[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
Chapter 67


__ADS_3

Para Pasukan Manusia yang masih bisa bertahan dan berlindung dari serangan ganasnya Pasukan Iblis. Sekarang mereka harus ikut dalam sesuatu yang dikejutkan, yaitu mereka akan digunakan sebagai alat oleh Draking.


Kedua anggota dari Grup Pahlawan, yaitu Celion Demonstra dan Hans Seven tidak terlalu ingin ikut dalam pertarungan lagi karena mereka sudah sangat kelelahan. Akan tetapi mereka dipaksakan untuk bertarung oleh Draking.


“Eh, Draking! Menurut kamu, kamu itu siapa dan bagimu kami ini apa?” -Celion Demonstra


Celion Demonstra bertanya kepada Draking, dan keegoisannya memaksakan orang lain untuk masuk kedalam Pertarungannya tersebut.


“Aku ini adalah orang yang akan menentukan kebenaran dari dunia ini, dan bagi aku, kalian hanyalah bidak yang harus dikorbankan demi seluruh alam semesta.” -Draking


Semuanya mulai marah, ketika Draking mengatakan akan mengorbankan mereka untuk keselamatan seluruh dunia dan alam semesta.


Suara keras yang menolak paksaan tersebut dan tidak terima dijadikan sesuatu yang dianggap sebagai alat atau mainan. Mereka akan memilih kabur dengan cara yang lain.


Lalu Tirta Yayan agak ingin membesarkan dan memanaskan pertarungan yang akan terjadi. Dia mengeluarkan sesuatu dari lubang cacing. Sesuatu sangat besar dan sangat tinggi, ukurannya setinggi 17 meter dari tempatnya berdiri. Seperti raksasa, akan tetapi itu bukan raksasa.


Semua orang yang melihat raksasa yang sangat besar itu langsung berlarian sampai dinding yang mengurung mereka. Mereka terus mencoba menghancurkan dinding yang mengurung mereka, tetapi usaha mereka tersebut sia-sia saja. Dikarenakan dinding tersebut sangatlah kuat, walaupun dinding itu setipis kertas.


Celion Demonstra yang melihat raksasa tersebut, dia mengingat seseorang yang dikenalnya dan orang itu adalah rivalnya.


“Edward, bagaimana dia bisa sebesar itu? Apakah dia memakan makanan yang tidak baik lagi?” -Celion Demonstra


Hans Seven tidak sengaja mendengar perkataan Celion Demonstra tersebut.


“Apa! Apakah itu adalah Raja Iblis Edward Demons?” -Hans Seven


Hans Seven sangat terkejut karena raksasa yang besar itu adalah musuh utama yang harus dikalahkan mereka dulu.


“Benar, raksasa itu adalah Edward Demons. Tapi jarang sekali, dia berubah menjadi sebesar ini. Padahal dulu sekali dia berubah tidak sebesar itu.” -Celion Demonstra


Celion Demonstra sangat terkejut dengan ukuran perubahan Edward Demons. Padahal beberapa tahun yang lalu, Edward Demons hanya bisa sebesar 3 meter saja atau 2 kali dari ukuran normalnya. Edward Demons juga pernah mengatakan hal itu kepada Celion Demonstra tentang perubahan ukurannya.


“Jadi dulu dia pernah berubah sebesar ini juga.” -Hans Seven


Hans Seven sangat terkejut karena mendengar perkataan Celion Demonstra.


“Dia tidak akan berubah sebesar ini. Pasti karena ada sesuatu hal.” -Celion Demonstra


Diats langit, Draking yang melihat Edward Demons telah menjadi raksasa yang sangat besar. Draking tidak perduli atau tidak khawatir karena menurutnya kekuatan Edward Demons hanya menambah sedikit saja.


“Hai, Draking! Tidak aku sangka kalau ada orang satu leluhur dengan kamu dan orang itu hanya satu-satunya saja yang mempunyai leluhur yang sama seperti kamu.” -Tirta Yayan


Draking sudah menduga kalau itu adalah perbuatan Tirta Yayan yang mengubah Edward Demons menjadi raksasa yang sangat besar.


“Kamu benar sekali, kalau dia mempunyai leluhur sama dengan kami. Tapi kamu salah, ada tiga orang saja di Planet Rosemary ini.”

__ADS_1


Tirta Yayan cukup bingung, sebab Draking mengatakan kalau masih ada lagi seperti Edward Demons.


“Aku percaya kepada perkataan kamu itu, Draking. Tapi aku sudah memastikan kalau tidak ada lagi yang mempunyai hubungan sama dengan kamu.” -Tirta Yayan


“Hahahaha! Karena kamu bukanlah dari bangsa kami, makanya kamu tidak akan bisa mengetahui hal tersebut, termasuk hubungan tersebut.” -Draking


Setelah sedikit pembicaraan, Tirta Yayan tidak punya waktu lagi untuk berbicara. Jadi dia langsung menyuruh seluruh bawahannya untuk menyerang Draking saja dan tidak perdulikan yang lainnya.


“Semuanya langsung saja. Jangan basa-basi, Serang! Utamakan menyerang ke Draking dan jangan terhalang oleh yang lain.” -Tirta Yayan


Semua bawahannya Tirta Yayan langsung menyerang Draking dari jarak jauh maupun dari jarak dekat. Draking sedikit kewalahan menghadapi pasukan musuhnya tersebut, tetapi dia sudah memiliki ide yang cerdas.


Draking langsung menggunakan seluruh Pasukan Manusia dan Pasukan Iblis menjadi satu Pasukan untuk mengalahkan Bawahannya Tirta Yayan. Pasukan Iblis disadarkan dan diberi kekuatan, lalu Draking menceritakan apa yang terjadi kepada mereka melalui telepati.


Seluruh Pasukan yang dibuat Oleh Draking mulai menyerang Bawahannya Tirta Yayan satu-persatu. Celion Demonstra yang agak heran kenapa mereka mau diperintah oleh orang tersebut.


“Kenapa mereka mau diperintah oleh Draking? Bukankah mereka tadi sudah menyerah, tetapi itu bukan masalah.” -Celion Demonstra


“Sepertinya ada kata-kata motivasi yang diberikan oleh Draking kepada mereka. Jadi mereka semuanya langsung berperang tanpa berpikir panjang lagi.” -Hans Seven


Raksasa itu yang mendengar perintah dari Atasannya, dia mulai menyerang Celion Demonstra dan Hans Seven. Serangan yang agak dikejutkan, mereka masih bisa menghindari dari serangan tersebut.


Tidak ada pilihan lain, selain mengikuti dalam pertempuran tersebut. Celion Demonstra mulai menyerang dan serangan yang dikeluarkan olehnya tidak terlalu besar. Serangan yang diberikan oleh Celion Demonstra kearah Raksasa itu tidak ada kerusakan yang terjadi.


“Jika dia tidak mengizinkan aku membantunya, aku akan mencari musuh lain. Kemungkinan aku harus melawan Draking, tetapi aku harus dalam satu kelompoknya. Jadi bagaimana aku menyerang wanita sialan itu saja?” -Hans Seven


Juliana Juliet Ni yang sedang menyerang Draking dari jarak jauh, karena dia diperintahkan untuk berada di sana saja. Tiba-tiba dari arah belakang, dia diserang oleh Hans Seven. Tapi Juliana Juliet Ni sadar akan adanya serangan yang tiba-tiba itu.


“Siapa sangka kalau kamu ingin membalas dendam terhadap aku, Pria Tampan?!” -Juliana Juliet Ni


Juliana Juliet Ni menahan Pisau Belati Hans Seven dengan satu tangannya saja, dan dia masih tampak sangat marah karena Draking telah mempermalukannya.


“Sepertinya wajah jelek kamu menjadi lebih jelek lagi.” -Hans Seven


Hans Seven sedikit mengejeknya, mengatakan Juliana Juliet Ni tidak terlalu cantik. Juliana Juliet Ni tidak akan mempan dengan ejekan tersebut, karena dia bukanlah orang yang memandang fisik.


“Hahahaha! Terimakasih banyak atas pujian atau ejekan kamu tersebut. Dan juga aku ini tidak pernah memandang diriku sendiri dari fisik.” -Juliana Juliet Ni


Lalu kemudian Juliana Juliet Ni menendang Hans Seven sangat keras. Menerima tendangan keras tersebut membuatnya sampai masuk kedalam Kapal Angkasa Tirta Yayan, akibat tendangan yang keras itu.


Ketika dia didalam Kapal Angkasa tersebut, Hans Seven melihat kedua temannya dan kedua Jenderal Iblis sedang disandera oleh mereka. Tapi tidak ada satupun yang menjaga mereka.


“Kalian, kenapa kalian ada di sini?” -Hans Seven


Hans Seven bertanya kepada mereka berempat yang disandera. Tapi tidak ada jawaban apapun yang dikeluarkan oleh mereka berempat. Sepertinya mereka berempat dalam keadaan pingsan.

__ADS_1


Juliana Juliet Ni yang melihat arahnya, dia langsung bergerak menuju ke Hans Seven. Tapi Juliana Juliet Ni dihalangi oleh Draking yang mengejeknya orang yang paling lemah dan lembut. Seketika Juliana Juliet Ni langsung mengarah ke Draking dan tidak memperdulikan Hans Seven.


Sepertinya Hans Seven sudah tahu apa yang harus dilakukan olehnya sekarang juga. Dia harus melepaskan teman-temannya dari ikatan tali yang menahan mereka. Hans Seven sedikit terimakasih oleh Draking.


“Sih.... Aku tidak ingin mengatakan ini, tapi terimakasih. Aku akan secepatnya melepaskan mereka.” -Hans Seven


Hans Seven langsung tanggap, dia dengan secepat melepaskan mereka dari ikatan yang terikat. Tali yang mengikat mereka bukanlah tali biasa, tetapi tali itu sangatlah susah dilepas atau dipotong oleh Pisau Belati miliknya.


“Sialan, aku sudah diberikan kesempatan untuk melepaskan mereka. Tapi tali ini susah dipotong oleh Pisau Belati ini.” -Hans Seven


Hans Seven mulai berpikir bagaimana cara untuk melepaskan tali yang mengikat mereka berempat dan lalu cara melarikan diri dari pertempuran tersebut.


Didalam Kapal Angkasa Tirta Yayan, Hans Seven sedikit diguncangkan karena Kapal Angkasa Tirta Yayan juga ikut membantu dalam penyerangan dan pertempuran tersebut. Ini pertama kali, Hans Seven masuk kedalam sebuah kendaraan terbang yang begitu besar.


“Sialan! Ini selalu berguncang. Aku tidak bisa fokus berpikir, dan juga wajahnya Delta Terra terlihat sangat jijik.” -Hans Seven


Walaupun masih dalam keadaan pingsan atau tidak sadarkan, sepertinya Delta Terra merasakan guncangan yang sangat luar biasa membuatnya ingin memuntahkan cairan didalam perutnya. Dan Hans Seven melihat wajah Delta Terra itu, dia merasa jijik.


“Sepertinya dimana pun kamu berada kamu pasti akan mabuk, tapi setidaknya janganlah mual dan mengeluarkan menjijikkan di sini.”


Di ruang pengendalian Kapal Angkasa, salah satu dari Pengendali Kapal Angkasa melihat seseorang yang sedang berada di ruangan sandera. Orang itu langsung keluar dari tempat pengendali Kapal Angkasa menurut ruangan Para Sandera.


Hans Seven merasakan ada seseorang yang akan mendatanginya dari balik pintu tersebut. Hans Seven mulai gemetar dan mencari tempat persembunyian supaya tidak ketahuan oleh orang itu.


Orang itu membuka pintu dan melihat tidak ada satupun orang atau penyusup di ruangan sandera. Tapi kamera yang terpajang disudut ruangan tidak pernah mengalami masalah. Jadi dia meminta bantuan kepada temannya.


“Di kamera ada seorang penyusup, tetapi aku tidak melihat apapun di sini. Baiklah, tes...”


Orang itu dipukul dari belakang oleh Hans Seven dan orang itu dibuat pingsan dan tidak sadarkan diri. Hans Seven tidak percaya dia dapat berhasil melakukan penyerangan.


“Bukankah mereka itu semuanya lebih kuat daripada kami. Tapi sekali dipukul yang tidak terlalu keras, dia sudah tidak sadarkan diri. Dan untung saja, dia tidak meninggal di tempat.” -Hans Seven


Lalu Hans Seven melihat kesempatan untuk masuk kedalam Kapal Angkasa lebih dalam lagi, dia meninggalkan teman-temannya untuk mencari cara melepaskan mereka dari ikatan tersebut.



...----------------------------...


...**JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR...


...___-----___...


...THANK YOU**...


...------------------------------...

__ADS_1


__ADS_2