[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
CHAPTER 118


__ADS_3

End’e Draking dikejutkan dengan serangan yang menyerangnya secara tiba-tiba, akan tetapi End’e Draking dapat mudah menghindari serangan tersebut dengan tenang tanpa berpindah tempat.


Setelah menghindari serangan pertama tanpa harus berpindah tempat, dia menanyakan kenapa mereka menyerangnya.


“Bukankah kalian sudah menyerah untuk menyerang aku?” -End’e Draking


“Ini disebabkan oleh kutukannya.” -Ortheos


Sekali lagi Or itu menyerang End’e Draking dengan kedua cakarannya yang begitu cepat. End’e Draking masih bisa menghindari kedua serangan tersebut dengan begitu tenang tanpa berpindah tempat.


“Tenangkan dirimu, Ortheros!” -Ortheos


Sepertinya Ortheos sedang mencoba menenangkan Ortheros yang tidak stabil yang mencoba menyerang orang asing itu.


Ortheros tidak mendengarkan Ortheos, dia masih melanjutkan berbagai serangannya kearah orang asing itu dengan sangat cepat dan kuat. Akan tetapi seluruh serangan tersebut kearah orang asing itu atau End’e Draking dapat mudah dihindari tanpa berpindah tempat.


Tidak satupun serangan cakarannya tersebut mengenai End’e Draking, sebab serangan tersebut kurang cepat dan tidak tepat ke targetnya. End’e Draking juga merasa kalau seluruh serangan kearahnya seperti waktu yang sedang melamban.


“Ayolah, bukankah kamu ingin sekali mengenaiku?” -End’e Draking


Dia mencoba memprovokasi Ortheros yang sedang mengamuk dan tidak stabil. Dikarenakan provokasi tersebut, Ortheros mulai marah dan lebih mengamuk, sedangkan Ortheos sedikit marah dengan orang asing itu.


“Woi! Kenapa kamu memprovokasinya? Bukankah itu lebih buruk!” -Ortheos


End’e Draking memberikan alasan kenapa dia melakukan provokasi tersebut.


“Aku melakukan hal itu, karena aku penasaran jika dia tambah marah dan tidak kendali, apakah dia akan tenang atau kamu juga dikendalikan?” -End’e Draking


Mendengar alasan yang tidak masuk akal baginya, Ortheos tidak boleh diprovokasi dan tetap fokus menenangkan Ortheros yang tidak stabil itu.


End’e Draking merasa tubuhnya sudah pegal dan susah digerakkan lagi. Karena tidak ingin berlama-lama lagi untuk menghindari seluruh serangan kearahnya, dia langsung melakukan teleportasi kesamping Anjing berkepala dua tersebut dan menendang dengan keras.


Tendangan yang sangat keras tersebut dengan sekali serangan membuat Anjing berkepala dua itu terhempas jauh dan merobohkan tembok ruangan harta karun tersebut. Setelah merobohkan tembok ruangan tersebut, Anjing berkepala dua tersebut sudah berada didekat pinggir pantai.


Anjing berkepala dua tersebut mulai tidak bisa bangun, akibat dari serangan yang begitu keras mengenai tubuh mereka berdua. Dan Ortheros juga sudah mulai pingsan dan tidak mengamuk lagi.


“Walah... Aku tidak sengaja membuat pintu keluar dari tubuh kalian.” -End’e Draking

__ADS_1


End’e Draking tidak merasa dirinya bersalah, dia merasa beruntung karena telah membuat sebuah pintu keluar dari tubuh Anjing berkepala dua tersebut atau Or.


Ortheos yang masih merasakan kesakitan dan tidak bangun. Dia bertanya kepada orang asing itu, kenapa dia melakukan hal sekeras itu kepada mereka.


“Apakah kamu gila? Kamu hampir membuat kami berdua mati!” -Ortheos


End’e Draking langsung berpindah ke tempat Anjing berkepala dua tersebut atau Or, dan menjelaskan kenapa dia melakukan hal tersebut kepadanya.


“Sebenarya aku melakukan itu untuk menyadarkan kepala sebelah kiri itu, tetapi aku tidak tahu kalau itu membukakan pintu keluar untuk kita.” -End’e Draking


End’e Draking mengeluarkan kalimat yang sedikit menyakitkan hati Ortheos, karena Ortheos seperti dijadikan alat untuk membuat sebuah pintu keluar dari tempat itu.


“Kenapa kamu mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan itu? Itu tidak diharapkan olehku!” -Ortheros


Ortheros sangat marah dan kesal karena perkataan yang diucapkan oleh End’e Draking tersebut.


“Baiklah, aku akan mengoperasi kalian berdua.” -End’e Draking


End’e Draking akan mengoperasi mereka berdua sesuai apa yang diinginkan olehnya, dan memisahkan mereka dari satu tubuh itu lumayan susah. Akan tetapi Ortheos menghentikan langkahnya dan memberitahu alasannya, kenapa dia tidak ingin dioperasi.


“Kenapa kamu ingin aku berhenti? Padahal aku belum menyuntik kamu.” -End’e Draking


“Aku beritahu alasan aku tidak setuju dengan operasi pemisahan ini, yaitu Ortheros sering mengalami keanehan dan ketidakstabilan pada pikirannya dan kamu lihat ada semacam kutukan badannya.” -Ortheos


“Kutukan aneh itu, aku lihat.” -End’e Draking


“Kutukan tersebut diberikan oleh seorang penyihir dari kekaisaran Sea, kutukan tersebut memberikan kekuatan besar tetapi mengakibat pengguna kekuatan tersebut dimakan oleh kekuatan kutukan tersebut.” -Ortheos


“Dan lalu?” -End’e Draking


“Aku yang merupakan bagian kepala sebelah kanan, aku harus menahannya untuk tidak melukai seseorang saat dia tidak stabil.” -Ortheos


Sebenarnya dia tidak ingin memberitahu kepada orang asing itu, akan tetapi karena keadaan mendesak dia memberitahu alasannya tersebut. Dia juga tidak ingin Ortheros menjadi makhluk yang ditakuti.


“Bagaimana dengan ini, Aku akan menyerap kutukan tersebut tanpa mengambil satupun dari kekuatan kutukan yang kuambil?” -End’e Draking


End’e Draking memberikan penawaran, dia akan menyerap kutukan tersebut tanpa mengambil satupun dari kekuatan kutukan tersebut. Dan End’e Draking sudah terbiasa mengalami semacam kutukan pada dirinya.

__ADS_1


“Aku tidak yakin dengan perkataan kamu itu. Dikarenakan kutukan ini dapat mempengaruhi orang lain juga, walaupun kekuatannya sudah tidak ada.” -Ortheos


Ortheos sangat tidak yakin dengan penawaran tersebut, karena dia ketahui bahwa kutukan tersebut masih bisa mengendalikan orang lain, walaupun kekuatan didalamnya itu telah tidak ada.


Mendengar perkataan itu, End’e Draking merasa kalau kutukan tersebut masih sangat lemah untuk menyerang tubuhnya. Dikarenakan tubuhnya itu sudah terbiasa dengan kutukan yang mengendalikannya.


“Hahahaha....! Kamu pikir aku ini adalah orang yang tidak bisa melawan kutukan lemah tersebut. Aku sudah sering terkena kutukan apapun itu, dan lebih mengerikan aku pernah mati berapa kali akibat dari kutukan yang pernah menyerangku.” -End’e Draking


End’e Draking mengatakan perkataan itu dengan sangat sombong, tetapi perkataannya itu bukanlah kebohongan. Memang dia bisa menahan semacam penyakit seperti kutukan tersebut, karena dia hampir pernah mati akibat penyakit tersebut.


“Terimakasih atas penawaran kamu yang baik tersebut. Tapi aku tidak akan mau berpisah dan selamat tinggal, orang aneh!” -Ortheos


Ortheos mengeluarkan gumpalan asap berwarna hijau dan sangat beracun jika tercium oleh makhluk hidup, maka mereka akan mati. Kemudian dia meninggalkan orang asing itu dan berlari menjauhinya.


“Kamu pikir asap beracun ini dapat membunuh aku. Hahahaha...!” -End’e Draking


Anjing berkepala dua atau Or berlari dan menjauhi End’e Draking, dia sangat tidak ingin dipisahkan dari tubuhnya itu. Ortheos mengeluarkan asap hijau beracun untuk mengalihkan pandangan orang asing itu, dan juga untuk melemahkan tubuh orang asing itu.


Akan tetapi ketika dia sedang berlari menuju ke tanah hijau, dia langsung dicegat oleh orang asing itu yang masih selamat dari asap beracun miliknya tersebut.


“Bagaimana kamu tidak terpengaruh oleh asap itu? Seharusnya tubuh kamu sudah lemah dan tidak bisa digerakkan.” -Ortheos


Ortheos tampak kebingungan dan heran, bagaimana bisa gas asap miliknya tersebut tidak terpengaruh ke orang asing itu.


“Bukankah aku sudah bilang, aku ini tahan dengan berbagai penyakit termasuk gas asap milikmu itu, yang terdeteksi oleh tubuhku sebagai penyakit. Jadi semacam itu tidak akan terpengaruh oleh tubuhku.” -End’e Draking


Tubuhnya mendeteksi kalau gas asap beracun tersebut adalah sebuah penyakit yang mengandung berbagai zat yang sangat berbahaya didalamnya, dan lalu menghilangkan zat-zat tersebut. Dengan begitu, End’e Draking tidak terpengaruh.


“Sialan!” -Ortheos


Ortheos mencoba kabur lagi, tetapi dia tidak sadar kalau keempat kakinya telah ditahan oleh rantai borgol. Rantai borgol tersebut dikeluarkan oleh End’e Draking, supaya Ortheos tidak kabur darinya lagi, dan harus menerima tawarannya.


“Padahal aku sudah bersikap baik dengan kamu, tetapi kamu malah membuat aku sedikit melakukan kekerasan untuk operasi ini.” -End’e Draking


“Jangan!!!” -Ortheos


End’e Draking langsung melakukan sebuah operasi pemisahan dua kepala itu dari satu tubuh dan juga mengambil kutukan tersebut tanpa mengambil kekuatan dari tubuhnya. Anjing berkepala dua atau Or itu telah dibius oleh kemampuan intimidasi miliknya, atau Or itu ketakutan karena intimidasi tersebut dan berakhir pingsan.

__ADS_1


__ADS_2