![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Ditengah lautan dekat dengan garis pantai Kerajaan Ocean, End’e Draking sedang berada ditengah-tengah peperangan antar kedua negara tersebut. Dia sedang menikmati segelas susu anggur sambil membaca buku novel di tangannya.
Walaupn dia berada ditengah-tengah peperangan antar kedua negara tersebut, tidak ada serangan yang mengenai dirinya, karena dia dilindungi semacam pelindung yang tidak terlihat dan sangat kuat, bagaikan partikel kecil terkurung oleh sejumlah partikel yang sangat berdempetan.
“Sepertinya perang ini akan berakhir didalam lautan dalam, benarkah, Misy O?” -End’e Draking
End’e Draking menggunakan sebuah kekuatan dimensi untuk melakukan komunikasi dengan Misy O yang jaraknya masih sangat jauh darinya, bahkan bukan berada di tempat yang sama dengannya.
“Perang yang kamu katakan, tidak akan pernah berakhir jika ada beberapa orang penting yang menyangkut dalam perang tersebut mati atau terbunuh, maka perang tersebut akan selesai.” -Misy O
“Aku tidak bisa meragukan penglihatan masa depan kamu, karena kamu adalah makhluk yang hidup di berbagai dimensi yang ada di dunia fana ini.” -End’e Draking
“Bagaimana aku harus mengucapkana rasa terimakasih atas pujian kamu itu? Tapi aku pikir kenapa kamu dan Dia tidak boleh aku ikut campur?” -Misy O
End’e Draking sangat memuji apa yang Misy O katakan kepadanya, tapi Misy o sendiri tidak bisa merasakan kesenangan atau sesuatu atas pujian tersebut, dan bagaimana membalasnya. Lalu dia tidak pernah tahu kenapa dia tidak boleh ikut campur.
“Bukannya kamu bisa melihat apa yang ada didalam pikiran aku, Misy O?” -End’e Draking
“Mana mungkin, aku bisa melakukan hal tersebut. Kamu memasang banyak lapisan dimensi didalam pikiran kamu dan jiwa kamu juga tidak ad didalam tubuh boneka kamu itu.” -Misy O
“Hahaha.... Sepertinya kamu sudah tahu banyak. Dan lalu dimana kamu dan apa yang kamu lakukan sekarang?” -End’e Draking
End’e Draking ingin tahu dimana Misy O berada dan apa yang dilakukan sekarang, sebab dia harus tahu kalau Misy O tidak mengganggunya.
“Aku berada didalam...... Seharusnya kamu tahu aku berada dimana?” -Misy O
Misy O membalas dengan perkataan tersebut yang membuat End’e Draking sedkit tertawa dan tersenyum. End’e Draking tidak menyangka kalau Misy O akan menjawab dengan perkataan tersebut.
“Hehe... Kamu terlihat sudah mengerti dengan dunia ini.” -End’e Draking
Tiba-tiba End’e Draking diserang oleh seseorang dari arah pihak Kekaisaran Mariana. Orang yang menyerangnya adalah Huo Mariana, yaitu salah satu jenderal kekaisaran Mariana, dialah pengguna api dengan senjata sarung tangan.
“Hi.... Sebelum kamu ingin menyerang seseorang, kamu harus tahu apakah orang itu dilindungi sesuatu atau tidak? Paham?” -End’e Draking
__ADS_1
Sepertinya Huo Mariana tidak berhasil mengenai ataupun berhasil menyerang End’e Draking, karena ada pelindung yang tidak terlihat olhe matanya, dan sangat susah dihancurkan.
“Hah...hah.... Jika saja kamu tidak ada, kami pasti bisa mendapatkan tanah itu kembali lagi.” -Huo Mariana
Huo Mariana terlihat sangat marah kepada End’e Draking, karena dialah yang menghancurkan seluruh strategi mereka yang telah disiapkan.
“Apakah yang kamu maksud itu adalah kapal perang itu?” -End’e Draking
“Benar, kenapa kamu menghancurkan sebagian besar kapal perang kami dan beserta senjata penghancur andalan kami? Bukankah kamu tidah harus menghancurkannya, hanya karena kesepakatan tersebut tidak berjalan baik!” -Huo Mariana
Huo Mariana ingin tahu kenapa kapal perang Kekaisaran Mariana dihancurkan, apakah itu hanya karena kesepakatan tidak berjalan mulus, dan dia ingin tahu alasannya.
“Bosan saja..... Aku sangat bosan. Jadi aku hancurkan saja kapal-kapal besi tersebut agar aku menghilangkan rasa bosanku saja.” -End’e Draking
“Apa? Kamu bercanda! Hah!” -Huo Mariana
Huo Mariana terlihat sangat kaget dan terkejut mendengar alasan yang tidak masuk akal tersebut.
“Kalau begitu aku akan menghancurkan kamu untuk menghilang rasa bosan aku juga!” -Huo Mariana
Setiap pukulannya akan mengeluarkan ledakan yang agak besar, karena telah digabungkan dengan sihir api miliknya. Akan tetapi satu pukulan tidak cukup untuk menghancurkan pelindung tersebut, jadi dia menyerang secara bertubi-tubi.
“Bagaimana? Apakah kambu bisa bertahan dengan serangan tersebut?” -Huo Mariana
Serangan yang bertubi-tubi tersebut ditambah ledakan menghasilkan debu-debu asap yang berterbangkan, dan sangat tebal. Huo Mariana dengan kepercayaan dirinya, dia yakin kalau pelindung tersebut sudah hancur.
Akan tetapi ekspentasinya terlalu jauh, serangannya tidak bisa menghancurkan apalagi membuka sebuah celah kecil sekalipun di pelindung tersebut.
“Wah...wah....wah.... Apa yang kamu lakukan, sih? Sinar matahari tidak bisa menyinari aku yang sedang membaca buku ini, loh....” -End’e Draking
End’e Draking berkata seperti itu sambil mengeluarkan senyumannya yang sangat membahagiakan. Dia terharu, karena Huo Mariana sangat menyia-yiakan kekuatannya hanya untuk menghancurkan pelindung miliknya.
“Apakah kamu mengejek aku? Hah!” -Huo Mariana
__ADS_1
“Kalau iya, kenapa?” -End’e Draking
Huo Mariana terlihat sangat kesal dan tidak bisa menahan amarahannya, setelah End’e Draking melakukan provokasi dan mengejeknya. End’e Draking sendiri sengaja melakukan hal tersebut, karena dia ingin melihat orang bodoh melakukan sesuatu dengan kebodohannya.
Huo Mariana kembali menyerang End’e Draking, akan tetapi dia masih tidak bisa mengenai End’e Draking, karena masih ada pelindung yang melindungi End’e Draking yang tidak terlihat.
“Dasar Pecundang!” -Huo Mariana
“Pecundang? Apa kamu memanggil aku seorang pecundang?” -End’e Draking
“Iya, kamu seorang pecundang! Karena kamu hanya bisa berlindung dibalik pelindung tersebut!” -Huo Mariana
Huo Mariana coba memakai cara mengejek End’e Draking sebagai seorang pecundang, agar dia bisa keluar dari pelindung tersebut atau menghilangkannya. Akan tetapi penghinaan tersebut tidaklah ampuh terhadap End’e Draking.
“Terimakasih banyak.... Susah saja, kamu memberikan panggilan atau hinaan tersebut pada pecundang ini.” -End’e Draking
End’e Draking sudah terbiasa dengan panggilan-panggilan aneh yang diberikan oleh orang lain terhadap dirinya. Oleh karena itu, hinaan tersebut tidak akan ampuh terhadap dirinya.
“Dasar!” -Huo Mariana
Huo Mariana menggunakan kekuatan penuhnya untuk menembus perlindung tidak terlihat tersebut. Kekuatan sihir yang digunakannya adalah Kemampuan Sihir [ Sihir Api : Tinjuan Naga ]. Dia sangat percaya diri dengan kekuatannya tersebut.
“Marilah! Keras Kepala!” -End’e Draking
Serangan tersebut berhasil menghancurkan perlindung tidak terlihat tersebut, tapi sebenarnya End’e Draking sengaja menghilangkannya, dengan tujuan dia akan menangkisnya dengan satu tangan kosong.
“Hahaha..... Sungguh lemah!” -End’e Draking
Huo Mariana tidak percaya kalau serangan pukulan sihir miliknya tersebut ditahan dengan satu tangan kosong oleh End’e Draking. Serangan tersebut hanya memberikan bekas lecet saja di tangannya.
Setelah menahan serangan pukulan tersebut, End’e Draking menyerang Huo Mariana dengan menendang bagian perutnya sampai Huo Mariana terhempas keatas langit, dan menjauhinya.
End’e Draking melihat tangan kanannya yang menahan serangan tadi, dia merasa kalau serangan tersebut sudah kuat dan tidak bisa dikembangkan lagi, dan jika dia tidak menahan serangan sebelumnya, yaitu serangan pukulan api yang bertubi-tubi itu, dia pasti saja sudah kehilangan sebagian kecil tubuhnya.
__ADS_1
End’e Draking melakukan teleportasi atau pindah ke tempat lain, yaitu dimana Edward Demons dan Celion Demostra berada sekarang. Dia ingin meminta bantuan kepada dua orang itu untuk menjadi pemenang terbaik dalam perang itu.
Setelah sampai di suatu tempat, End’e Draking melihat Edward Demons dan Celion Demosntra sedang berlatih di atap gedung apartemen. Dia tidak terlalu mengerti apa yang dilakukan kedua orang itu. Tapi dia ingin sedikit menjahili mereka berdua.