[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
CHAPTER 96 Pertarungan Edward


__ADS_3

...CHAPTER 96...


...PERTARUNGAN EDWARD...


Di tempat duduk Para Penonton. End’e Draking dan Celion Demonstra akan melihat pertarungan antara Edward Demons dan peserta lain dibawah tempat pertarungan.


Celion Demonstra tidak sabar melihat pertarungan tersebut, karena dia ingin melihat kekuatan fisik yang dimiliki oleh Edward Demons. Sementara itu, End’e Draking tidak melihat kearah tempat pertarungan, sebab dia tidak terlalu akan menikmatinya, dia melihat kearah setiap penonton karena dia yakin ada orang yang sedang mengamatinya.


“Semoga Suami kamu akan memenangkan pertarungan babak pertama ini.” -End’e Draking


“Hai, Draking. Kenapa kamu ingin menjadikan kami suami istri dan juga Xesa dijadikan anak kami berdua.” -Celion Demonstra


“Bukankah aku sudah jelaskan sebelum kita berangkat dari Planet kamu itu.” -End’e Draking


“Tapi bisakah kamu menghentikan itu! Dan ayo dukung mereka berdua disini.” -Celion Demonstra


“Baiklah.” -End’e Draking


Di tempat pertarungan tersebut, Edward Demons masuk kedalam tempat pertarungan dan dia melihat para penonton bersorak kearahnya. Dan di sisi lain ada seseorang yang tidak begitu kuat, dan dilihat dari penampilannya, dia agak kurang gizi atau kurus kering.


Edward Demons mengira kalau lawannya itu terlalu mudah dikalahkan olehnya dan dia tidak perlu menggunakan kekuatan penuhnya untuk mengalahkan orang yang bertubuh kurus tersebut.


Lalu Sang Wasit masuk kedalam tempat pertarungan sebagai orang yang melakukan peraturan didalam tempat pertarungan tersebut. Wasit itu bernama Refree. Refree adalah makhluk buatan yaitu Humanoid seperti Registery, tapi dia menjalankan pertandingan bukan registrasi.


“Ok. Semuanya sudah ada disini. Kita akan mulai sekarang juga.” -Refree


Lalu Refree, pertamanya mengenalkan kedua pertarung tersebut disebelahnya.


“Disebalah kanan, kita punya seseorang yang sangat kuat dan sangat langka, dialah Edward Demons. Dan Disebelah kiri, kita punya seseorang yang agak kurus, tetapi dia mempunyai dua cabuk kemenangan, dialah Freedy Junian Ni.” -Refree


Setelah mengenalkan kedua pertarung tersebut, dia memberitahu peraturan yang harus diperhatikan oleh kedua pertarung tersebut.


“Walaupun kalian sudah membaca peraturan diluar dan kertas, tetapi kami akan mengingatkan kalian tentang peraturan. Pertama kalian boleh menggunakan kekuatan energi kehidupan atau semacamnya. Kedua, Tidak ada boleh yang mati ataupun menyerah. Ketiga, bersenang-senanglah selama kalian ingin bersenang-senang. Ayo kita mulaikan pertandingan ini!” -Refree


Suara terompet yang menandakan mulainya peraturan tersebut dan sorakan para penonton berubah menjadi sangat keras. Mereka memberikan semangat kepada kedua pertarung tersebut, akan tetapi sorakan lebih banyak kepada Freedy Junian Ni.


Ketika ingin mulai bertarung, Freedy Junian Ni menundukkan kepalanya dan memberi salam kepada lawannya.


“Salam kenal. Namaku adalah Freedy. Apakah kamu ingin menyelesaikan Pertarungan ini secepat mungkin?” -Freedy Junian Ni.


Edward Demons yang bergerak mengarahnya, dia tidak terlalu memikirkan balasan salam. Dia harus fokus untuk memenangkan pertandingan itu.

__ADS_1


Ketika akan menyerang lawannya tersebut yang kelihatannya lemah, tiba-tiba lawannya tersebut dapat menghentikan serangan pukulannya dengan tangan lemahnya tersebut.


“Bagaimana? Apakah kamu berpikir tangan ini tidak bisa menahan tangan besar kamu itu?” -Freedy Junian Ni


“Lihat saja.” -Edward Demons


Edward Demons langsung memberikan serangan pukulan yang bertubi-tubi kearah lawannya tersebut. Akan tetapi serangan pukulan yang bertubi-tubi tersebut dengan mudahnya dapat dihindari oleh lawannya tersebut.


Dan disaat pukulan terakhir, lawannya tersebut dalam sekejap berpindah dan Menyerangnya dengan telapak tangan yang terbuka.


Dia langsung terhempas jauh sampai menabrak dinding. Edward Demons tidak mengerti kenapa orang lemah itu dapat menghempasnya dengan serangan tersebut.


“Sepertinya aku tidak boleh meremehkan penampilan kamu itu.” -Edward Demons


Edward Demons merasa diingatkan oleh beberapa kejadian ketika dia merendahkan orang asing lainnya.


Edward Demons langsung bergerak sangat cepat kearah lawannya tersebut. Melihat lawannya yang sangat tenang dan menunggu serangan darinya, dia mempunyai firasat sangat buruk. Jadi dia menghentikan gerakannya dan Bergerak memutari lawannya tersebut.


“Apakah kamu tidak berani mendekatiku? Baiklah, kalau begitu aku saja yang mendekati kamu.” -Freedy Junian Ni


Dalam sekejap mata, lawannya itu telah didepan matanya dan akan menyerangnya. Edward Demons sangat terkejut karena kecepatan gerakan Lawan tersebut yang sangat cepat berada didepan matanya.


Karena tidak ada pilihan lain lagi selain membuatnya mundur, Edward Demons menyerangnya dengan beberapa kali pukulan. Tetapi tetap sama saja, pukulan tersebut dapat ditangkis dengan telapak tangan lawannya tersebut.


Tekanan yang besar itu membuat terhempas sekali lagi, tetapi Edward Demons dapat menstabilkan tubuhnya agar tidak menjauh lagi.


Lalu Edward Demons bertanya kepada lawan tersebut, kekuatan apa yang digunakan olehnya.


“Aku tidak mengerti kekuatan apa yang kamu gunakan itu? Tapi aku sedikit mengerti kalau kamu mengeluarkan tekanan dari telapak tangan kamu itu.” -Edward Demons


Mendengar perkataan dari Edward Demons, dia sangat gembira dan senang karena ada orang secepat itu mengetahuinya.


“Aku hanya menggunakan bela diri dari salah satu guruku saja. Aku melatih diriku sampai delapan puluh tahun untuk mendapatkan kekuatan besar ini.” -Freedy Junian Ni


Edward Demons tidak terkejut dengan perkataan seseorang yang mendapatkan kekuatan yang butuh waktu yang sangat lama.


“Cuma delapan puluh tahun.” -Edward Demons


Edward Demons sedikit meremehkannya. Akan tetapi, didalam hatinya dia sangat iri dengan orang itu yang bisa menggunakan kekuatannya. Jika saja dia tahu cara mengaktifkan kekuatan sihirnya lagi, maka dia dapat memenangkan pertandingan itu.


Freedy Junian Ni dengan gerakan yang sangat cepat dan gerakan tersebut tidak bisa terlihat. Tiba-tiba dia sudah ada didepan hadapannya Edward Demons dan akan menyerangnya lagi.

__ADS_1


Edward Demons terkejut dan secepat mungkin untuk menghindari serangan yang akan kearahnya. Tapi dia tidak sempat dan dia terkena serangan yang bertubi-tubi tersebut.


Freedy Junian Ni dengan menggunakan kedua telapak tangan yang terbuka, dia menyerang Edward Demons secara bertubi-tubi kearah sekujur tubuh. Akan tetapi Edward Demons secara alami mengikuti pergerakan tangannya Freedy Junian Ni dan menahan tekanan yang keluar dari telapak tangan lawannya tersebut.


“Bagus! Aku tidak tahu kalau ada orang yang bisa menahan seranganku ini.” -Freedy Junian Ni


Dia tampak gembira karena ada orang lain yang dapat menahan kekuatannya selain gurunya.


“Aku hanya mengikuti gerakan tangan kamu saja, dan menahan tekanan yang kamu keluarkan!” -Edward Demons


Menahan tekanan yang sangat kuat itu tidak terlalu mudah baginya. Walaupun tangannya lebih besar dari lawannya tersebut, tetapi akibat tekanan tersebut dia tidak bisa bertahan.


Setelah beberapa serangan dan tangkisan. Freedy Junian Ni berhasil mengenai bagian tubuhnya Edward Demons dan membuatnya terpental sekali lagi.


Edward Demons terhempas sampai ke dinding dan dia merasakan kalau jantungnya tidak stabil lagi. Penyebabnya adalah tekanan tersebut berhasil mengenai titik vitalnya.


“Hah... Kamu sudah membuat diriku marah.” -Edward Demons


Edward Demons bergerak sangat cepat kearah lawannya tersebut, tetapi dia malah terkena serangan bertubi-tubi kearahnya tanpa henti. Serangan tersebut terus mengenai beberapa bagian vitalnya sampai dia tidak bisa menahan rasa sakitnya.


“Hah... Aku tidak tahu lagi, apa yang harus aku lakukan? Kamu sudah membuat diriku sangat sangat marah dan aku harus menghancurkan kamu!” -Edward Demons


“Menghancurkan, coba saja!” -Freedy Junian Ni


Tiba-tiba tanpa disadarinya, energi kehidupan disekelilingnya masuk kedalam tubuhnya dan membangkitkan kekuatan sihirnya tersebut. Jadi untuk membangkitkan sihirnya tersebut, dia harus sangat emosional.


Edward Demons tidak sadar kalau kedua tangannya mengeluarkan kekuatan sihir yaitu kekuatan sihir api neraka [ Tinju Api Kegelapan ].


Sekarang giliran Freedy Junian Ni yang maju kearahnya, tetapi dia sedikit merendahkan Edward Demons. Walaupun dia melihat sesuatu yang agak janggal yaitu ada api di sekujur tangan Edward Demons.


Tapi dia tidak memperdulikannya karena dia tahu kalau teknik bela dirinya pasti akan memenangkan Pertarungan babak satu itu.


Sesaat Edward Demons akan menyerang lawannya tersebut, lawannya tersebut langsung menahannya serangan dengan telapak tangannya. Terjadilah bentrokan antara dua kekuatan kuat tersebut.


Disekitar mereka menjadi sangat panas, akibat dari serangan api yang dikeluarkan oleh Edward Demons dan juga tekanan yang sangat kuat dan besar dari Freedy Junian Ni. Mereka tidak bisa bertahan dari panasnya dan tekanan yang menyakitkan.


Karena tidak kuat lagi, Freedy Junian Ni mundur beberapa langkah. Sementara Edward Demons baru menyadari kalau kekuatan sihirnya aktif kembali.


“Ye..! Aku tidak tahu bagaimana cara kekuatan sihir ini bangkit, tetapi dengan cara ini aku dapat mengalahkan kamu.” -Edward Demons


Freedy Junian Ni melihat tangan kanannya yang tadi menahan serangan api tersebut dan tangan kanan tersebut hangus terbakar dan tidak bisa bergerak lagi untuk jangka lama.

__ADS_1


Sekarang Freedy Junian Ni harus waspada dengan serangan yang berikutnya. Jadi dia harus menggunakan teknik selanjutnya untuk mempercepat pertandingan selesai.


__ADS_2