![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
...CHAPTER 84...
Pada saat ini sebagian pasukan sudah kembali ke tempat seharusnya mereka berada yaitu Wilayah Manusia dan mereka keluar dari tempat tersebut melalui pintu yang sama yaitu Gua kecil tapi. Dan yang lain sisanya yang tinggal memutuskan untuk istirahat di rumah mereka masing-masing.
Ketika semua orang sudah kembali ke tempat mereka masing-masing dan hanya tersisa tujuh orang, tujuh orang tersebut mulai berdiskusi didalam rumah Celion Demonstra. Tujuh orang tersebut yaitu Celion, Recca, Delta, Raksa, Hans, Xesa, Edward dan Draking yang terikat oleh tali.
Draking sengaja diikat sangat kuat dan ikatan tersebut sangat susah dilepaskan. Supaya Draking harus mengatakan sejujurnya kepada mereka dan apa yang terjadi sebenarnya. Walaupun sebelumnya sudah mengatakan hal itu kepada orang-orang.
“Baiklah, Draking. Kami hanya ingin kamu berkata sejujurnya saja kepada kami berenam tentang siapa kamu dan hal lainnya.” -Raksa Rewel
“Kami hanya ingin kamu berkata sejujurnya saja, Draking. Dan kami tidak akan meminta hal lain.” -Edward Demons
Mereka mengikat Draking dan ingin dia berkata sejujurnya tentang semua hal yang terjadi dari awal sampai akhir.
“Pertama-tama ikatan ini tidak akan cukup mengikat aku, karena aku sudah pernah diikat seperti ini malah hampir tali ikatan itu mengikat sekujur badanku.” -Draking
Dari perkataannya, Draking bisa saja melepaskan ikatan tersebut, sebab dia pernah terikat oleh orang lain dan itu sudah lebih ribuan kali.
“Ayolah, kami ingin kamu langsung ke inti permasalahannya saja.” -Recca Celestial
Recca Celestial tidak ingin mendengar beberapa kata lain, selain masalah yang terjadi di dunianya.
“Ok... Dari awal lagi. Namaku sebenarnya adalah End’e Draking, dan Draking adalah nama suku aku. Aku menggunakan nama itu untuk mengetahui tentang masa lalu buruk di suku aku. Dan aku seorang penjelajah yang sedang dalam masalah.” -Draking
Sepertinya Draking akan memulai dari nama aslinya, dan dia menggunakan nama sukunya sebagai nama panggilannya untuk mengetahui tentang masa lalu buruk dari sukunya tersebut.
“Draking. Jadi sekarang kami akan memanggil kamu, Ende.” -Recca Celestial
“Bukan Ende, tetapi End’e. Walaupun cara pengucapan hampir sama, tetapi de harus sangat ditekan dan dipantulkan.” -Draking
Penyebutan namanya hampir sama, tetapi cara pengucapan harus ditekan dan dipantulkan.
“Dah.. Biarkan saja, itu hampir sama juga.” -Hans Seven
“Bagaimana tadi End...de, benarkah?” -Celion Demonstra
“Sedikit benar.” -Draking
Sepertinya Celion Demonstra berusaha mengucapkan nama aslinya dengan benar.
“Kenapa kamu mau berusaha menyebut namanya, Celion?” -Recca Celestial
“Celion melakukan hal itu, menurutnya walaupun hampir sama dalam pengucapan, tetapi arti nama itu berbeda.” -Edward Demons
Menurut Edward Demons, Celion melakukan hal itu, dia tidak ingin arti nama itu salah hanya karena salah pengucapannya saja.
“Lebih baik, kita memanggilnya Draking terlebih dahulu.” -Xesa
Xesa tidak ingin mengucap sebuah nama yang sangat susah.
Dan lalu mereka kembali lagi ke topik bicara yang seharusnya, yaitu masalah yang didatangkan olehnya dan hubungan dengan Xesa.
__ADS_1
“Aku ingin bertanya kepada kamu, Draking. Kenapa kamu tadi menyiksa aku dan lalu apa hubungan aku dengan kamu?” -Xesa
Xesa ingin mendengar jawaban dari Draking, kenapa Draking harus menyiksanya dan apa hubungan dengannya. Xesa sangat penasaran atas keinginantahuannya tersebut.
“Sebelumnya aku katakan kalau Xesa adalah orang bukan tetapi makhluk yang diciptakan sangat spesial dan unik. Kenapa kamu itu unik dan spesial, karena kamu diciptakan oleh dua energi kehidupan berbeda dan juga kamu itu tidak tahu pasti tentang masa lalu kamu.” -Draking
Dari penjelasan Draking tersebut, memang benar, Xesa tidak mengetahui tentang masa lalunya. Dia hanya mengingat kalau dirinya tersesat didalam hutan yang sangat gelap dan sendirian.
“Yang kamu katakan itu benar. Aku tidak mengingat apapun tentang masa laluku, dan aku hanya mengingat dulu aku tersesat didalam hutan sendirian saja.” -Xesa
“Xesa, sebelum aku bertemunya, dia tersesat didalam hutan dan aku bertanya kepadanya dia menjawab tidak mengingat siapa dirinya dan kenapa dia ada disana.” -Edward Demons
Edward Demons juga membenarkan penjelasan Draking tersebut. Ketika Edward Demons bertemu Xesa pertama kali, Xesa tidak bisa menjawab tentang dirinya.
“Dan lalu apa hubungannya dengan kami berdua?” -Celion Demonstra
Celion Demonstra mempertanyakan hubungan dia dan Edward dengan Xesa kepada Draking. Dan juga Edward Demons mempertanyakan hal sama.
“Walaupun dulu kami sudah menikah, karena perselisihan kami berpisah. Dan kami berpisah tidak mungkin, kami akan memiliki seorang anak. Jadi bagaimana kamu mengetahui Xesa adalah anak kami?” -Edward Demons
Draking tidak ingin menjawab pertanyaan yang berulang kali dipertanyakan, walaupun pertanyaan tersebut untuk menambah luas tentang masalah yang terjadi.
“Aku tidak akan menjawab pertanyaan kalian itu, dan bukankah aku sudah memberikan jawaban sebelumnya?” -Draking
Mereka berdua yang menunggu jawaban dari Draking untuk menjawab pertanyaan tersebut, sepertinya mereka berdua sudah tahu.
“Baiklah, selanjutnya aku ingin....” -Raksa Rewel
Ketika Raksa Rewel ingin berbicara tentang hal ingin dia bicarakan, tiba-tiba Draking merebut pembicaraan.
Mereka semua heran, bagaimana Draking tahu tentang Makhluk yang melakukan kontrak Para Grup Pahlawan, kecuali Hans Seven.
“Bagaimana kamu tahu tentang kontrak dengan makhluk supernatural tersebut?” -Raksa Rewel
“Iya, kami belum pernah memberitahukan tentang kontrak ini kepada kamu atau apakah kami sudah memberitahu?” -Delta Terra
Setahu mereka, Draking tidak mengetahui tentang kekuatan sihir terlarang ataupun kontrak dengan makhluk supernatural tersebut. Dan juga bagaimana Draking mengetahui hal tersebut.
“Aku adalah orang yang serba tahu dan aku mendapatkan pengetahuan tersebut dari isi kepala orang-orang yang telah mati.” -Draking
Draking berbicara dengan sejujurnya dan dia tidak berbohong untuk saat ini. Dari perkataannya, dia mengambil beberapa informasi yang berasal dari kepala atau ingatan orang yang telah mati. Dan juga....
“Dan juga aku seperti kalian, tetapi aku tidak pernah terikat oleh kontrak ataupun kesepakatan. Dan juga Makhluk Astral milikku adalah tipe Ancestor.” -Draking
Para Grup Pahlawan belum pernah mendengar tentang tipe Ancestor, dan mereka hanya tahu ada tiga tipe Makhluk Astral.
“Hahaha... Draking, kau jangan..”
Draking menggunakan kekuatan untuk membuat mereka tidak sadarkan diri, dan lalu mereka tidak sadarkan diri berada didalam kesadaran mereka untuk menemui Para Makhluk Astral yang dikontrak.
Akan tetapi ini berbeda, mereka bisa berada didalam satu kesadaran yang sama. Dan juga mereka dapat bertemu dengan Para Makhluk Astral yang dikontrak.
__ADS_1
“Recca, aku bersyukur kamu masih hidup dan juga kalian semua, apakah kalian baik-baik saja?” -Deam
“Sudah lama juga, Raksasa Iblis. Entah kenapa kita bisa berada didalam satu kesadaran yang sama. Ini adalah hal yang aneh dalam kehidupanku.” -Destra
“Kekeke.... Pertemuan yang sangat nostalgia. Kita bertemu lagi setelah puluhan tahun, teman-teman.” -Beroo
“Dan sepertinya Makhluk itu masih berbentuk tidak berwujud.” -Destra
Empat Makhluk Astral yang memiliki tingkat berbeda. Deam adalah Makhluk Astral dengan tipe Normal Astral. Bertubuh tinggi, dan besar, dan juga tubuhnya berwarna hitam. Destra adalah Makhluk Astral dengan tipe Pra-Astral. Tubuhnya normal, dan warnanya merah. Ketiga Beroo adalah Makhluk Astral dengan tipe Pra-Astral. Seluruh tubuhnya ada pelindung yang sangat tebal. Dan terakhir Vero ialah Kontrak dengan Celion Demonstra dan tipenya Normal Astral.
“Deam! Aku sangat merindukanmu!” -Recca Celestial
Recca Celestial tidak percaya kalau dia bisa bertemu dengannya.
“Hahahaha! Aku juga merindukan kamu, Recca. Aku malah tidak percaya kamu masih hidup.” -Deam
“Itu panjang ceritanya.” -Recca Celestial
Deam dan Recca Celestial sangat senang mereka bisa bertemu lagi.
“Wah... Raksa, bukannya kamu tidak akan ingin melihat aku lagi, karena aku tidak mengizinkan kamu menggunakan kekuatan seluruhnya.” -Destra
Destra adalah Makhluk Astral Tipe Normal yang melakukan kontrak dengan Raksa Rewel. Dan Destra mengingat kalau Raksa Rewel tidak ingin bertemu dengannya lagi.
“Aku tidak ingin bertemu dengan kamu lagi. Tapi aku malah terjebak disini bersama kita semua dan kalian semua.” -Raksa Rewel
“Kami semua terjebak didalam satu kesadaran dan ini sangatlah tidak Masuk akal.” -Celion Demonstra
Tidak mungkin, empat orang ada didalam satu kesadaran yang sama dan itu juga sangat mustahil.
“Beroo, apakah kamu ingin memaafkan aku karena aku tidak mendengar perkataan kamu itu.” -Delta Terra
Delta Terra merasa kalau dirinya tidak berhak mendapatkan maaf dari Beroo. Dikarenakan dia tidak mendengar perkataan Beroo sebelumnya.
“Kekeke.... Jangan seperti itu, kita adalah dua teman. Dan juga aku sudah memaafkan kamu.” -Beroo
“Sungguh!” -Delta Terra
“Iya.” -Beroo
Delta Terra sangat senang telah memaafkan perilakunya yang tidak mendengar perkataan dari Beroo. Dan Beroo juga senang karena Delta Terra tidak memikirkan lagi hal seperti itu.
Celion Demonstra melihat Makhluk Astral miliknya, dan dia juga belum bisa menyentuh tubuh makhluk astral tersebut. Celion Demonstra masih kepikiran, apakah makhluk astral miliknya itu memang sebuah gaib.
“Aku tidak tahu kapan kamu bisa berbicara kepada aku, dan juga aku tidak tahu kapan aku bisa menyentuh kamu. Tapi selama ratusan tahun sampai saat ini, aku Terimakasih.” -Celion Demonstra
Ketika Para Grup Pahlawan sedang reunian dengan Makhluk Astral mereka, Draking masuk kedalam satu kesadaran tersebut. Dan lalu dia berkata kepada mereka sambil mengeluarkan aura yang sangat mengerikan.
“Apakah kalian bisa menyelesaikan reunian kalian tersebut? Aku ingin kita berbicara ke topik utama kita.” -Draking
Para Makhluk Astral yang melihat dan merasakan aura yang keluar dari tubuhnya Draking, lalu mereka langsung bersujud kepadanya dan mengatakan hal yang seharusnya tidak dikatakan.
__ADS_1
“Kami Para Makhluk Astral Tipe dari Pra sampai Normal hanya bisa bersujud kepada leluhur kami semua Para Makhluk Astral. Dan kami semua sangat terkejut dan bertanya apa yang dilakukan oleh Leluhur Para Makhluk Astral di sini?” -Deam