[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
CHAPTER 113


__ADS_3

End’e Draking dan lainnya, mereka berjalan menelurkan perkotaan yang sangat besar dan ramai. Mereka bertiga sangat tercengang melihat kemajuan perkotaan tersebut, tidak seperti perkotaan di planet mereka bertiga.


Sedangkan End’e Draking melihat kemajuan perkotaan tersebut, dia hanya bisa memikirkan kemajuan perkotaan tersebut seperti kemajuan planetnya lima puluh tahun lalu. Pemikiran tersebut karena peradaban planetnya masih lebih maju.


Celion Demonstra juga tidak bisa mengedipkan matanya karena dia sangat terkejut melihat bangunan yang sangat tinggi dan indah. Xesa mengira kalau bangunan itu adalah tembok dinding tetapi terbuat dari bahan material yang lebih kuat.


Kalau Edward Demons, dia masih tercengang tetapi dia tetap menjaga penampilannya. Dia tahu kalau bangunan tinggi itu adalah salah satu dari kemajuan peradaban.


“Jadi tempat mana dulu, kita pergi?” -Xesa


Mereka berpikir ke tempat mana, mereka akan pergi dulu. Tiga orang berpikir untuk mencari tempat penginapan terlebih dahulu, tetapi ada satu orang yang memikirkan makanan saja.


“Bagaimana jika kita pergi mencari tempat penginapan terlebih dahulu?” -Edward Demons


“Baiklah, kita akan ke sana.” -Xesa


“Tapi sebelum pergi ke sana, bisakah kita mencari sebuah restoran makanan disekitar sini dulu?” -Celion Demonstra


Celion Demonstra tidak merasa kelaparan, tetapi dia ingin mencoba makanan yang ada di daerah sana.


“Kenapa kamu terus memikirkan makanan, gadis kecil?” -End’e Draking


“Memang kenapa? Ini bukan urusan kamu, ini adalah urusan keinginan aku saja.” -Celion Demonstra


End’e Draking agak kecewa dengan perilaku Celion Demonstra yang terus memikirkan makanan dulu, daripada memikirkan hal lainnya.


Edward Demons mendapatkan ide, agar Celion Demonstra bisa mencoba makanan disekitar daerah sana, dan mereka juga mencari tempat penginapan. Jadi mereka akan dibagi dua kelompok.


“Bagaimana jika kita bagi dua kelompok, satu mencari tempat penginapan dan satunya lagi mencari restoran makanan yang murah dan enak?” -Edward Demons


Mendengar pendapat tersebut, Celion Demonstra dan Xesa yang setuju, sedangkan End’e Draking tidak setuju.


“Kami setuju, aku dengan Xesa akan mencari restoran makanan yang sangat enak.” -Celion Demonstra


“Aku tidak setuju, kalian saja yang melakukan hal-hal itu. Aku datang ke sini untuk urusan lain.” -End’e Draking


End’e Draking langsung meninggalkan mereka bertiga di tempat sana. Melihat End’e Draking meninggalnya, Edward Demons harus sendirian mencari tempat penginapan untuk mereka.


“Jangan perduli dengannya. Edward, bisakah mencari tempat penginapan sendirian saja?” -Xesa


“Sepertinya tidak, karena kita ini adalah orang asing dan belum pernah mengunjungi setiap planet. Harusnya Draking yang bersama kita, dia bisa menjadi pemandu kita.” -Edward Demons


Seharusnya End’e Draking bersama mereka sebagai pemandu atau petunjuk arah, bukan orang yang akan meninggalkan kelompoknya begitu saja. Tapi karena End’e Draking ada urusan penting saja, jadi dia meninggalkan mereka.


“Benar juga. Dialah yang membawa kita kedalam perjalanannya. Tapi kita juga harus mandiri dan tidak boleh bergantung padanya juga.” -Xesa


Yang dikatakan oleh Xesa itu ada benarnya juga, mereka harus mandiri dan tidak boleh bergantung terus kepada End’e Draking.


“Dan terlebih lagi, kita mempunyai kartu digital yang dapat membayar kebutuhan kita.” -Xesa


Mendengar perkataan yang bijak itu, Edward Demons tidak memikirkan hal seperti itu.

__ADS_1


“Kamu benar, Xesa. Dan saat di sana, dia telah menukar uang didalam kartu itu ke uang berbentuk kertas dan koin ini.” -Edward Demons


Sebelum mereka keluar dari stasiun penerbangan, End’e Draking mengeluarkan beberapa uang dari kartu digital miliknya kedalam bentuk uang kertas dan koin, supaya mudah dalam transaksi.


“Ayo, kenapa nunggu lama lagi? Edward, kamu segera pergi mencari tempat penginapan untuk kita berdua dan jangan lupa kamarnya harus dipisah, ya.” -Celion Demonstra


Celion Demonstra menarik tangannya Xesa, dan pergi meninggalkan Edward Demons sendirian di sana. Sebelum jauh dari Edward Demons, Xesa mengatakan sesuatu kepadanya.


“Edward, berhati-hati dan jangan mudah marah! Kami mengandalkan kamu!” -Xesa


Xesa mengingatkan Edward Demons untuk tidak marah atau emosi, dan juga harus terus berhati-hati.


“Baiklah!” -Edward Demons


Edward Demons berjalan menuju ke setiap tempat untuk mencari tempat penginapan dan dia tidak lupa menanyakan tempat penginapan yang murah kepada orang-orang sekitarnya.


Setiap tempat penginapan yang ditujunya sangat terlalu mahal dan tidak pas uangnya. Makanya dia terus mencari sampai menemukan tempat penginapan yang bagus tetapi murah.


“Bagaimana, ya? Aku sudah mencari ke setiap tempat penginapan, tetapi belum ada satupun tempat penginapan yang murah dan pas sesuai dengan uang yang aku miliki.” -Edward Demons


Karena dia sedikit kelelahan, dia memutuskan untuk duduk sementara di sebuah kursi yang kosong. Ketika dia sedang duduk, dia juga memikirkan sesuatu tentang keberadaan teman-temannya itu dan juga bawahannya yang ada di planet Rosemary.


Ketidak dia sedang duduk santai dan sambil memikirkan sesuatu, tiba-tiba dia dikejutkan oleh seseorang dari arah belakangnya.


“Tuan Edward, bisa tebak siapa aku ini?”


Ternyata orang itu adalah Violan Ocean. Dia tidak mengira kalau Raja Iblis ada di planetnya.


Akan tetapi Edward Demons mengira orang yang menutup matanya adalah Xesa atau Celion Demonstra yang sedang iseng kepadanya.


Karena jawabannya salah, dia membuka matanya dan menunjukkan wajahnya ke Edward Demons.


“Ayo, aku bukan mereka berdua.” -Violan Ocean


Edward Demons terkejut karena salah satu mantan bawahannya ada di planet Samudra. Dia tidak tahu bagaimana caranya Violan Ocean ada di tempat ini.


“Jarang sekali, melihat kamu terkejut seperti itu, Tuan Edward.” -Violan Ocean


Edward Demons menanyakan bagaimana cara Violan Ocean berada di planet Samudra kepadanya.


“Violan, mengapa kamu ada disini dan bagaimana cara kamu bisa kesini?” -Edward Demons


“Harusnya aku yang menanyakan hal itu kepada kamu, Tuan Edward. Bagaimana cara anda bisa ada di tempat kelahiran aku yaitu Planet Samudra? Padahal saat aku di sana, aku tidak memberitahu kamu tentang planet kelahiran.” -Violan Ocean


Mendengar perkataan yang panjang tersebut, Edward Demons sangat terkejut dan baru saja mengetahuinya. Dia tidak tahu kalau sekarang dia berada di planet kelahirannya Violan Ocean. Dan kenapa Violan Ocean baru memberitahu kepadanya.


“Tunggu sebentar, kenapa kamu baru saja memberitahukan hal penting itu kepadaku? Apakah saat kamu menjadi bawahan aku, kamu berbohong kalau kamu berasal dari pulau Crial?” -Edward Demons


“Iya, aku membohongi kamu. Aku melakukan hal itu karena aku ingin mendapatkan kekuasaan yang besar, makanya aku berbohong. Dan juga aku tidak memberitahu tentang aku bukan berasal dari planet itu, karena saat itu planet ini dalam masalah dan aku tidak bisa mengatakan karena trauma.” -Violan Ocean


Violan Ocean memberikan penjelasan dan alasan kenapa dia tidak memberitahu hal sesuatu penting tersebut kepada Edward Demons.

__ADS_1


“Oh, iya. Aku memberikan pertanyaan kepada kamu, tolong dijawab!” -Edward Demons


“Ok, Aku jawab apapun pertanyaan yang diberikan dari Tuan Mantan Raja Iblis kesayanganku.” -Violan Ocean


Violan Ocean sudah siap akan menjawab pertanyaan apapun itu dari Edward Demons. Sedangkan Edward Demons punya rencana menjebak Violan Ocean dengan pertanyaannya.


“Siapakah yang kamu suka, Necromantre, atau Liones Wild?” -Edward Demons


“Ha...” -Violan Ocean


Violan Ocean terjebak dan tidak bisa menjawab pertanyaan itu, karena dia tidak yakin dari mereka berdua siapa yang disukainya.


“Kenapa kamu menanyakan pertanyaan seperti itu?” -Violan Ocean


“Aku ingin kamu menjawabnya, karena pada saat itu kamu sering mengadu domba mereka berdua.” -Edward Demons


Pada saat itu di Planet Rosemary, Violan Ocean sering mengadu domba tiga temannya itu, yaitu Necromantre, Liones Wild dan Falcon Nightmare. Dan Edward Demons yang sering berada di sana, dia mulai menduga kalau dari mereka bertiga ada yang disukai oleh Violan Ocean.


“Aku tidak tahu!!! Bukankah Tuan juga punya wanita dicintai, contohnya kamu menyukai Xesa!” -Violan Ocean


Violan Ocean membalas dengan pertanyaan yang pasti bisa dijawab oleh Edward Demons.


“Xesa, dia adalah seseorang yang aku angkat dan aku terus jaga dari kecil sampai besar, bisa dianggap dia sebagai anak angkat. Jadi mana mungkin aku bisa menyukai seseorang yang sudah dianggap sebagai anak angkat.” -Edward Demons


Edward Demons tidak pernah merasa menyukai atau mencintai Xesa, karena dia yang terus menjaga dan membesarkannya. Jika dia punya rasa cinta, maka itu adalah rasa cinta seperti orang tua dan tidak lebih dari itu.


Mendengar jawaban tersebut, Violan Ocean sangat terkejut dan kagum kepada Edward Demons yang memiliki rasa cinta sebagai seorang ayah.


“Wah... Aku tidak menduga hal itu.” -Violan Ocean


Edward Demons bertanya balik kenapa Violan Ocean menanyakan hal itu kepadanya.


“Memang, kenapa kamu menanyakan hal yang aneh seperti itu?” -Edward Demons


“Bukan begitu. Sejak kami berada didalam satu pasukan itu, kami sering melihat anda dan Xesa bersama setiap saat dan hal seperti itulah membuat kami menduga kalau kalian itu saling mencintai.” -Violan Ocean


Edward Demons tidak percaya kalau mereka Para Jenderal Iblis Neraka akan membuat dugaan seperti itu.


“Jika kamu masih menyimpan perasaan dengan mereka, apakah kamu mempunyai perasaan dengan orang itu? Orang yang sering berpikir terbalik dengan kamu, saat melakukan latihan bersama.” -Edward Demons


Mendengar perkataan itu, Wajahnya mulai memerah dan dia langsung menjawab dengan nada kaku.


“Dia, orang seperti dia, tidak mungkin menjadi pasangan aku. Aku ini seorang putri dan dia hanyalah seorang jenderal yang keras kepala.” -Violan Ocean


“Tapi aku ingin katakan, sayang sekali.” -Edward Demons


“Memang kenapa?” -Violan Ocean


“Dia sudah mempunyai pasangan hidupnya sekarang. Pasangan hidupnya adalah seorang pembantu yang bekerja di rumahnya.” -Edward Demons


Violan Ocean terkejut dan hatinya seperti sudah dipatahkan oleh perkataan yang menyakitkan itu.

__ADS_1


“Kamu tidak bercanda, kan. Dia sudah menikah dengan wanita lain, dan wanita itu adalah pelayannya sendiri.” -Violan Ocean


Dalam keadaan seperti patah hati, dia ingin mengetahui apakah perkataan itu benar atau tidak, karena jika itu benar, dia bisa patah dan hancur hatinya. Sepertinya, Edward Demons sangat senang menanyakan beberapa pertanyaan yang sungguh menyakitkan.


__ADS_2