Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Kejujuran Itu Indah, Bukan?


__ADS_3

Deren dan Yunita kini sama-sama bisa menerima tentang jati diri mereka. Meskipun, Yunita masih mendiamkannya. Deren menganggap itu adalah konsekuensi yang harus ia bayar.


Pagi ini, Deren dan Aisyah memutuskan untuk pulang ke Malang. Beberapa hari ke depan, Aidyah juga harus menemani Ibu Fatimah di Singapura untuk menjaga dan merawat Om Patrio yang kini terbaring koma pasca operasi.


"Makasih banyak, Bro. Kita udah diterima baik. Maaf ngrepotin," ucap Deren sambil menjabat tangan dan memeluk Robet adek iparnya.


"Sama-sama, Bang. Kita malah seneng, Abang dan Mbak Aisyah betah di sini," jawab Robet.


"Kalau dia ma pengennya Anaya dibawa pulang," balas Deren sambil melirik Aisyah. Aisyah membalas lirikan suaminya dengan senyuman manisnya.


"Oke, kita pamit dulu ya. Minta doanya buat ayah mertua, Abang. Semoga beliau cepat sembuh dan bisa berkumpul dengan kami segera," ucap Deren pada Robet. Tentu saja Robet menghiyakan apa yang abang iparnya inginkan.


Di sisi lain Yunita terus saja menatap Deren. Sepertinya ia masih enggan ditinggal abang kandungnya. Mata wanita cantik itu berkaca-kaca. Mencoba menahan sesuatu, entahlah.


Deren menghempiri ibu satu anak itu dan memeluknya. "Jangan cengeng, kan udah jadi ibu," ucap Deren. Pria tampan ini juga menghadiahkan kecupan penuh kasih sayang di kening adeknya.


Yunita diam, bergeming tanpa kata. Ia pun tak membalas pelukan abangnya.


"Tersenyumlah," pinta Deren.


"Nggak mau," jawabnya dengan tatapan marah, sedih bercampur menjadi satu.


"Jangan manja begitu, Yunita yang Abang kenal adalah wanita tangguh. Seperti nyonya Rosalinda, ibu kita," ucap Deren sambil memegang kedua pundak adeknya. Yunita menunduk lesu. Bingung dengan apa yang ingin dia utarakan.

__ADS_1


"Apakah Nita boleh ke tempat ayah ibu dan abang kita?" tanya Yunita tiba-tiba.


"Tentu saja, ayah dan ibu pasti bahagia jika kamu mau datanh kesana. Terlebih bang Stev, pasti dia lebih bahagia. Karena kehilangamu adalah pukulan terberat baginya," ucap Deren dengan senyum mengembang di bibirnya. Deren tak tahu, saat ini dia harus bersikap seperti apa pada adeknya. Yang jelas, kenyataan yang barusan ia ucapkan adalah kenyataan yang sebenarnya.


Almarhum Steven marah besar saat itu, saat tahu bahwa adek kesayangannya hilang. Steven seperti kehilangan arah. Dan, itu membuatnya membenci Deren hingga ajal menjemputnya.


Andai kemarahan tak menyellimuti keduanya waktu itu. Mungkin Deren akan memberitahu abangnya, bahwa ia telah menemukan adek yang sangat mereka sayangi itu. Sayangnya, Steven bukan pria yang mudah diajak bicara baik-baik. Maka terjadilah peperangan antar saudara itu. Hingga mengakibatnya nyawanya terenggut.


"Udah jangan nangis lagi, nanti kalau baby Anaya udah bisa diajak jalan jauh. Kita pergi ke tempat mereka, oke," ucap Deren lagi. Yunita bukan anak kecil lagi, dia pun paham dengan apa yang abangnya katakan.


Dengan berberat hati, akhirnya Deren dan Aisyah pun meninggalkan kediaman Yunita dan Robet. Jujur itu indah, bukan?


***


Satu bulan kemudian ...


Malas sekali melakukan apapun. Mungkin di sana pola makannya kurang teratur. Atau malah mungkin malas makan, karena berada jauh dengan belahan jiwanya.


Deren menghampiri istrinya yang masih terlelap di ranjang mereka. Dengan penuh kasih sayang dia mengelus rambut istrinya dan mengecup pebuh cinta pemilik hatinya ini. Aisyah membuka pelan matanya, merangkulkan kedua tangannya keleher sang suami dengan manja. Ia pun menarik tubuh suaminya agar ia bisa menyamankan tubuhnya di pelukan sang suami


"Masih ngantuk, heeem?" tanya Deren.


"He em, Aish kangen," jawab Aisyah, suara wanita cantik ini terdengar manja di telinga pria tampan ini.

__ADS_1


"Aak, juga. Bagaimana kabar ayah dan ibu, Dek?" tanya Deren.


"Ayah masih belum bangun, Ak. Ibu dan Aish sepakat bawa ayah pulang aja kalau Aak setuju. Dokter yang menangani ayah sepertinya menyerah dan hanya mengharap keajaiban Tuhan, Ak," ucap Aisyah. Sedih memang, tapi mau gimana lagi? ini kenyataan yang harus di bicarakan.


"Aak ngikut aja, Dek. Coba nanti Aak konsultasi kan ini dengan dokter yang menagani ayah."


"Aish, pusing banget, Ak. Sakit banget kepala Aish," ucap Aisyah sambil memijat kepalanya. Deren juga membantu sang istri memijat kepala wanita cantik ini.


Senyum mengembang indah di wajah keduanya. Kasih sayang yang mereka bangun terasa bagitu nyata. Deren begitu mencintai Aisyah. Begitu pun sebaliknya.


Mereka selalu bisa menyelesaikan perbedaan yang menjadi penghalang di antara mereka berdua. Meski terkadang, Aisyah cemburu berat dengan sang suami. Maklum relasi-relasi bisnis Deren tak jarang juga yang perempuan. Dan mereka sangat cantik.


Tetapi Deren adalah pria sejati. Ia selalu membuktikan pada sang istri. Bahwa Aisyahlah satu satunya wanita yang ada di dalam hidupnya.


"Ya udah tidurlah, jangan mikir macem-macem. Serahkan semua sama sang Maha Pemilik Hidup. Percayalah semua akan baik-baik saja, Dek," ucap Deren. Aisyah pun mengangguk dan tersenyum pada suaminya.


Begitulah kehidupan rumah tangga yang dijalani oleh Deren dan Aisyah. Berusaha saling mengerti dan mencintai. Selalu terbuka satu sama lain. Memahami apa yang di kehendaki oleh masing masing pasangan. Semoga rumah tangga Deren dan Aisyah awet sampai kakek nenek dan hanya mautlah yang bisa memisahkan mereka. Berjalan beriringan sampai ke Jannahnya Allah. Amin.


End.


Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh pembaca setia Aak Preman Aku Padamu. Saya sebagai penulis kisah ini mohon maaf apa bila ada sesuatu yang tidak sesuai dengan ekpetasi kalian. Tapi percayalah saya hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Tak ada yang sempurna di dunia ini, bukan? . Untuk kisah selanjutnya saya akan bawakan keseruan grup CUBBY ULALA dalam novel terbaru saya berjudul TERJEBAK CINTA SUGAR DADDY. Nama-nama tokohnya saya ambil dari para sahabat-sahabat saya yang saya cintai di sana.


Semoga kalian terhibur. Salam sayang dari emak kalajengking tamvan๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


Akhir kata wasalamualaikum wr wb....


Sehat terua buat kita semua ... da....


__ADS_2