![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Pertandingan selanjutnya kelihatan lebih seru daripada pertandingan sebelum-sebelumnya, karena pertandingan tersebut antar Ras Raksasa melawan Ras Raksasa juga tetapi berbeda asal planet, yang membedakan mereka adalah warna kulit mereka dan corak disekitar tubuh mereka.
Dua raksasa tersebut bertarung sangat hebat dan luar biasa, pertarungan tersebut sampai seluruh Kapal Angkasa Penumpang itu bergetar sangat hebat. Para Penonton dan penumpang lain sampai sangat ketakutan tetapi antusias menonton pertarungan tersebut tidak menghilang, berarti mereka sangat menikmati pertarungan tersebut tanpa memperdulikan nyawa mereka masing-masing.
Celion Demonstra sangat terkejut karena ada juga yang lebih besar daripada Edward Demons. Walaupun ini bukan pertama kalinya, tetapi sensasi melihat pertarungan yang sangat besar dan hebat itu membuatnya sangat bersemangat.
Xesa dan Opera Wogles, mereka berdua sangat ketakutan karena mereka akan melawan salah satu dari dua raksasa tersebut. Walaupun tidak tahu siapa dari Xesa dan Opera Wogles akan melanjutkan pertandingan, tetapi mereka tidak ingin melanjutkan pertandingan karena lawan mereka yang dihadapi lebih besar dari mereka.
End’e Draking sudah meninggalkan tempat duduknya karena dia tidak menyukai pertarungan para Raksasa. Dia menyukainya karena menurutnya pertarungan tersebut agak berbahaya untuk orang-orang berukuran normal seperti dirinya.
Sementara itu, Edward Demons kembali ke tempat ruangan tunggu untuk mempersiapkan dirinya untuk pertarungan selanjutnya. Edward Demons juga merasakan getaran yang diakibatkan oleh pertarungan dua raksasa itu.
Dia tidak merasa ketakutan ataupun tubuhnya merinding, tetapi dia sangat ingin bertarung dengan Para Makhluk besar itu, sebab dia belum pernah bertarung dengan makhluk lebih besar darinya. Dan dia juga telah menyiapkan kemampuan khususnya yang akan digunakan jika dia akan melawan Raksasa seperti dua Raksasa pertarung itu.
Dan pertandingan berakhir dengan kekalahan telak oleh Raksasa yang berkulit Biru, pemenangnya adalah Raksasa berkulit Gelap dengan motif Hewan mitologi.
Refree sangat senang dan bersyukur karena pertarungan antar kedua Raksasa tersebut sudah selesai dan tidak ada terjadi masalah apapun. Sebagai seorang wasit, dia sangat takut jika ada masalah yang terjadi akibat dari pertarungan tersebut.
Setelah mengumumkan pemenang dari pertandingan tersebut, tiba-tiba ada satu peserta yang tidak ada didalam daftar peserta yang ikut dalam pertandingan, dia masuk kedalam pertandingan dan juga mengancam Refree untuk mengadakan pertarungan dengan peserta lain.
Peserta misterius tersebut adalah Harley Prime, dia secara sengaja melakukan hal tersebut karena dia ingin mengetahui siapa yang mengambil buku catatan pentingnya tersebut.
“Mohon tenang, pak... Kamu harus menunggu pertandingan final.” -Refree
“Kenapa harus di final?” -Harley Prime
“Karena didalam peraturan kami, siapapun dan apapun peserta yang mengikuti pertandingan pada saat pertandingan ini sudah dimulai maka peserta tersebut harus menunggu di bagian finalnya.” -Refree
Itu sudah tertulis sejak pertandingan tersebut berdiri dan dimulai pertama kali, sebab akan mempengaruhi pertandingan yang sudah ditentukan dan sudah ditunggu-tunggu.
“Jika kamu tidak mau, maka aku akan menghancurkan seluruh komponen dirimu itu.” -Harley Prime
Harley Prime mengancam akan menghancurkan seluruh komponen yang ada didalam dirinya Refree, jika dia tidak mau menerima permintaannya itu.
Karena tidak ada pilihan lain dan terancam akan dihancurkan oleh petarung misterius itu, Refree langsung memanggil Para Penjaga keamanan untuk menangkap orang itu.
“Penjaga!” -Refree
Sepertinya dia memilih pilihan yang buruk, Refree langsung dihancurkan oleh Harley Prime, tetapi tidak merusak sistem utamanya.
__ADS_1
Para Penjaga keamanan langsung datang dan mengamankan semuanya. Mereka tidak berhasil menangkap Harley Prime yang telah lolos terlebih dahulu. Dan kontes kekuatan tersebut langsung berakhir karena sudah ada dua kejadian yang telah mengancam keamanan.
Sebagian besar Penonton juga ikut membantu Para Penjaga keamanan untuk menangkap Harley Prime. Mereka mempunyai maksud untuk menangkap Harley Prime karena kesenangan mereka telah dihilangkan dan juga telah melukai Refree.
Xesa, Opera Wogles, Celion Demonstra, dan Edward Demons, mereka berempat tidak ikut membantu ataupun mencari orang yang telah mengakhiri kontes kekuatan tersebut. Mereka kembali ke tempat duduk masing-masing yang ada di bagian tengah kapal. Tapi Opera Wogles tempat duduknya dibagian paling depan dan jauh dari mereka.
Setelah sampai duduk di sana, Celion Demonstra dan Edward Demons mulai berbincang-bincang apa yang terjadi tadi dan mereka kecewa tidak mendapatkan apa-apa dari kontes kekuatan tersebut.
“Padahal tadi tinggal dua babak lagi, dan kita bisa mendapatkan hadiah besar itu.” -Celion Demonstra
“Benar, tapi aku sedikit senang dapat menyelesaikan satu babak itu dan bisa membangkitkan kekuatan aku kembali.” -Edward Demons
“Tapi Edward, kita tidak mendapatkan apapun dan uang yang didalam kartu besi itu tinggal sedikit. Dan jika kita masih mengikuti pertandingan itu, uang kita akan penuh lagi ataupun bisa melebihi dari awalnya.” -Celion Demonstra
Mereka berdua agak menyesal dan kecewa tidak mendapatkan hadiah apapun, walaupun Edward Demons sedikit senang karena kekuatannya sudah bangkit.
“Edward, periksa kartu itu uang kita tinggal berapa?” -Celion Demonstra
Celion Demonstra meminta Edward Demons untuk memeriksa uang mereka yang ada didalam kartu digital itu.
“Aku tidak tahu cara menggunakan kartu ini, yang hanya kita tahu bagaimana cara melihat uang didalam Kartu ini harus berbelanja terlebih dahulu dan ada petunjuk tentang uang kita yang telah digunakan.” -Edward Demons
Xesa yang mendengar perbincangan tersebut, dia ikut masuk dan berkata kalau End’e Draking bisa membukanya.
“Kenapa kalian tidak menanyakan kepada Draking? Kartu itu miliknya, tetapi sebagian kecil didalamnya milik kita. Jadi ayo tanyakan kepadanya.” -Xesa
Xesa menyarankan untuk menanyakan tentang cara melihat isi didalam Kartu Digital itu kepada End’e Draking. Tapi mereka...
“Tapi Xesa, kita tidak tahu dimana dia sekarang? Apa yang dia lakukan sekarang?” -Edward Demons
Mereka bertiga tidak tahu End’e Draking ada dimana. Jadi salah satu dari mereka bertiga akan mencari Keberadaan End’e Draking dimana, lalu membawanya kembali ke tempat duduknya bersama mereka.
“Jadi apakah kita akan mencarinya di seluruh ruangan di Kapal ini?” -Celion Demonstra
“Tidak, salah satu dari kita saja yang mencarinya.” -Xesa
“Kalau begitu, Edward, bisakah kamu mencarinya di seluruh ruangan?” -Celion Demonstra
“Ah... Sepertinya punggung aku terasa sangat sakit. Xesa saja yang mencarinya jangan aku.” -Edward Demons
__ADS_1
Edward Demons berpura-pura kalau punggungnya terasa sakit, padahal sebenarnya dia tidak mau mencari keberadaan End’e Draking karena itu sedikit merepotkan.
“Jangan aku! Aku habis selesai dari pertandingan itu. Kamu saja, Celion. Kamu tidak melakukan apa-apa, selain menonton saja tadi. Jadi bisakah kamu mencarinya?” -Xesa
Xesa juga merasa kelelahan tidak seperti Edward Demons yang berpura-pura, Xesa benar-benar kelelahan setelah melawan Opera Wogles di pertandingan tadi. Makanya dia meminta Celion Demonstra yang mencari End’e Draking.
“Baiklah...... Edward, padahal aku akan memberikan kamu hadiah jika kamu mencarinya.” -Celion Demonstra
“Hadiah? Hadiah apa?” -Edward Demons
Celion Demonstra sedikit menunjukkan apa yang dijadikan hadiah untuk Edward Demons adalah sebagian tubuhnya itu. Edward Demons sudah berpikir positif, dia tidak akan pernah mau mendapatkan hal seperti itu.
“Kapan kamu menjadi wanita murahan, Celion?” -Edward Demons
Mendengar perkataan itu, Celion Demonstra langsung pergi dan akan mencari End’e Draking di seluruh tempat yang ada didalam Kapal Angkasa Penumpang itu.
Sebenarnya End’e Draking ada didalam perpustakaan kecil yang ada di bagian tengah yang ada di lantai tengah. Dia sedang berdebat oleh beberapa petugas yang ada di sana karena End’e Draking membakar sebagian kecil buku-buku yang ada di sana.
Mengapa End’e Draking membakar sebagian kecil buku-buku yang terdapat didalam perpustakaan kecil itu, karena menurutnya buku-buku itu adalah buku sejarah yang kebanyakan bohong atau tidak benar dari cerita aslinya. End’e Draking itu pernah menjadi Peneliti yang meneliti hampir seluruh alam semesta, jadi ketika ada buku yang tidak sesuai dengan kenyataan maka dia akan membakarnya sampai debu.
“Tuan! Bisakah anda tidak membakar buku-buku yang ada didalam perputaran ini?” -Penjaga Perpustakaan.
“Aku tidak membakar bukunya tetapi aku hanya membakar apa yang ditulis didalamnya saja.” -End’e Draking
“Jika begitu, anda bisa memberitahu kepada kami kalau ada buku yang tidak sesuai dengan kenyataan.” -Penjaga Perpustakaan
“Malas.... Aku tidak ingin berdebat dengan orang yang berbeda pendapat dengan aku, karena itu membuang-buang waktu saja.” -End’e Draking
“Jadi anda adalah orang yang memiliki egois yang tinggi. Baiklah, saya akan panggil penjaga keamanan dan membuang anda dari kapal angkatan.” -Penjaga Perpustakaan
“Malasnya..... Lihat ini!” -End’e Draking
Tiba-tiba End’e Draking menunjukkan kartu identitasnya yang asli bukan yang palsu kepada Penjaga Perpustakaan itu. Ketika melihat kartu identitas miliknya, Penjaga Perpustakaan itu sangat ketakutan dan mohon maaf atas perilakunya.
“Maafkan, saya. Saya tidak tahu kalau anda adalah orang yang sangat penting. Anda boleh menghancurkan seluruh buku-buku ini jika menurut anda ada sesuatu yang salah.” -Penjaga Perpustakaan
Dari atas rambut sampai ujung kakinya, Penjaga Perpustakaan itu sangat ketakutan dan merinding tidak bisa dihentikan.
“Aku sudah selesai dari tadi. Aku akan kembali ke tempat kursi aku, tapi aku memperingati kamu untuk tidak membeli buku-buku itu lagi.” -End’e Draking
__ADS_1
Lalu End’e Draking keluar dari perpustakaan kecil itu dan menuju ke tempat lain. Penjaga Perpustakaan itu yang sudah melihat End’e Draking pergi dan sudah jauh darinya, dia bertanya-tanya didalam kepalanya, kenapa orang seperti End’e Draking ada di Kapal Angkasa Penumpang untuk orang-orang biasa.