![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
...Catatan Vina Nilala...
Hari ini adalah hari yang paling terbaik dan hari terburuk juga. Sebab hari ini aku pergi kedalam Hutan Kematian sendirian tanpa pengawasan orang tua, alasan aku ke sana hanya untuk mencari beberapa tumbuhan obat-obatan.
Hutan Kematian dikenal mempunyai beberapa Tumbuhan herbal atau tumbuhan obat-obatan yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit apapun, dari kecil sampai besar.
Dan diantara tumbuhan herbal tersebut, aku harus mencari tumbuhan yang dapat menyembuhkan demam ibuku yang sedang sakit diatas ranjangnya.
Dia sudah sakit dan berada di ranjangnya, sudah beberapa hari yang lalu. Tapi kesehatannya tidak membaik terus.
Makanya aku harus mencari tumbuhan herbal didalam hutan. Walaupun diperkotaan ada beberapa toko menjual obat yang telah jadi.
Akan tetapi kami ini adalah keluarga yang miskin dan tidak mempunyai apa-apa, selain kebun bunga yang cukup indah. Rumah kami juga masih terbuat dari beberapa kayu yang ada disekitar rumah kami.
Melihat kondisi keluarga aku yang tidak akan bisa membeli obat-obatan di perkotaan, jadi aku harus pergi kedalam hutan sendirian.
Dan aku juga membuat ibuku kecewa, karena aku tidak meminta izin pergi kedalam hutan sendirian.
Pasti tidak ada orang tua akan mengizinkan seorang anak yang masih berumur sepuluh tahun pergi kedalam hutan sendirian dan hutan yang didatanginya adalah hutan paling berbahaya.
Untung saja jarak antara rumah aku dengan Hutan Kematian cukup dekat hanya sekitar dua puluh kaki dari jarak rumah.
Jadi aku tidak akan membuat ibuku khawatir jika anaknya pulang malam-malam.
Ketika aku berjalan didalam hutan tersebut, aku tidak menemukan tumbuhan yang aku cari. Dan disekitar aku hanya pepohonan yang besar dan tinggi.
Disekitar juga ada beberapa tumbuhan, tetapi tumbuhan itu agak aneh dan sepertinya tidak cocok untuk dijadikan obat penyembuh.
__ADS_1
Sudah sampai ditengah-tengah hutan, aku belum menemukan apapun. Dan aku berpikir untuk kembali pulang saja.
Pada saat aku ingin balik pulang ke rumah melalui jalan yang sama. Aku mendengar sesuatu seperti suara seekor babi hutan.
Karena penasaran suara itu sangat keras, aku mendatangi asal dari suara tersebut. Ternyata ada seekor babi hutan kecil sedang terjebak di perangkat pemburu.
Aku mendekati babi hutan kecil itu. aku mendekatinya untuk melepaskan babi hutan kecil itu dari perangkat pemburu tersebut.
ketika aku telah melepaskan jebakan perangkat tersebut, ada beberapa babi hutan yang sangat besar mendatangi aku.
aku kira mereka akan berterimakasih kepada aku, karena aku telah melepaskan anak mereka. Akan tetapi perkiraan aku salah besar.
Mereka malah mengejar aku dengan cepat, aku segera berlari secepat mungkin untuk menghindari babi hutan yang mengejar aku.
Sambil memegang tumbuhan herbal yang aku dapatkan tadi di samping jebakan tersebut. aku harus mengamankan tumbuhan yang aku dapatkan.
Akhirnya ada seseorang tiba membantu aku. Dan orang itu tanpa menggunakan senjata apapun, dia dapat melumpuhkan seluruh babi hutan tersebut.
Tapi karena dia orang asing harus waspada terhadapnya dan tidak boleh berbicara kepadanya. Ibuku pernah berkata kalau ada seorang yang tidak dikenal atau asing, kamu tidak boleh berbicara dan harus sangat waspada terhadapnya.
Setiap dia berbicara kepadaku, aku tidak menjawab pertanyaan tersebut. Tapi ketika dia memperlihatkan wajahnya tersebut. Entah kenapa aku mulai percaya kepadanya dan aku bisa berbicara kepadanya.
Dia menawarkan kepadaku untuk dijadikan pelindung atau pengawas di hutan sampai aku pulang ke rumah. Kami juga sedikit berbicara tentang diri kami. Walaupun tidak banyak kami bicarakan, tapi kami sedikit tersenyum.
Setelah sampai di rumah, aku langsung menuju ke ruangan ibu dan aku juga membawa seseorang yang telah menolongku untuk bertemu ibuku.
Orang itu membeberkan kepada ibuku tentang diriku masuk kedalam hutan yang sangat berbahaya dan tidak diperbolehkan dimasukin.
__ADS_1
Mendengar hal tersebut, ibuku langsung marah dan wajahnya terlihat kesal dan ibuku juga berterimakasih telah menolongku di hutan.
Tapi orang itu berharap aku tidak melakukan hal sama seperti itu lagi, dan aku juga harus mengikuti perintah ibuku.
Aku memberikan ibuku tumbuhan herbal yang aku dapatkan, dan akan dijadikan obat penyembuh demamnya.
Akan tetapi orang itu mengambil Tumbuhan herbal tersebut, dia berkata akan membuat sebuah obat spesial untuk menyembuhkan ibuku.
Kami diperlihatkan sebuah sihir yang kami tidak pernah lihat sebelumnya. Dengan mudahnya, dia dapat memisahkan racun didalam tumbuhan tersebut.
aku terkejut sebab tumbuhan herbal tersebut yang aku ketahui tidak akan mempunyai racun. tapi kata orang tersebut racun itu adalah efek sampingnya saja.
Dan orang itu meminum racunnya dan dia tidak merasakan efek dari racun tersebut. aku mulai berpikir apakah orang itu kebal dengan racun yang sangat mematikan tersebut.
Setelah disembuhkan, ibuku meminta orang itu menginap di rumah kami. Sebab malam sudah datang dan pada malam hari makhluk buas akan segera keluar.
dia menerima tawaran kami. jadi kami akan mempersiapkan tempat tidurnya. Akan tetapi orang itu tidak ingin tidur, karena katanya dia memiliki sebuah penyakit.
Pada malam hari aku tidak sengaja mengintip orang itu sedang berada diluar rumah. Dan dia menggunakan sebuah bahasa asing yang tidak kukenal.
..._______________________________...
...Janganlah lupa like dan komen di novel ini...
...Author akan berterimakasih banyak...
...______________________...
__ADS_1