[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
CHAPTER 102


__ADS_3

Chapter 102


Beberapa lama kemudian, Xesa mulai melepaskan Celion Demonstra dari kunciannya. Celion Demonstra yang telah terlepas dari kuncian Xesa itu, dia mulai mengambil nafas dan mengeluarkan lagi dan itu dilakukan berulang-ulang kali, karena dia hampir kehabisan nafas saat dikunci oleh Xesa.


“Xesa, kamu benar-benar jahat. Aku hanya mengagetkan kamu saja, kenapa kamu mengunci aku, sih?” -Celion Demonstra


Celion Demonstra bertanya kenapa dia harus terkunci oleh kuncian Xesa. Xesa tidak akan menjawabnya dan dia hanya berdiam diri saja.


“Xesa Jawab!!!” -Celion Demonstra


Xesa langsung mengubah pembicaraan, dia memperkenalkan Celion Demonstra ke Opera.


“Kenalkan, Namanya adalah Celion Demonstra. Dia itu sedikit cerewet dan jengkel, walaupun itu dia benar-benar suka membantu dan menolong orang lain. Dan aku tahu kenapa kamu ada di sini, Celion?” -Xesa


Xesa telah mengenalkan teman itu kepada Opera dan juga dia ingin tahu apa tujuan sebenarnya dari Celion Demonstra datang ke tempat ruangan tunggu.


“Salam kenal, Namaku adalah Opera Wogles. Dari bangsa Wogles di Planet Shavyat.” -Opera


Xesa baru sadar kalau Opera Wogles memberitahu nama belakangnya itu.


“Sebenetar.... Barusan kamu memberitahu kami nama belakang kamu, dan sebelumnya tadi kamu tidak memberitahu ke aku.” -Xesa


“Oh... Sepertinya aku lupa....” -Opera Wogles


Opera Wogles lupa memberitahukan nama belakangnya tersebut karena ada sebuah alasan.


“Aku akan memberitahu nama belakang aku kepada kamu dan teman kamu itu.” -Opera Wogles


“Kenapa harus kami? Jadi saat si wasit itu memperkenalkan nama kamu, kamu tidak menulis nama belakang kamu karena apa?” -Xesa


Xesa bertanya-tanya kenapa Opera baru saja memberitahukan nama belakangnya tersebut.


“Hehe... Aku melakukan itu karena aku tidak mau keberadaan aku dicari atau menjelekkan nama bangsaku. Jadi aku tidak memberitahu kepada mereka, selain orang-orang yang aku anggap lumayan dekat.” -Opera Wogles.


“Rasa Bangga dan tidak ingin dipermalukan, Benarkah?” -Xesa


“Iya....” -Opera Wogles


Opera Van Wogles mempunyai rasa bangsa terhadap nama bangsanya sendiri itu, seperti orang lain pada umumnya dan itu wajar. Tapi dia takut mempermalukan Bangsanya sendiri karena dia akan mengalami kekalahan.


Celion Demonstra menghentikan pembicaraan itu dan lalu dia bertanya kepada mereka berdua apa yang terjadi di ruangan tunggu pertarung wanita. Walaupun sudah tahu, tetapi dia ingin detail-detailnya.


“Baiklah... Sekarang beritahu kepada aku, apa yang terjadi sebenarnya di sini? Katanya pelakunya belum ditemukan dan apa yang hilang dari tubuh korban?” -Celion Demonstra


“Bukankah kamu tidak mendengarkan pemberitahuan tadi?” -Xesa


“Dengar, tetapi aku ingin lebih dalam lagi.” -Celion Demonstra


“Maksudnya, kamu ingin lebih mendetail dan lebih menginginkan hanya bukti.” -Opera Wogles


“Kami tidak bisa memberitahu, karena kami baru saja sampai disini.” -Xesa


Mereka berdua juga baru sampai beberapa saat yang lalu sebelum kedatangan Celion Demonstra. Jadi mereka tidak tahu apa-apa dan mereka belum bertanya kepada orang-orang disekitar kejadian.

__ADS_1


“Benarkah?” -Celion Demonstra


“Benar, kami baru saja sampai disini sebelum kamu mengagetkan aku. Tanya saja sama, Opera.” -Xesa


“kami berdua baru saja sampai disini dan belum bertanya kepada orang-orang yang disekitar tempat kejadian.” -Opera


“Kalau begitu, aku akan bertanya kepada orang-orang sekitar sini, ya.” -Celion Demonstra


Lalu Celion Demonstra meninggalkan mereka berdua dan akan bertanya kepada orang-orang yang pasti melihat kejadian itu ataupun sesudah beberapa detik kejadian itu terjadi. Tapi sebelum pergi, Xesa memanggil Celion Demonstra untuk mengatakan sesuatu.


“Celion!” -Xesa


“Apa, Xesa?” -Celion Demonstra


“Janganlah bersikap bodoh dan tidak terlalu percaya kepada orang lain. Mungkin saja, diantara mereka salah satunya adalah pelaku tersebut.” -Xesa


“Tenang saja!!!” -Celion Demonstra


Setelah itu, dia langsung menghampiri setiap orang yang berada di tempat kejadian itu untuk menanyakan tentang kejadian itu dan juga mengumpulkan beberapa bukti yang bisa digunakan untuk mencari pelakunya.


Di tempat lain, ada seorang detektif juga sedang menanyakan ke beberapa orang disekitar tempat kejadian untuk mengumpulkan bukti dan juga menemukan siapa pelaku sebenarnya. Detektif itu terlihat sangat muda dan umurnya juga belum menginjak usia dewasa. Namanya adalah Detektif Harley Prime.


Mereka berdua belum bertemu, jadi Celion Demonstra masih bebas bertanya kepada orang-orang disekitar tempat kejadian itu. Jika Mereka berdua bertemu pasti akan ada suatu kompetisi lagi.


Harley Prime, dia mendatangi dua orang perempuan yang berada tidak jauh dari tempat kejadian. Dua orang perempuan itu adalah orang terakhir yang harus ditanyakan beberapa hal tentang kejadian yang terjadi sebenarnya. Dan dua orang perempuan itu adalah Xesa dan Opera.


“Baiklah, semua orang disekitar tempat kejadian perkara sudah ditanyakan. Sekarang tinggal dua orang itu saja yang belum ditanyakan.” -Harley Prime


Xesa merasa kalau ada seseorang yang berwatak sama seperti Celion Demonstra yang akan mendatanginya. Jadi sepertinya dia harus bersiap-siap untuk menghadapi orang seperti itu.


“Permisi. Saya dari Departemen Detektif. Saya ingin bertanya kepada kalian tentang kejadian ini.” -Harley Prime


“Jadi kamu datang kesini untuk menanyakan sesuatu tentang kejadian disekitar sini.” -Xesa


“Iya, saya ingin bertanya kepada kalian. Apakah kalian sudah ada disini sebelum kejadian itu berlangsung?” -Harley Prime


“Maaf, ya. Bocah Detektif, kami baru saja selesai bertarung dan juga kami baru sampai disini. Tidak mungkin, kami melihat kejadian tersebut.” -Opera Wogles


Opera menjawab pertanyaan dari Harley Prime dan sekalian dia mengejek dengan memanggil Harley Prime yaitu Bocah Detektif.


“Bocah Detektif....” -Harley Prime


Harley Prime mencoba menahan amarahnya karena dia dipanggil Bocah Detektif oleh seorang wanita tua.


“Bocah Detektif. Lucu sekali. Kamu memang bagus membuat panggilan orang, Opera.” -Xesa


Xesa tersenyum mendengar panggilan tersebut dan juga dia memuji Opera Wogles yang memberikan panggilan tersebut kepada Harley Prime.


“Oh... Terimakasih.” -Opera Wogles


Opera Wogles berterimakasih karena telah memujinya.


“Woi! Jangan buat aku kesal...” -Harley Prime

__ADS_1


“Kamu kesal? Walah... Apakah kamu butuh tidur lagi?” -Opera Wogles


Harley Prime dibuat kesal lagi oleh mereka berdua yang mengejeknya karena penampilannya seperti anak kecil, Walaupun itu benar, tetapi Harley Prime tidak ingin disebut anak kecil.


Karena tidak sanggup diejek lagi oleh mereka, Harley Prime langsung pergi dan meninggalkan mereka tanpa mendapatkan apapun. Harley agak sedikit kesal karena dia terus dipermainkan dan dipermalukan.


Dan lalu tiba-tiba ada seseorang mendatanginya, orang itu berukuran agak besar dari penglihatannya. Seseorang itu adalah End’e Draking yang sedang tersesat.


“HAI, Anak kecil. Bisakah kamu memberitahu kepada aku, aku ada dimana?” -End’e Draking


End’e Draking bertanya dimana dia berada.


“Permisi, tuan. Apakah anda tidak melihat papan atas di depan pintu masuk?” -Harley Prime


“Oh... Ada papan.” -End’e Draking


End’e Draking tidak menyadari kalau ada papan yang didepan pintu masuk kedalam ruangan tunggu pertarung wanita. Tapi kenapa End’e Draking tersesat sampai masuk kedalam ruangan tunggu pertarung wanita.


“Permisi, tuan. Kenapa anda masuk kedalam ruangan tunggu pertarung wanita ini?” -Harley Prime


“Lalu aku bertanya balik kepada kamu, kenapa kamu ada di sini, anak kecil? Kamu juga seorang anak laki-laki atau apakah ibu kamu ada disekitar sini?” -End’e Draking


“Saya adalah seorang detektif muda dan saya sedang menyelidiki kasus pembunuhan disekitar sini.” -Harley Prime


“Detektif muda. Tidak salah, tetapi kamu adalah anak kecil dan otak kamu belum sepenuhnya dewasa. Walaupun otak kamu itu sangat genius, tetapi untuk hubungan tentang pembunuhan itu sudah masuk wilayah dewasa bukan untuk anak-anak kecil seperti kamu.” -End’e Draking


End’e Draking menasehati Harley Prime untuk berhati-hati dalam kasus pembunuhan atau kejahatan karena dia masih terlihat muda dan pola pikirannya belum cocok untuknya.


“Aku sudah tahu itu.” -Harley Prime


“Kalau begitu, aku akan pergi ke toilet dulu. Dan bisakah kamu memberitahu aku dimana toilet disini dari tadi aku mencarinya.” -End’e Draking


Ternyata dari tadi End’e Draking mencari toilet, tetapi dia tidak tahu dimana toilet itu berada.


“Toilet ada di lantai paling bawah dan toilet laki-laki ada sebelah kanan bukan kiri.” -Harley Prime


“Terimakasih.” -End’e Draking


End’e Draking langsung keluar dari tempat tunggu pertarung wanita itu dan lalu menuju ke lantai paling bawah.


“Dasar orang tua. Pasti umurnya sudah sangat tua.” -Harley Prime


Ketika Harley Prime mau mengambil buku tentang deskripsi orang didalam Kapal Angkasa Penumpang, tiba-tiba dia mulai panik karena catatan tentang bukti dan berkaitan dengan kasus pembunuhan menghilang.


“Dimana? Atau mungkin orang tua itu yang mengambilnya.” -Harley Prime


Harley Prime mulai menduga kalau orang tadi yang mengambil catatan pentingnya tersebut. Tapi dia sadar kalau orang tadi tidak memiliki kedua tangan dan itu tidak bisa menjadi bukti jelas kalau orang itu adalah pencurinya.


Sebenarnya End’e Draking sengaja masuk kedalam ruangan tunggu pertarung wanita dan mulai memeriksa jika ada seorang yang akan mengamati atau menyelidiki kasus tersebut. Ketika bertemu dengan seorang detektif, dia mulai mengambil catatan penting tersebut dan tangannya disembunyikan agar tidak menjadi bukti ingatan.


...-------...


...TERIMAKASIH BANYAK SEMUANYA...

__ADS_1


...-----


...


__ADS_2