Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Terbongkar


__ADS_3

Tanpa sepengetahuan Joker, ternyata pemilik jet pribadi yang dipinjam Patrio itu, telah bekerja sama dengan Ayunda. Untuk menangkap bapak dan anak itu. Ayunda sangat pandai bersiasat dan mencari info, ini adalah buktinya.


Ayunda sangat licik, sebelum Patrio dan Aisyah masuk ke dalam pesawat. Dia sudah duduk manis di sana bersama empat ajudannya.


Pilot dan co pilot yang akan membawa mereka ke Jerman sudah ditodong senjata, tentu saja mereka tak bisa melakukan apa-apa selain menurut.


"Ibu ... ngapain Ibu disini?" tanya Patrio pada istrinya.


"Ikut Bapak lah, ngapain lagi. Bapak jahat banget mau pergi nggak ajak-ajak ibu," jawab Ayu sambil memeluk Patrio. Patrio pun membalas pelukan istrinya. Tanpa Patrio sadari Ayu telah menyuntikan sesuatu di pundaknya, Patrio pun terkejut.


Patrio membelalakkan matanya, "Ibu, apa yang ibu lakukan?" tanya Patrio sebelum lemas dan tak sadarkan diri. Ayu hanya menjawab dengan senyuman licik.


Aisyah tak percaya dengan ini. Dia melihat dengan kepalanya sendiri bagaimana jahat dan liciknya Ayunda. Aisyah menjerit dan meminta tolong saat melihat ayahnya terkapar lemas tak berdaya.


"Tuan Bos, Tuan Bos, bangun ...!!" teriak Aisyah sambil mencoba membangunkan ayahnya.


"Cepat kerjakan!" perintah Ayu pada para Ajudannya.


Ayunda pun meminta ajudannya untuk menggotong Patrio Guran dan menyuruh mereka membawanya turun dari pesawat. Tinggalah sekarang Aisyah yang disiksa di dalam pesawat.


Pengawal yang lain langsung memegang Aisyah yang mencoba menghalangi para anak buah Ayu untuk membawa ayahnya pergi.

__ADS_1


"Aku mohon Nyonya jangan sakiti Tuan Bos, Nyonyaaaa!!!!!," pinta Aisyah memohon dalam tangisnya. Ayu tak menghiraukan tangisan Aisyah. Dia malah mencekik leher Aisyah dan menatapnya penuh permusuhan.


"Aku sudah mengubur dalam-dalam masa lalunya. Lalu kenapa kamu datang dan menghancurkan segalanya hah!" bentak Ayu diahir kalimatnya. Bahkan Ayu menampar berkali-kali pipi mulus Aisyah.


"Apa salah saya Nyonya?" tanya Aisyah tanpa takut.


"Salahmu adalah kembali kedalam kehidupan mesin uangku, paham!" jawab Ayunda berterus terang. Ini sungguh gila. Wanita ular ini, saat ini telah menampakkan wujud aslinya.


Jangan tanya bagaimana begisnya Ayu saat ini. Dia bukan hanya mengintimidasi Aisyah dengan beribu pertanyaan tetapi juga pukulan dan tamparan menjadi pelengkap disetiap ucapannya.


Aisyah meringis kesakitan, bukan hanya tubuhnya yang penuh luka ini saja yang perih. Tetapi juga hatinya. Ayunda menceritakan bagaimana awalnya dia bisa mendapatkan predikat sebagai istri sah dari Patrio Wibisono atau biasa dikenal dengan Patrio Guran.


"Apakah kamu ingin dengar bagaimana aku bisa merebut bapakmu dari ibumu?" tanya Ayu meledek. Wajah Ayunda terlihat sangat menjengkelkan bagi Aisyah.


"Apa kamu pikir aku percaya pada wanita rubah sepertimu!" ucap Aisyah melawan ucapan Ayunda.


"Aku tidak perduli kau percaya atau tidak. Tapi itu lah kenyataannya. Kakekmu tega menghancurkan masa depan anak dan cucu kandungnya demi sesuatu yang digilainya," tambah Ayunda. Tawa akan keberhasipannya sungguh membuat telinga terasa sakit bagi siapapun yang mendengarnya.


Aisyah terlihat tak perduli. Yang dia pikirkan saat ini hanya, ayahnya. Apakah beliau baik baik saja, atau wanita rubah ini menyiksanya. Seperti yang dia lakukan pada Aisyah.


"Kau tak perlu takut, ayahmu tak akan aku apa-apakan sebelum dia menandatangani surat kuasa akan semua hartanya untukku," ucap Ayunda, kembali dia menghadiahi Aisyah dengan tendangan di kaki wanita cantik ini.

__ADS_1


"Kenapa kau tak membunuhku saja!!!" teriak Aisyah mulai kesal dan plaaaakkkk .... tamparan kembali mendarat dipipi gadis ini.


"Kau tak perlu mengaturku bagaimana aku harus bersikap honey. Tanpa kau suruh aku oun pasti akan mencincangmu nanti. Tapi sebelum itu aku mau melihat bagaimana kekasihmu merangkak dan memohon padaku. Pasti sangat menyenangkan melihat seorang preman menangis. Apa kamu tak mau tahu, seberapa besar kekasihmu itu mencintaimu hah," ucap Ayunda memberi gambaran tentang apa yang dia pikirkan.


"Dasar psikopat!" teriak Aisyah.


"Hahahaha ... ini sangat menyenangkan sayang. Aku menyukainya, dulu saat aku melihat bagaimana ayahmu menatap ibumu, hatiku bergetar. Dan mengajakku mencari cara untuk memisahkan mereka. Sekarang giliranmu honey, aku ingin melihat bagaimana hancurnya hati kekasihmu saat melihatmu dalam keadaan seperti ini," ucap Ayunda sambil menarik hijab milik Aisyah hingga terlepas dari kepala Aisyah. Ayunda sangat Arogant.


Aisyah menatap penuh permusuhan pada wanita iblis didepannya. Sehingga memaksa Aisyah mengeluarkan kata-kata yang dipendamnya selama ini.


"Saya mengerti sekarang, kenapa anda menjadi sangat iri pada kami wanita yang dicintai pria. Itu karena tak ada seorang pria pun yang mau mencintai anda bukan. Hahahahaha ... kasihan sekali!" ucap Aisyah melawan. Aisyah sangat kesal pada wanita rubah ini.


"Diaaammm!!!" plaaaaakk .... teriak Ayunda sambil mendaratkan tamparannya pada pipi Aisyah.


Aisyah tersenyum licik, hatinya bertepuk tangan karena berhasil menendang perasaan Ayunda dengan kata-kata pedasnya.


"Tutup mulut gadis gila ini!!" perintah Ayunda. Anak buah Ayunda pun langsung mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Nyonya Ratu mereka.


Ini sungguh gila, wanita rubah ini memang benar- benar telah berubah menjadi rubah betina. Kelicikkannya terlihat disana. Semua telah dia susun rapi, bahkan saat ini yang ada diotaknya adalah menunggu Deren cepat ke Samarinda dan dia sudah tak sabar ingin melihat pria tangguh itu hancur dan menangisi kematian Aisyah yang sudah dia rencanakan.


Bersambung...

__ADS_1


Makin banyak Like makin sering emak update...oke


__ADS_2