![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Diluar angkasa, sebuah kapal angkasa besar telah sampai didekat Planet Rosemary. Kapal angkasa tersebut adalah Kapal Angkasa milik Tirta Yayan. Kapal Angkasa tersebut tinggal sehari lagi mendarat ke daratan Planet Rosemary.
Tirta Yayan meminta Seluruh Pasukannya untuk mendarat Kapal Angkasa miliknya ditempat paling baik untuk melakukan penyerangan.
“Kalian, dengarkan aku ingin kalian mendaratkan pesawat ini ke tempat yang dapat melakukan penyerangan secara langsung dan terdekat dari wilayah Juliana Juliet Ni.” -Tirta Yayan
Tirta Yayan sangat ingin mendaratkan kapal angkasa miliknya disebelah dan didekat Wilayah yang dijajah oleh Juliana Juliet Ni. Dia mendaratkan pesawatnya disana, karena dia akan tahu Juliana Juliet Ni akan membuat perayaan besar untuknya.
Akan tetapi Tirta Yayan merasa Juliana Juliet Ni itu tidak bisa menyelesaikan tugasnya, karena ada sesuatu Juliana Juliet Ni lakukan selain melenyapkan Draking.
Sesuatu yang lebih penting daripada tugasnya untuk melenyapkan Draking adalah menjadi penguasa di dunia itu. Tirta Yayan memikirkan hal itu, sebab Juliana Juliet Ni sangat menginginkan sebuah kekuasaan.
Tirta Yayan mengetahui keinginan besar Juliana Juliet Ni sudah dari dulu sebelum dia mengenalnya.
Dulu Juliana Juliet Ni terus memperhatikan Juliana Juliet Ni yang sering disuruh oleh beberapa atasannya dahulu, kecuali salah satu atasan yang sangat disukai oleh Juliana Juliet Ni. Atasan itu dapat menaruh hatinya didalam Juliana Juliet Ni.
Tirta Yayan sedikit mengingat bagaimana seorang atasan yang begitu ketat dapat bisa menaruh hati seseorang yang keras kepala seperti Juliana Juliet Ni.
Perkataan tersebut adalah Jika kamu tidak ingin mendengarkan perkataan atasan lain, kamu akan sangat rugi. Karena kamu dapat menggunakan perintah mereka sebagai batu loncatanmu menjadi seorang atasan lebih kuat daripada mereka tanpa diketahui dan disadari oleh mereka.
Perkataan seperti itu menurut Tirta Yayan dapat menempel di kepala Juliana Juliet Ni. Sepertinya karena perkataan tersebut Juliana Juliet Ni menyukai atasannya tersebut.
Dan lalu Tirta Yayan berpikir kenapa seseorang seperti orang yang mengubah Juliana Juliet Ni dengan kata-katanya dapat terbunuh oleh sahabatnya sendiri.
“Sudahlah, ada sesuatu yang lebih penting daripada memikirkan masa lalu yang telah hancur tersebut. Aku harus menyelesaikan urusanku sebagai tujuh keajaiban, dan lalu aku akan menyelamatkan guru dari alam sana.” -Tirta Yayan
Tirta Yayan berhenti memikirkan masa lalu Juliana Juliet Ni, dan dia kembali fokus ke tugas utamanya yaitu melenyapkan Draking dan menyelematkan guru mereka.
Didalam hutan, seluruh pasukan Bangsa Manusia masih mencari keberadaan Draking yang menghilang sekali lagi. Raksa Rewel merasa bersalah karena tidak mengikat Draking bersamanya. Jika saja dia mengikat Draking bersamanya, Draking tidak akan bisa menghilang atau tersesat ditengah hutan.
Seperti biasa, mereka semua mencari Draking ditempat-tempat sulit ditemukan, seperti Dungeon, jurang, semak-semak berduri, hutan sangat gelap, dan tempat yang lebih menyeramkan.
Mereka pernah berpikir kenapa Draking bisa berada di suatu tempat yang agak menyeramkan dan keamanannya sangat kurang beruntung. Tapi mereka penasaran kenapa mereka harus mencari seseorang seperti Draking yang hampir pernah menghancurkan seluruh kerajaan manusia.
Mereka bisa saja tidak ingin mencari Draking, akan tetapi mereka diberi amanah oleh Raja Arcuft Joniur untuk menjaga dan mendengarkan Draking. Sepertinya Raja Arcuft Joniur belum mengetahui hal terjadi terhadap kerajaan manusia.
“Pria Aneh dan Tersesat, dimana kau?” -Recca Celestial
__ADS_1
Recca Celestial juga ikut mencari Draking didalam hutan gelap. Seharusnya dia bisa tidur sangat nyenyak dan bermimpi indah seperti biasanya. Akan tetapi karena kejadian ini dia tidak bisa bermimpi indah untuk sekarang.
“Hai bodoh! Mengapa kamu bisa melepaskan tatapanmu dari Draking?” -Recca Celestial
Recca Celestial bertanya kepada Raksa Rewel yang berada didekatnya.
“Diam penyihir gila! Aku juga tidak tahu mengapa dia bisa lolos dari tatapanku. Tapi malam ini adalah malam bulan mati, jadi malam ini lebih gelap. Makanya aku tidak bisa melihat sekitar pada saat itu.” -Raksa Rewel
Raksa Rewel menjawab pertanyaan tersebut dengan alasan cukup membelanya.
“Hah! Bukannya kamu seorang penyihir cahaya, kenapa kamu tidak bisa menggunakan sihir cahaya pada saat itu?” -Recca Celestial
Recca Celestial bertanya kenapa Raksa Rewel tidak menggunakan kekuatan sihir cahaya pada sebelum Draking menghilang.
“Bukannya Delta berkata kepada kita tidak boleh menggunakan sihir cahaya untuk penerangan karena bisa mengetahui keberadaan pasukan manusia.” -Raksa Rewel
Raksa Rewel memberikan alasannya kenapa dia tidak menggunakan kekuatan sihir cahaya untuk penerangan, disebabkan perkataan Delta Terra yang tidak ingin keberadaan pasukan manusia ketahuan akibat dari cahaya penerangan tersebut.
“Ok.... Memang benar, sih... Dikatakan oleh Delta.” -Recca Celestial
“Kalau begitu, aku dan Celion akan pergi ke sisi hutan lain dan lalu kalian bertiga harus masuk kedalam Hutan lagi.” -Recca Celestial
Recca Celestial akan pergi ke sisi hutan lain bersama Celion Demonstra yang didepannya, dan dia menyuruh yang lain kedalam Hutan lebih dalam lagi. Mereka terpisah supaya dapat menghemat waktu karena seharusnya waktu ini adalah waktu untuk beristirahat.
Semuanya setuju dengan perkataan Recca Celestial, mereka terpisah disana. Mereka agak khawatir dengan Celion Demonstra jika bersama Recca Celestial.
Mereka gelisah karena Recca Celestial sangat menyukai Celion Demonstra melebihi teman. Tapi itu hanya sepemikiran mereka saja yang melewati batasan.
Recca Celestial merasa sangat senang karena perkataannya didengar oleh Seluruh Pasukan.
Sekarang tidak ada lagi yang akan menghalanginya bersama Celion Demonstra untuk berduaan. Ini kesempatan sekali muncul untuknya.
Sebelum dan sebelumnya, dia tidak bisa mendapatkan kesempatan berduaan bersama Celion Demonstra, karena tugas dan misi mereka terus menumpuk setiap harinya. Dan juga dihalangi oleh tiga orang bodoh.
Oleh karena itu, Recca Celestial tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan berduaan bersama Celion Demonstra.
“Celion... Bisakah kamu melihatku.” -Recca Celestial
__ADS_1
Recca Celestial ingin dilihat oleh Celion Demonstra.
Celion Demonstra melihat Recca Celestial dengan wajah Recca Celestial yang memerah. Celion Demonstra kelihatan bingung kenapa Recca Celestial wajahnya berwarna merah.
“Recca, apakah kamu baik-baik saja? Jika kamu sakit, kita bisa kembali ke tempat peristirahatan.” -Celion Demonstra.
Celion Demonstra mulai khawatir dengan kondisi Recca Celestial yang wajahnya memerah.
“Tidak, aku tidak apa-apa. Aku hanya senang saja bisa berduaan dengan sahabat sejatiku saja.” -Recca Celestial
Recca Celestial mengalahkanku dia baik-baik saja. Padahal wajahnya masih terlihat kemerahan sepertinya dia sangat senang bersama Celion Demonstra.
“Benarkah... Kalau begitu ayo kita lanjutkan mencari Pria Aneh yang tersesat itu.” -Celion Demonstra
Recca Celestial agak kecewa karena Celion Demonstra hanya mengutamakan Draking yang tersesat.
Tapi Celion Demonstra melakukan karena perintah langsung dari Raja Arcuft Joniur untuk menjaga dan mengamankan Draking.
Tiba-tiba mereka berdua keluar dari hutan tersebut. Mereka tiba-tiba memperhatikan sebuah rumah yang agak kecil dan cahaya dari rumah tersebut masih nyala
Seharusnya pada waktu ini, rumah-rumah disekitar sudah tidak menghidupkan penerangan mereka.
Celion Demonstra menduga kalau Draking dipastikan berada didalam rumah tersebut. Mengapa Celion Demonstra bisa menduga kalau Draking berada disana, karena dia merasa aura yang kecil sekali.
“Dia ada didalam rumah itu, tetapi rumah tersebut masih ada dua orang yang berada disekitarnya.” -Celion Demonstra
Recca Celestial mulai memikirkan hal aneh yang akan dilakukan oleh Draking didalam sana.
“Dasar! Dia masih saja tetap seperti pria pada umumnya.” -Recca Celestial
Mereka berdua langsung ketempat rumah tersebut. Akan tetapi Celion Demonstra harus menyamar sebagai seseorang yang cukup umum dikenal di Wilayah Bangsa Iblis tersebut.
Penampilan Celion Demonstra berubah menjadi seseorang perempuan dengan tatapan menyeramkan dan juga rambut hitam panjang dan pakaian berwarna hitam. Sebelumnya penampilan Celion Demonstra adalah seseorang perempuan yang cantik dengan rambut putih berkilau pendek.
Penampilan yang menyeramkan itu cukup membuat Recca Celestial kaget dan sampai tidak mengenali sosok Pahlawan. Recca Celestial juga merasakan aura Sihir Cahaya dan Sihir Kegelapan tercampur dan saling tolak-menolak. Recca Celestial tidak tahu kalau Celion Demonstra memiliki kekuatan sihir Kegelapan.
__ADS_1