![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
CHAPTER 100
Edward Demons dan Celion Demonstra dikejutkan dengan kekuatan api milik Xesa yang bisa bangkit. Mereka penasaran bagaimana cara Xesa dapat membangkitkan kekuatan api miliknya itu lebih cepat. Sedangkan Edward Demons kekuatannya bangkit karena dia marah atau merasa kesal.
“Wow... Edward, Xesa bisa mengeluarkan kekuatannya itu. Tapi bagaimana cara dia melakukannya?” -Celion Demonstra
“Aku juga tidak tahu?” -Edward Demons
“Jika kamu tidak tahu, setelah pertandingan itu aku akan menanyakan kepadanya secara langsung.” -Celion Demonstra
“Untuk apa kamu ingin menemuinya?’ -Edward Demons
“Aku ingin seperti kalian. Kalian sudah bisa mengeluarkan kekuatan kalian, dan tinggal aku saja yang belum bisa mengeluarkan kekuatanku. Seharusnya aku ikut juga kedalam pertandingan itu.” -Celion Demonstra
“Jika kamu ikut, aku tidak yakin kamu bisa menang dengan tubuh kecilmu itu.” -Edward Demons
“Aku tidak kecil!!!” -Celion Demonstra
Celion Demonstra iri kepada kedua temannya itu yang sudah bisa mengeluarkan kekuatan mereka masing-masing. Dia ingin tahu cara mereka mengeluarkan kekuatan mereka itu. Tapi dia tidak meminta bantuan kepada Edward Demons, karena dia telah mengejeknya.
Tiba-tiba Celion Demonstra dan Edward dikejutkan oleh seseorang yang berada disampingnya kanannya Celion Demonstra.
“Kalian, Bisakah kalian berdua tidak merasa senang dulu!” -End’e Draking
End’e Draking mengejutkan mereka berdua karena dia tiba-tiba ada disampingnya. Dan lalu Celion Demonstra bertanya dimana End’e Draking tadi.
“EH... Draking, kamu darimana? Tadi kamu tidak ada disini.” -Celion Demonstra
“Aku habis memakan makanan yang ada di ruangan tunggu.” -End’e Draking
“Makanan! Dimana itu?” -Celion Demonstra
__ADS_1
Celion Demonstra langsung terbawa suasana, dan dia menanyakan kepada End’e Draking dimana makanan tersebut.
“Sudah aku bilang, ada di ruangan tunggu. Edward, dia tahu dimana, benarkah?” -End’e Draking
Edward Demons tidak mengingat kalau dia menemukan makanan di ruangan tunggu. Edward Demons curiga adanya tidak beres dan janggal.
“Benarkah? Draking, kamu menemukan makanan dimana? Setahu aku, tidak ada makanan disekitar sana.” -Edward Demons
“Aku tidak mengatakan di ruangan tunggu kamu itu, tetapi di ruangan tunggu Xesa , Ruangan tunggu pertaruang wanita.” -End’e Draking
Mereka berdua langsung penasaran dan heran kenapa End’e Draking berada didalam sana. Padahal itu khusus perempuan bukan laki-laki, dan laki-laki tidak diizinkan masuk.
“Sebentar.... Bukankah, laki-laki tidak diperbolehkan masuk kedalam sana, kecuali ada keadaan mendesak.” -Edward Demons
“Dan juga kamu pergi saat Xesa dalam pertandingan, apakah kamu berbohong?” -Celion Demonstra
“Aku tidak menemui Xesa, tetapi aku menemui seseorang yang ada didalam ruangan tunggu itu. Dan orang itu sangat kenal denganku dan lalu membicarakan sesuatu tentang planet kita selanjutnya.” -End’e Draking
Didalam tempat pertandingan. Xesa dan Opera sedang melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata yang dimiliki oleh Opera itu yaitu Bola api hitam. Mereka saling menyerang satu sama lain dan bertahan dengan menggunakan Bola api hitam itu juga.
Tidak ada satu dari mereka belum terkena serangan dari tadi. Oleh karena itu, Opera berpikir bagaimana jika dia mengeluarkan senjatanya lagi, tetapi dia juga memikirkan resiko yang harus dihadapinya.
Selama ini, Satu Bola api hitam itu harus digerakkan dengan kedua tangannya agar stabil dan tidak membahayakan dirinya. Ada resiko yang dihadapinya yaitu jika ada gerakan yang tidak stabil pada Bola api hitam itu, dia juga akan terkena dampaknya. Maka dua tangan lebih baik daripada satu tangan untuk menghindari resiko tersebut.
Xesa juga sudah tahu hal itu, setelah dia menggerakkan Bola api hitam itu miliknya Opera. Ketika dalam melakukan pertahanan dari serangan, Bola api hitam itu bergerak tidak sesuai dengan keinginannya dan resikonya tangannya yang menggerakkan Bola api hitam itu terasa ikutan bergerak sesuai Bola api hitam itu.
“Hai, Siapakah kamu sebenarnya?” -Opera
Opera bertanya siapa sebenarnya orang yang dilawannya itu, karena dia terlihat sangat kuatnya seperti dirinya.
“Aku hanya seorang pelindung Raja dari peradaban sangat kuno dan aku sudah terbiasa mengendalikan sesuatu, kecuali ini.” -Xesa
__ADS_1
“Pelindung Raja. Kehormatan yang lumayan bagus untuk anak kecil seperti kamu.” -Opera
“Dan siapa kamu?” -Xesa
Setelah Opera bertanya tentang dirinya Xesa sebenarnya, sekarang Xesa bertanya balik kepada Opera tentang dirinya.
“Aku adalah pertaruang wanita terkuat di planet aku. Aku datang kesini hanya untuk mencari penantang terkuat dari seluruh planet di alam semesta. Tapi ada orang yang bisa melakukan hal sama sepertiku.” -Opera
“Kalau begitu, Pertarung terkuat, ayo siapakah dari kita akan memenangkan pertandingan ini dan membungkam mulut!” -Xesa
Pertarungan tersebut sangat menegangkan karena mereka para pertarung masih menyerang satu sama lain, tetapi belum ada yang berhasil mengenai bagian tubuh lawannya tersebut. Akan tetapi dilihat dari pertarungan tersebut, Xesa yang akan kalah karena dia lebih banyak diserang daripada lawannya itu.
Karena tidak ingin lama-lama bertanding lagi, Opera terpaksa mengeluarkan satu Bola api hitam miliknya lagi. Dia tidak ingin berlama-lama karena Xesa akan tahu kelemahannya itu.
Melihat Opera mengeluarkan satu Bola api hitam lagi, Xesa agak ketakutan didalam hatinya dan dia juga merasa kalau dia akan kalah. Tapi dia tidak ingin perasaan kalahnya terjadi, jadi dia tetap yakin dan optimis memenangkan pertandingan itu.
“Hah... Kamu mengeluarkan senjata kamu lagi. Apakah kamu ingin mempercepat permainan ini?” -Xesa
“Benar! Aku sudah muak dengan pertandingan yang berlama-lama dan tidak ada akhirnya ini. Aku akan kalahkan kamu dengan dua Bola ini.” -Opera
Dengan menggunakan dua Bola api hitam itu, dia langsung menyerang Xesa sampai Xesa menyerah. Sebaliknya Xesa tidak akan menyerah begitu saja hanya karena dua Bola itu, dia akan menahan serangan tersebut dengan Bola api hitam itu.
Kecepatan melakukan pertahanan dengan Bola api hitam itu, sehingga dapat menghindari beberapa serangan kearahnya. Walaupun ada sedikit serangan itu mengenai beberapa bagian tubuhnya. Tapi dia masih tetap bisa bangkit.
Sambil menahan serangan walaupun tetap terkena beberapa serangan tersebut, Xesa memikirkan segala cara untuk mengalahkan lawannya tersebut. Ada satu cara yaitu menyerangnya secara langsung atau Serangan dekat. Akan tetapi itu sedikit beresiko karena Bola api hitam itu juga melindungi lawannya itu.
Jadi dia mengumpulkan tenaga dan mana Sihir didalam tubuhnya untuk mengeluarkan satu serangan yang harusnya efektif untuk mengenai lawannya itu dalam sekali serangan. Akan tetapi dia juga harus fokus dalam mengendalikan Bola api hitam miliknya itu.
...TERIMAKASIH BANYAK...
...100 CHAPTERS...
__ADS_1