![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Pertemuan antar Sang Kaisar Mariana Vrya dan Para Jenderal Kekaisaran dengan Utusan dari Kerajaan Ocean, yaitu End’e Draking sudah selesai dan tidak ada terjadi keributan. Bukan tidak ada, tetapi hampir terjadi keributan akibat End’e Draking mempertanyakan tentang pengkhianatan di Kekaisaran Mariana.
End’e Draking mempertanyakan tentang pengkhianatan salah satu dari Para Jenderal Kekaisaran Mariana, karena dia mendengar rumor dari berbagai masyarakat dan juga prajurit yang disekitar ibu kota kekaisaran. Setelah mendengar rumor tersebut, jadi dia harus mempertanyakan karena bisa bermasalah dengan pernjanjian yang akan dibuat.
Dan setelah ditanyakan tentang adanya pengkhianat di Kekaisaran Mariana, Seluruh Jenderal sangat marah dan hampir membuat keributan, tapi sudah ditenangkan oleh Sang Kaisar Mariana Vrya, kecuali ada dua jenderal yang tenang, yaitu Sakai Mariana dan Nunbola Mariana, mereka begitu tenang dan patuh dengan perintah ibunya atau Sang Kaisar Mariana Vrya.
Setelah berbagai perbicaraaan tentang soal perjanjian perdamaian antar kedua bangsa tersebut, akhirnya perjanjian perdamaian tersebut tidak bisa diterima karena Sang Kaisar Mariana Vrya belum mendapatkan keuntungan besar dari perjanjian tersebut.
Di jalan ibu kota Kekaisaran Mariana. End’e Draking tampak memperhatikan seluruh jalan yang begitu besar dan indah, dia tidak terlalu kagum dengan jalan yang sangat indah dan menarik itu. Yang diperhatikan olehnya, yaitu sistem informasi yang disebarkan oleh orang-orang di Kekaisaran Mariana sangat cepat tanpa adanya hambatan atau penghalang.
Akibat tidak adanya sebuah peraturan untuk mencegah pembicaraan ataupun rumor-rumor yang sangat penting, Rumor-rumor yang harusnya dirahasiakan dapat disebarkan sangat mudah dari mulut ke mulut. Akan tetapi tergantung dari orang yang menyebarkan, apakah dia benar atau tidak mengartikan rumor tersebut.
“Hah.... Seperti biasanya, tidak ada satupun informasi yang menarik di negara besar ini. Walaupun tergolong dalam negara yang baru terbangun dari sejak 12 tahun lalu, mereka masih mempercepat pembangunan dan pekerjaan, tetapi tidak memikirkan perilaku dan perasaan masyarakat sebagai warga negara negara ini.” -End’e Draking
End’e Drs ingin kembali ke Kerajaan Ocean dengan menggunakan kemampuan teleportasi miliknya tersebut. Akan tetapi karena dia sangat malas untuk melakukan hal yang sangat merepotkan baginya, dia akan menyewa sebuah kapal atau membeli sebuah kapal untuk melakukan pelayaran ke Kerajaan Ocean.
Sebenarnya dia juga ingin melewati daratan dibandingkan lautan, tetapi menurut rumor yang disebarkan oleh masyarakat bodoh itu. Katanya ada sebuah makhluk mistis yang hidup dan tinggal di sana, dan makhluk tersebut menyerupai ular yang memiliki kekuatan merubah orang seperti batu. Mendengar rumor yang tersebar, End’e Draking yang tidak ingin membuang energi kehidupan miliknya lagi, dia lebih memilih melewati lautan luas dibandingkan melawan ular batu itu.
“Apakah melewati lautan lebih cepat dibandingkan dengan melewati daratan? Hmm.. sepertinya tidak karena aku juga tidak tahu apa yang terjadi jika aku melewati lautan. Akan tetapi aku bisa membuat sedikit kerusuhan dan menghancurkan beberapa kapal perang milik negara ini.” -End’e Draking
Dia akan membuat kekacauan di tempat pelabuhan Kapal Perang milik Kekaisaran Mariana, bukan karena dia kesal akibat perjanjian tersebut tidak disetujui, tetapi dia sedikit ingin bersenang-senang saja dan menghancurkan sebagian besar Kapal Perang yang diketahui dimiliki oleh Pengkhianat di Kekaisaran Mariana.
Di sebuah ruangan, tempat perkumpulan seluruh anggota keluarga untuk melakukan kegiatan makan bersama setiap waktu yang telah ditentukan oleh jadwal. Para Jenderal yang merupakan anak-anak dari Sang Kaisar Mariana Vrya berada di sisi bagian kiri dan kanan, sedangkan Sang Kaisar Mariana Vrya berada bagian di depan.
“Ibu, kenapa kita harus menolak perjanjian tersebut? Bukankah itu sudah menguntungkan kita?” -Huo Mariana
Huo Mariana yang juga ikut dalam pembicaraan tersebut, dia agak bingung dan penasaran kenapa ibunya itu menolak perjanjian yang sangat menguntungkan bagi Kekaisaran Mariana.
“Ibu menolak karena ada berbagai alasan yang salah satunya, yaitu Utusan tersebut berasal dari Bangsa Excita, Bangsa yang penuh tipu kelicikan didalam ucapan mereka.” -Mariana Vrya
Mariana Vrya menolak perjanjian tersebut walaupun sangat menguntungkan bagi mereka karena ketakutannya terhadap ucapan dari End’e Draking yang berasal dari Bangsa Excita.
“Apakah memang benar ucapan mereka itu lebih licik daripada ucapan Sakai?” -Shui Mariana
“Bukan karena kelicikannya, tetapi mereka sering menjebak musuhnya dengan perkataan mereka sendiri. Jadi jika kita melakukan pembicaraan dengan mereka, kita harus berpikir ribuan kali sebelum ucapan kita akan menjadi senjata makan tuan.” -Mariana Vrya
Mariana Vrya menganggap kalau mereka itu melawan musuhnya menggunakan perkataan yang diucapkan oleh musuhnya sendiri dalam sebuah debat, dan ucapan tersebut akan menjadi senjata makan tuan.
“Bagaimana Ibu tahu kalau dia sangat berbahaya? Ibu tidak pernah menceritakan tentang perjalanan ibu sebelum kita semua dilahirkan dan melakukan perjalanan panjang.” -Sakai Mariana
“Itu terlalu tidak bisa dikatakan, Sakai Kecil.” -Mariana Vrya
__ADS_1
“Sakai Kecil, hahahaha.....!” -Derevo Mariana
Derevo Mariana tertawa setelah mendengar ucapan Sakai Kecil dari ibunya itu. Dia tidak tahu kalau Sakai Mariana masih dipandang anak-anak oleh Mariana Vrya.
“Prft....” -Yeong Mariana
Yeong Mariana yang jarang tertawa dan tersenyum, setelah mendengar ucapan tersebut, dia ikut tersenyum sedikit.
“Yeong, aku jarang sekali melihat kamu tertawa.” -Huo Mariana
Ada sebagian dari saudara-saudara itu jarang melihat senyuman dari Yeong Mariana, karena dia seorang sedikit pemalu.
“Kalian, bisakah kita berbicara tentang utusan tersebut!” -Sakai Mariana
“Memang kamu sangat penasaran dengan utusan tersebut.” -Shui Mariana
“Iya, karena aku melihat ibu sedikit merasa khawatir dan takut ketika melakukan debat dengan orang itu.” -Sakai Mariana
Dalam pertemuan tersebut, Sakai Mariana melihat Ibunya itu Sang Kaisar Mariana Vrya terlihat seperti gemetaran dan sedikit ketakutan. Karena hal itu, dia sangat penasaran dengan orang itu.
“Sakai, ibu tidak takut kepadanya, tetapi ibu tidak ingin terjebak dalam pembicaraan saja.” -Mariana Vrya
“Ibu, lalu bagaimana ini? Apakah kita melanjutkan penyerangan kita?” -Huo Mariana
“Kita tidak menyerang mereka, tetapi kita akan mengurung mereka didalam Dakar mereka sendiri. Cara ini adalah cara untuk mengurangi jumlah korban terluka dan cukup praktis untuk mengurangi ekonomi mereka.” -Mariana Vrya
Mariana Vrya akan menggunakan sebuah cara yang cukup efektif tanpa mengorbankan satupun prajurit yang dimilikinya, yaitu melakukan sebuah kurungan dan menghentikan jalur perdagangan kerajaan Ocean agar ekonomi Kerajaan Ocean menurun dan lalu menyerah.
“Itu adalah cara orang-orang kuno, Ibu. Mereka bisa saja menggunakan jalur perdagangan antar galaksi. Jadi cara itu terlalu kuno.” -Sakai Mariana
“Benarkah...?” -Mariana Vrya
“Iya, Ibu.” -Sakai Mariana
Mariana Vrya hanya bisa memikirkan cara yang sama digunakan seperti peradaban kuno dan dia tidak terlalu bisa memikirkan cara untuk mengalahkan suatu negara atau kerajaan dengan pemikiran dari peradaban yang sangat maju.
“Bagaimana kalau kita menggunakan gelombang magnetik untuk menghancurkan energi dalam kapal Angkasa tersebut?” -Yeong Mariana
Yeong Mariana sudah memikirkan sesuatu untuk mengurus hal tersebut yang pasti akan membutuhkan pemikirannya. Dengan cara yang dipikirkannya itu, dia yakin kalau cara itu pasti diterima.
“Yeong, janganlah terlalu cepat mengajukan pendapat kamu!” -Shui Mariana
__ADS_1
“Kenapa?” -Yeong Mariana
“Sangat sedikit orang di Kekaisaran Mariana yang memiliki ilmu tentang Pembuatan Kapal Angkasa seperti itu, apalagi dengan Pembuatan dan Pengembangan Station angkasa.” -Sakai Mariana
Sebenarnya pendapat dari Yeong Mariana cukup bagus menurut mereka, tetapi mereka belum mengetahui tentang Pembuatan Kapal Angkasa dan Stasiun Angkasa, karena tidak ada buku-buku tertulis di dalam perpustakaan dunia.
“Tapi mungkin saja bisa menggunakan cara itu, benarkan Ibu?” -Yeong Mariana
“Maaf, nak. Ibu juga tidak tahu tentang apapun yang berkaitan dengan Kapal Angkasa dan Stasiun Angkasa, karena pembuatan kedua itu berasal pada zaman perbudakan di Planet ini dan itu sebelum kita datang ke sini.” -Mariana Vrya
Pada saat itu, belum ada Kekaisaran Mariana yang terbentuk, karena Mariana Vrya sedang berada di perjalanan diluar angkasa, dan juga Pembangunan Station angkasa dikerjakan oleh seseorang yang berkuasa Pada Zaman Perbudakan di Planet Samudra.
“Apakah mata-mata kita di Kerajaan Ocean belum menemukan sesuatu yang penting berkaitan dengan Stasiun Angkasa tersebut?” -Huo Mariana
“Belum, karena Para Mata-mata kita juga tidak ingin membicarakan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan Stasiun Angkasa dan juga Masa Perbudakan Planet ini, walaupun sudah diberikan jutaan emas, mereka tetap tidak akan membicarakannya.” -Mariana Vrya
“Jika kalau begitu, kita langsung menyerang saja, bagaimana? Para Pemimpin di Stasiun Angkasa tersebut tidak menghiraukan dan perduli, karena mereka masih banyak Stasiun Angkasa diluar sana.” -Huo Mariana
Huo Mariana memilih untuk melakukan penyerangan secara langsung, karena dia memikirkan kalau Para Penguasa yang menguasai dan menjalankan Stasiun Angkasa tersebut tidak perduli dan menghiraukan apa yang akan terjadi.
“Ibu, apakah aku boleh berpendapat?” -Nunbola Mariana
“Boleh...” -Mariana Vrya
“Bagaimana kita mengutus salah satu kita ke sana sebagai tamu penting?” -Nunbola Mariana
Nunbola Mariana ingin juga sekali-kali mengajukan pendapatan yang ada didalam pikirannya, walaupun suatu yang diucapkan olehnya sangat pelan.
“Mengutus.... Benar juga, selama ini belum pernah mengutus seorang utusan ke negara tersebut, tetapi mereka yang biasanya mengutus seorang utusan ke kita. Jadi bagaimana kita merundingkan tentang perjanjian dengan mereka saja.” -Mariana Vrya
Selama awal pendiriannya Kekaisaran Mariana, mereka belum pernah mengirimkan seorang utusan atau tamu penting ke Kerajaan Ocean, karena mereka masih tahap pembangunan negara. Tapi saat ini, mereka perlu mengutus seorang utusan ke Kerajaan Ocean.
“Benar juga, hanya sebelas negara yang belum dikunjungi oleh kita sebagai utusan atau tamu penting. Karena kita masih memiliki banyak pembangunan, kita bisa melupakan hal sepenting itu.” -Shui Mariana
“Tapi Kerajaan Ocean sedang mengalami perebutan tahta antara kedua calon kandidat Ratu selanjutnya. Jika mendatangi seorang utusan ke mereka, maka mereka pasti langsung menolak karena mereka masih dalam keadaan yang sangat panas.” -Sakai Mariana
“Ah... Tidak ada yang bisa pikirkan lagi.” -Mariana Vrya
Mereka semua belum punya ide untuk mengutarakan pendapat mereka masing-masing. Sebenarnya mereka ingin sekali mendapatkan tanah yang merupakan tempat yang didirikannya Kerajaan Ocean, karena suatu penting didalam tanah tersebut yang digali oleh leluhur mereka.
__ADS_1