![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
...CHAPTER 82...
Sehari yang lalu, Semua orang sedang melakukan pembangunan didekat rumahnya Celion Demonstra. Mereka membangun beberapa bangunan seperti rumah, Air Mancur, dan Patung Para Grup Pahlawan.
Kenapa mereka membangun bangunan dan lain-lainnya, karena sebagian mereka akan tinggal di sana juga. Walaupun sebelumnya mereka dilarang tinggal oleh Celion Demonstra dan teman-temannya.
Dikarenakan mereka akan mengacaukan ketenangan Celion, Xesa, Recca, dan Edward setelah kehidupan lama mereka. Empat orang itu hanya menginginkan ketenangan dan kedamaian untuk selamanya.
Akan tetapi Recca Celestial berpikir sekali lagi, lalu dia setuju dengan syarat yang harus diperhatikan Syarat-syarat tersebut tidak boleh dilanggar ataupun tidak dilaksanakan oleh orang yang akan tinggal di tempat itu.
Syarat pertama, tidak diperbolehkan untuk keluar dari tempat tersebut melalui pintu manapun. Kedua, semua orang harus saling mempercayai, menghormati, dan menyayangi supaya dapat menghindari kehancuran. Ketiga, letak tempat tersebut tidak boleh diberitahu kepada orang luar. Dan itu saja.
Mereka yang tinggal setuju dengan syarat tersebut, dan orang yang tidak tinggal diberikan sebuah ancaman untuk orang-orang yang memberitahu tempat tersebut.
Sementara orang-orang sedang membangun bangunan-bangunan di tempat tersebut, Draking hanya melihat saja dan tidak ikut membantu, karena dia punya hal lain.
Dan pada hari ini, Pembangunan tersebut telah selesai dan semua orang tampak kelelahan. Melihat semua orang sudah terlihat kelelahan, Para prajurit perempuan bersama Celion Demonstra telah menyiapkan makanan untuk Para pekerja tersebut.
Draking, Hans Seven dan Edward Demons duduk sangat jauh dari tempat duduk yang telah disiapkan. Sepertinya mereka sedang menghindari sesuatu yang belum diketahui oleh orang yang duduk di sana.
“Edward, aku dengar dari Celion, kamu mempunyai keinginan kuat untuk menyatukan seluruh dunia di masa lalu.” -Hans Seven
Edward Demons tidak terkejut mendengar perkataan itu. Hans Seven juga baru diberitahu oleh Celion Demonstra kemarin.
“Celion, dia tidak pernah berubah. Seperti kamu katakan, dulu sampai sekarang aku belum memenuhi keinginan besar yang aku miliki itu, dan sebenarnya aku tidak ingin menggunakan kekerasan.” -Edward Demons
“Jadi selama ini, kenapa kamu melakukan peperangan dengan Bangsa Manusia setiap saat?” -Hans Seven
Hans Seven tidak yakin kalau perkataan yang dikeluarkan oleh mantan Raja Iblis itu benar, karena dia telah menumpahkan banyak korban dari masing-masing pihak.
“Kamu tahu tidak. Kami bukan hanya perang dengan kalian bangsa manusia, tetapi kami pernah berperang dengan bangsa kami sendiri. Dengan tujuan yang sama yaitu kekuasaan.” -Edward Demons
Edward Demons berdiri dan berkata kepada Hans Seven.
“Kamu pernah dengar senjata yang sering gunakan itu.” -Edward Demons
“Pernah.” -Hans Seven
“Sebelum aku menjadi seorang raja, aku hanya adalah seorang biasa saja dari suku Demons. Dan ketika aku mendapatkan senjata tersebut, darah aku terus naik dan semangat aku tidak pernah memudar. Akan tetapi, aku merasakan semakin lama semakin aku ditiadakan oleh senjata aku sendiri.” -Edward Demons
__ADS_1
Edward Demons menceritakan tentang senjatanya yang mengakibatkan dirinya tidak bisa dikendalikan.
“Dan lalu dimana senjata tersebut?” -Hans Seven
“Senjata itu telah dihancurkan oleh Pria Aneh itu. Dengan menggunakan jarinya saja, senjata yang telah seperti diriku itu hancur seketika.” -Edward Demons
Edward Demons mengatakan hal itu sambil matanya mengarah ke Draking.
“Apa?! Senjata yang berupa kapak itu, seharusnya sudah hancur sejak dahulu kala. Akan tetapi aku cukup terkejut karena senjata itu masih ada hingga pertama kali kita bertemu.” -Draking
Draking tidak terlalu senang ditatap oleh Edward Demons.
Saat mereka masih berbincang-bincang, Celion Demonstra menghampiri mereka dan sambil membawa makanan untuk mereka.
“Kalian tidak ingin mau makan ini.” -Celion Demonstra
Mereka bertiga melihat sebentar kearah tempat duduk tersebut, dan mereka melihat semua orang sedang menahan rasa sakit.
“Taruh saja di sini, Rosalia. Nanti kami akan memakan makanan itu.” -Edward Demons
Edward Demons meminta makanan yang dibawa oleh Celion Demonstra ditaruh didepan mereka saja.
Celion Demonstra menaruh makanan itu didepan mereka dan lalu meninggalkan mereka bertiga.
Hans Seven mendengar Edward Demons memanggil Celion Demonstra bukan Celion tetapi Rosalia. Hal itu membuatnya bertanya-tanya.
“Kenapa kamu memanggilnya Rosalia? Bukankah itu nama pedangnya?” -Hans Seven
Edward Demons langsung menjawab pertanyaan tersebut dan lalu memberikan alasan kenapa dia memanggilnya Rosalia.
“Hahaha! Rosalia Demons atau dipanggil Rosalia itu adalah nama pertamanya yang diberikan oleh ayahnya. Dulu kami pernah berteman sementara waktu. Dan Pedang Rosalia adalah salah satu dari dua pedang yang pernah dibuatnya. Dia adalah orang yang jarang menamai sesuatu, dan jadi dia menamai Pedang Rosalia dengan nama pertamanya.” -Edward Demons
“Apa?! Sebentar nama belakang kalian sama, dan kalian pernah berteman. Apakah kalian itu bersaudara?” -Hans Seven
Hans Seven tidak mengetahui kalau ada orang yang mempunyai nama belakang yang sama dengan Edward Demons.
“Karena Edward, dan Celion adalah satu suku yang sama dan kalian pernah berteman karena kalian satu suku. Demons dikenal suku yang paling kuat, tetapi perekonomian lemah pada saat dahulu kala di Planet ini.” -Draking
Edward Demons heran bagaimana Draking dapat mengetahui hal tersebut.
__ADS_1
“Bagaimana kamu dapat mengetahui tentang perekonomian suku kami dua ratus tahun lalu.” -Edward Demons
Dan Draking tidak menjawab pertanyaan tersebut, tetapi dia melontarkan pertanyaan.
“Aku ingin kamu menjawab ini dan baru aku akan menjawab pertanyaan kamu itu. Bagaimana suku Demons yang terkenal sangat kuat dan terampil dalam kekuatan fisik bisa musnah? Padahal jumlah orang-orang yang diusir oleh Aeter berjumlah ratusan orang.” -Draking
Hans Seven tidak dapat mencerna apa yang dibicarakan orang dua orang itu, dia meninggalkan dan pindah ke tempat Delta Terra dan Raksa Rewel. Sedangkan Edward Demons susah menjawab pertanyaan tersebut.
“Ayolah!” -Draking
Edward Demons tidak bisa menjawab, apalagi dia tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Draking. Dan dia harus menjawab apa.
“Jika kamu tidak ingin menjawab pertanyaan itu tidak apa-apa, dan sebaliknya aku tidak akan menjawab pertanyaan tadi yang kamu berikan.” -Draking
Draking mengatakan kalau Edward tidak apa-apa tidak menjawab pertanyaan itu, tetapi sebaliknya dia tidak akan mendapatkan jawaban darinya. Edward Demons mengalihkan dan bertanya tentang tujuan sebenarnya Draking.
“Dari awal kita bertemu sampai sekarang, aku tidak tahu apa tujuan kamu sebenarnya, Draking? Tetapi aku ingat saat aku dihipnotis, kamu akan menghancurkan dunia ini.” -Edward Demons
Edward Demons sedikit ingat tentang ucapan yang berasal dari seseorang, dia tidak tahu siapa orang itu. Tapi dia tahu nama Draking dan kata kehancuran sering terdengar.
“Hahaha! Itu salah, tetapi itu bisa benar.” -Draking
Mendengar perkataan Draking, Edward Demons agak kebingungan karena jawaban Draking itu benar atau salah.
“Yang mana!” -Edward Demons
Edward Demons meninggikan nada suaranya dan ingin tahu yang mana benar atau salah.
“Kamu tidak sabar. Bolehkah aku pinjam anak angkat atau kubilang anak kandung kamu itu.” -Draking
Sekali lagi, Edward Demons tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Draking. Dan selama ini dia tidak punya anak atau mengangkat seorang anak.
“Apa yang kamu bicarakan?” -Edward Demons
“Pinjamkan aku Xesa.” -Draking
Tiba-tiba semua orang berteriak keras dan Edward Demons langsung kearah teriakan tersebut. Dan lalu dia melihat Xesa.
“Xesa!!!”
__ADS_1