![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Diatas atap apartemen, End’e Draking menggunakan kemampaun sembunyinya atau tidak terlihat untuk menjahili Edward Demons, dan Celion Demonstra yang sedang berlatih kemampuan fisik mereka dengan cara bertarung sampai mereka kelelahan.
“Ah... ah... ah... aku tidak sangka kamu masih hebat, Rosalia.” -Edward Demons
“Kamu juga, walau kamu sudah sangat tua, dan terlalu rapuh.....” -Rosalia Demons
Sepertinya Rosalia Demons masih belum menyerahkan tubuhnya kepada Celion Demontra atau bisa dikatakan dia belum ingin mengganti kepribadiannya untuk saat ini. Memang ada alasan tertentu juga, kenapa dia belum ingin menganti kepribadiannya yang polos itu.
Mereka berdua melakukan latihan itu dari beberapa jam sebelumnya. Alasan mereka ingin berlatih di masa perang yang harusnya mereka evakuasi, dan juga kenapa diatas atap apartemen, yaitu diatas atap apartemen mereka mendapatkan tempat bagus untuk berlatih, dan sekalian menyaksikan peperangan dibawah sana, dan mereka berlatih untuk bersiap-siap saja.
Mereka berdua belum menyadari keberadaan End’e Draking yang sedang bersembunyi disekitar mereka. Walaupun mereka mengaktifkan kemampuan mendeteksi aura mana atau aura kehidupan disekitar mereka, mereka masih belum bisa merasakan keberadaan End’e Draking.
“Sepertinya kita harus menyelesaikan perlatihan ini, Edward.” -Rosalia Demons
“Kenapa? Apakah kamu sudah lelah?” -Edward Demons
“Tidak, bukan itu..... Ada sesuatu yang mengganggu....” -Rosalia Demons
Rosalia Demons merasakan ada hal yang akan mengganggunya dari arah timur atau arah pantai. Dia tidak tahu apa yang membuatnya terganggu, tapi dia ingin memastikannya.
Tiba-tiba End’e Draking mulai menjahili mereka dengan memindahkan mereka berdua ke tengah-tengah perang, yaitu di tengah laut. Mereka berdua melihat lingkaran yang muncul dan bersinar diantara mereka.
“Apa-apaan?”
Tanpa sepengatauan mereka, lingkaran bercahaya tersebut adalah teleportasi yang diaktifkan oleh End’e Draking ke tempat perang berlangsung. Mereka berdua langsung teleportasi ke tempat lautan yang luas, dan sedang terjadi peperangan.
Edward Demons tenggelam kedalam lautan, karena dia tidak mempunyai kemampuan sihir yang dapat mengambang diatas air. Tapi dia sudah bisa menggerakkan tangan dan kakinya untuk berenang di air atau bisa dikatakan kalau dia pandai berenang.
Sedangkan Rosalia Demons menggunakan kekuatan sihir elemen petir untuk membuatnya melayang atau mengambang diatas air, dan juga dia tampak heran kenapa dia bisa berpindah ke tengah lautan, dan juga dia agak terlihat aneh, dan heran ketika melihat Edward Demons tidak bisa mengambang diatas air.
“Edward! Apakah kamu tidak punya kemampuan sihir untuk mengambang diatas air?” -Rosalia Demons
“Hai.... Kamu pernah ingat tidak aku ini jarang atau tidak pernah bertempur diatas air!” -Edward Demons
“Benarkah? Sebentar.... aku ingin mengingatnya...” -Rosalia Demons
__ADS_1
Walaupun dia adalah seorang raja iblis atau sang penguasa terhebat dan terkuat di planetnya, Edward Demons belum pernah melakukan pertempuran diatas laut atau didekat pantai, karena istana atau kastil Raja Ibli berada di hutan yang jauh dari pantai.
Dan sekarang Rosalia Demons teringat kalau di pertempuran beberapa tahun dengan Edward Demons, dia belum pernah melihat Edward Demons bertarung didekat air atau diatasnya.
“Tapi bagaimanakah dengan pertua....” -Rosalia Demons
“Awas!” -Edward Demons
Tiba-tiba ada serangan yang berasal dari Kapal tempur Kekaisaran Mariana kearah mereka berdua atau serangan meleset. Dan beruntungnya serangan tersebut bisa dihalau dengan perlindung sihir kegelapan yang diaktifkan oleh Edward Demons.
“Apa-apan itu? Apakah mereka benar-benar sengaja? Hah!” -Rosalia Demons
Rosalia Demons sedikit terkejut dengan serangan yang tidak terduga dari Kapal Tempur Kekaisaran Mariana. Walaupun serangan tersebut tidak mengenainya, tetapi dia terlihat sangat kesal dan ingin membalasnya.
“Sudah, tenanglah!” -End’e Draking
End’e Draking menunjukkan dirinya diantara mereka berdua, dan dia juga tersenyum setelah melihat kalau Edward Demons tidak bisa berdiri diatas air, seperti Rosalia Demons.
“Hai! Apa yang kamu tertawakan?” -Edward Demons
“Tidak ada, selain kamu.” -End’e Draking
“Jadi apa yang kamu inginkan lagi, Draking?” -Edward Demons
“Sebelum aku memberitahu hal tersebut, aku akan membuat kamu bisa dapat berdiri dan berjalan diatas air.” -End’e Draking
End’e Draking menggunakan kemampuannya untuk mengangkat Edward Demons dari air, dan lalu memberikannya sebuah kemampuan agar dapat berdiri dan berjalan diatas air. Walaupun ada sedikit bayaran untuk hal itu.
“Terima kasih. Akhirnya aku bisa....”
“Ada bayarannya...... Satu hari sama dengan kamu harus mengikuti aku untuk dua puluh hari, walau dia pakai sebentar saja itu sama saja kamu harus mengikuti aku tiga hari saja.” -End’e Draking
“Sebentar..... Ada bayarannya juga, Dasar Licik!” -Edward Demons
Edward Demons merasa tidak terima telah ditipu oleh End’e Draking, dan dia juga sedikit bersalah karena dia harusnya sudah tahu betapa liciknya End’e Draking itu.
__ADS_1
“Berhenti.... Edward, dia bukan punya kamu seenaknya saja.” -Rosalia Demons
“Wah... ada orang ingin membela kamu, ini.... Tapi kita berhenti berbicara untuk hal tidak sepenting ini, aku mau kalian berdua mengurus mereka bertujuh yang ada di sana.” -End’e Draking
Tiba-tiba ada tujuh orang yang tepat berada didepan mata mereka yang berjarak 20 meter dari tempat mereka berada sekarang. Tujuh orang tersebut adalah Tujuh Jenderal Kekaisaran Mariana.
Alasan mereka menunjukkan diri didepan mereka, terutama End’e Draking, setelah Huo Mariana mengalami kekalahan, lalu dia meminta tolong kepada saudara-saudaranya untuk membalaskan kekalahannya, dan dia juga ikut serta, karena dia tidak ingin merasa dipermalukan.
“Wah...wah...wah... Entah aku yang salah atau tidak, kalian semua berani memunculkan wajah kalian di tengah-tengah medan tempur ini.” -End’e Draking
End’e Draking sudah menyangka kalau hal tersebut akan terjadi jika dia mengalahkan salah satu dari tujuh jenderal tersebut, terutama jenderal yang sangat keras kepala.
Edward Demons, dan Rosalia Demons melihat ada berapa orang yang tidak dikenalnya, mereka berdua mulai bertanya siapa tujuh orang yang didepan mata mereka kepada End’e Draking, sebab End’e Draking terlihat mengenal mereka.
“Hai orang aneh, apakah kamu mengenal mereka bertujuh?” -Rosalia Demons
“Tentu saja, aku mengenal mereka, karena mereka hanyalah orang-orang bodoh dan keras kepala. Benarkan, anak-anak tuli!” -End’e Draking
End’e Draking mengejek Para Jenderal Kekaisaran Marianadengan suara yang sangat keras sampai mereka terdengar, dan kesal karena dianggap tuli atau tidak didengar.
Mereka semua pasti akan marah dan kesal setelah mendengar hinaan tersebut, akan tetapi mereka ditahan oleh Sakai Mariana. Sakai Mariana sadar kalau hinaan tersebut adalah sebuah jebakan agar mereka bertujuh yang menyerang mereka terlebih dahulu.
“Tahan.... Kita semua tidak tahu betapa besar kekuatannya.” -Sakai Mariana
“Tapi kak, dia sudah kelewatan dan aku tidak ingin dianggap orang bodoh olehnya, Orang Aneh itu!” -Huo Mariana
“Aku tahu kamu masih ada dendam padanya, tapi itu adalah jebakan darinya. Kita tidak boleh gegabah untuk menyerang terlebih dahulu. Jika kita menyerang terlebih dahulu, kemungkinan sangat kecil kita menang.” -Sakai Mariana
“Tapi aku tidak tahan dan tidak bisa menahan amarah aku untuk membunuhnya!” -Huo Mariana
“Tahan dulu, Kak Hou... Aku tahu kamu ingin membalas kekalahan kamu dan juga kapal tempur kita yang hancur semua. Tapi ibu pernah kita tidak boleh melawan atau mengancam seseorang dari bangsa Excita, terutamanya.” -Shui Mariana
Ibu mereka atau Sang Kaisar Mariana, Mariana Vrya pernah mengatakan kepada mereka sebelum menginvasi ke Kerajaan Ocean untuk berhati-hati terhadap orang itu atau End’e Draking.
“Sebelum kalian pergi untuk menginvasi Kerajaan Ocean, kalian harus tahu kalau orang yang sebelumnya menjadi utusan dari Kerajaan Ocean adalah keturunan dari Bangsa Excita.” -Mariana Vrya
__ADS_1
“Maksud ibu, bangsa terkejam dan tersadis di seluruh alam semesta.” -Shui Mariana
“Bukan, tapi rumornya, mereka adalah........” -Mariana Vrya