![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Diatas kursi penonton, Celion Demonstra sangat senang karena Edward Demons dapat memenangkan pertandingan itu walaupun masih banyak pertandingan yang harus dilewati. Dan juga dia penasaran bagaimana Edward Demons bisa mengeluarkan kekuatannya tersebut.
End’e Draking tidak sedikit tertarik dengan pertandingan tadi, sebab dia sedang mengawasi beberapa penonton dan peserta yang mengikuti kontes kekuatan itu. Dikarenakan ada beberapa mereka sedang memantaunya dari tempat tersebut.
Celion Demonstra melihat End’e Draking yang dari tadi tidak melihat pertandingan tadi. Dia menanyakan apakah ada sesuatu hal yang penting.
“Draking, kenapa kamu tidak melihat pertandingan seru itu? Edward, dia mengeluarkan kekuatannya.” -Celion Demonstra
“Aku tidak terlalu tertarik. Dan aku tidak tertarik dengan Edward yang bisa mengeluarkan kekuatannya. Aku tahu bagaimana cara dia mengeluarkan itu tanpa melihatnya.” -End’e Draking
“Lalu apakah ada sesuatu hal yang penting daripada pertandingan itu?” -Celion Demonstra
“Ada sesuatu hal yang harus aku waspadai. Setelah ini, kalian bertiga harus menetap di planet itu.” -End’e Draking
Lalu Celion Demonstra agak bingung dengan perkataan End’e Draking itu. Setelah itu, dia langsung turun dan menuju ke tempat Edward Demons berada.
“Daripada kamu membingung aku, aku harus pergi ke tempat Edward Demons. Dia pasti sedang membutuhkan aku disampingnya.” -Celion Demonstra
“Baiklah, Pergi sana.” -End’e Draking
End’e Draking tidak ikut ke tempat Edward Demons karena firasatnya tidak terlalu baik. Jadi dia akan tetap di tempat kursi penonton untuk mengawasi seluruh penonton dan peserta jika ada gerakan yang aneh.
“Dadada...!” -Celion Demonstra
Celion Demonstra meninggalkannya. Baru saja akan turun dari tangga paling bawah, dia balik lagi ke End’e Draking untuk menanyakan sesuatu.
“Kenapa kamu balik lagi? Apakah kamu tidak jadi pergi?” -End’e Draking.
End’e Draking tahu alasan Celion Demonstra balik lagi.
“Aku hanya menanyakan sesuatu, dimana tempat...” -Celion Demonstra
“Kamu ingin menanyakan tempat Edward suamimu itu berada.” -End’e Draking
“Iya.” -Celion Demonstra
__ADS_1
“Dia ada di tempat pemulihan. Coba kamu tanya kepada penjaga didepan gerbang masuk kedalam pertandingan. Pasti mereka akan memberitahu kamu.” -End’e Draking
“Terimakasih. Jarang sekali kamu tidak tahu hal seperti itu.” -Celion Demonstra
“Pergilah!” -End’e Draking
Dari perkataannya, sepertinya dia tidak perduli dengan keadaan Edward Demons. Tapi disisi lain, dia ingin melihat dan mengejek Edward Demons karena buruknya pertarungan itu. Tapi dikarenakan ada beberapa orang yang diduga mengawasinya.
Di pertarungan selanjutnya, Para Penonton agak mulai kecewa karena pertarungan itu tidak terlalu menarik seperti tadi, karena dua peserta tidak menggunakan kekuatan penuh mereka. Menurut hampir Para Penonton, dua peserta itu sengaja melakukan hal itu.
Wasit di pertandingan pertempuran itu juga bosan karena pertarungan itu tidak sesuai ekspektasinya. Harusnya pertarungan selanjutnya lebih bagus dari sebelumnya seperti tadi. Akan tetapi dia peserta itu seperti sedang bermain-main.
Didalam tempat pemulihan, Celion Demonstra yang sudah ada di sana. Dia sampai berada di sana dengan bantuan arahan dari salah satu Penjaga. Walaupun ada sedikit keributan antara dia dengan penjaga itu karena Celion Demonstra bukan peserta.
Akan tetapi setelah dijelaskan baik-baik kalau dia adalah salah satu kenalannya dan dia menunjukkan kartu identitasnya kepada penjaga itu. Penjaga itu melihat kalau status mereka berdua sama yaitu pasangan hidup. Maka Penjaga itu memperbolehkan Celion Demonstra masuk kedalam ruangan dan sekaligus membantu di mana tempat Edward Demons berada.
Setelah berada di ruangan pemulihan dan disampingnya Edward Demons, Celion Demonstra melihat teman lamanya itu yang sedang tidak sadarkan diri. Sebenarnya Edward Demons sudah sadar, tetapi dia menutup matanya lagi dan berpura-pura tidak sadarkan diri. Karena dia jarang sekali atau tidak pernah melihat Celion Demonstra mengkhawatirkannya dan lalu berada disampingnya.
“Woi, Bangun! Aku tahu kalau kamu itu sedang berpura-pura pingsan.” -Celion Demonstra
Edward Demons dimarahi oleh Celion Demonstra karena ketahuan berpura-pura pingsan. Akan tetapi Edward Demons melanjutkan aktingnya dulu. Jadi dia akan terus berpura-pura pingsan walaupun dia akan dimarahi lagi.
Celion Demonstra tahu kalau Edward Demons sengaja berpura-pura pingsan agar bisa diperhatikan lebih kepadanya. Tapi dia tidak terlalu senang terus memperhatikan orang yang ingin diperhatikan.
“Baiklah.” -Celion Demonstra
Celion Demonstra mulai mencekik lehernya Edward Demons, tetapi tangannya terlalu kecil untuk mencekik lehernya Edward Demons yang agak besar. Jadi dia tidak bisa melakukan hal itu, dan dia mempunyai solusi yang lainnya.
“Sepertinya aku tidak bisa mencekik kamu. Jadi aku akan membuka pakaian didepan hadapan kamu. Jika kamu bangun, aku akan memakai pakaianku.” -Celion Demonstra
Didalam hatinya, Edward Demons tidak ingin melihat tubuhnya Celion Demonstra tanpa pakaian tetapi dia tidak ingin bangun dari ranjang. Tapi ketika dia bangun, dia tahu kalau Celion Demonstra akan memukulnya dengan keras. Maka dia tidak akan membuka matanya sangat rapat, supaya tidak melihat Celion Demonstra telanjang.
Celion Demonstra mulai membuka pakaiannya didepan hadapannya Edward Demons. Dia merasa malu karena dia membuka pakaian didepan hadapan teman lamanya itu dan itu yang kelima kalinya. Tapi karena ingin melihat Edward berpura-pura pingsan tidak.
Edward Demons yang sedang berpura-pura pingsan, dia tidak bisa membuka matanya karena dihadapannya Celion Demonstra sudah membuka pakaian. Tapi matanya selalu ingin membuka, Edward Demons tetap berusaha untuk menutup matanya.
__ADS_1
Ketika hampir seluruh pakaiannya dibuka, Edward Demons tidak tahan lagi menerima siksaan tersebut. Dia bangun dari ranjangnya dan berkata kepada Celion Demonstra untuk berhenti membuka pakaiannya.
“Celion, berhenti!” -Edward Demons
Sepertinya dia sudah masuk kedalam jebakannya Celion Demonstra, jadi dia akan mendapatkan hukuman karena dia sudah berbohong berpura-pura pingsan. Celion Demonstra agak tersenyum manis dan dia memakai pakaiannya lagi.
“WAH-WAH! Lihat, kenapa kamu berpura-pura pingsan tadi?” -Celion Demonstra
Dia memukulnya setelah bertanya kepada Edward Demons kenapa Edward Demons berpura-pura pingsan. Pukulan tersebut mengenai bagian kepalanya Edward Demons, padahal Edward Demons bisa menghindari pukulan tersebut. Tapi dia harus menerima hukuman.
“Maaf. Tapi jangan ulangi lagi dengan melakukan hal itu lagi!” -Edward Demons
“Jika aku tidak melakukan hal itu, aku akan terus disamping kamu sampai pertandingan kamu mulai lagi.” -Celion Demonstra
Edward Demons tidak ingin Celion Demonstra melakukan hal seperti itu lagi karena itu adalah hal yang paling memalukan bagi mereka berdua. Dan Celion Demonstra tahu kapan Edward Demons akan bangun dari berpura-pura pingsannya sampai dia dipanggil lagi ke pertandingan berikutnya.
“Sakit...” -Edward Demons
“Rasakan itu.” -Celion Demonstra
“Baiklah, ayo kamu bangun! Kita akan melihat pertandingan Xesa. Aku tidak tahu kapan dia bertanding, yang penting kita sudah ada di sana untuk menonton dan menyemangatinya.” -Celion Demonstra
“Baiklah....” -Edward Demons
Mereka berdua keluar dari tempat pemulihan dan berjalan menuju ke tempat duduk Para Penonton untuk menyaksikan pertandingan dan juga menunggu Xesa bertanding. Saat sedang berjalan, Edward Demons tiba-tiba memegang tangannya Celion Demonstra dan berkata kepadanya.
“Rosalia, maafkan aku. Seharusnya aku tidak meninggalkan kamu dan memilih untuk mendapatkan kekuatan itu. Tapi itu demi...” -Edward Demons
“Aku tahu semuanya. Kamu lakukan itu demi kita berdua, benarkah?” -Celion Demonstra
“Jika kalau kamu masih memberikan aku kesempatan lagi, aku akan selalu bersama kamu untuk selamanya.” -Edward Demons
“Sebelum kamu berkata itu, kembalikan kekuatan reinkarnasi milikku dan kita bersama-sama menghilangkan dua kutukan kita itu.” -Celion Demonstra
“Terimakasih..” -Edward Demons
__ADS_1
Sebenarnya dia bisa saja meminta maaf saat di tempat persembunyian di Planet Rosemary, tetapi karena dia agak malu dan masih ada orang disekitarnya, dia tidak mengungkapkan permintaan maafnya kepada Celion Demonstra. Jadi saat dia sendiri, dia langsung meminta maaf kepada Celion Demonstra atas kejadian masa lalunya.
Setibanya di sana, End’e Draking tiba-tiba sudah tidak ada di tempat duduknya. Celion Demonstra agak khawatir karena jika End’e Draking menghilang maka siapa yang akan menjadi penjaga mereka di tempat yang sangat asing.