Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Kabar dari Seberang


__ADS_3

Aisyah sedang menyiapkan sarapan pagi untuk suami tercintanya. Deren masih melaksanakan kewajiban pada sang Kholiq, sepertinya. Tadi pria tampan ini bangun kesiangan. Astaga, pengantin baru. Kita diharap maklum ya....


Aisyah, wanita cantik ini wajahnya terlihat berseri. Tak suram seperti biasanya. Bagaimana tidak? semalam, dia dan suaminya telah melewati malam yang syahdu. Benarkan?. Malam yang dia nantikan sebagai istri seuntuhnya untuk sang pujaan hati.


Sambil memasak, Aisyah sering tersenyum sendiri mengingat apa yang dia lakukan tadi malam. Terkesan konyol dan menggemaskan. Tapi dia bahagia, karena berhasil dengan tujuannya.


Ditengak keasikannya memasak, Aisyah dikejutkan dengan suara langkah kaki Deren yang terlihat terburu-buru. Wanita cantik ini pun segera mematikan kompornya dan menghampiri sang suami.


"Aak, kenapa?" tanya Aisyah. Agaknya pak bos lupa jika dia punya istri yang wajib disapa dan pamit sebelum beraktivitas. Deren yang terlihat kebingungan itu pun langsung terkejut, dengan kehadiran Aisyah yang menurutnya tiba-tiba dan mengejutkan itu.


"Astaga, kaget Aak!" ucap Deren sambil mengelus dadanya. Karena Aisyah memang benar mengagetkannya.


"Kok kaget kenapa? 'Kan Aish cuma nanya," balas Aisyah.


"La kamu tiba-tiba di belakang Aak," jawab Deren dengan muka serius. Aisyah tertawa pelan, suaminya ini dinilainya aneh. Karena sedari tadi hanya sibuk mencari sesuatu tanpa perduli padanya.


"Aak nyari apaan sih?" tanya Aisyah


"Kunci mobil Aak, mana ya Dek."


"Pasti di ruang kerja," jawab Aisyah. Deren pun berkacak pinggang dan menatap heran ke arah istrinya. Bukan hanya Deren yang terlihat heran, Aisyah pun sama. Wanita ini mengerutkan dahinya, pertanda dia juga bingung, kenapa lagi ni pria aneh ini, batin Aisyah. Karena suaminya ini memanh terlihat semakin aneh.


Deren langsung berjalan menuju ruang kerjanya a tanpa memperdulian Aisyah. Dengan tanpa dosa Aisyah pun mengikuti langkah kaki sang suami.


Deren membuka pintu ruang kerja itu. Keanehan kembali terjadi di sini. Pria tampan ini terlihat kebingungan lagi. Mondar mandir, dan mengacak semua yang ada di meja kerjanya.


"Aak kenapa sih?" tanya Aisyah ikut bingung.


"Itu lo Dek. Ibu udah ditemuin. Aak harus menyusul ayah ke sana. Aak takut kedatangan ayah ke sana tak diterima baik oleh keluarga ibu," ucap Deren spontan. Tanpa jada menceritakan apa yang dia risaukan.


Aisyah melongo tak percaya. Bahagia, sedih, gembira, ingin tertawa, hendak menangis. Entahlah, rasanya campur aduk. Aisyah pun langsung memeluk suaminya. Tawa campur tangis pun terdengar di telinga Deren. Pria ini pun membalas pelukan sang istri yang sedang dilanda kegalauan ini


"Aak, serius ibu udah di temukan. Aak tahu dari mana hah. Dan kini gimana keadaan ibu, Ak?" tanya Aisyah antara senang dan sedih.


"Astaga, Aak lupa sayang. Harusnya Aak tadi kabarin kamu dulu, bukan malah hanyut dalam pikiran Aak sendiri. Maaf ya istriku," ucap Deren. Karena sungguh, Deren memang lupa jika sekarang sudah ada Aiysah yang kini telah siap menjadi pelengkapnya.


"Nggak apa-apa suamiku. Kita kan lagi sama-sama berjuang untuk memahami keadaan ini," ucap Aisyah dengan senyuman manisnya. Pertanda dia paham dan mencoba menerima pola pikir suaminya. Yang masih mencoba membawa dirinya masuk kedalam kehidupannya.

__ADS_1


"Kamu istri yang baik sayang. Mampu mengerti pria yang kelamanaan menyendiri ini," ucap Deren sambil tersenyum malu.


"Aish tahu itu. Kata bang Deka dan mbak Arti, Aak bujang lapuk hehehehe," jawab Aisyah. Deren pun mencium gemas pipi sang istri.


"Aak bilang tadi, ibu sudah ditemukan? benarkah?" tanya Aisyah memastikan.


"Iya sayang, ibu sudah di temukan. Tapi, ada sedikit kehawatiran dihati Aak. Ayah kesana sendirian sayang. Ayah nggak nggabarin Aak, malah bilang mau ngrepotin Aak katanya. Ayah konyol sekali," ucap Deren sedikit geram pada ayah mertuanya.


"Ayah ... lalu bagaimana Ak?" tanya Aisyah khawatir. Wanita cantik ini kembali menangis. Dia memang ratu drama, cengeng sekali.


"Kamu tenang dulu sayang, Aak udah minta bang Joker dan Kopri menyusul. Tapi Aak juga harus ikut, kamu nggak apa-apa 'kan, kalau Aak tinggal sendirian. Nanti ada Yoyok dan beberapa anak buah Aak yang bakalan nemenin kamu di sini," ucap Deren sambil mengelus hijab yang menempel di kepala sang istri.


Aisyah menghapus air matanya. Sedih, rasanya tak ingin melepas kepergian sang suami. Tapi mau bagaimana lagi, suaminya pergi 'kan juga untuknya dan untuk kedua orang tuanya.


"Jangan nangis sayang, Aak sedih kalau kamu seperti ini. Aak pasti kembali untukmu. Membawa kedua orang tuamu juga heeemm," ucap Deren mencoba menenangkan pujaan hatinya.


"Aish ikut," pintanya.


"Sayang, bukan Aak nggak mau ngizinin. Kamu tahu kan keluarga ibu nggak menginginkan kamu sama ayah. Aak takut nanti Aak nggak bisa nglindungin kamu," ucap Deren mencoba meminta pengertian istrinya.


"Tapi Ak, Aish nggak mau pisah sama Aak," jawabnya. Deren tersenyum, dia tahu bawa wanitanya ini memang sangat mencintainya.


Dengan pelan dan penuh kasih sayang akhirnya Deren pun berhasil memberi pengertian pada Aisyah. Wanita cantik ini pun mengizinkan suaminya pergi. Dengan catatan ia harus hati-hati dan kembali untuknya.


Deren pun berjanji dan menyanggupi apa yang istrinya inginkan.


Dengan deraian air mata Aisyah pun melepaskan kepergian Deren ke Palembang demi dia dan orang tuanya.


Yoyok sudah siap di mobil, untuk mengantar big bosnya ke bandara. Sebenarrnya dia mau ikut, tapi Deren melarangnya dan meminta padanya untuk menjaga harta berharganya. Yaitu istrinya.


"Yok, ntar baliknya hati-hati ya. Sepertinya Zen masih meminta anak buahnya untuk mengintai istriku. Tingkatkan pengamanan di rumah," perintah Deren.


"Siap Bos!" jawab Yoyok tegas. Ya ... Zen memang kini telah mendekam di jeruji besi atas kasus prostitusi online dan beberapa bisnia ilegalnya. Tetapi, kita tak boleh meremehkan jaringannya. Bisa saja saat ini dia masih pegang kendali. Dan itu yang patut diwaspadai. Pikir Deren.


Beruntung perjalanan mereka tak membutuhkan waktu lama. Deren sampai ke Bandara tepat waktu. Dia pun meminta tolong pada Yoyok untuk membantunya cek in. Kali ini Deren tak membawa Heli sendiri, karena ada kendala atas izin lisensinya.


"Aak, hati-hati ya," ucap Aisyah sesaat sebelum Deren turun dari mobil.

__ADS_1


"Iya sayang, kamu juga ya. Ponselnya jangan ditinggal-tinggal ya. Pastikan selalu on, oke," ucap Deren memberi pesan pada sang istri sebelum ia pergi.


"Iya suamiku, aku akan memperhatikannya," ucap Aisyah. Deren pun tersenyum dan mencium kening sang istri. Tak lupa mereka pun berciuman mesra di dalam mobil. Menumpahkan segala rasa yang mereka miliki untuk satu sama lain. Saling memberi salam perpisahan yang hangat.


"Aak cepet kembali ya, jangan lama-lama," pinta wanita cantik ini.


"Iya sayang, begitu urusannya selesai. Aak langsung balik, oke!"


"Iya, Aish akan nungguin Aak."


"Jagain semua buat Aak, ya sayang," pinta Deren.


"Pasti suamiku, Aak juga ya. Ingat, Aak hanya milik Aish," balas Aisyah tak mau kalah.


"Pasti sayang, Aak mencintaimu istriku. Aisyahku," ucap Deren mesra. Mereka pun berciuman lagi dan lagi. Seakan waktu ini hanyalah milik mereka. Perpisahan ini terasa berat bagi keduanya. Entahlah!


Kemesraan mereka terganggu oleh dering ponsel milik Deren. Pria ini pun meminta izin pada istrinya untuk menjawab panggilan telepon itu.


"Hallo," sambut Deren.


"Bro, kita sudah bertemu dengan Om Patrio. Sayangnya ada kabar buruk, Bro!" balas Joker. Ternyata pria yang menghubungi Deren adalah Joker. Deren pun melepaskan pelukan istrinya. Dan membetulkan posisi duduknya. Sepertinya kabar ini terlihat sangat serius.


"Kabar buruk apa, Bang?" tanya Deren.


"Om Patrio tiba-tiba pingsan. Dan ...!" Joker tak berani melanjutkan ucapannya.


"Dan apa, Bang?" tanya Deren khawatir.


"Sebaiknya kamu kesini, dan lihat pastikan sendiri," jawab Joker. Deren pun menyanggupi permintaan Joker. Walaupun dia teramat sangat khawatir. Mereka pun menutup panggilan telepon itu. Karena sudah tiba saatnya bagi Deren untuk pergi.


"Ada apa Ak?" tanya Aisyah takut.


"Nggak ada apa-apa, Dek. Kamu tenang saja heemm. Ingat pesan Aak tadi, selalu aktifkan ponselmu dan jangan ditinggal-tinggal. Jagain semuanya buat Aak, oke," ucap Deren. Kembali memberi pesan pada sang istri.


"Baiklah sayang, Aish akan ingat itu," jawab Aisyah.


Deren pun kembali mengecup kening sang istri dan beranjak dari tempat duduknya untuk segera menjalankan tugasnya. Berat memang, tapi mau gimana lagi? Ini semua harus mereka lewati bukan? Dan mereka percaya, kabar dari seberang ini akan membawa kebahagiaan untuk mereka.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2