![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Pada saat ini, Edward Demons sedang menanyakan beberapa pertanyaan yang akan menyakiti perasaan mantan bawahannya. Violan Ocean mengalami hatinya hancur, akibat pertanyaan dan penjelasan itu.
“Aku ini adalah mantan Raja Iblis dan pernah menguasai hampir seluruh planet itu. Jadi perkataan aku tadi itu hanya kebohongan saja, tetapi dia sudah punya perasaan dan pernah mengatakan padaku.” -Edward Demons
Violan Ocean masih bisa bersyukur tetapi dia belum bisa lega karena dari perkataan itu bisa jadi orang yang dicintainya mencintai wanita lain.
“Ah.... Aku tahu kamu berbohong. Tapi dia memberitahu kamu saat kapan?” -Violan Ocean
“Oh... Dia memberitahukan hal itu pada saat sebelum kita dihancurkan. Dan aku ini berada di sini sekarang sudah beberapa hari aku tidak melihatnya. Mungkin saja, dia sudah menikah dengan wanita yang dicintainya itu.” -Edward Demons
Edward Demons juga tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, karena sekarang dia berada di tempat yang sangat jauh dari planet asalnya dan jaraknya tidak bisa dihitung dengan langkah kaki.
“Kalau begitu aku masih punya kesempatan untuk mendapatkannya, benarkan?” -Violan Ocean
“Benar. Dan lalu apakah kamu bisa membantu aku?” -Edward Demons
Setelah menanyakan pertanyaan yang sedikit menyakitkan dan menjebak, Edward Demons mengganti dengan topik penting yang ingin Violan Ocean membantunya.
“Membantu apa?” -Violan Ocean
“Karena kamu mengenal tempat ini dan kamu adalah Putri dari kerajaan ini, bisakah kamu membantu kami mencarikan tempat penginapan untuk beberapa hari?” -Edward Demons
Violan Ocean itu adalah kesempatan besar baginya untuk membalas kebaikan Edward Demons yang telah merawatnya di planet sebelumnya.
“Baiklah, tenang saja. Kalian.... Tunggu sebentar, kamu ke sini bersama siapa saja?” -Violan Ocean
Violan Ocean bertanya kepada Edward Demons, siapa saja yang bersama dengan Edward Demons.
“Hanya empat orang saja, aku, Xesa, Celion Demonstra dan Pria aneh itu.” -Edward Demons
Violan Ocean sudah tahu kenapa Edward Demons bisa berada di Planet Samudra ini.
“Aku menduga pasti orang aneh itu yang membawa kalian ke sini.” -Violan Ocean
Dan dugaan tersebut sangatlah benar, mereka bertiga itu dipaksa ikut dalam perjalanannya.
“Benar sekali. Akan tetapi sisi positifnya, kami bertiga tahu kalau ada berbagai jenis makhluk hidup di tempat lain selain planet kami, dan juga ada peradaban yang lebih maju dibandingkan peradaban planet itu.” -Edward Demons
Edward Demons menjelaskan sisi positifnya ikut dalam perjalanan tersebut dan juga dia senang karena dia mendapatkan sebuah pertarungan yang cukup hebat.
“Tapi sebelum kita pergi, aku ingin menanyakan sesuatu kepada kamu, Tuan Edward. Kamu tidak terkejut atau kaget, ketika aku memberitahu kamu, aku adalah seorang Putri dari kerajaan Ocean.” -Violan Ocean
Violen Ocean heran kenapa Edward Demons tidak terkejut ketika dia memberitahu kepadanya, kalau dia adalah seorang Putri dari Kerajaan Ocean.
“Aku tidak terkejut karena ada brosur yang menjelaskan tentang kamu akan melakukan pidato dan ada beberapa beberapa orang juga sedang mencari kamu.” -Edward Demons
Edward Demons telah melihat brosur tersebut dan telah mengetahui kalau ada pengumuman pidato dari dua calon kandidat Ratu Kerajaan Ocean berikutnya.
“Seperti yang aku harapkan kamu, Tuan Edward. Aku tahu kalau kamu akan mencari tentang tempat yang kamu ingin kunjungi.” -Violan Ocean
__ADS_1
Violan Ocean memberikan pujian kepada Edward Demons yang sudah mengetahui tentang Kerajaan Ocean, walaupun itu hanya di brosur.
“Violan, kamu tidak boleh memuji aku hanya aku mengetahui dari brosur yang isinya adalah tempat yang sering dikunjungi dan sedikit fakta tentang Kerajaan Ocean.” -Edward Demons
Edward Demons tidak ingin dipuji karena dia mengetahui sesuatu dari sebuah kertas yang isinya tentang perjalanan dan tempat yang sering dikunjungi saja.
“Jadi bisakah kamu membantu aku mencari tempat penginapan yang tidak terlalu mahal, tetapi cukup nyaman.” -Edward Demons
“Tenang saja.” -Violan Ocean
“Tapi bukan sesuai dengan keinginan kamu, dan harus sesuai uang kami miliki.” -Edward Demons
Edward Demons sedikit curiga dan juga tidak yakin, jika dia bertanya sesuatu yang nyaman dan bagus kepada Violan Ocean. Masalahnya, Violan Ocean mempunyai standar lebih tinggi darinya walaupun itu ada di Planet Rosemary.
“Kalau begitu, bisakah kamu menunjukkan uang yang kamu bawa?” -Violan Ocean
Edward Demons menunjukkan beberapa uang yang dibawanya sekarang. Setelah menghitung uang itu, Violan Ocean mengetahui tempat yang sesuai dengan uang itu.
“Baiklah. Ayo ikut aku!” -Violan Ocean
Violan Ocean menyuruh Edward Demons mengikutinya, karena dia tahu tempat penginapan yang sesuai dengan uang yang dimiliki oleh Edward Demons.
Edward Demons mengikutinya, dan terus berada didekatnya, karena dia tidak tahu jalan jika dia akan tersesat. Makanya dia harus berdekatan dengan Violan Ocean agar tidak tersesat.
“Jadi tempatnya yang mana?” -Edward Demons
“Di samping kamu ini.” -Violan Ocean
“Tidak mungkin.” -Edward Demons
Violan Ocean telah masuk kedalam gedung mewah tersebut dan dia akan melakukan pesanan kamar di meja pesanan kamar. Edward Demons langsung bergerak cepat menuju meja pesanan kamar, dan dia akan menghentikan Violan Ocean.
“Berhenti!” -Edward Demons
Edward Demons berhasil menghentikan langkah kakinya Violan Ocean sebelum dia menuju ke meja pesanan kamar.
“Kenapa kamu menghentikan aku, Tuan Edward?” -Violan Ocean
“Kamu ini bodoh atau apa, sih? Bukankah aku bilang sesuai dengan uang yang aku miliki sekarang?” -Edward Demons
“Jadi kamu menghentikan aku, karena aku akan memesan kamar di penginapan mewah ini.” -Violan Ocean
“Benar sekali.” -Edward Demons
Edward Demons sudah mengetahui kalau hal seperti itu akan terjadi jika dia menyerahkan kepada Violan Ocean, orang yang mempunyai standar lebih tinggi.
“Tenang sajalah! Hotel ini atau penginapan mewah ini adalah milik perusahaan yang ada dibawah kekuasaan aku. Jadi janganlah ragu untuk tinggal di sini untuk selamanya.” -Violan Ocean
Violan Ocean baru memberitahu kepada Edward Demons, kalau gedung mewah itu adalah milik perusahaan yang ada dibawah kekuasaannya. Dan perusahaan tersebut adalah perusahaan yang berjalan dalam bidang pariwisata dan jasa, namanya adalah Ocean Samudra.
__ADS_1
“Walaupun ini adalah gedung milik kamu, aku tetap tidak ingin.” -Edward Demons
Edward Demons menolak penawaran tersebut karena dia tidak ingin balasan apapun balik kepadanya.
“Ayolah! Ini bukan untuk kamu juga, Tuan Edward. Ini untuk dua orang teman lama kita itu yang dari tadi mengikuti kita dari belakang.” -Violan Ocean
Xesa dan Celion Demonstra ketahuan menguntit dan mengikuti mereka dari belakang sejak tadi. Setelah ketahuan, mereka berdua langsung menyapa Violan Ocean.
“Sudah lama, ya. Violan, apa kabar kamu?” -Xesa
“Baik-baik saja, Nona Xesa. Dan apa kabar kamu, Pahlawan Naif?” -Violan Ocean
“Siapa yang kamu sebut Pahlawan Naif, Wanita ******?” -Celion Demonstra
Violan Ocean dan Celion Demonstra memiliki hubungan yang tidak baik, karena mereka masih mengenal satu sama lain, sebagai musuh. Dan juga Celion Demonstra merasa cemburu karena melihat Edward Demons dan Violan Ocean berduaan.
“Bisakah kalian tidak bertengkar di tengah-tengah keramaian?” -Edward Demons
Edward Demons mencoba menenangkan mereka berdua yang akan berkelahi.
“Dan Edward, kenapa kamu bersama Wanita ****** ini? Bukankah dengannya, kamu akan menjadi buruk lagi?” -Celion Demonstra
“Oh... Apakah kamu cemburu dan iri karena kami berjalan berduaan dan juga betapa cantiknya diriku ini?” -Violan Ocean
Mendengar perkataan itu, Celion Demonstra sangat marah dan ingin menghajar Violan Ocean dengan tangannya.
“Edward, ayo kita pergi dari sini! Aku tidak ingin kamu bersama dengan wanita yang hanya mementingkan kecantikan.” -Celion Demonstra
Celion Demonstra langsung memegang tangan Edward Demons dan menariknya keluar dari gedung tersebut.
Akan tetapi dia dihalangi oleh Violan Ocean. Violan Ocean juga memegang tangan Edward Demons dan menariknya.
“Lepaskan tangannya! Kamu itu tidak berhak mendapatkannya.” -Celion Demonstra
“Aku tidak ingin melepaskannya. Aku tahu dia akan mendengarkan aku dan tinggal sesuai dengan keinginan aku.” -Violan Ocean
Mereka berdua saling tarik-menarik tangan Edward Demons. Edward Demons yang ditarik dan mulai pusing, dia ingin mereka berdua untuk menghentikannya.
“Bisakah kalian berdua menghentikan ini? Aku sudah mulai pusing.” -Edward Demons
Xesa tidak mau masuk dalam keadaan tersebut. Jadi dia duduk di atas kursi sambil melihat perebutan seorang pria oleh dua wanita cantik.
“Xesa, bantu aku!” -Edward Demons
“Ini bukan urusan aku, Edward. Itu adalah urusan kamu sendiri.” -Xesa
Xesa tidak ingin membantu Edward Demons karena dia tidak ingin membuat dirinya kesusahan dan senang melihat perebutan seorang pria.
Dan beberapa saat setelah itu, Edward Demons kalah dari Violan Ocean. Dia mendapat sebuah tempat penginapan yang sangat besar dan mempunyai banyak ruangan didalamnya, serta ada banyak kemewahan didalamnya juga.
__ADS_1
“Draking, seharusnya kamu di sini membantu aku!!!” -Edward Demons