[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
CHAPTER 132


__ADS_3

Di apartemen, Edward Demons sedang dipaksa melakukan seluruh pekerjaan rumah oleh Rosalia Demons. Rosalia Demons memaksa Edward Demons melakukannya karena keinginannya sendiri, sedangkan Edward Demons susah menolak permintaan tersebut yang biasanya dia tolak.


Rosalia Demons belum berganti kepribadian dengan Celion Demonstra, karena Rosalia Demons menganggap kalau dirinya masih berguna dalam perjalanan saat ini. Dia juga menganggap kalau Celion Demonstra masih merasa marah dan kesal kepada Edward Demons, sementara dia tidak terlalu marah kepada Edward Demons.


“Cepat bersihkan!” -Rosalia Demons


“Kenapa kamu sangat keras, Rosalia? Aku sudah membersihkan lantai ini.” -Edward Demons


Edward Demons tidak merasa kelelahan setelah membersihkan lantai seluruh ruangan di apartemen tersebut. Kenapa dia tidak merasa kelelahan setelah membersihkan apartemen yang luasnya 98 meter persegi, karena dia pernah berlari sejauh 100 km dan mengayunkan senjata seperti tongkat kayu sebanyak 2 ribu kali ketika dia merasa bosan.


“Aku keras kepada kamu, karena aku ingin sekali melihat kamu sebagai ibu rumah tangga. Eh...? Ayah rumah tangga, karena aku yang akan kerja dan kamu di rumah saja.” -Rosalia Demons


“Jadi kamu masih memimpikan kalau kita akan menjadi keluarga, tapi kita harus kembali dulu ke Planet asal kita.” -Edward Demons


“Jika saja kita tidak terlibat dengan tradisi yang salah satunya adalah Seluruh orang yang sudah terlahir di dunia ini, mereka harus menikah di tempat lahirnya juga. Jadi kita harus mengikuti perintah tradisi tersebut, dan nanti kita akan menggelar pernikahan dimana?” -Rosalia Demons


Rosalia Demons yang tidak sabar lagi untuk melakukan penggelaran pernikahan dan juga tidak sabar menjadi seorang pasangan hidup untuk sekali lagi bersama dengan Edward Demons. Tapi mereka masih terikat oleh tradisi mereka tersebut, jadi mereka harus tunggu berapa lama.


“Jika kamu masih berpikir seperti itu, kenapa kamu tidak memohon saja kepada Draking? Atau apakah kita bisa pulang sendiri dan meninggalkan Xesa di sini?” -Edward Demons


Edward Demons dipikirannya terus bertanya-tanya apakah mereka harus menunggu End’e Draking untuk membawa mereka kembali ke Planet Rosemary atau apakah mereka bisa pulang secara mandiri tanpa bantuan dari End’e Draking.


“Jika kamu merasa berani dan punya kepribadian kuat, kamu boleh pergi sendiri saja. Tapi jika kamu merasa dirimu akan tersesat di perjalanan dan takut, sebaiknya kamu menunggu dia dan meminta bantuan kepadanya.” -Rosalia Demons


Maksud dari perkataan tersebut adalah seorang berani dan percaya diri pasti dia dapat mengatasi masalahnya dengan cepat, sementara orang yang takut dan tidak percaya diri pasti dia tidak dapat mengatasi masalahnya dan selalu tersesat di jalan yang salah.


“Jadi kamu itu termasuk kedalam kategori orang yang takut dan tidak percaya diri, karena kamu selalu menunggu dia untuk meminta bantuan.” -Edward Demons


“Bukan begitu....” -Rosalia Demons


“Kalau begitu apa yang kamu maksud sebenarnya dari perkataan kamu itu?” -Edward Demons


“Yang aku maksud adalah aku bukanlah orang yang takut dan tidak percaya diri, tetapi aku ini adalah seorang gadis yang pasti sering digoda oleh laki-laki buaya. Jadi aku ingin kamu ikut juga kembali ke Planet asal kita bersama-sama.” -Rosalia Demons

__ADS_1


Sebenarnya Rosalia Demons berani pulang kembali ke Planet asalnya tanpa bantuan, tapi dia ingin sedikit menggoda Edward Demons yang terasa tidak memperdulikan dirinya.


“Jika kamu ingin kita berdua pulang bersama ke Planet asal kita, tapi aku tidak bisa sekarang, karena dia pasti akan memaksa aku lagi.” -Edward Demons


Edward Demons merasa kalau dirinya harus masih mengikuti perjalanannya End’e Draking yang tidak tahu arahnya kemana sebenarnya, tetapi dia ingin sekali-kali mengunjungi planet asalnya.


“Baiklah..... Edward, aku ingin ke dapur untuk membuat masakan, makanan apa yang kamu inginkan? Biar aku yang buatkan untuk kamu.” -Rosalia Demons


“Bagaimana dengan makanan yang sering kita rebutkan?” -Edward Demons


“Bisa, untung ingatan tentang resep membuat masakan itu masih ada didalam kepala aku.” -Rosalia Demons


Rosalia Demons berjalan menuju ke dapur untuk membuat sebuah makanan kesukaan mereka berdua yang sangat lezat dan bagi mereka tidak ada tandingannya. Resep makanan tersebut adalah resep turun-temurun dari leluhur mereka dan menjadi makanan kebanggaan Suku Demons.


Dia mengecek lemari pendingin dan juga laci-laci di dapur untuk menemukan beberapa bumbu masakan untuk membuat makanan tersebut. Setelah mengecek didalam laci-laci dan lemari pendingin, ternyata dia menemukan bahan-bahan dan bumbu-bumbu yang masih asing baginya.


Walaupun ada juga sedikit kemiripan dengan bahan-bahan yang ada di Planet Rosemary, dia yakin kalau bahan-bahan tersebut pasti mengandung hal yang sama seperti bahan-bahan di Planet asalnya.


Kenapa harus disamakan dengan bahan peledak, karena bumbu-bumbu yang dimasukkan kedalam masakan tersebut, ketika tercampur dengan bumbu-bumbu lainnya akan mengubah menjadi sebuah bahan yang sangat bagus untuk ditambahkan ke dalam masakan, dan jika ditambahkan sedikit bumbu peledak akan menjadi bahan peledak yang sangat kuat dan besar.


Setelah beberapa saat, makanan tersebut sudah jadi. Makanan yang dibuatnya adalah sebuah sup pedas dan asam dengan tambahan daging sapi matang yang telah dibumbui dan diberi saus yang telah dibuatnya.


Setelah selesai makanan tersebut jadi, lalu dia langsung mempersiapkan dan menambah kecantikan di masakan tersebut, agar Edward Demons bisa memujinya dengan keindahan, kecantikan dan rasa masakan tersebut.


“Edward! Apakah kamu sudah ada di ruangan makan? Sup istimewa ini sudah selesai!” -Rosalia Demons


“Sudah, ayolah aku sudah tidak sabar menyisip sup tersebut!” -Edward Demons


Sepertinya Edward Demons tidak sabar lagi untuk memakan makanan tersebut, karena dia sudah lama tidak memakan makanan tersebut sekitar hampir 2 abad. Walaupun waktu sangat lama, tetapi rasa ingin menyisip makanan kesukaannya tidak akan pernah berubah.


Rosalia Demons memberikan makanan tersebut kepada Edward Demons dan mengatakan untuk berhati-hati sebelum memakan makanan tersebut.


“Edward, silahkan makan sup pedas asam kesukaan kamu! Dan juga berhati-hatilah ketika saat makan masakan ini!” -Rosalia Demons

__ADS_1


“Wah... Seperti biasanya masakan kamu itu tidak pernah berubah.” -Edward Demons


Edward Demons melihat makanan tersebut yang berupa sup yang terlihat warna kuahnya sangat merah yang mengatakan kalau sup itu pasti pedas, dan juga ada daging yang terlihat kelewat matang atau hampir hangus.


“Hm... Sebelum aku makan, apakah kemampuan memasak kamu sudah berkurang?” -Edward Demons


“Ada masalah. Hah...” -Rosalia Demons


“Tidak ada.” -Edward Demons


Pada saat pesta di Planet Rosemary, Perdesaan tersembunyi, dia masih bisa memakan masakan yang dibuat oleh Celion Demonstra walaupun dia melihat kalau ada banyak orang yang pingsan setelah memakan masakan Celion Demonstra.


Dan pada saat ini, seharusnya dia sudah tahu kalau masakan yang dibuat oleh Celion Demonstra dan Rosalia Demons pasti akan sama, karena mereka berdua berbagi ingatan dan kemampuan, tetapi dia tidak mengira kalau Rosalia Demons lebih buruk dalam hal memasak.


Dia mengambil kuah sup terlebih dahulu dengan menggunakan sendok, dan mengambilnya sedikit saja, agar dia bisa mengecek berapa kadar keracunan yang ada di sup pedas asam tersebut. Ketika dia ingin menyicipi satu sendok, tiba-tiba Rosalia Demons langsung menuangkan seluruh sup beserta isinya kedalam mulutnya.


“Langsung saja kali!” -Rosalia Demons


Rosalia Demons sengaja melakukan hal tersebut, karena dia merasakan kalau Edward Demons terlihat sangat berhati-hati. Oleh karena itu, dia langsung saja menuangkan sup tersebut kedalam mulutnya Edward Demons.


Setelah diberi sup pedas asam tersebut kedalam mulutnya, Edward Demons merasakan kalau bagian perutnya terasa sangat panas dan seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang begitu banyak. Walaupun itu tidak terlalu beracun, tetapi membuatnya kesakitan.


“Apakah kamu tidak apa-apa, Edward? Apakah makanan itu tidak terasa enak?” -Rosalia Demons


Rosalia Demons terlihat khawatir setelah melihat Edward Demons yang berkeringat dan wajahnya yang terlihat tidak baik-baik saja.


“Tidak apa-apa, aku hanya sedikit kepedasan saja. Makanan kamu ini sangat enak, seperti makanan ibu kamu itu.” -Edward Demons


“Terimakasih banyak.” -Rosalia Demons


Rosalia Demons sedikit senang setelah memberikan sedikit pujian dari Edward Demons yang mengatakan kalau masakannya seperti masakan yang pernah dibuat oleh ibunya.


Edward Demons yang tidak tahan lagi, dia merasa kalau perutnya akan sedikit meledak. Dia bangun dan lalu cepat-cepat pergi ke toilet. Edward Demons tidak tahu kalau makanan tersebut dapat menyakitkan perutnya dan membuat perutnya akan meledak.

__ADS_1


__ADS_2