[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
CHAPTER 92


__ADS_3

...CHAPTER 92...



Setelah kembali dari membeli minuman dan beberapa cemilan kecil-kecilan. Tiba-tiba ada sebuah pengumuman dari kantor pusat tentang kabar buruk sebelumnya.


<>


Mendengar kabar yang sangat menggembirakan, Para pengunjung langsung gembira dan senang karena situasi yang buruk tersebut sudah tidak ada lagi. Dan Xesa juga ikut-ikutan gembira karena akhirnya dia bisa menaiki Kapal Angkasa itu.


“Ye...! Akhirnya kita akan berpergian menggunakan kendaraan terbang itu.” -Xesa


“Akhirnya aku akan menceritakan kepada teman-teman di dunia kita tentang pengalaman kita yang menaiki kendaraan yang sangat besar dan canggih itu.” -Celion Demonstra


“Edward, kamu tidak ikut senang dan gembira seperti anakmu dan istrimu itu.” -Draking


“Draking, sudah aku bilang kami bertiga bukan keluarga. Dan aku senang ketika mereka senang juga.” -Edward Demons


Edward Demons masih sedikit memikirkan apa yang terjadi padanya sebelumnya. Tapi dia juga ikut gembira ketika melihat teman-temannya yang gembira dan senang.


“Baiklah, kita akan masuk ke kapal Angkasa penumpang itu. Ikut aku semua.” -Draking


“Baik!”


Mereka mengikuti Draking ke Kapal Angkasa Penumpang yang akan mereka naikin. Draking juga sedikit gembira melihat situasi yang dirubahnya bisa dirubah.


Kapal Angkasa penumpang yang akan dinaikin mereka adalah Kapal Angkasa yang cukup besar, tetapi tidak terlalu besar daripada Kapal Angkasa milik Tirta Yayan. Karena dikhususkan untuk Para pengunjung atau Penjelajah, ada berbagai kenyamanan.


Perjalanan menggunakan Kapal Angkasa tersebut, mereka sangat senang naik kapal Angkasa penumpang itu, kecuali Draking. Draking terus waspada terhadap sesuatu disekitarnya.


Karena ada beberapa orang didalam kapal Angkasa penumpang itu mengenalnya. Oleh karena itu, dia harus waspada dan berhati-hati.


Perjalanan menggunakan Kapal Angkasa itu lebih lama dibandingkan dengan portal pemindahan atau semacamnya. Dan karena mad lama ke tujuan, Celion Demonstra sudah mulai bosan.


“Draking, bisakah kita bergerak lebih cepat? Aku sudah bosan melihat benda-benda ini terus.” -Celion Demonstra


Celion Demonstra merasa sangat bosan, karena dia melihat angkasa hitam dan bintang-bintang tidak terlalu menarik lagi baginya.


“Bisakah kamu diam saja? Jika kamu bosan, kamu bisa pergi ke tempat permainan yang ada dibelakang sana.” -Draking


Draking menyarankan agar Celion Demonstra pergi ke tempat permainan jika sudah merasa bosan.


“Bagaimana aku ingin main? Sebelum kita duduk disini, aku melihat permainan-permainan dibelakang sana terlalu banyak dan belum tentu aku mengerti.” -Celion Demonstra


Permainan yang disajikan didalam Kapal Angkasa itu adalah permainan yang sangat canggih. Oleh karena itulah, Celion Demonstra tidak mengerti dan juga dia berasal dari peradaban yang belum begitu maju.


“Baiklah, aku akan...” -Draking


Tiba-tiba Draking merasakan sesuatu dari kejauhan. Dia merasa ada sesuatu yang akan menghampiri ke kapal Angkasa penumpang. Jumlahnya sangat besar dan begitu banyak, dan ada juga yang sangat besar.


“Edward, bisakah kamu naik keatas untuk melihat sesuatu?” -Draking


“Naik. Kamu ingin aku lakukan apa?” -Edward Demons

__ADS_1


“Tidak ada apa-apa, tapi aku ingin kamu naik keatas dan melihat kearah samping kanan kapal Angkasa ini. Dan lalu gunakan kemampuan penglihatan kamu itu yang diberikan oleh Factor.” -Draking


Draking menyuruh Edward Demons untuk naik keatas dan melihat kearah samping kanan bagian kapal Angkasa penumpang itu.


“Bagaimana kamu mengetahui tentang kemampuan yang diberikan oleh Factor? Padahal itu sebelum kamu datang ke tempat kami.” -Edward Demons


Edward Demons bingung dan penasaran bagaimana Draking mengetahui hal tersebut.


“Cepat.” -Draking


“Baiklah.” -Edward Demons


Edward Demons naik tangga ke lantai paling atas untuk melihat keadaan disamping kapal Angkasa. Setelah naik dan melihat kearah samping kanan kapal Angkasa penumpang, dia melihat sesuatu yang sangat besar.


“Apa itu?” -Edward Demons


Ada sekelompok kapal Angkasa dari jarak yang sangat jauh, dan juga ada sebuah makhluk buatan yang terbuat dari Rangkaian besi bekas.


“Aku harus memberitahu Draking apa yang aku lihat.” -Edward Demons


Secepatnya Edward Demons turun dari lantai atas dan menuju ke tempat duduknya. Setelah sampai di tempat duduknya sambil keringanan, dia memberitahu apa yang dilihat olehnya kepada Draking.


“Draking, aku melihat ada beberapa kapal Angkasa menuju kesini dan ada benda yang sangat besar seperti monster besi kearah sini.” -Edward Demons


“Sudah aku duga, Mereka akan menyerang Kapal Angkasa ini.” -Draking


“Apa maksudmu, Draking? Apakah kamu tahu hal ini?” -Celion Demonstra


“Janganlah beritahu kepada penumpang lain tentang hal ini. Ada segerombolan perampok kapal Angkasa untuk mencuri kapal Angkasa ini dan juga barang-barang berharga.” -Draking


“Ini berbahaya. Seharusnya kita memberitahu mereka.” -Celion Demonstra


“Jika kita memberitahu mereka tentang hal ini, akan terjadi kepanikan lagi.” -Draking


“Benar, dikatakan Draking kita harus diam saja dan tidak memberitahu kepada penumpang lain.” -Xesa


“Xesa, kenapa kamu ikut setuju dengan perkataan Draking?” -Celion Demonstra


Lalu Draking menghilang dari tempat duduknya, dan dia berpindah tempat ke bagian luar kapal Angkasa penumpang itu tanpa diketahui radar kapal dan orang lain. Dan setelah itu, dia melontarkan dirinya dengan kuat kearah segerombolan para perampok yang akan merampok kapal Angkasa penumpang. Setelah sampai disana, Draking menggunakan alat bantu pernapasan diluar Angkasa.


“Bisakah kalian untuk berhenti sampai sini saja?” -Draking


Para perompak terkejut karena ada seseorang yang menghampiri mereka semua.


“Kamu ingin kami berhenti. Tidak akan.”


“Kamu tidak tahu, siapa kami sebenarnya? Kami ini adalah para perompak sejati dikenal dengan sebutan Sang Penguasa lautan dalam” -Kapten Barbarossa.


Kapten Barbarossa adalah Kapten yang memimpin seluruh perampok itu dan juga yang mengendalikan Monster besi besar itu.


“Oh... Kapten Barbarossa, kamu bukannya bawahan dari Salah satu Tujuh Keajaiban yaitu Hydro Quenn.” -Draking


“Bagaimana kamu mengetahui ratu kami?” -Kapten Barbarossa.

__ADS_1


Draking mengetahui seluruh tujuh keajaiban dan beserta bawahannya. Tirta Yayan juga termasuk salah satu dari tujuh keajaiban dan Juliana Juliet Ni adalah bawahannya.


“Karena aku adalah orang yang dicari oleh ratu kalian itu.” -Draking


“Maksud kamu, kamu adalah End’e Draking. Jadi sekarang aku dalam keadaan gawat.” -Kapten Barbarossa


Karena mengetahui End’e Draking itu siapa dari ratunya, Kapten Barbarossa agak ketakutan dan tidak berani memajukan seluruh pasukannya itu.


“Walaupun aku punya tiga ribu orang dalam pasukan perampok ini, Ratu Hydro berkata kalau aku tidak bisa menyeimbangi. Namun aku akan mengalahkan.” -Kapten Barbarossa


Karena kesempatan tidak datang dua kali, akhirnya Kapten Barbarossa memilih keputusan yang sangat besar untuknya.


“Semuanya, kita berpindah target serang orang itu.” -Kapten Barbarossa


Sebagian besar Para perampok keluar dari kapal Angkasa mereka dan menggunakan alat pembantu diluar angkasa yang sangat lengkap. Kapten Barbarossa langsung mengaktifkan monster besi besarnya itu.


Monster besi besar itu adalah Worm, monster besi seperti cacing yang dapat menghancurkan apapun dihadapannya.


“Sepertinya kamu memilih keputusan yang bijak.” -Draking


Draking menerima tawaran pertempuran tersebut, walaupun dia sendirian tetapi dia tidak mudah dikalahkan oleh orang-orang lemah itu.


Di kapal Angkasa penumpang, Seluruh orang melihat percikan-percikan diarah kanan kapal Angkasa penumpang. Para penumpang sangat menyukai percikan-percikan yang entah berada dimana. Menurut mereka percikan tersebut adalah fenomena alam.


“Sepertinya, ada pertempuran disana.” -Edward Demons


Edward Demons tahu kalau ada sebuah pertempuran besar diarah sana dan pertempuran tersebutlah yang membuat percikan-percikan cahaya yang terang sampai kearah kapal Angkasa penumpang.


Di tempat Pertempuran, Draking harus bisa menahan pernapasannya untuk waktu yang sangat lama. Alat pembantu pernapasannya di luar angkasa, tidak bisa digunakan saat Pertempuran melawan ribuan orang.


Karena saat didalam pertempuran tersebut, Draking menggunakan cara pernapasan yang stabil dan tidak tergesa-gesa. Artinya, dia tidak boleh melakukan pernapasan berlebihan.


Satu-persatu dari kelompok perampok tersebut dikalahkan oleh Draking dan sisa-sisa dari mereka berhenti menyerang Draking, karena Draking melakukan sesuatu kecurangan. Kecurangannya adalah dia membuat sebuah pelindung dari beberapa perampok yang telah dikalahkannya.


Oleh karena itu, Sebagian lainnya tidak bisa menyerang Draking menggunakan senjata dari kapal Angkasa mereka. Akan tetapi sebagian kecil lain masih menyerang dan mereka sengaja membunuh teman mereka sendiri.


Kapten Barbarossa yang menggunakan Monster Besi Worm, dia harus mengaktifkan alat penghancur dan penembak otomatis. Target yang akan dihancurkan adalah Draking.


Monster Besi itu mengarah kearah Draking dan akan menghancurkan menggunakan alat penghancur dibagian depan. Akan tetapi gerakan Monster Besi itu terlalu lambat, dan Draking bisa dapat menghindari.


Dan lalu Draking langsung menggunakan kemampuan Mytic [ Berbicara ], untuk menghancurkan seluruh Perampok dan beserta kapal Angkasa mereka.


“Hancurkan.”


Kapal Angkasa Para Perampok yang berjumlah banyak, tiba-tiba hancur dalam sekejap mata. Termasuk Monster Besi yang digerakkan oleh Kapten Barbarossa juga hancur.


Kemampuan Mytic [ Berbicara ], Draking adalah kemampuan yang agak menyusahkan bagi musuhnya yang mengetahui kemampuan tersebut, dan juga untuknya karena efeknya dia akan mengalami kelelahan dan kekuatan energi kehidupan miliknya hampir habis.


..._________...


...TERIMAKASIH BANYAK...


...JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR

__ADS_1


...


...______...


__ADS_2