[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
CHAPTER 101


__ADS_3

...CHAPTER 101...


Saat dipertengahan pertarungan mereka itu. Tiba-tiba Sang Wasit Refree menghentikan pertarungan karena ada sebuah pengumuman penting untuk diberitahukan kepada seluruh orang disekitar. Xesa dan Opera yang sedang bersemangat untuk mengalahkan satu sama lain, mereka langsung kesal karena Refree tiba-tiba menghentikan permainan mereka.


“Maaf, Tapi pertandingan ini harus dihentikan dahulu.” -Refree


“Kenapa harus dihentikan, Bodoh!” -Opera


“Nanti saya jelaskan... Lebih baik, pertandingan kalian ini akan dianggap seri dan dilanjutkan beberapa menit kemudian.” -Refree


“Mana Bisa, Bodoh!” -Opera


“Iya... Kami akan mengeluarkan seluruh kekuatan kami, Bodoh!” -Xesa


Mereka berdua sangat kesal kepada wasit itu karena menghentikan pertandingan. Padahal mereka akan mengeluarkan seluruh kekuatan yang mereka miliki dan mengakhiri pertandingan.


“Maaf.... Tapi ini lebih penting daripada pertandingan kalian.” -Refree


“Baiklah...”


Mereka berdua hanya bisa pasrah dan mengakhiri pertandingan mereka yang akan seru itu. Dan lalu Opera mendekati Xesa untuk membicarakan sesuatu.


“Woi.... Siapa nama kamu, gadis kecil?” -Opera


Opera menyentuh pundaknya Xesa dan ingin mengetahui nama Xesa.


“Aku ini bukan gadis kecil. Kenalkan namaku adalah Xesa.” -Xesa


“Xesa nama agak unik, ya.” -Opera


Dan lalu Xesa bertanya balik tentang nama Opera.


“Lalu siapa nama kamu, makhluk bertangan empat?” -Opera


Opera agak senang dan dua tangan memegang Xesa.


Dikarenakan dia dikatakan makhluk yang bertangan empat, walaupun itu benar. Tapi Opera tidak sakit hati karena itu adalah penampilan fisiknya.


“Hebat! Kenalkan namaku adalah Opera dari Planet Shavyat. Dan lalu kamu berasal dari mana, Xesa?” -Opera


Setelah memberitahu namanya, dia ingin tahu asalnya Xesa.


“Aku berasal dari sebuah planet yang tidak jauh dari sini.” -Xesa


“Maksud kamu berasal dari Planet yang masih jauh dari peradaban maju, benarkah? Aku tidak bermaksud untuk mengejek kamu.” -Opera


“Tidak apa-apa. Dibandingkan semua ini, planet aku tempati masih belum sepenuhnya maju dan masih dalam keadaan Setelah perang yang agak cukup lama.” -Xesa


Wajah Xesa agak cemburu dengan kemajuan yang ada diluar planet Rosemary. Tapi dia tidak ingin mengatakan kalau dia sangat iri ataupun cemburu. Mendengar kata perang, Opera berpikir sejenak dan mengatakan sesuatu.

__ADS_1


“Perang.... Aku tahu apa yang kamu rasakan. Sebenarnya saat dalam perang, pasti banyak orang secepat mungkin untuk membuat teknologi yang hebat dari musuhnya, itu adalah titik mula dari perkembangan teknologi, tetapi setelah perang pasti banyak korban yang tidak terselamatkan.” -Opera


Xesa yang mendengar perkataan itu, dia agak heran kenapa Opera membicarakan sesuatu hal seperti itu.


“Apa yang kamu ingin katakan sebenarnya?” -Xesa


“Bukan apa-apa. Tapi aku pernah menjadi korban dalam sebuah perang hebat, semua yang kukenal mati. Makanya aku harus menjadi kuat.” -Opera


“Oh... Ya. Apakah dia sudah selesai memberitahu informasi yang dikatakannya?” -Opera


Opera dan Xesa berjalan menuju ke ruangan tunggu untuk beristirahat sejenak dan juga akan melanjutkan pembicaraan mereka itu. Tapi ketika mereka baru saja masuk kedalam ruangan tunggu, ada tali penghalang yang menghalangi mereka dan beberapa penjaga.


Di tempat pertempuran, Refree akan memberitahu sebuah informasi yang harus didengar seluruh pengunjung dan juga semua orang yang ada didalam Kapal Angkasa Penumpang itu. Pemberitahuan itu adalah...


“Kami menemukan sebuah mayat didalam ruangan tunggu pertarung wanita. Dari hasil investigasi kami sementara, mayat tersebut kehilangan dua organ pentingnya. Dan kami masih mencari sosok yang membunuh mayat itu.” -Refree


Mendengar pemberitahuan tersebut, semua orang mulai panik dan sedikit ketakutan karena ada kasus pembunuhan didalam kapal Angkasa penumpang. Termasuk Celion Demonstra, dia agak terkejut dan heran bagaimana ada orang yang melakukan hal itu.


“Edward, sepertinya kita harus berhati-hati dan membantu mereka mencari pembunuh tersebut.” -Celion Demonstra


“Jangan! Kita di sini saja dan hiraukan pemberitahuan tersebut.” -Edward Demons


Edward Demons menghiraukan pemberitahuan tersebut dan tidak ingin membantu untuk menemukan pembunuh, karena dia tidak yakin. Banyak orang yang ada didalam kapal Angkasa penumpang membuatnya akan mencurigai semua orang dan termasuk orang didekatnya. Jadi dia tidak perduli dan menghiraukan saja.


“Hai, mengapa kamu mengatakan hal itu? Apakah kamu belum bertobat?” -Celion Demonstra


Celion Demonstra agak bingung dan Heran, tidak biasanya Edward Demons menghiraukan hal seperti itu. Seingatnya, Edward Demons akan selalu membantu orang lain.


“Tidak masalah, karena aku ini kuat.” -Celion Demonstra


“Dasar keras kepala. Celion, kamu itu sangat Keras kepala, ya. Lebih baik kamu dengarkan Edward, dan tidak boleh masuk kedalam sana.” -End’e Draking


Celion Demonstra kesal dan ingin sekali membantu karena dia adalah seorang pahlawan dari dunianya, dan pekerjaan setiap harinya adalah menolong dan membantu orang. Bagaimana bisa dia menghiraukan hal itu.


“Kenapa kamu juga ikut-ikutan? Aku akan membantu mereka mencari pembunuh itu. Jadi aku akan bertanya kepada mereka dulu, apakah aku boleh membantu mereka untuk mencari pembunuh itu.” -Celion Demonstra


Celion Demonstra malah menghiraukan nasehat dari kedua temannya itu, dan lalu meninggalkan mereka kemudian menuju ke tempat kejadian pembunuhan untuk menanyakan beberapa detail tentang pembunuhan.


Edward Demons hanya bisa terdiam saja, dan tidak akan pernah memaksa Celion Demonstra untuk melakukan apapun yang diinginkannya. Dan lalu dia melihat kearah End’e Draking dan berkata kepadanya.


“Jadi kamu sudah tahu siapa yang melakukan hal itu?” -Edward Demons


“Sudah. Dan orang itu sudah ada disekitar sini.” -End’e Draking


“Kalau begitu, bisakah kamu merahasiakan ini darinya?” -Edward Demons


“Aku tidak akan memberikan informasi apapun kepada orang yang keras kepala.” -End’e Draking


“Terimakasih.” -Edward Demons

__ADS_1


Setelah berbincang dengan End’e Draking, dia duduk saja dan berdiam diri untuk mengamati dan melihat suasana yang penuh kekacauan itu. Sama hal dengan Edward Demons, End’e Draking juga akan berdiam diri dan tidak ingin ikut dalam kejadian tersebut.


Ketika sudah sampai di tempat kejadian yang berada ditempat ruangan tunggu pertarung wanita, Celion Demonstra terkejut karena dia bertemu dengan Xesa dan seseorang disampingnya. Dia langsung menyapa Xesa yang sedang duduk.


“Hai, Xesa!” -Celion Demonstra


Sapaan Celion Demonstra tidak dibalas oleh Xesa. Oleh karena itu, dia menghampiri dan menumpuk kedua pundaknya Xesa itu.


“Kyahh....” -Xesa


Xesa sangat terkejut dan hampir ketakutan karena Celion Demonstra yang menumpuk kedua pundaknya. Dan lalu Xesa melihat kebelakang dan dia langsung mengunci Celion Demonstra dengan kuat.


“Maaf.... Aku tidak akan melakukannya lagi... Tolong lepaskan!” -Celion Demonstra


“Tidak ada kata maaf untuk kamu, Celion!” -Xesa


Celion Demonstra tidak bisa lepas dari kuncian Xesa yang sangat kuat itu, dan Xesa tidak akan melepaskan sampai dia ingin melepaskan.


Opera melihat mereka berdua bertanya apakah mereka berdua itu saling kenal dan juga bertanya siapa namanya.


“Xesa, apakah kamu mengenal orang itu? Dan siapakah namanya?” -Opera


Celion Demonstra melihat penampilan Opera, dia teringat dengan penampilannya Para Dogsle itu. Karena itu, dia teriak keras.


“Dogsle!!!” -Celion Demonstra


Xesa cepat-cepat menutup mulutnya Celion Demonstra.


“Dogsle? Apa yang dia maksud, Xesa?” -Opera


Xesa bingung mau menjawab apa.


“Oh... Ada orang yang sama seperti dirimu. Mereka mempunyai dua pasang tangan, tetapi bentuknya seperti monster buas.” -Xesa


Xesa hanya bisa mengatakan penampilan Dogsle yang sama persis dengan Opera, tetapi bentuk penampilan mereka yang jauh berbeda.


“Aku tidak terkejut kalau ada makhluk lain yang mirip seperti diriku ini. Aku sudah tahu kalau ada banyak makhluk hidup di hampir seluruh semesta, mereka ada yang mirip seperti diriku, walaupun ada sedikit berbeda.” -Opera


Opera tidak terkejut karena dia sudah menemui beberapa makhluk hidup lain seperti dirinya yang sama persis, walaupun ada juga berbeda.


“Xesa, Bisakah kamu lepaskan aku sekarang?” -Celion Demonstra


“Tidak...!!!” -Xesa


Xesa akan tetap mengunci Celion Demonstra sampai waktu yang tepat. Xesa bingung dan heran, kenapa Celion Demonstra menghampirinya, dan dia menduga kalau Celion Demonstra sudah mendengar tentang kejadian itu.


...---------------...


...TERIMAKASIH BANYAK...

__ADS_1


...____________


...


__ADS_2