[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
CHAPTER 109


__ADS_3

Albion dan Harley Prime mengikuti perintah yang diucapkan oleh Xesa, mereka tidak tahu dibalik sebenarnya itu, tetapi Harley Prime sudah bersedia, jika terjadi sesuatu hal buruk menimpa mereka berdua.


Didalam pikirannya, Xesa sangat senang karena sudah menipu mereka berdua yang ingin ikut perintahnya. Walaupun dia belum membuat perintah apapun, tetapi mereka berdua masih mengikutinya dari tadi.


Albion dan Harley Prime dibawakan ke tempat pertarungan para pertarung, mereka tidak sadar kalau mereka telah ditipu. Akan tetapi Harley Prime sudah bersedia jika ada hal yang buruk, dia bertanya kepada Xesa.


“Hai, kenapa kamu mengajak kami berdua ke sebuah tempat yang sangat terbuka?” -Harley Prime


“Mengajak kalian....” -Xesa


Firasatnya sudah tidak enak, Harley Prime sudah duga kalau ada sesuatu yang janggal jika mereka mengikuti gadis itu.


“Cepat, jawab!” -Harley Prime


Dia mengatakan hal keras itu sambil mengarahkan belati pisau ke Xesa.


“Bukankah kamu bilang ingin bertemu dengan pelaku sebenarnya dari kasus pembunuhan itu, maka kita harusnya ke tempat kejadian terlebih dahulu.” -Xesa


Harley Prime tidak yakin dengan perkataan itu, maka dia menyuruh Albion untuk juga bersiap-siap.


“Bersiap-siap, keluarkan gas kamu.” -Harley Prime


“Baiklah, tapi...” -Albion


“Keluarkan saja.” -Harley Prime


Harley Prime mengamati seluruh gerak-gerik tubuh gadis itu, dan dia melihat kalau gadis itu juga sudah bersiap-siap.


Tiba-tiba Xesa menyerang mereka berdua dengan api miliknya itu. Harley Prime yang sudah bersiap-siap, dia langsung mengeluarkan elemen tanah ditangannya dan membuat perisai.


Setelah menerima serangan dadakan tersebut, Harley Prime bertanya apa tujuan sebenarnya dari Xesa.


“Woi, apa mau kamu? Apakah kamu adalah orang yang memiliki hubungan dengan Sang Pelaku?” -Harley Prime


Xesa langsung menjawab pertanyaan itu.


“Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Sang Pelaku, tetapi kalian berdua akan menjadi hadiah besar bagiku.” -Xesa


Harley Prime mulai mengerti kenapa mereka dibawa ke tempat terbuka seperti tempat pertarungan para pertarung.


“Jadi kamu berbohong, dan pasti kamu telah menghubungi para penjaga keamanan.” -Harley Prime


“Tidak, aku tidak berbohong kalau aku akan membantu kalian. Akan tetapi lihatlah berapa harga boranan kalian itu sangatlah mengiurkan. Jadi berenang sambil minum air.” -Xesa

__ADS_1


Sebenarnya Xesa tidak terlalu perduli dengan hadiah besar itu, dan juga dia ingin menemukan Sang Pelaku sebenarnya. Akan tetapi dia berpikir bagaimana jika dia mendapatkan keduanya.


“Hai... Kita tidak berenang, loh.” -Albion


Albion tidak terlalu mengerti dengan perkataan itu, tetapi dia sudah ketakutan.


Harley Prime yang ingin melarikan diri, dia berpikir bagaimana cara dia bisa mengalahkan orang itu. Jadi dia akan melakukan hal itu sekali lagi.


“Apakah gas kamu sudah keluar?” -Harley Prime


“Sudah dari tadi.” -Albion


“Kalau begitu, lakukan seperti sebelumnya.” -Harley Prime


Albion mengumpulkan seluruh gas yang dikeluarkan olehnya dan dijadikan sebuah bola gas yang akan dihempaskan.


Setelah bola gas itu telah berkumpul, Harley Prime langsung memerintah untuk langsung menghempaskan kearah gadis itu.


“Sekarang!!!” -Harley Prime


Albion menghempaskan bola gas itu kearah Xesa dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat.


Xesa melihat ada sebuah bola yang berbentuk angin, dia berpikir kalau bola itu tidak akan mengenainya. Akan tetapi ketika dia mencium sesuatu yang aneh, dia menyadari kalau itu adalah gas.


Dengan ketepatan waktu, Harley Prime langsung menembakkan peluru api kecil dari jari telunjuknya. Ketika peluru api kecil itu akan mengenai bola gas itu, maka bola gas itu akan menjadi sebuah ledakan yang sangat kuat.


“Apakah itu berhasil?” -Albion


“Tidak, itu belum berhasil.” -Harley Prime


Harley Prime melihat ke sana,. Dia melihat Xesa menghirup ledakan itu kedalam tubuhnya.


Xesa dapat menghirup ledakan gas besar itu kedalam tubuhnya karena Teknik kemampuannya dalam mengendalikan semua jenis api, termasuk ledakan itu. Teknik itu bernama Sihitr Api {Hisapan Angin}.


Setelah menghirup ledakan itu kedalam tubuhnya, Xesa mulai mengambil nafas secara normal dan lalu berkata kepada mereka berdua.


“Ledakan itu cukup enak, tetapi belum bisa mengenai aku. Dulu aku pernah menghirup ledakan lebih besar dari itu, bahkan itu hampir membuat aku mati.” -Xesa


Harley Prime yang masih berpikir dia langsung mengeluarkan kekuatan elemen petir miliknya kearah Xesa dengan jumlah yang besar.


Melihat serangan petir tersebut kearahnya, Xesa langsung membuat sebuah Pelindung Api neraka miliknya yang sangat panas jika didekat selain dirinya.


“Sihir Api Neraka [ Pelindung Neraka ].” -Xesa

__ADS_1


Serangan listrik tersebut berhasil dihalangi oleh pelindung api miliknya, akan tetapi ketika dia ingin menyerang balik ke mereka, dia tidak melihat dua orang itu tadi.


“Setindaknya aku mengenal dua orang itu dari penampilan mereka, bukan namanya.” -Xesa


Xesa tidak merasa dirugikan jika mereka telah menghilang, malahan dia mendapatkan keuntungan karena dia sudah tahu bagaimana penampilan fisik dua orang itu.


Albion memegang tangannya Harley Prime sekuat tenaga sambil berlari menjauhi tempat tersebut. Dia melakukan hal itu, supaya mereka tidak tertangkap.


Setelah sampai di suatu tempat yang menurutnya aman dari pandangan orang lain, dia mulai melepas tangannya Harley Prime. Ketika berhenti di tempat itu, mereka berdua mengambil nafas karena berlari yang begitu kencang.


“Kenapa... Kamu... Melarikan diri?” -Xesa


Xesa juga masih dalam keadaan nafasnya belum stabil, setelah dia dipaksa lari sekencang mungkin.


“Hah..hah.. Tunggu sebentar.” -Albion


Albion juga dalam keadaan nafasnya belum stabil, jadi dia belum bisa berbicara dan harus mengambil nafas panjang.


“Baiklah... Aku melakukannya karena aku memiliki firasat kalau dia bisa mengalahkan kita berdua.” -Albion


Karena firasatnya tersebut, Albion harus memutuskan kabur dengan membawa Harley Prime.


“Aku tidak terlalu yakin, karena aku belum juga mengeluarkan seluruh kekuatan milikku.” -Harley Prime


“Walaupun begitu, jika kita berlama-lama maka kita bisa tertangkap dengan cepat.” -Albion


Setelah berbincang-bincang, mereka berdua melanjutkan pencarian tanpa saksi mata karena mereka tidak ingin hal itu terjadi lagi. Jadi mereka akan mencari di tempat-tempat yang gelap lebih dahulu.


“Sepertinya, kita akan baik-baik saja jika kita berada disini terus sampai pemberitahuan kalau kapal boleh mendarat.” -Albion


“Tidak! Kita tidak boleh sampai sini, kita harus sampai mendapatkan Pelaku sebenarnya itu dan melepaskan kamu dari kasus pembunuhan tersebut. Bukankah aku sudah berjanji pada kamu dan diriku ini.” -Harley Prime


“Baiklah, akan tetapi kita sudah mencari di semua tempat yang tidak terlalu ramai dan gelap.” -Albion


“Tenang saja. Kita akan mencari pelaku tersebut di...” -Albion


“Di... Dimana?” -Albion


“Di tempat mayat korban. Mungkin saja, Si Pelaku sebenarnya ada di sana dan sedang menyesali perbuatannya.” -Harley Prime


Mendengar tempat yang akan mereka tuju, Albion sedikit terkejut karena tempat itu sudah dipenuhi oleh Para Penjaga keamanan.


“Tidak mungkin!!! Mustahil bagi kita masuk kedalam sana, sebab Banyak Penjaga keamanan yang pasti menjaga di sana.” -Albion

__ADS_1


“Tenang saja, aku mempunyai sebuah ide yang paling cerdik. Hahahaha!!!” -Harley Prime


Harley Prime sudah mempunyai sebuah ide yang sangat bagus agar bisa dapat melewati Para Penjaga keamanan yang menjaga tempat itu dan lalu masuk kedalam tempat itu.


__ADS_2