![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Di Planet Samudra, Kerajaan Ocean terlihat telah mempersiapkan seluruh pasukannya untuk menghadapi Seluruh Kapal Perang milik Kekaisaraan Mariana yang ingin melakukan invisi terhadap Kerajaan Ocean.
Para warga telah diamankan dibelakang Istana Kerajaan Ocean atau didalam bangunan yang tepatnya pegunungan tinggi. Bangunan tersebut kemungkinan aman dari berbagai serangan yang akan datang, karena terbuat dari material kuat dan tahan terhadap suhu yang sangat panas.
“Baiklah.... Apakah semua orang sudah ada di sini?” -Vivi Neon Barbarossa.
Vivi Neon Barbarossa adalah penanggung jawab terhadap seluruh pengungsi, dan dia diwajibkan untuk menyeratakan seluruh pengungsi, dan tidak boleh mendiskriminasi mereka atau ada diskriminasi diantara mereka itu yang dikatakan oleh Hydro Queen.
Jika ada diskriminasi dan terdengar oleh Hydro Queen, dia akan dipecat dari pekerjaannya, dan kehormatannya sebagai prajurit setia bagi Kerajaan Ocean akan dicabut secara paksa. Vivi Neon Barbarossa tidak ingin gelar kesetiannya dicabut dan juga dipecat dari pekerjaannya, karena pekerjaan sebagai tentara atau prajurit kerajaan adalah impiannya sejak kecil.
“Jangan ada berkelahi atau melakukan hal-hal buruk didalam bungker ini! Jika ada yang melakukan hal buruk atau jahat, dia akan dikeluarkan dari sini atau dijadikan umpan untuk pasukan Kerajaan.” -Vivi Noen Barbarossa
Vivi Neon Barbarossa memberikan sebuah aturan yang tidak boleh dilanggar, dan harus dipatuhi untuk semua orang yang ada didalam bangunan tersebut.
Ada beberapa orang yang tidak mendengar perintah tersebut, karena mereka tidak mempercayai kalau ada peperangan dengan Kekaisaran Mariana. Mereka bukan pengkhianat Kerajaan Ocean, tetapi mereka sedikit medengar kabar palsu dibandingkan kapar asli.
“Kamu pasti berbohong, Gadis desa!”
“Mana ada perang, pastinya kalian para tentara akan diam-diam mengambil harta kami yang tertinggal pada saat kami berdiam dan tidak bisa apa-apa didalam ruangan gelap ini.”
Ada orang yang menentang, dan dia juga telah termakan dengan berbagai kabar-kabar atau rumor-rumor yang tidak benar adanya atau tidak ada faktanya. Dia hanya bisa menyimpulkan secara cepat, kalau para tentara sedang berbohong kepada masyarakat.
“Itu tidak ada dan tidak benar. Darimana kamu mendapatkan berita seperti itu?” -Vivi Neon Barbarossa
“Entahlah! Tapi kalian pasti akan melakukan hal tersebut, dan pasti akan mencuri benda-benda berharga dari orang-orang yang tidak menjadi pihak kalian.”
“Benar itu, kalian adalah orang-orang yang sangat mendukung dan akan menghancurkan faksi kami dengan berita-berita bohong kalian!”
Dan mereka juga mengaitkan hal-hal tersebut dengan politik yang sedang terjadi sekarang. Padahal tentara tidak boleh melakukan pemaksaan atau mengahancurkan faksi-faksi lain.
“Kami tidak akan melakukan hal tersebut.” -Vivi Neon Barbarossa
“Mana buktinya!”
“Iya, mana buktinya kalau kalian tidak akan melakukan hal tersebut.”
“Atau kalian memang benar benar berbohong!”
Vivi Neon Barbarossa mulai merasa kesal, dan tidak bisa menahan dirinya. Akan tetapi temannya mendatanginya, dan menenangkan Vivi Neon Barbarossa yang merasa kesal. Temannya itu bernama El Marunt.
El Marunt menenangkan Vivi Neon Barbarossa dengan cara memenggang tangannya, dan lalu dia ingin mengambil alih tugas Vivi Neon Barbarossa untuk membalas perkataan orang-orang yang tidak menyukainya.
Setelah menenangkan dan mengambil tugas Vivi Neon barbarossa, El Marunt mencari orang yang tadi menghina maupun orang yang tidak percaya dengan mereka para tentara. Dia mengambl dua orang yang merupakan orang yang memprovokasi pertama kali, dan lalu melemparkan mereka keluar.
“Sekarang apa yang kalian lihat?” -El Marunt
Dua orang tersebut yang dilempar keluar oleh El Marunt, mereka sangat terkejut dengan melihat perang antara Pasukan Kerajaan Ocean dengan Kekaisaran Mariana. Sepertinya mereka tidak bisa melawan balik setelah melihat beberapa kekacauan yang ada diluar.
“Diam saja, apakah kalian sudah paham? Bagaimana keadaan kita sekarang?” -El Marunt
__ADS_1
“Paham!”
Karena dua orang itu telah paham dan mengerti apa yang terjadi diluar sana, dan para tentara tidak berbohong kepada mereka, El Marunt membawa mereka masuk lagi kedalam bangunan pelindungan. Dia juga sambil menatap kekacauan yang dibawah sana.
Didekat pesisir pantai kerajaan Ocean terjadilah perang antar kedua negara tersebut yang harus diberhentikan dengan cara menghancurkan bagian penting dari masing-masing pasukan.
Edward Demons dan Rosalia Demons sedang mengamati dari atas gedung apartemen, mereka sengaja tidak ikut pergi ke tempat perlindungan, karena ancama tersebut hanya seperti ancaman seorang anak kecil. Mereka tidak takut, dikarenakan mereka sudah terbiasa dengan perang sejenis itu.
“Perang sudah dimulai, dan tidak ada orang yang akan hidup setelah ini.... aku bisa merasakan bau-bau kematian.” -Rosalia Demons
“Ah... Rosalia, aku mohon kamu berganti kepribadian menjadi Celion. Aku sudah muak dengan sikap jahat kamu tersebut.” -Edward Demons
“Jahat itu keren, apalagi dengan kata-kata jahat mereka. Contoh kamu, aku bisa mengalahkan apapun dengan kedua tangan ini, dan aku akan menguasai dunia selama-lamanya wahaha!” -Rosalia Demons
“Bisakah kamu diam!” -Edward Demons
“Apakah kamu malu, sayangku tercinta....?” -Rosalia Demons
“Diam saja....” -Edward Demons
Sedangkan Xesa sedang membantu Hydro Queen dan para jenderal lain dalam membuat strategi untuk mengalahkan Para pasukan tempur milik Kekaisaran Mariana. Diantara semua orang yang berkumpuli di sana, hanya Xesa yang terbanyak mengeluarkan ide yang masuk akal dan tidak masuk akal.
“Ayolah.... kenapa kalian tidak menyetujui semua pendapat untuk strategi perang ini?” -Xesa
“Maaf.... Banget. Kami menerima sebagian pendapat kamu. Akan tetapi bisakah ide kamu itu dihentikan saja. Karena.... dalam beberapa menit kamu langsung mendapatkan ide, dan membuang ide sebelumnya, dan itu terus mengulang-ulang.” -El Maruane
“Ah..... Harusnya kalian juga...” -Xesa
“Yang dikatakannya benar... dan kami ingin tahu berapa umur kamu saat ini?” -Ossvan Navn
“umur aku berapa, ya?” -Xesa
“Kalian pasti sedikit terkejut, karena dalam hitungan planet kita umurnya masih empat belas tahun tapi di planetnya dia sudah berumur sembilan belas tahun.” -Hydro Queen
“Eh...”
Semua orang tampak sangat terkejut, karena mereka tidak manyangka kalau ada seseorang yang genius di usia belum dewasanya jika diukur dengan waktu planet Sahara.
“Hehehe...... Apakah di planet kalian tidak ada seseorang sepertiku?” -Xesa
“Ada..... tapi kebanyakan dari mereka adalah anggota bangsawan, dan pasti kamu tahu betapa repotnya orang-orang bangsawan tersebut.” -El Maruane
“Jadi apa masalahnya, apakah mereka tidak ingin anaknya menjadi suatu berharga di negara ini? -Xesa
“Bukan mereka tidak mau, tapi mayoritas bangsawan itu....” -El Maruane
“Ini masalah politik tentang pergantian Ratu Ocean. Jadi kami tidak ingin mereka mati para pendukung kami, dan dengan ini juga kami bisa membuktikan kalau faksi yang mayoritas tentara dapat membuat Kerajaan Ocean milik kami.” -Hydro Queen
Hydro Queen menjelaskan kenapa sebagian besar orang yang mendukung faksinya bukan tidak boleh ikut tetapi dia ingin pendukungnya tidak boleh mati sebelum pemilihan yang akan diselenggarakan.
__ADS_1
“Oh..... Kalau begitu seharusnya aku tidak perlu ikut dalam perang ini, karena aku bukan dari negara ini atau dari planet ini.” -Xesa
Setelah mendengar penjelasan tersebut, Xesa memutuskan untuk tidak ikut dalam perang kedua negara tersebut, dan tidak perduli lagi dengan apa yang terjadi atau kesenangannya lagi. Dikarenakan dia bekerja sama mereka untuk membantu mereka bukan faksi mereka.
“Eh... tunggu sebentar, kamu ini seorang yang sudah membantu kami, dan kami juga akan melindungi kamu, loh.” -Ossvan Navn
“Pelindungan untukku? Sepertinya aku tidak akan membutuhkannya, karena para tentara dari dua negara bukan tandingan aku.” -Xesa
“Hahaha... Kamu terlihat sombong dengan perkataan kamu.” -Ossvan Navn
“Aku tidak sombong itu adalah kebenarannya.” -Xesa
Xesa sudah memperhatikan dan memerikasa betapa berbahaya antar kedua pasukan negara terbuset, dn ternyata tidak ada satupun yang berbahaya baginya, kecuali orang yang ada didepan matanya, yaitu Hydro Queen, dan seseorang yang berada di ruangan tersembunyi.
“Kebenaran! Hah...! Baiklah, ayo kita bertanding siapa dari kita akan menang dan terkuat!” -Ossan Navn
“Sudah cukup, Ossan... Mana budaya tata karma kamu. Semua jenderal tidak marah atau kesal dengan perkataannya, mereka sadar kalau dia berasal dari tempat lain, dan kita belum menentukan seberapa besar kekuataannya. Dan ingatlah kita sedang dalam perang!” -Hydro Queen
“Cih...” -Ossvan Navn
“Ada apa?” -Hydro Queen
“Tidak ada apa-apa....” -Ossvan Navn
Ossvan Navn berbeda dengan lain, dia ingin sekali menguji kemampuan yang dimiliki Xesa bukan dari kecerdasaannya saja, tetapi kekuatannya juga. Seharusnya dia bisa mengujinya pada saat Xesa ingin mengajukan dirinya, tetapi dia dihalau dan dihalangi oleh Hydro Queen. Jadi dia berpikir bagaimana cara menguji seseorang walau di saat seperti ini.
“Nyonya Hydro, bolehkan aku minta persetujuan kamu?” -Ossvan Navn
“Persetujuan apa?” -Hydro Queen
“Aku ingin kamu setuju tentang hal ini.” -Ossan Navn
Ossan Navn sudah mendapatkan ide agar dia bisa menguji kemampuan yang dimiliki oleh Xesa, yaitu seberapa besar atau hebatnya kekuatan dimiliki oleh Xesa. Dan dia membisik-bisikkan ke telinganya Hydro Queen.
“Bagaimana dengan hal tersebut?”
Hydro Queen agak tidak perduli dengan pertarungan tersebut, tetapi dengan cara hal tersebut pasti banyak orang akan mendukungnya dari berbagai pihak, termasuk pihak rakyat jelata. Jadi dia harus menyetujuinya.
“Baiklah...” -Hydro Queen
Hydro Queen menyetujui dan mengatakan apa yang dibisikkan oleh Ossvan Navn kepada semua orang yang didalam ruangan tersebut, termasuk Xesa.
“Xesa, ini permintaan dari orang gila tersebut, dia ingin kamu dan dia melakukan pertandingan, yaitu menyelamatkan beberapa warga yang masih terjebak dalam perang dan menyelamatkan para tentara yang terluka.” -Hydro Queen
“Hmm...... Bagaimana, ya?” -Xesa
Xesa sudah tahu apa yang dipikirkan dan diuntungkan oleh mereka semua, yaitu mendapatkan dukungan dari pertandingan tersebut. Tapi dia juga akan sedikit kejutan kepada mereka.
“Baiklah.....” -Xesa
__ADS_1