Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Seseorang Dari Masa Lalu


__ADS_3

Ternyata Kosan sangat handal membawa motornya. Bahkan pria berpostur tubuh yang tak terlalu tinggi ini sangat pandai mencari jalan. Terbukti dia begitu hebat dan terlihat tak memiliki keraguan saat menentukan jalan mana yang harus dia lewati.


"Apakah mereka masih mengejar Tuan?" tanya Kosan.


"Tidak, sepertinya mereka kehilangan jejak!" jawab Patrio.


"Syukurlah, saya bawa Tuan Bos ke markas anak-anak ya!" ajak Kosan.


"Tidak, aku turun di sini saja," jawab Patrio.


"Jangan Tuan, bahaya. Tuan nggak akan sanggup melawan mereka sendirian," ucap Kosan berusaha menahan mantan majikannya. Patrio menurut, apa salahnya percaya sekali lagi pada orang yang pernah bekerja padanya.


Kosan masih berkonsentrasi dengan jalanan yang ada di depannya. Tak lama mereka sampai di rumah kecil dengan penerangan seadanya. Patrio menatap sekeliling. Sepi, hening dan sedikit mencekam. Karena di sebelah rumah itu seperti kuburan.


"Apakah itu makam?" tanya Patrio.


"Betul Tuan Bos. Itu makam mari masu. Ini adalah rumah saya waktu kecil ," ucap Kosan.


Patrio pun masuk, "Silakan duduk Tuan Bos. Maaf kalau rumahnya kurang nyaman!" ucap Kosan mempersilahkan pria idolanya ini untuk masuk ke dalam rumah masa kecilnya ini.


"Makasih!"


Patrio pun masuk duduk di kursi panjang yang Kosan sediakan. Pria itu pun langsung membuka menutup kepalanya dan segera memberi salan pada Patrio.


Patrio tercengang tak percaya dengan pria yang barusan membuka penutup wajahnya.


"Kamu!" ucap Patrio.


"Ya Tuan Bos, ini adalah saya!" jawab Kosan. Pria pernah bekerja sebagai koki di vilanya dulu. Kosan berhenti bekerja saat pria bertubuh pendek ini didiagnosa menderita TBC. Dan terpaksa Kosan, dipulangkan atau dipecat oleh Ayunda.Tanpa sepengetahuan sang istri, Patrio meminta orang kepercayaannya untuk membawa Kosan berobat. Dan sekarang Kosan sembuh.


"Kamu sudah sembuh?" tanya Patrio.


"Sudah Tuan Bos, berkat Tuan Bos," jawabnya.


"Tunggu dulu, bagaimana kamu tahu kalau aku disandera sama Zen?" tanya Patrio curiga.


"Salah satu sahabat saya, dia juga pengikut setia anda Tuan. Karena dia ingat saat istrinya melahirkan dulu. Tuan Bos yang membiayai persalinannya. Dia juga minta maaf Tuan Bos, karena dia menghianati anda atas ancaman nyonya ratu," jawan Kosan. Patrio berusaha percaya pada Kosan. Paling tidak untuk saat ini Kosan sudah membuktikan ucapannya.

__ADS_1


Kosan meminta ijin pada Patrio untuk pergi ke dapur. Kosan sudah tahu bahwa Tuan Bosnya pasti belum makan. Maka dia segera pergi ke dapur untuk memanaskan lauk dan mengambilkan mantan majikannya ini Makan.


Di ruang tamu, Patrio berusaha mengingat kembali apa yang tadi menganggunya. Dengan keyakinannya Patrio pun memejamkan mata. Berusaha fokus, agar pikirannya.


Potongan-potongan seperti gambaran dalam puzzle kembali datang. Patrio membuka matanya saat ada seorang wanita yang menurutnya sangat cantik sedang tersenyum manis padanya. Wanita itu juga mencium tangannya. Sepertinya wanita itu memiliki hubungan istimewa dengannya. Yang jelas dalam ingatan Patrio wanita itu begitu cantik. Mirip sekali dengan Aisyah.


"Aisyah," ucap Patrio saat bayangan wanita itu tergantikan oleh senyuman manis putrinya.


"Astaga, apakah mereka kembar," gumam Patrio. Sejenak dia kembali berusaha mengingat bayangan wanita yang menganggu pikirannya ini. Kali ini terlihat lebih jelas, anehnya wajah itu bisa terganti begitu saja dengan wajah Aisyah putrinya. Mmebuat Patrio tersenyum sendiri.


***


Disisi lain ada Aisyah yang sedang duduk manis disamping kekasihnya. Aisyah tersenyum saat melirik Deren yang begitu serius mengemudikan mobilnya.


"Aak jelek tahu," ucap Aisyah tiba-tiba.


"Benarkah? Aak jelek ya? kok kamu mau?" tanya Deren.


"Hehehehehe!!"


"Malah ketawa!"


"Uncle tato! temenan ama Ditya ya sekarang heeem. Jadinya ikut-ikutan manggilnya Uncle tato! anak itu sangat menggemaskan, kalau Aak dateng udah kayak ketemu aktor ternama hahaha" ucap Deren sambil terkekeh.


"Kok gitu?"


"Nggak tahu Aak, pernah sekali dititipin ke Aak. Dia lagi liburan di Gresik. Pas mau balik Samarinda ikut naik si Hero (nama helikopter milik Deren). Di atas hebohnya udah kayak apa," ucap Deren menceritakan kehebohan Ditya waktu itu.


"Benarkah, wah suamiku udah punya penggemar!" goda Aisyah. Deren kembali tersenyum.


"Ada satu lagi jagoan Uncle tato namanya Raka. Wah kalau ini lebih ektrim kalau ketemu Aak. Nggak boleh pulang sebelum dapet ilmu hahahaha...!" ucap Deren kembali pria tampan ini terkekeh, mengingat dua keponakannya yang sayang dan lengket padanya.


"Ilmu apa tu?" tanya Aisyah.


"Ilmu nyopet hahaha,"


"Astaghfirullah ... dasar Uncle eror," gerutu Aisyh. Deren malah suka menggoda sang gadis.

__ADS_1


"Kamu mau Aak ajarin nyopet?" canda Deren.


"Ogah!"


"Asik lo,"


"Aak pernah?" tanya Aisyah sambil menciutkan matanya kesal.


"Belum!"


"Kok belum, berarti ada indikasi mau nyoba dong?" selidik Aisyah, bagian ini lah yang Deren sukak dari sang kekasih. Ngambek manja!🤩


"Ya enggak, bukan tipe Aak bikin orang lain susah. Kecuali mereka yang sengaja ingin susah, lah itu Aak tambahin," jawab Deren.


"Tambahin apa?"


"Tambahin susah hahahah!" kali ini Deren terlihat sangat bahagia.


"Dasar ..."


"Tapi kamu suka kan sama pria tampan ini?"


Aisyah tak menjawab, dia hanya tersenyum. Gadis cantik ini merasa bahwa Deren memiliki sesuatu yang lain. Unik, menyenangkan dan tak tahu lah.


"Aish nggak nyangka kalau Aak orangnya kocak. Biasanya serius, udah gitu jarang ngomong," ucap Aisyah.


"Ya kan sikonnya lain, Dek. 'kan kalau sama kamu seperti lagi bareng ama diri sendiri. Eh ... gimana ngomongnya, Aak kok malah bingung!" jawab Deren. Lah, dia yang ngomong sendiri masak bingung. Piye to Ak.


"Ak, udah ada kabar belum soal ayah?" tanya Aisyah.


"Belum Dek, tapi jaringan dari Singapura sudah mulai menyoroti mafia gila itu," jawab Deren.


"Semoga ayah bisa segera ditemukan ya Ak. Kasihan beliau. Nanti kalau nyari ibuku, Aish boleh ikut nggak Ak?" tanya Aisyah.


"Boleh, asal kamu udah sah jadi istri Aak!" jawab Deren menatang.


Aisyah tersenyum, kekasihnya ini memang selalu bisa membuatnya bahagia. Entahlah! Deren memang pria terbaik baginya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2