[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
CHAPTER 127


__ADS_3

Di jalan raya utama, Kerajaan Ocean. Xesa sedang berlari pagi menuju ke Perusahaan Electro untuk belajar dan juga mengetahui benda-benda yang mempunyai teknologi maju dan belum pernah dilihatnya sama sekali.


Di pagi hari yang cerah dan segar. Dia melihat banyak orang-orang yang mempunyai perbedaan jenis penampilan fisik mereka semua. Hal itu dikarenakan station luar angkasa yang berada di Kerajaan Ocean dan menjadikan Kerajaan Ocean sebagai tempat pariwisata yang sering dikunjungi oleh para pengunjung dari luar angkasa.


“Planet ini lebih tentram dan damai dibandingkan planet aku yang dulu aku tinggalkan. Jika saja Tuan Edward tidak terpengaruh oleh kekuatannya itu, maka planet aku tinggalkan bisa seperti ini.” -Xesa


Xesa berlari kecil sambil mengeluhkan hal tentang kejadian yang terjadi di Planet Rosemary yang mendiskriminasi antara suku-suku yang ada di sana, dan itu disebabkan oleh Raja Iblis Edward Demons yang pada saat ini terpengaruh oleh ideologi yang dipegangnya untuk meraih kedamaian abadi.


Saat sedang berlari kecil di jalan raya itu, dia juga menemukan berbagai kendaraan yang menggunakan teknologi yang hebat dan maju. Dia masih berpikir bagaimana cara kendaraan tersebut dapat bergerak tanpa hewan yang menarik kendaraan tersebut. Di Planet asalnya, hewan adalah alat penarik gerobak-gerobak sebagai kendaraan mereka.


Xesa berpikir bagaimana jika dia mempelajari cara membuat kendaraan-kendaraan tersebut dan membuatnya di Planet asalnya, apakah penduduk di sana akan menerima kendaraan-kendaraan tersebut.


Setelah beberapa lama jalan menuju ke tempat Perusahaan tersebut, akhirnya dia sampai di sana dan sambut baik oleh orang-orang yang ada di sana dengan senyuman mereka. Senyuman tersebut dan sikap ramah kepada orang asing adalah hal wajar dan telah menjadi kebiasaan Penduduk Kerajaan Ocean.


“Selamat Pagi, Nona Xesa.”


“Selamat Pagi, Nona Xesa. Ayo kita meneruskan perjalanan jauh kita itu bersama-sama.”


“Baik, aku tidak sabar dengan apa yang kalian perlihatkan kepada aku.” -Xesa


Awalnya saat pertama kali tiba di Perusahaan Electro itu, dia disambut oleh senyuman dan sikap ramah dari orang-orang yang kerja di sana. Melihat sikap ramah tersebut, Xesa agak tidak enak karena mereka berpikir kalau dia adalah utusan orang penting. Akan tetapi seorang Utusan dari Violan Ocean yang menunjukkan jalan kepadanya mengatakan kalau itu adalah kebiasaan Penduduk Kerajaan Ocean untuk bersikap ramah dan baik kepada sesama.


“Tenanglah, kamu pasti berpikir kalau kamu itu adalah salah satu orang penting walaupun orang-orang itu tidak mengenal kamu. Sepertinya kamu belum tahu tentang kami, benarkah?” -Dimas Vargaya


“Benar, kenapa orang-orang itu tersenyum dan sangat ramah kepada orang asing seperti aku? Tidak seperti wanita tua yang sombong itu dan mempamerkan hartanya itu?” -Xesa


“Kalau wanita tua yang sombong itu, dia pasti tidak diajarkan oleh orang tuanya yang adalah orang penting dan sibuk. Makanya dia bersikap sombong dan terus mempamerkan hartanya kedepan publik untuk orang-orang terus memperhatikannya.” -Dimas Vargaya


“Kurang Perhatian.... Sepertinya aku tahu bagaimana rasanya.” -Xesa


“Akan tetapi ada beberapa orang-orang dari penduduk Kerajaan Ocean memiliki kebiasaan untuk bersikap ramah dan baik kepada sesama, walaupun orang itu beda jenis dan ras dari mereka. Jika kita bersikap ramah dan baik, maka Kerajaan Ocean tidak akan terjadi masalah.” -Dimas Vargaya


Dari percakapan tersebut, Xesa sudah tahu mengapa Sebagian besar Penduduk Kerajaan Ocean selalu bersikap ramah dan baik kepada orang lain, supaya terhindar dari berbagai masalah, terutama perang, dan Para Penduduk menyukai kedamaian yang tentram. Makanya Violan Ocean meminta bantuan kepadanya untuk membawa End’e Draking kehadapan Violan Ocean.


Setelah masuk kedalam Perusahaan tersebut, lalu dia memasuki sebuah ruangan khusus untuk mempelajari dan memahami tentang pekerjaan yang ada di Perusahaan tersebut. Ruangan khusus tersebut biasanya berisi orang-orang yang ingin bekerja di sana, atau baru bekerja agar mereka lebih mengetahui tentang hal-hal apa yang ada didalam perusahaan tersebut dan mengurangi kesalahan dalam bekerja.


Sebenarnya Xesa hanya ingin melihat orang-orang Perusahaan tersebut membuat benda-benda yang sangat canggih dan pertama kali dilihatnya. Karena semangatnya tersebut, dia disuruh oleh Kepala Perusahaan untuk masuk kedalam ruangan pelatihan. Xesa tidak tahu kalau ada ruangan pelatihan, dia senang.


Didalam ruangan pelatihan tersebut ada satu temannya, yaitu Opera Wogles. Dia tidak menyangka kalau Opera Wogles akan bekerja di Perusahaan tersebut.

__ADS_1


“Halo Xesa, apakah kamu sudah mengerjakan tugas kemarin?” -Opera Wogles


“Tugas kemarin! Sepertinya aku tidak ada waktu, karena kemarin aku punya urusan penting.” -Xesa


“Hahaha.... Sudah aku duga, kalau kamu hanya masuk ke sini untuk bersenang-senang saja.” -Tangalnoen bron.


Tangalnoen Bron adalah salah satu dari teman pria satu ruangan dengannya, dan mereka masih belum berteman baik, karena Tangalnoen Bron tidak melihat semangat didalam diri Xesa untuk belajar di Perusahaan Electro itu.


Tangalnoen Bron mempunyai penampilan fisiknya, yaitu tubuhnya bersisik seperti kadal dan retina matanya meruncing seperti hewan kadal, tetapi tidak memiliki ekor.


“Bron, memangnya kamu sudah mengerjakan tugasnya?” -Xesa


“Belum, akan tetapi aku yakin kalau aku pasti bisa lolos lagi dari pemeriksaan.” -Tangalnoen Bron


Tangalnoen Bron yakin kalau dia bisa lolos dari pemeriksaan tugas seperti beberapa hari sebelumnya, yang dikarenakan ada masalah penting yang harus dikerjakan oleh atasan atau pembimbing mereka itu.


“Tangalneon, Tuan Griffin tidak melihat tugas kamu karena para atasan sedang melakukan kegiatan penting dibandingkan melihat tugas kita.” -Lana Celestial


Lana Celestial adalah salah satu orang perempuan yang sama berasa di ruangan khusus tersebut dengannya, dan mereka sudah berteman baik dan saling mengenal dalam sehari. Lana Celestial mempunyai fisik seperti orang pada umumnya, dan tidak ada fisik khusus di luar maupun di dalam tubuhnya.


“Hai Lana, kamu itu lebih lama di sini dariku, kenapa kamu belum naik pangkat ke karyawan tetap?” -Tangalnoen Bron


“Memang, ada apa? Aku berlama-lama disini hanya untuk mempelajari lebih dalam lagi tentang proyek-proyek yang ada di perusahaan ini.” -Lana Celestial


Lana Celestial sudah berada di ruangan khusus tersebut sejak enam bulan yang lalu dan dia belum pernah naik jabatan ke karyawan tetap, karena dia sering mengalami kesalahan. Sedangkan Tangalnoen Bron sudah dari sejak dua bulan yang lalu, dan dia mengetahui dari pembimbing mereka.


“Diam! Itu bukan kesalahan, itu hanya ketidakmampuan aku saja mengerjakan tugas tersebut.” -Lana Celestial


Lana Celestial menyembunyikan kalau dia sering melakukan kesalahan dalam mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya, dan dia menganggap kalau dia hanya tidak mampu dalam mengerjakan tugasnya tersebut.


“Daripada kalian berkelahi dan berdebat, bisakah kalian memberitahu tugas apa yang harus kita kerjakan? Aku tidak ingat, karena ada urusan kemarin.” -Xesa


Karena urusannya kemarin malam tersebut, dia lupa dengan tugasnya yang harus dikerjakan dan dia tidak tahu tugas apa yang harus dikerjakan.


“Kita hanya menulis tentang suatu proyek yang ingin kita buat untuk kedepannya dan termasuk hal-hal yang harus disiapkan dari bahan baku sampai pengeluaran biaya.” Lana Celestial


Mendengar tugas yang harus dikerjakan olehnya, Xesa mengira kalau tugasnya akan susah, ternyata lebih mudah daripada menyusun strategi menghadapi tiga tembok dengan tebal lapisan 30 meter. Xesa bisa mengerjakan dalam waktu semenit.


“Hanya itu saja?” -Xesa

__ADS_1


“Iya, hanya itu saja.” -Lana Celestial


“Akan tetapi kita harus membuat suatu proyek yang menghasilkan berbagai benda-benda yang canggih dan berguna untuk masyarakat. Aku bingung semalam untuk menulis apa?” -Opera Wogles


Xesa sedang menulis tentang suatu proyek yang harus dibuatnya dan menghasilkan benda-benda yang sangat canggih dan berguna untuk masyarakat, dan juga menulis hal-hal yang dibutuhkan dalam proyek tersebut.


Melihat Xesa sangat serius mengerjakan tugasnya tersebut, Tangalnoen Bron tidak ingin kalah dari orang baru itu. Akan tetapi dia belum mendapatkan ide untuk proyek yang akan dibuatnya itu.


“Memang, kamu butuh berapa lama untuk mendapatkan ide untuk proyek yang kamu inginkan, Lana?” -Tangalnoen Bron


Tangalnoen Bron ingin mengetahui berapa lama Lana Celestial membuat ide untuk menciptakan proyek dan mengerjakan tugasnya.


“Aku hanya butuh waktu dua jama mencari ide dan lima jam mengerjakan tugas tersebut. Saat aku sudah mengerjakan tugas aku, Pidato Sang Putri juga telah selesai.” -Lana Celestial


Lana Celestial terkejut karena dia sudah menyelesaikan tugasnya pada saat pidato Putri Violan Ocean selesai melakukan pidato pada malam hari itu.


“Mungkin itu hanya kebetulan saja.” -Tangalnoen Bron


Opera Wogles yang penasaran apa yang ditulis oleh Xesa dalam lembaran kertas tersebut, dia mendekati secara perlahan-lahan dan tidak ingin mengganggu temannya itu yang sedang serius.


Setelah mendekati Xesa dan melihat tulisan tersebut, dia tidak percaya kalau tulisan yang tertulis oleh Xesa sangatlah rapi dibandingkan tulisannya dan juga penyusunan laporan juga lebih baik dari orang-orang penting yang pernah ditemuinya.


Xesa yang menyadari kalau ada Opera Wogles yang sedang melihatnya dari belakang dan memperhatikannya mengerjakan tugas. Xesa bertanya kepada Opera Wogles, kenapa dia memilih perusahaan yang tidak memiliki hubungan dengan pertarung seperti Opera Wogles.


“Opera, apakah aku boleh bertanya sesuatu kepada kamu?” -Xesa


“Boleh, tapi apakah tidak akan menggangu kamu?” -Opera Wogles


“Tidak, aku sudah sering melakukan seperti ini di planet asalku. Jadi aku tidak kehilangan fokus, ketika ada anak-anak bertengkar karena merebut sebuah mainan.” -Xesa


“Baiklah, apa yang kamu ingin tanyakan?” -Opera Wogles


“Kenapa kamu ingin bekerja disini, padahal kamu bisa saja masuk kedalam tempat pertarung wanita seperti kamu yang mempunyai penampilan fisik lebih kuat dari orang-orang?” -Xesa


“Xesa, walaupun aku punya dua pasang tangan yang kuat dan terlatih. Tapi apakah aku bisa merubah dunia aku yang sudah buruk itu dengan pertarungan? Tidak, kan. Aku belajar di sini untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di planet asalku dan terlebih lagi gaji ini besar dari tempat lain.” -Opera Wogles


Pada saat sekarang, Planet asalnya masih dalam keadaan yang sangat kritis dan susah untuk dipulihkan, makanya dia ingin belajar di luar planet untuk memulihkan kondisi planet asalnya dengan mempelajari perkembangan peradaban di planet lain. Dan Perusahaan Electro adalah perusahaan yang mempunyai gaji tertinggi dibandingkan perusahaan lain di Kerajaan Ocean, karena itu Opera Wogles memilih di sana.


“Baiklah, sudah selesai.” -Xesa

__ADS_1


Sambil mendengarkan jawaban Opera Wogles dari pertanyaannya itu, akhirnya Xesa menyelesaikan tugas pekerjaan dalam waktu cepat dan itu membuat semua orang didalam ruangan khusus tersebut terkejut.



__ADS_2