![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Di pagi hari yang cerah, Hydro Queen terbangun dengan suara keras dari markas militer. Dia tidak tahu apa yang terjadi didalam markas tersebut, tetapi keributan didalam sana dapat membuatnya terbangun dari tempat tidurnya.
“Berisik sekali! Susah banget untuk tidur!” -Hydro Queen
Karena penasaran apa yang terjadi didalam markas militer sampai suara tersebut masuk kedalam asrama putri, jadi Hydro Queen akan segera sana memastikan apa yang terjadi didalam sana. Akan tetapi sebelum itu dia harus memakai pakaian militernya bukan memakai pakaian tidurnya.
Setelah memakai pakaian militer, dia langsung bergerak pergi ke markas militer, dan ingin mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya, dan kenapa sangat ribut.
Sesampainya didalam markas militer, dia melihat seluruh tentara sedang melakukan persiapan secara terburu-buru, dan sangat cepat. Dia tidak tahu pasti apa yang terjadi, dan kenapa mereka semua berlarian dan sangat terburu-buru. Jadi dia memanggil asistennya.
“Barbarosa... Sebentar, dia sudah tidak ada. Gilbert! Kemari kamu!” -Hydro Queen
Hydro Queen memanggil Gilbert Barbarossa, yaitu sepupu jauhnya Barbarossa, seorang asisten pengganti untuk sementara waktu.
Gilbert Barbarossa terlihat berlarian sangat kencang menuju ke tempat Hydro Queen berada, dan dia langsung menanyakan kenapa Hydro Queen memanggilnya.
“Ada apa, Nona Hydro? Kenapa Anda memanggil saya?” -Gilbert Barbarossa
“Saya ingin tahu kenapa kalian sangat terburu-buru? Apa yang terjadi sebenarnya?” -Hydro Queen
Gilbert Barbarossa langsung sadar kalau dia belum memberitahu sesuatu hal yang sangat penting kepada Hydro Queen. Jadi dia harus memberitahunya sekarang juga.
“Para Penjaga pantai selatan melihat sejumlah kapal perang sedang menuju ke sini, dan kapal-kapal perang tersebut adalah kepunyaan Kekaisaran Mariana. Sepertinya mereka sudah mulai melakukan invasi.” -Gilbert Barbarossa
Hydro Queen mendengar pemberitahuan tersebut, dia sangat marah dan kesal, karena mereka semua tidak membangunkannya saat yang penting ini.
“Jadi kenapa kamu tidak membangunkan aku, bodoh?” -Hydro Queen
“Maaf, Nona. Kemarin malam, Anda pulang lebih lama dari sebelumnya. Jadi kami melakukan perundingan, dan akhirnya kami setuju untuk tidak membangunkan Anda.” -Gilbert Barbarossa
Hydro Queen tidak percaya kalau bawahannya akan melakukan hal tersebut. Seharusnya mereka tahu kalau saat-saat yang dapat membahayakan kerajaan harus segera memanggilnya, bukan membiarkannya saja.
“Kalau begitu, panggilkan seluruh jenderal untuk datang kehadapan aku sekarang juga di ruangan pertemuan. Jika mereka tidak mematuhinya walau mereka ada pekerjaan, aku akan mengeksekusi mereka juga.” -Hydro Queen
Hydro Queen menyuruh Gilbert Barbarossa segera memanggil Para Jenderal Militer untuk datang ke ruangan pertemuannya, dan juga sedikit mengancam mereka agar mereka mau datang ke tempatnya.
Gilbert Barbarossa langsung pergi tapi sebelum itu dia menundukkan kepalanya dan meminta maaf sekali lagi kepada Hydro Queen. Setelah itu, dia mencari para jenderal, dan memberitahu perintah dari Hydro Queen
Sementara itu di tempat lain, Violan Ocean sedang mengamati sejumlah kapal perang dari Kekaisaran Mariana yang sedang tidak bergerak seperti menunggu sesuatu. Disampingnya ada Xesa yang tidak sengaja ikut Violan Ocean.
__ADS_1
“Baiklah, kenapa ada banyak kapal di sana?” -Xesa
“Itu ada kapal perang dari Kekaisaran Mariana, sepertinya mereka sudaj siap untuk menyerang kita.” -Violan Ocean
“Apakah ini tidak apa-apa? Apakah negara lain akan berkomentar tentang hal ini?” -Xesa
“Negara lain sedang memulihkan diri dan masih berkembang. Jadi mereka tidak ingin berkomentar lebih jauh tentang penyerangan ini, dan juga mereka tidak ingin rugi sebanyak mungkin.” -Violan Ocean
“Seperti biasanya, negara-negara lain hanya simpati saja, tetapi tidak bertindak jauh untuk menghadapi sesuatu seperti ini.” -Xesa
Mereka berbicara menyinggung beberapa negara yang hanya berkomentar tentang penyerangan yang akan terjadi, tetapi tidak melakukan tindakan penghambatan, sebab mereka juga dalam permulihan diri.
“Jadi Violan sekarang apa yang harus kalian lakukan untuk menghadapi penyerangan ini?” -Xesa
“Kalau kami biasanya akan melakukan negoisasi lagi dengan mereka, atau mematikan ekonominya.” -Violan Ocean
“Mematikan ekonominya, maksudnya ada perusahaan dari negara ini di negara sana.” -Xesa
“Benar, tapi kami hanya punya lima persen kekuasaan atas ekonomi mereka saja. Jadi itu tidak terlalu pengaruh untuk mereka.” -Violan Ocean
Ada beberapa perusahaan yang dimiliki oleh Kerajaan Ocean terbangun di Kekaisaran Mariana, akan tetapi jumlahnya masih terlalu sedikit, dan belum mempengaruhi ekonomi di Kekaisaran Mariana.
“Sepertinya kamu lupa dengan apa yang kita lakukan terhadap kerajaan manusia di Planet asal aku.” -Xesa
“Hah.... Makanya Edward pernah bilang pada kamu pada saat kamu menjadi salah satu kita untuk tidak memperdulikan tentang soal kecantikan diri kamu, akibatnya kamu tidak mendengar atau tidak perduli dengan pembicaraan kita menyerang berbagai bidang ekonomi mereka.” -Xesa
“Eh... ada juga kita membahas hal itu.” -Violan Ocean
“Ada, bodoh...” -Xesa
Pada saat itu, Pasukan Kerajaan Iblis pernah melakukan penyerangan terhadap ekonomi Kerajaan manusia dengan cara menghancurkan pertanian, tetapi tidak menghancurkan gizi yang masih ada didalamnya. Agar tanah tersebut masih bisa dipakai.
Dengan cara hal tersebut, ekonomi Kerajaan Manusia telah menurun sangat dratis, dan membuat para penduduk Kerajaan Manuasia tidak bisa makan, tetapi mereka sudah tahu bagaimana cara menghadapinya.
Mengingat salah satu ide terbaiknya, Xesa agak sedikit tersenyum dan tidak bisa menyangka kalau rencananya tersebut dapat berhasil.
“Jangan senyum, Xesa..... Kamu terlihat mengerikan.” -Violan Ocean
“Hehehe..... Tapi apakah aku boleh ikut dalam hal ini?” -Xesa
__ADS_1
Xesa ingin sekali ikut dalam hal tersebut, karena dia bisa berguna bagi pasukan mereka. Makanya dia bertanya apakah dia boleh ikut dalam permasalahan kedua negara tersebut.
“Bukan aku tidak ingin kamu ikut dalam hal ini, tetapi aku bukanlah orang yang bertanggung jawab dalam hal ini. Hydro dialah yang bertanggung jawab untuk memilih keputusan.” -Violan Ocean
Violan Ocean ingin sekali mengikutsertakan Xesa dalam permasalahan tersebut, tetapi karena dia bukanlah orang yang bertanggung jawab, dan dia tidak ingin orang luar ikut dalam permasalahan mereka.
“Hydro..... Wanita yang penuh amarah tersebut.” -Xesa
“Iya, wanita yang kemarin kamu tendang keras. Tapi kenapa kamu menendang kami berdua tadi malam?” -Violan Ocean
“Ha! Kemarin aku agak kesal saja, jadi aku butuh sesuatu untuk mereda amarah dan rasa kesal aku saja. Hehehe...” -Xesa
Kemarin malam, Xesa tidak sengaja menendang Hydro Queen, dan Violan Ocean, sebelumnya dia mengira kalau dua orang itu adalah bayangan hitam, sebab pada malam itu lampu jalan sangat minim sinarnya.
“Xesa, kenapa kamu bilang hehe? Apakah kamu bukan Xesa, tapi kamu kelihatan pintar sepertinya?” -Violan Ocean
“Heh? Sepertinya aku menikmati hari di planet ini sebagai hari lbur dari pekerjaan aku di planet asal. Jadi aku sedikit mengeluarkan perasaan kanak-kanak saja.” -Xesa
“Ehm.... Baiklah.” -Violan Ocean
Setelah pembicaraan tersebut, karena ingin sekali ikut dalam permasalahan antar kedua negara tersebut, dia langsung pergi ke tempat Hydro Queen tapi sebelumnya dia menanyakan tempat Hydro Queen kepada Violan Ocean.
“Violan, dimana tempatnya Hydro Queen itu?” -Xesa
“Sekarang pasti dia ada di markas militer. Tapi kamu tidak mudah masuk ke sana, dan juga itu berada di belakang daerah kastil. Jadi kamu perlu surat izin khusus dari orang dalam.” -Violan Ocean
“Dan kamu adalah orang dalamnya, Violan.” -Xesa
“Baiklah, aku akan buat surat izin masuk dariku untuk kamu agar kamu bisa masuk kedalam sana, dan berhati-hati jika kamu bertemu dengan orang asing, karena kamu pasti akan mengutuk orang tersebut.” -Violan Ocean
Mereka berdua meninggalkan pantai dan lalu pergi ke gedung apartemen. Dipertengahan jalan, mereka melihat dan menyaksikan para penduduk di evakuasi dari penyerangan yang akan dilakukan tersebut.
Setelah sesampainya didalam gedung apartemen, dan berada ruangan kerja Violan Ocean. Violan Ocean langsung membuat surat izin masuk untuk Xesa, agar dia bisa masuk kedalam markas militer, dan juga menemui Hydro Queen. Surat sudah ditulis, dan stempel telah diberikan.
“Baiklah, ini surat izin masuk tertulis dari Putri Violan Ocean untuk kamu.” -Violan Ocean
“Terimakasih, wanita rendahan.” -Xesa
“Hei!” -Violan Ocean
__ADS_1
Xesa langsung pergi setelah mengejek Violan Ocean padahal Violan Ocean telah membantunya. Akan tetapi Violan Ocean tidak terlalu marah, dan agak berharap kalau Hydro Queen dapat dikalahkan oleh Xesa dalam hal strategi.