![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
...CHAPTER 62 ...
...[ PERBINCANGAN Arcuft Joniur & Orang Tidak Dikenal ]...
Dipertengahan pembicaraan mereka, ada seseorang yang menghampiri mereka. Orang tersebut pemilik dari restoran tersebut.
“Yang Mulia, Raja Arcuft Joniur. Apakah kamu sedang berbicara dengan dirimu sendiri lagi?” -Pemilik Toko.
Pemilik Toko agak heran dengan perilaku Arcuft Joniur yang dari tadi kelihatan jauh berbicara dengan dirinya sendiri.
“Saya tidak berbicara dengan diri saya sendiri, Tuan Pemilik. Dan janganlah gunakan sebutan nama Yang Mulia atau Sang Raja disini, karena aku tidak dalam tugas dan aku sedang dalam liburan panjang.” -Arcuft Joniur
Arcuft Joniur berkata kepada Pemilik Restoran tersebut bahwa dia tidak berbicara diri sendiri kayak tadi. Dia berbicara dengan seseorang disampingnya.
“Maaf, tapi dari tadi Saya tidak melihat anda berbicara dengan orang lain dan tidak ada siapapun disamping anda.” -Pemilik Restoran
Arcuft Joniur mendengar hal itu, dia menunjukkan seseorang yang berada disampingnya. Dan ternyata orang yang tadi berbicara dengannya sudah tidak ada.
“Eh.... Bukannya tadi ada orang disini? Barusan aku berbicara dengan orang yang berjubah hitam dan dia duduk disamping aku.” -Arcuft Joniur
Arcuft Joniur terkejut karena orang yang tadi berbicara dengannya yang berada disampingnya tiba-tiba suara tidak ada.
Pemilik Restoran yang melihat Arcuft Joniur yang terkejut karena sesuatu hal. Dia langsung berteriak kepada Pelanggan lain.
“Apakah kalian yang disini ada yang melihat seseorang berpakaian hitam?” -Pemilik Restoran
Semua orang yang mendengar suara Pemilik Restoran dan mereka juga menjawab sama yaitu Mereka tidak sama sekali melihat seseorang berjubah atau berpakaian hitam didalam restoran.
“Para Pelanggan lain berkata tidak ada orang disini. Apakah anda masih terbawa suasana setelah minum-minum?” -Pemilik Restoran
Pemilik Restoran mengira Arcuft Joniur sedang dalam keadaan yang masih terbawa suasana setelah minum-minum, dan lalu menghayal kalau ada orang disampingnya.
“Maaf, Tuan. Mana mungkin aku menghayal tadi, walaupun aku meminum lebih dua botol aku tidak mungkin menghayal.” -Arcuft Joniur
Arcuft Joniur tidak menerima kalau dia dalam keadaan mabuk, dan dia juga tidak menghayal.
__ADS_1
“Kalau begitu, orang yang dikatakan oleh tuan pasti melewati mereka semua secara diam-diam dan tidak diketahui.” -Pemilik Restoran
Supaya keadaan menjadi tenang lagi, Pemilik Restoran berkata kepada Arcuft Joniur kalau orang tersebut pasti bergerak secara diam-diam.
“Benar juga, tapi kami belum selesai berbicara kenapa dia sudah kabur dulu, ya?” -Arcuft Joniur
Arcuft Joniur terlihat kebingungan karena orang yang berada disampingnya telah tidak ada dan tidak bilang kalau dia akan pergi.
Pemilik Restoran dipanggil oleh salah satu Pelanggannya di meja belakang. Pemilik Restoran langsung pergi kesana dan sebelum itu dia minta Arcuft Joniur tidak terlalu banyak minum-minum.
“Maaf, Tuan. Saya sudah dipanggil oleh pelanggan lain, saya akan meninggalkan anda disini sendiri dan jangan terlalu banyak minum-minum itu tidak baik untuk anda.” -Pemilik Restoran
Pemilik Restoran meninggalkan tempat tersebut dan Arcuft Joniur sendirian lagi. Tapi tiba-tiba dari arah mana ada seseorang yang duduk disampingnya lagi.
“Bukannya aku ingin meninggalkan kamu sendiri. Tapi aku ini orang yang tidak ingin terlihat oleh orang lain.” -Misy O
Ternyata orang itu adalah Misy O, itu membuatnya terkejut dan kaget.
“Jangan membuat orang lain terkejut! Kemana kamu tadi?” -Arcuft Joniur
“Maaf, itu tidak akan aku jawab sampai seluruh semesta ini hancur.” -Misy O
Misy O tidak ingin Arcuft Joniur mengetahui hal tersebut. Sebenarnya Misy O hanya menyembunyikan dirinya saja dengan menggunakan sebuah kekuatan yang dapat menghilangkan dan menyembunyikan keberadaannya.
“Jadi penasaran... Tidak apa-apa, bisakah kita melanjutkan lagi dan apakah kamu ingin secangkir gelas?” -Arcuft Joniur
Arcuft Joniur menawarkan Misy O minuman yang diminumnya. Tawaran tersebut pastilah langsung ditolak oleh Misy O.
“Aku tidak suka orang-orang yang menghibur dirinya di dunia ini dan dunia manapun, dan juga aku tidak menyukai hal-hal yang busuk.” -Misy O
Mendengar perkataan dari Misy O yang menolak tawarannya tersebut, Arcuft Joniur langsung tertawa dan meminta maaf kepadanya.
“Hahahaha... Maafkan aku, aku tahu ada beberapa orang tidak menyukai hal-hal seperti ini. Aku juga tidak menyukai hal-hal ini, tetapi aku menghibur diriku dari tekanan berat dari kerjaan aku disana.” -Arcuft Joniur
Arcuft Joniur sangat menyukai Misy O, karena jawaban yang diberikan padanya sangat memuaskan. Dan ketika dia mengangkat gelasnya, tiba-tiba gelasnya langsung hancur.
__ADS_1
Gelas yang dipegang oleh Arcuft Joniur pecah dan hancur, akibat dari sesuatu hal yang tidak diketahui.
“Apa yang terjadi? Bukankah gelas ini adalah gelas yang kuat, tapi kenapa gelas ini sudah pecah?” -Arcuft Joniur
Arcuft Joniur terkejut dan kaget karena gelasnya tiba-tiba pecah tanpa sebab tidak diketahuinya.
“Gelas itu pecah akibat seseorang melempar sebuah batu kerikil dari arah barat daya.” -Misy O
Misy O mengambil sebuah batu kerikil diantara pecahan kaca gelas tersebut dan juga menunjukkan ke Arcuft Joniur.
“Dan orang yang melempar batu tersebut pasti berada tempat yang sangat jauh dan lemparannya juga cukup kuat.” -Misy O
Perkataan yang dikatakan oleh Misy O tidak mudah dipahami oleh Arcuft Joniur. Arcuft Joniur tidak tahu seseorang yang dikatakan oleh Misy O.
“Jadi siapa yang melempar batu kecil tersebut kearah kita menurutmu?” -Arcuft Joniur
Misy O tidak menjawab pertanyaan tersebut dan dia hanya memberitahu detailnya saja.
“Orang yang sama dan orang yang cukup licik untuk mendapatkan apapun yang dia mau dalam sekejap.” -Misy O
Setelah memberitahu detail orang tersebut, Misy O tanpa pamit, dia meninggalkan tempat tersebut.
Arcuft Joniur terkejut dan kaget sekali lagi, karena Misy O sudah tidak ada lagi disampingnya.
“Tidak ada sopan santunnya. Bilang permisi, lah!” -Arcuft Joniur
Arcuft Joniur terlihat kesal, sebab Misy O tidak mempunyai etika dan dia pergi meninggalkan dirinya sendiri lagi.
Sebenarnya batu yang menghancurkan gelas itu harusnya mengarah kearahnya, tapi untung saja prediksi tersebut gagal dan mengarah ke gelas itu. Dan itu juga adalah sebuah ancaman untuknya, ancaman agar dia tidak menggangu lagi.
......--------------------------------......
...----------...
...Janganlah Lupa Untuk Like, Komentar, dan Follow Novel ini!...
__ADS_1
...Supaya Author dapat melanjutkan kisah perjalanan ini...