
Patrio menatap lekat pada pria yang mengaku sebagai sahabat putrinya ini. Ada perasaan jangal ketika Joker berani menatap matanya. Sorot mata Joker begitu tajam, sepertinya juga penuh kejujuran. Joker begitu berani, dan tak ada rasa takut sedikitpun di matanya. Patrio tetap teguh memegang senjata apinya. Bagaimanapun dia harus waspada bukan.
"Apakah sebelum ini kita pernah bertemu. Apakah kau mengenalku?" tanya Patrio. Joker pun mengangkat wajahnya dan menatap lekat ke arah Patrio.
"Ya Tuan, kita pernah ketemu sebelum ini.Saya mengenal anda. Apakah anda ingat Johan Tuan, anak remaja yang hampir tertabrak mobil Tuan waktu itu?" tanya Joker tiba tiba. Patrio terlihat mengerutkan dahi, mungkin dia mencoba mengingatnya.
"Aku tidak ingat aku lupa!" jawab Patrio. Sepertinya dia memang lupa. Terlihat Patrio mencoba mengingat tapi gagal.
"Baiklah kalau Tuan lupa. Akan saya ingatkan. Saya adalah remaja yang pernah anda tolong Tuan. Bersama seorang ibu dan anak perempuan yang penuh luka lebam waktu itu. Tuan membawa kami ke rumah Tuan, di kawasan Dinoyo dan Tuan juga memberi kami uang untuk makan waktu itu," jawab Joker. Sesuai dengan kejadian yang dia alami beberapa belas tahun silam.
"Oh, Dinoyo ya. Rumah kayu?" tanya Patrio.
"Benar Tuan, Anda menyebutnya demikian," jawab Joker.
"Oh, ya ya aku ingat. Kau udah besar rupanya. Bagaimana kabar ibu dan adekmu. Dan kau, apa sudah menikah?" tanya Patrio sok akrab ketika mengingat kejadian itu.
"Setelah Ibu sembuh, Ibu membawa kami pulang ke rumah nenek saya Tuan di Gresik. Tak lama setelah itu Ibu meninggal. Adek sudah menikah dan menetap di Samarinda. Sedangkan saya sudah punya dua putra," jawab Joker jujur.
"Oh ya ya. Paman turut berduka cita ya. Sabar, paling tidak kau masih ada adek dan keluarga. Beda dengan Paman. Tak tahu lah sebenarnya Paman ini siapa," ucap Patrio memelas.
"Anda jangan bilang begitu Tuan. Anda punya Nona Muda, dan juga istri pertama Tuan Bos pasti menunggu Tuan Bos menjemputnya sekarang," ucap Joker menyemangati.
"Bagaimana kau tahu tentang itu?" tanya Patrio heran.
"Saya tahu hampir separo rahasia Tuan Bos!" jawab Joker tegas.
"Kenapa kau ikut ikutan memanggil Tuan Bos. Panggil saja aku Paman," pinta Patrio.
"Tidak Tuan Bos, 80% pekerja di rumah ini adalah sekutu Nyonya Ratu. Saya rasa anda sudah paham dengan apa yang sudah direncanakan Nyonya Ratu untuk kelangsungan hidup Anda dan Nona muda, Tuan," jawab Joker mulai berani membuka tabir kepalsuan Ratu di rumah ini.
"Bagaimana kau tahu tentang itu?" tanya Patrio penasaran.
"Maafkan saya sekali lagi Tuan Bos kalau saya sudah lancang. Terus terang semalam saya tak sengaja mendengar rencana pembunuhan yang Nyonya Ratu rencanakan untuk Tuan Bos," ucap Joker.
"Benarkah?, apakah ucapanmu bisa dipertanggung jawabkan?" tanya Patrio.
"Jika anda tidak percaya, silakan anda cek rumah sakit di mana sahabat anda dirawat Tuan Bos. Beliau adalah target pertama, beruntung saya mendengar rencana busuk Nyonya Bos. Maka saya meminta Bos Besar saya untuk mengamankan beliau. Silakan anda periksa tentang kebenaran ucapan saya," jawab Joker sambil memberikan ponsel yang berisi chatingannya dengan Deren.
Patrio pun mengambil ponsel Joker dan membacanya. "Ini tak bisa dibiarkan," ucap Patrio.
"Saya harap anda lebih waspada dan hati hati terhadap Nyonya Bos. Karena beliaulah sebenarnya musuh anda. Saya tidak bermaksud menjelekkannya tetapi ini memang harus diclear kan bukan." ucap Joker memperingatkan.
__ADS_1
"Kau benar, siapa namamu tadi?" tanya Patrio.
"Saya Johan Tuan, biasa dipanggil Joker," jawab Joker.
"Joker? kenapa kau di panggil Joker. Macam kartu remi saja," jawab Patrio tak percaya.
"Wajah saya memang mirip Joker di kartu remi Tuan. Makanya teman teman saya memanggilnya begitu," balas Joker sesuai yang dia tahu.
"Ooo, ya sudah. Apa kau mau membantuku. Apa kau bisa dipercaya?" tanya Patrio waspada. Mengingat saat ini hidupnya berada di dalam jeruji besi kebohongan.
"Saya akan berusaha sebaik mungkin Tuan. Saya tak akan melupakan budi baik Tuan pada keluargaku, padaku, pada ibu dan juga adekku. Anggap saja saat ini saya sedang balas budi pada anda," jawab Joker tulus.
"Aku tak meminta kau balas budi," ucap Patrio.
"Tidak apa apa Tuan. Saya senang melakukannya. Terus terang saya punya misi mencari seseorang yang telah merusak keluarga saya. Dan dengan beraninya dia membawa nama kesatuan anda membuat saya salah sangka pada anda," jawab Joker. Patrio kembali mengerutkan dahinya tak percaya.
Tak lama setelah Joker berucap mereka mendengar ada yang mengetuk pintu.
"Pakai atributmu sekarang!" perintah Parto gugup. Joker pun sama dia pun segera memakai atribut lengkapnya. Bersikap seperti ajudan pada umumnya.
Patrio membuka pintu dengan remote kontrol miliknya. Tampak asisten pribadi Patrio masuk dengan membawa laptop dan juga beberapa berkas yang Patrio mau.
Ingatan Joker berputar saat melihat wajah pria itu, pria itu seperti tak asing. Bukankah dia yang berciuman dengan Nyonya Bos semalam. Dasar gendruwo bagus bener pacaran sama kuntilanak batin Joker. Kena kau lah, Joker terkekeh dalam hati.
"Maaf Tuan Bos, ini berkas yang anda minta!" ucap Lucas.
"Taruh di situ, terima kasih banyak Lucas. Kau boleh kembali," jawab Patrio.
Lucas pun menundukkan tubuhnya memberi hormat, setelahnya dia pun pergi tanpa menaruh curiga.
Patrio membuka lembar demi lembar kertas yang di bawakan Lucas padanya.
"Apa apaan ini membuatku pusing saja," gerutu Patrio, melihat tulisan penuh dengan angka membuat Patrio pusing.
"Boleh saya lihat Tuan, barang kali saya bisa bantu!" tawar Joker.
"Nah ... coba kau lihat. Aku tak biasa membaca beginian!" ucap Patrio jujur. Tentu saja ini membuat Joker ingin tertawa. Untung dia masih memakai penutup wajah, sehingga Patrio tak menyadari jika Joker menertawakannya.
Joker mulai mengotak atik laptop milik Lucas, dan Joker merasa beruntung ilmu yang diajarkan Deka sangat bermanfaat baginya. Tak bodoh bodoh amat lah, paling tidak dia bisa memmbedakan laba, untung rugi debet kredit ya kan.
Joker terkekeh mana kala menemukan kejanggalan dalam laporan ini.
__ADS_1
"Kenapa kau tertawa bodoh, apanya yang lucu?" tanya Patrio.
"Tuan ... Astaga, ini lah salah satu keemahan Tuan. Mengapa mereka dengan mudah membodohi Tuan. Coba Tuan lihat, masak beli celana dalam Tuan dia masukkan pengeluaran khusus. Astaga, ada ada aja asisten bodoh Tuan itu. Dia tulisnya pakek bahasa inggria agar Tuan nggak nggeh kan," jawab Joker kembali terkekeh. Patrio terlihat oon di mata Joker sekarang, Pak harga dirimu ambyar sak iki, matilah.
Joker terus tertawa sambil membaca satu persatu tulisan Lucas. Kebingungan dan perasaan telah menyelimuti perasaan Patrio. Kedatangan Joker telah membuka sedikit matanya, bahwa selama ini dia di bodohi.
"Tuan Bos, saya rasa asisten anda sekarang sangat lah tajir melintir. Bagaimana tidak korupsinya tak tanggung tanggung. Di pengeluaran rutin saja dia masukan banyak sesuatu yang tak perlu," ucap Joker.
"Benarkan!"
"Apa anda tak bisa berbahasa inggis?" tanya Joker lugu, seperti seorang sahabat saja meraka.
"Aku cuma iso boso jowo cak, karo bahasa Indo saja," jawab Patrio jujur.
"Astaga pengusaha kaya raya macam anda tak ngerti bahasa begini, saya yang cuma penjaga tambak saja bisa lo Tuan Bos," jawab Joker, kembali dia melakukan pencariannya.
"Apa aku terlihat bodoh?" tanya Patrio.
"Bukan lagi, anda terlalu percaya sama gendruwo dan kuntilanak peliharaan Tuan Bos," jawab Joker kesal.
"Gendruwo kuntilanak, maksudnya?" Astaga Pak Patrio, sungguh harga diri dan kewibawaan anda kemana Tuan Bos, Di depan seorang Joker anda terlihat sangat oon. Ambyar wis Bos, ambyar.... ck ck ck.
"Ni, Tuan Bos. Saya kasih tahu. Itu asisten Tuan Bos sama Nyonya Ratu mereka ada main di belakang Tuan Bos. Bahkan sekarang mereka sedang merencanakan untuk mengalihkan semua aset Tuan Bos ke tangan mereka. King Kobra sedang menuju kemari untuk menghancurkan rumah ini dan melempar Tuan, serta mengandaikan Nona Muda pada Mr. Vien." jawab Joker apa adanya sesuai yang dia dengar.
"Aku memang tak mengerti beginian (ucap Patrio sambil menunjuk laptop dan berkas berkas itu), tapi soal siasat perang dan kelicikan jangan diragukan. Aku butuh beberapa orang yang bisa dipercaya, apa kau bisa mencarikan mereka untukku?" tanya Patrio.
"Calon mantu Tuan Bos jawabannya!" jawab Joker percaya diri.
"Calon mantu, apakah dia preman juga?" tanya Patrio.
"Suhunya preman Tuan Bos, Bos Besar saya tak diragukan lagi kehebatannya," jawab Joker.
"Utus dia untuk menghancurkan King Kobra. Jika berhasil dia boleh menikahi Aisyah dan memiliki separo hartaku. Bagaimana!" Patrio mulai berani memberi Joker penawaran khusus.
"Deal, saya siap jadi informan anda Tuan!" jawab Joker tegas. Joker mengulurkan tangannya pada Patrio, tanpa berfikir panjang Patrio pun menyambut uluran tangan itu. Dan perjanjian terselubung pun di mulai...
Aak Deren siap siap dengan misi khusus ya geng, Kopri, Yoyok...Go....
Kabar terbaik apa lagi selain ini untuk Deren. Joker tersenyum bahagia. Dia sudah bersumpah untuk membantu malaikat baiknya ini. Dengan kecerdasan dan ketulusan hatinya tentunya.
Bersambung....
__ADS_1
Visual Tuan Bos Patrio Wibisono ya gaes..menurut kehaluan Emak kalajengking Tamvan 🦂🤩. Semoga sukak....