[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
CHAPTER 135


__ADS_3

Di dermaga Kapal Perang milik Kekaisaran Mariana, Para Jenderal sangat terkejut dan tidak mempercayai kalau hampir seluruh Kapal Perang milik Kekaisaran Mariana telah dihancurkan oleh seorang utusan dari Kerajaan Ocean.


“Tidak mungkin! Apakah dia ingin mencari keributan?” -Huo Mariana


Huo Mariana agak kesal setelah melihat sebagian besar Kapal Perang milik Kekaisaran Mariana dihancurkan oleh seorang utusan dari Kerajaan Ocean.


“Hahaha... beraninya dia melakukan hal itu kepada kita hanya karena kesepakatan kedua pihak tidak berjalan lancar. Apakah dia ingin kita tidak dapat melakukan penyerangan?” -Shui Mariana


Semua orang yang sedang melihat sebagian besar Kapal Perang yang telah disiapkan untuk melakukan penyerangan telah dihancurkan, dan mereka harus merubah lagi rencana penyerangan ke Kerajaan Ocean.


“Jadi apakah kita harus merubah lagi rencana penyerangan ke Kerajaan Ocean?” -Nunbola Mariana


“Iya, kita akan merubah rencana penyerangan ke Kerajaan Ocean. Tapi penyerangan selanjutnya harus mengeluarkan biaya lebih sedikit dari pengeluaran biaya Kapal Perang ini.” -Sakai Mariana


“Jika kita mengeluarkan sedikit pengeluaran biaya untuk melakukan penyerangan, rencana apa yang harus digunakan untuk melakukan penyerangan dengan biaya kecil?” -Shui Mariana


Mereka mulai berpikir rencana apa yang digunakan untuk melakukan penyerangan ke Kerajaan Ocean, tetapi harus menggunakan biaya yang lebih sedikit dari biaya pembuatan Kapal Perang yang telah hancur.


“Sebelum itu, apakah kita harus berpikir sambil berdiri?” -Derevo Mariana


Dari tadi mereka berbicara dan berpikir sambil berdiri, dan hal seperti itu tidak nyaman. Jadi mereka memanggil salah satu prajurit untuk menyiapkan tempat untuk melakukan pembuatan perencanaan dalam melakukan penyerangan ke Kerajaan Ocean.


Setelah mendapat tempat untuk melakukan pembicaraan tentang pembuatan perencanaan dalam melakukan penyerangan ke Kerajaan Ocean, mereka mulai berunding dan berpikir untuk mengambil langkah selanjutnya.


“Ayo, kita mulai pembicaraan ini.” -Sakai Mariana


Sakai Mariana akan menjadi ketua dalam pembicaraan tersebut, karena dia yang paling tua dan bijaksana daripada yang lainnya.


“Pertama, kita harus mengetahui kenapa utusan tersebut menghancurkan Kapal Perang kita?” -Sakai Mariana


“Dia melakukan hal itu, karena kesepakatan kita dengannya tidak berjalan lancar, dan untuk menghentikan atau melambatkan kita dalam peperangan.” -Yeong Mariana


“Kesimpulan bagus, Yeong. Tapi permasalahannya cukup rumit juga, sebab dia menghancurkan Kapal Perang kita terutama Kapal Perang yang memiliki senjata terkuat sudah musnah juga.” -Sakai Mariana


“Musnah? Tidak, senjata yang sangat kuat itu belum hancur dan masih ada.” -Shui Ocean


“Bagaimana kamu tahu tentang hal itu? Bukankah kamu lihat kalau Kapal Perang Utama kita hancur juga!” -Huo Mariana


“Derevo, dan aku telah memindahkan seluruh persenjataan yang memiliki kekuatan kuat dan besar di gudang senjata yang agak jauh dari Kekaisaran.” -Nunbola Mariana


“Tunggu.... Kapan kalian melakukan hal itu?” -Shui Ocean


“Kami melakukan setelah kami bertemu dengan seorang ilmuwan kecil yang dapat melihat masa depan dan dapat merubahnya.” -Nunbola Mariana

__ADS_1


Sehari sebelum kedatangan utusan dari Kerajaan Ocean, Nunbola Mariana dan Derevo Mariana sedang mengawasi pengunjung dari luar Kekaisaran. Mereka memeriksa hampir seluruh orang, agar tidak terjadi kejahatan besar maupun kecil didalam Kekaisaran, hanya karena orang luar.


Sesaat mereka sedang melakukan pengawasan terhadap orang-orang luar dari Kekaisaran Mariana, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh seseorang gadis kecil yang memakai jubah putih dan juga menggunakan kacamata hitam aneh.


“Wah... Apakah kalian berdua adalah pemenang di lomba itu?” -Orang itu


“Apa yang kamu maksud, Pengelana?” -Derevo Mariana


“Bukan apa-apa, tetapi kalian cukup aneh di mata seorang analisis seperti aku ini.” -Orang itu


“Jika kamu mengatakan hal-hal aneh lagi, kamu tidak diperbolehkan masuk dan kamu akan dipenjara karena sikap kamu itu.” -Derevo Mariana


“Kalian.... Benar-benar seorang yang cocok menjadi pemenang!” -Orang itu


“Kamu....” -Derevo Mariana


Mendengar perkataan yang sulit dijelaskan maupun dipahami olehnya, dia sangat kesal dan ingin marah. Akan tetapi Nunbola Mariana menahan amarahnya tersebut.


“Tenanglah, Derevo!” -Nunbola Mariana


“Apakah kalian tahu tentang kekuatan penglihatan masa depan?” -Orang itu


“Kami tahu, tetapi itu adalah kekuatan yang cukup absurd.” -Nunbola Mariana


“Absurd? Bukankah kekuatan kalian berdua juga cukup absurd juga, jika dilihat oleh orang biasa yang tidak ada kemampuan khusus seperti kalian.” -Orang itu


“Maksud kamu, adalah....” -Nunbola Mariana


“Benar, tidak ada yang mungkin di dunia ini. Jadi aku memberitahu satu hal tentang masa depan kalian tersebut.” -Orang itu


“Jadi kamu mempunyai kekuatan yang dapat melihat masa depan?” -Derevo Mariana


“Tidak, tetapi aku punya prediksi yang sangat tepat tidak lebih dari delapan puluh persen itu akan terjadi.” -Orang itu


“Jadi kamu menggunakan otak kamu untuk mengetahui masa depan.” -Nunbola Mariana


“Tidak juga, aku menggunakan pengalaman aku dan penglihatan aku tentang apa yang dilakukan oleh orang-orang disekitar sini. Jadi aku dapat mengetahui ada sebuah masa depan yang akan terjadi di sini.” -Orang itu


“Langsung ke intinya, jadi apa yang ingin katakan kepada kami tentang masa depan yang kamu prediksikan?” -Derevo Mariana


“Ada seseorang yang harus diwaspadai dan aku ingin kalian tidak boleh mengatakan kepada teman-teman atau keluarga kalian, karena mengatakan hal itu bisa mengurangi persentase terjadinya perubahan masa depan dan itu sangat cukup besar. Jadi aku ingin kalian....”.-Orang itu


“Bisakah kamu berbicara langsung ke intinya saja! Aku sudah bosan dengan percakapan panjang lebar ini, dan kami tetap harus memeriksa orang-orang yang masuk kedalam Kekaisaran.” -Derevo Mariana

__ADS_1


“Baiklah..... Senjata yang kalian banggakan akan hancur dalam semalam, dan tidak ada tersisa yang akan kalau banggakan lagi. Sebaiknya aku sarankan kepada kalian simpanlah hal-hal yang menurut kalian yang membanggakan negara ini ke tempat yang sangat jauh dari dermaga.” -Orang itu


Pada ruangan pembicaraan tersebut, mereka berdua telah berbicara kepada saudara-saudara mereka apa yang mereka saksikan. Mereka tidak terlalu bisa mempercayai perkataan seorang gadis dengan jubah putih dan kacamata hitam aneh itu, tetapi apa yang dikatakan olehnya jadi kenyataan.


“Jadi apakah kita harus mencari orang tersebut?” -Shui Mariana


“Sepertinya tidak, karena orang itu tahu pasti dia akan diincar karena kalian pasti akan membocorkan hal ini semua.” -Sakai Mariana


“Bagaimana kamu tahu? Mana mungkin, orang itu tahu kalau kita akan mengincar dia.” -Huo Mariana


“Seorang yang pintar dalam melakukan sesuatu, dia juga harus mengetahui dampak buruk yang terjadi kepada dirinya sendiri.” -Sakai Mariana


“Bisakah aku berbicara sebentar dulu!” -Yeong Mariana


“Silahkan!” -Sakai Mariana


“Kak Nunbola, apakah orang itu berpenampilan seperti seorang ilmuwan aneh dan juga membuat rambut hijau yang dua ikatan dibelakangnya?” -Yeong Mariana


“Bagaimana kamu mengetahuinya? Apakah kamu pernah bertemu orang itu?” -Nunbola Mariana


“Tidak, tetapi seorang bawahan aku di perusahaan yang aku miliki dan jalankan, mereka mengatakan kalau ada seorang lelaki berpenampilan yang sangat mirip perempuan remaja dengan rambut hijau yang menggunakan pakaian kerja lab ada di tempat aku.” -Yeong Mariana


Mereka semua sangat terkejut karena mengetahui kalau orang itu ada di perusahaan yang dimiliki oleh Yeong Mariana.


“Hahaha...! Sakai, sepertinya pemikiran kamu sudah salah.” -Huo Mariana


“Ah.... Jadi apakah kamu bisa pergi ke sana dan membujuk dia datang ke istana kekaisaran?” -Sakai Mariana


Sakai Mariana meminta tolong kepada Yeong Mariana untuk membujuk orang itu kehadapan mereka semua di Istana Kekaisaran Mariana.


“Siap... Aku akan pergi dulu.” -Yeong Mariana


Yeong Mariana berdiri dari tempat duduknya, dan langsung meninggalkan tempat tersebut. Lalu dia bergerak sangat cepat menuju ke perusahaan miliknya untuk bertemu dengan orang itu. Setelah Yeong Mariana pergi, mereka mulai bersiap-siap untuk melakukan negosiasi di Istana Kekaisaran.


“Kalau begitu, kita akan pergi ke ruangan yang biasanya kita lakukan pembicaraan penting.” -Sakai Mariana


“Siap!”


“Sebelum itu, Huo Mariana, aku ingin kamu menceritakan semua pembicaraan ini kepada ibu.” -Sakai Mariana


“Tenanglah itu hal yang sangat mudah.” -Huo Mariana


Mereka semua meninggalkan tempat tersebut dan lalu berjalan menuju ke Istana Kekaisaran. Dan lalu bersiap-siap untuk melakukan negoisasi yang sangat menguntungkan bagi mereka dan orang itu. Huo Mariana juga harus pergi ke tempat ibunya untuk mengatakan semua pembicaraan yang dilakukan oleh mereka, agar negoisasi akan berjalan lancar.

__ADS_1



__ADS_2