kecil itu. Dan setelah itu, dia pergi kembali ke tempat duduknya dan memberitahu kepada Edward Demons dan Xesa.


“Akhirnya, dia sudah pergi. Aku lupa kenapa aku harus mengajaknya, padahal aku hanya mengajak Xesa dan Edward saja.” -End’e Draking


Sepertinya dia memang lupa kalau dirinya sendiri yang membawa dan mengajak mereka bertiga secara paksa ikut dalam perjalanannya.


End’e Draking berjalan lagi, sekarang dia akan menuju ke suatu tempat yang sangat damai dan dia bisa menenangkan pikirannya lagi dari berbagai masalah yang tiba-tiba terjadi saja. Dia tahu berapa masalah yang terjadi pada saat ini, dan sebagian besar bukan kesalahannya.


Setelah sampai di suatu tempat yang agak gelap dan sepi, End’e Draking menyadarkan dirinya ke samping dinding sambil melihat foto keluarga yang sengaja dibawanya sebelum dia meninggalkan mereka.


Di tempat lain yaitu Tempat tahanan atau kamar kecil yang tidak dirawat. Sang Pelaku yang diduga melakukan pembunuhan tersebut masih ditahan oleh penjaga keamanan. Sang Pelaku tersebut bernama Albion. Dia diduga bersalah atas kejadian tersebut.


“Hah....! Sialan, kamu orang berkacamata itu! Aku tidak tahu kalau dia menjebak aku kedalam kasus pembunuhan. Woi, lepaskan aku cepat! Aku ingin mencari pelaku sebenarnya.” -Albion


Sebenarnya Albion bukanlah pelaku sebenarnya dari kasus pembunuhan tersebut, karena dia hanyalah orang yang telah dituduh dan dijebak oleh seseorang.


Salah satu penjaga keamanan mengatakan kalau bukti dia adalah pelakunya pada tepat darah yang diminumnya sama persis dengan darah pada korban pembunuhan.


“Dia telah menjebak aku!” -Albion


“Bisakah, kamu duduk saja. Dan pengadilan akan dilakukan setelah kita sampai di Planet Samudra.” -Penjaga Keamanan


Albion tidak bisa berkata-kata lagi, karena dia sudah hampir pasrah. Dia mengingat kembali bagaimana dia bisa menjadi seorang pelaku kriminal tersebut.


“Jika saja aku tidak menerima makanan itu, aku tidak akan masuk kedalam jebakannya. Tapi bagaimana cara aku tidak menerima makanan itu, aku juga dalam kelaparan. Jika aku tidak menerima makanan itu, aku sudah dinyatakan mati dalam kelaparan.” -Albion


Dia mengingat kembali bagaimana sebelum kejadian pembunuhan tersebut terjadi ada seseorang misterius yang menggunakan kacamata hitam. Orang misterius itu diam-diam mendekati dia yang sedang kelaparan dan akan mati, orang itu memberikan dua bagian organ tubuh kepadanya.


Orang itu mengetahui kalau Albion adalah makhluk hidup yang harus hidup dengan makan daging mentah dan harus masih segar. Itu alasan kenapa Albion menahan rasa kelaparannya untuk tidak memakan Para Penumpang.


Albion agak ragu untuk menerima dua organ yang masih segar itu, karena dia tidak tahu asal dari mana orang itu mendapatkannya. Akan tetapi karena dia sangat kelaparan dan sangat tidak bisa menahannya lagi, maka dia menerima dua organ tersebut dan lalu memakannya dengan lahap.

__ADS_1


Beberapa lama kemudian, ada seorang gadis yang menghampirinya. Gadis itu langsung menduga kalau dia adalah pelaku dari pembunuhan tersebut karena bercak darah yang masih ada di mulutnya dan bagian dalamnya.


Setelah beberapa lama diidentifikasi oleh Para Penjaga Keamanan, dan ternya darah yang tersisa dari makanan yang dimakannya sama persis dengan darah korban yang ada di kejadian pembunuhan tersebut.


Walaupun sudah dijelaskan beberapa kali olehnya, tidak ada satupun dari mereka percaya kalau dia adalah orang yang telah dijebak oleh seseorang. Mereka ingin dia mengatakan itu pada saat pengadilan di suatu planet.


Didalam gelapnya dan sempitnya Kamar kecil itu, Albion bukanlah orang yang akan membenci orang lain semudah itu, tetapi saat ini dia tidak bisa menahan kebencian terhadap orang yang menjebaknya itu.


Ketika dia sedang melamun didalam ruangan gelap itu, tiba-tiba Para Penjaga keamanan memasuki seorang kedalam Ruangan yang sama dengannya. Orang itu adalah Harley Prime yang telah ditangkap.


“Akhirnya aku bisa bertemu dengan kamu, Sang Pelaku.” -Harley Prime


Harley Prime sengaja membuat dirinya masuk kedalam penjara untuk bertemu dengan Sang Pelaku pembunuhan tersebut.


“Kenapa anak kecil seperti kamu masuk kedalam Ruangan kecil dan gelap ini?” -Albion


Albion terheran-heran melihat ada anak kecil masuk kedalam ruangan gelap dan kecil. Dan lalu dia bertanya kepadanya.


“Aku ingin bertemu dengan kamu, Sang Pelaku pembunuhan. Aku masih mempunyai beberapa pertanyaan untuk kamu.” -Harley Prime


“Aku bukanlah pelaku dari pembunuhan tersebut, aku telah dijebak oleh seseorang yang menggunakan kacamata hitam.” -Albion


“Dijebak...” -Harley Prime


Harley Prime tidak terlalu percaya dengan perkataan dari Albion karena Albion masih tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut. Akan tetapi dia ingin mencari tahu beberapa hal yang terkait dengan kasus pembunuhan tersebut.


“Coba jelaskan padaku, siapa yang menjebak dirimu dan sehingga membuat kamu menjadi pelaku dan tersangka dari Kasus pembunuhan tersebut.” -Harley Prime


“Baik, tetapi terserah kamu percaya atau tidak.” -Albion


Albion menceritakan apa yang terjadi kepadanya sehingga dia bisa terjebak kepada Harley Prime, dan juga dia menjelaskan secara detail agar bisa dipercaya. Setelah mendengar cerita tersebut, Harley Prime sedikit bingung tetapi dia langsung percaya kalau Albion bukanlah pelaku sebenarnya, tetapi orang yang menjebaknya itu.


...------------------...


...TERIMAKASIH...

__ADS_1


__ADS_2