[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
Chapter 49


__ADS_3

Chapter 49


Di tempat lain dan jauh dari kawasan medan pertempuran. Sebuah gua yang sangat kecil dan hanya makhluk kecil saja yang bisa masuk. Gua itu tidak mungkin bisa dimasuki oleh makhluk hidup yang berukuran besar.


Jika dilihat oleh mata telanjang, Gua itu seperti gua biasanya dan tidak ada hal istimewa apapun di luarnya atau di dalamnya. Tapi jika dilihat oleh mata sihir dan bersamaan menggunakan Pelacak Aura Sihir, ada sesuatu seperti pelindung transparan yang tidak terlihat yang melindungi bagian dalam gua kecil tersebut.


Didalam gua tersebut ada seorang gadis yang sedang tertidur dan gadis itu ternyata adalah Recca Celestial yang selamat dari kejadian di medan pertempuran tersebut.


Recca Celestial terbangun dari keadaannya yang tidak sadar dan dia merasa kepalanya sangat pusing.


“Aduh... Aku ada dimana? Kenapa aku bisa ada di sini? Dan kenapa aku merasa sangat pusing dan sepertinya aku merasa kedinginan?” -Recca Celestial


Recca Celestial merasa sangat kedinginan dan dia membuka kain yang menutupinya.


Ketika dia ingin membuka kain tersebut, dia sangat terkejut karena dia dalam telanjang dan hanya menggunakan pakaian dalam saja.


“Kenapa aku hanya menggunakan pakaian dalam? Tapi ini bukan pakaian dalamku, apakah ada orang lain selain aku di sini?” -Recca Celestial


Tiba-tiba dia merasa ada seseorang yang dianggap musuh didalam pelacak area mana.


“Wah... Aku tidak menyangka kalau kamu sudah bangun dan itu luar perkiraanku.” -Xesa.


Ternyata orang yang dianggap sangat berbahaya dalam pelacaknya adalah Xesa. Musuh terkuatnya dan Recca Celestial tidak pernah menang melawannya.


“Apa yang kamu lakukan disini, Wanita Tua?” -Recca Celestial


Recca Celestial bertanya kepada Xesa dan memberikan julukan kepada Xesa yaitu Wanita Tua.


“Wanita Tua.... Aku ini tidak terlalu tua, loh. Aku sudah berumur dua puluh tujuh tahun dan itu tidak terlalu tua, ya.” -Xesa


Xesa tidak terima jika dia dipanggil Wanita Tua oleh siapapun. Umurnya tidak terlalu tua dan masih dianggap mudah baginya.


“Hanya beda sepuluh tahun. Tapi kamu lebih tua dariku, maka aku akan panggil kamu seperti itu, Wanita Tua.” -Recca Celestial


Recca Celestial juga memberitahu umumnya kepada musuhnya itu, dan mengatakan kalau hal itu sudah wajar memanggil orang lebih tua dengan panggilan orang tua.


“Ahh... Sepertinya sikapmu masih belum bisa berubah dari awal kita bertemu sampai sekarang masih saja negatif.” -Xesa


Xesa mendengar perkataan dari Recca Celestial, dia malah merasa lega sebab Recca Celestial sudah baik-baik saja.

__ADS_1


“Dan jangan lupa terimakasih kepadaku karena akulah yang menolongmu dari serangan tersebut, dan akulah juga menyembuhkan kamu.” -Xesa


Xesa mengungkapkan kalau dialah yang telah menyelamatkan Recca Celestial dari serangan yang cukup kuat dari Juliana Juliet Ni, dan dialah juga yang telah merawatnya.


“Jadi pakaian yang aku gunakan ini adalah milik kamu, Wanita Tua.” -Recca Celestial


Recca Celestial bertanya apakah pakaian yang dipakainya tersebut adalah milik Xesa.


“Benar itu pakaian lamaku. Dan ukurannya sangat pas untukmu.” -Xesa


Xesa menjawab bahwa pakaian itu benar milik dan sedikit meledak tentang ukuran pakaiannya.


“Diam, Wanita Tua!” -Recca Celestial


Recca Celestial tidak terima kalau dia diejek oleh musuhnya tentang ukuran tersebut.


“Apakah kamu yang merawatku saat aku dalam keadaan tidak sadar diri, dan seharusnya aku tidak ada di dunia ini?” -Recca Celestial


Recca Celestial mulai mengingat kalau dia harusnya sudah tidak ada di dunia asli.


“Tidak ada? Lihatlah dirimu, aku masih ada dari awal aku menyelematkan kamu dan merawat kamu sampai kamu sadar kembali.” -Xesa


“Bohong! Pasti kamu melakukan sesuatu ketika Aku tidak sadarkan diri?” -Recca Celestial


Recca Celestial tidak percaya dengan perkataan Xesa karena dia mengingat sebuah kontrak kekuatan sihir terlarangnya tersebut.


“Mana mungkin, aku berbohong kepada kamu. Tapi jika kamu masih menjadi musuhku, aku akan membohongi kamu. Tapi saat ini aku hanya ingin merawatmu saja karena kamu adalah musuhku terbaik.” -Xesa


Xesa menyangkal bahwa dia melakukan sesuatu ketika Recca Celestial dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Lalu Xesa mendekati Recca Celestial sambil membawa sesuatu yang berada didalam kantung yang ada di tangan kirinya.


“Jangan mendekat saat aku sudah sadar sekarang, atau tidak aku akan membunuhmu.” -Recca Celestial


Recca Celestial mengancam akan membunuhnya jika dia mendekati dirinya.


Xesa yang mendengar ancaman tersebut, dia tidak takut dan sudah duduk berada disampingnya Recca Celestial. Lalu dia akan mengobati luka-luka Recca Celestial.


“Apa yang akan kamu lakukan kepadaku lagi?” -Recca Celestial

__ADS_1


Recca Celestial langsung waspada dan menutupi tubuhnya dengan kain tersebut.


Karena melihat kewaspadaan terhadap dirinya, dia harus melakukan sesuatu supaya Recca Celestial dapat mempercayainya kalau dia tidak akan berbuat buruk kepada tubuhnya itu.


“Tenanglah, aku tidak akan berbuat apapun pada tubuh cantikmu itu. Hanya saja, aku harus menyembuhkan beberapa bagian pada tubuhmu yang belum sepenuhnya pulih.” -Xesa


Xesa mencoba berbicara baik-baik dengan Recca Celestial, dia hanya ingin menyembuhkan tubuhnya Recca Celestial yang belum sepenuhnya pulih.


“Aku tidak percaya padamu. Pasti kamu akan melakukan sesuatu hal yang aku tidak ketahui.” -Recca Celestial


Recca Celestial tidak mempercayai perkataan Xesa. Walaupun Xesa yang telah merawatnya selama dia pingsan.


Xesa tidak mendengarkan perkataan Recca Celestial, dia tahu bahwa dia dan Recca Celestial tidak bisa mempercayai satu sama lain. Tapi hanya untuk ini saja, Recca Celestial harus mempercayainya karena hanya dialah yang berada disamping Recca Celestial.


Ketika tangan Xesa mendekatinya, Recca Celestial coba mengeluarkan aura sihir miliknya sebagai ancaman untuk Xesa yang akan menyentuhnya.


Tapi ketika Recca Celestial mengeluarkan kekuatan sihirnya tersebut, dia malah tidak merasakan sebuah kekuatan sihir yang berada didalam dirinya dan dia hanya bisa menggunakan pendeteksinya saja.


Recca Celestial langsung mundur dan menampar tangannya Xesa untuk tidak mendekatinya.


“Jangan menyentuhkan lagi, apa yang kamu lakukan kepadaku sebenarnya? Aku tidak merasakan adanya mana sihir didalam tubuhku.” -Recca Celestial


Xesa merasa tersakiti karena tangannya ditampar oleh Recca Celestial.


“Aku tidak tahu, apa yang kamu bicarakan? Dari awal aku sudah merasa kalau kamu telah kehilangan kekuatan sihirmu itu dan mana sihir. Pasti akibat dari kekuatan besarmu sebelumnya.” -Xesa


Xesa menyimpulkan bahwa Recca Celestial tidak dapat merasakan kekuatan sihir dan mana sihir miliknya akibat dari kekuatan besar tersebut.


“Kamu pikir aku bodoh, hah! Pasti kamu melakukan sesuatu kepadaku.” -Recca Celestial


Recca Celestial juga tidak tahu apa yang terjadi kepadanya, tapi dia langsung cepat menyimpulkan kalau Xesa yang bersalah.


Dalam hatinya, Xesa merasa tidak enak dan tidak ingin ada kebencian terlebih dahulu. Dia langsung mendekati Recca Celestial lagi, dan lalu dia memeluk Xesa. Dan kemudian dia mengelus kepalanya Recca Celestial dan berkata kepadanya.


“Janganlah begitu, aku tahu kamu sedang dalam keadaan yang berat dan susah dihilangkan. Aku hanya ingin kita berdua saling percaya sampai saat ini dulu. Setelah itu, aku harus menyembuhkan kamu. Aku berjanji jika aku melakukan sesuatu buruk bagimu, kamu boleh membunuhku dengan senjata milikku sendiri.” -Xesa


Setelah mengatakan itu, dia langsung mengeluarkan belatinya dan menyerahkan kepada Recca Celestial. Dia tahu kalau Recca Celestial akan membunuhnya sebelum dia menyembuhkannya, tapi Recca Celestial akan berpikir dua kali sebelum membunuhnya.


“Baik, kamu boleh mengobati dan menyembuhkan diriku. Tapi aku akan tetap mengawasi setiap penyembuhan yang kamu lakukan kepadaku.” -Recca Celestial.

__ADS_1


Recca Celestial sudah yakin dan percaya dengan perkataannya Xesa, tapi dia juga harus waspada dan siap-siap melakukan hal buruk kepada Xesa jika Xesa melakukan hal-hal yang buruk kepadanya.


__ADS_2