
"Oke Aish ... ni kamu boleh menghubungi pacarmu, lima menit," ucap Joker sambil menyerahkan poselnya. Aisyah pun menerima ponsel itu.
"Sepuluh ya Bang," tawar Aisyah.
"Ck ... kalian masih pacaran jangan lama-lama," jawab Joker kesal sambil berkacak pinggang. Aisyah malah tersenyum sok manis, seolah Joker adalah Abang kandungnya.
"PIN Bang!" pinta Aisyah. Joker pun memberikan jari telunjuknya.
Aisyah mulai mengotak atik ponsel Joker, tak butuh waktu lama bagi Aisyah untuk menemukan nomer kontak sang kekasih. Aisyah pun langsung memencet tombol hijau, dengan perasaan tak sabar Aisyah pun meremas bantal yang dipangkuannya.
Agaknya Joker pun tahu diri, dia memilih menjauh dari Aisyah.
***
Di sisi lain ada Deren yang masih tak bisa memejamkan matanya. Hatinya gelisah, kerinduan pada gadisnya telah membuat Deren hampir gila.
Lamunan Deren dikejutkan oleh panggilan telpon dari Joker. Tanpa menunggu waktu lagi Deren pun langsung menyambut panggilan itu.
"Hallo Bang!" sambut Deren.
"Aak, ini Aish," jawab Aisyah. Deren yang mendengar suara kekasihnya pun langsung menjatuhkan kakinya jadi meja tempatnya melamun.
"Aish sayang, beneran ini kamu?" tanya Deren tak percaya.
"Iya Ak, ini Aish. Aish kangen sama Aak. Aak apa kabar?" tanya Aisyah. Entah kenapa hati pria ini jadi lemah. Tak terasa mata Deren berkaca kaca sangking senang bercampur sedih jadi satu.
"Aak baik sayang, kamu gimana?. Apakah pria jahanam itu menyakitimu?" tanya Deren.
"Enggak Ak, beliau baik sama Aish. Aak nggak perlu khawatir. Di sini ada Abang besar yang jagain Aish," jawab Aisyah. Mungkin Aisyah lupa jika pria tinggi besar itu bernama Joker.
"Yang punya HP itu namanya Joker sayang. Apakah dia menyebut namanya demikian?" tanya Deren.
"Iya Ak, namanya itu tadi bilangnya," jawab Aisyah.
"Ya Tuhan, terima kasih Engkau telah melindungi kekasihku," ucap Deren lirih. Tapi Aisyah masih mendengar itu dengan sangat jelas. Aisyah pun tersenyum ternyata Deren sangat khawatir padanya.
"Tunggu besok ya sayang, Aak pasti jemput kamu," ucap Deren.
__ADS_1
" Nggak usah Ak, Aish baik baik saja. Aak nggak usah khawatir. Nanti kalau keadaan udah stabil Aish pasti pulang buat Aak," ucap Aisyah mencoba menenangkan pujaan hatinya.
"Tapi kapan sayang, Aak rindu!" jawab Deren mengutarakan perasaannya.
"Aish masih ada sedikit masalah Ak, percayalah Aish pasti datang buat Aak. Aak nggak perlu khawatir, Aak percaya kan sama Aish. Bukankah kita udah saling berjanji bakal saling menjaga. Aish akan jaga semua buat Aak. Aish janji !" jawab Aisyah. Agaknya Deren masih belum bisa menerima sebelum dia beneran bisa memeluk Aisyah.
"Aak nggak akan tenang sayang, sebelum Aak bisa melihat dengan mata Aak sendiri bahwa kamu aman. Kamu baik baik saja," jawab Deren.
"Aish baik baik saja calon imamku. Aish nggak boong," ucap Aisyah lagi. Sayang nya Deren masih kekeh ingin bertemu dengan Aisyah.
"Kamu bikin Aak gila gini honey," ucap Deren lirih. Deren mengambil nafas dalam dalam, ternyata benar kata orang bahwa rindu bisa membuat dada terasa sesak.
"Masak, Aak boong!" goda Aisyah.
"Serius sayang,"
"Aak Aish pelet," canda Aisyah, Deren terdengar tertawa dalam senyuman.
"Aku mencintaimu calon istriku demi Tuhan," ucap Deren.
"Jangankan peluk, mau yang lain juga boleh," balas Deren.
"Eemm ... Aak, jangan bahas yang itu Aish malu Aak," jawab Aisyah sambil tersenyum malu malu. Sepertinya Aisyah tak menyadari ada seseorang yang geram dengan kelakuan menjengkelkan mereka.
"Kenapa malu, toh kalau kita udah nikah nanti. Kita pasti akan melakukan itu," balas Deren, senyum juga terlihat mengembang di wajah tampannya. Duh pasti saat ini kupu kupu asmara sedang mengitari kepala kalian.
"Aak masih sholat kan. Nggak lupa kan?" tanya Aisyah.
"Alhamdulilah Dek, Aak nggak pernah meninggalkan kewajiban Aak. Aak juga nggak pernah lupa menyebut namamu disetiap doa Aak. Aak ingin kita disegerakan!" jawab Deren jujur. Duh si Aak, pinter bener nyusun katanya. Hati neng Aish terasa ditaburi bunga saat ini Ak. Mendengar ucapan cinta pria yang sangat didambakannya ini membuat Aisyah tak berdaya.
"Amin Ak, Aish sayang Aak. Aak jaga diri baik baik ya. Nanti kalau Aish udah ada ponsel lagi nanti Aish pasti kabarin Aak," ucap Aisyah.
"Iya sayang, Aak akan selalu nungguin kamu. Aak kangen sayang," ucap Deren memelas.
"Aish juga Ak, Aish pengen cup Aak. Tapi ada temen Aak Aish malu hihihi," ucap Aisyah sambil tertawa pelan. Disana Deren hanya tersenyum. Baginya Aisyah selalu mengemaskan dan apa adanya.
"Dosa lo," canda Deren.
__ADS_1
"Dikit Ak," jawab Aisyah.
Deren tak mau melanjutkan percakapan konyol itu dia pun takut tak bisa mengotrol perasaanya.
"Sudah hampir sejam kalian pacaran. Cepat kembalikan ponselku, ngabisin kuota aja!" ucap Joker geram. Deren yang mendengar ucapan Joker pun tertawa. Ditambah Aisyah yang berani membantahnya.
"Ya ampun Bang, pelit amat. Nanti minta aja ganti kuotanya ama si Aak. Pasti diganti," bantah Aisyah.
"Dasar wanita, semuanya crewet," umpat Joker geram. Disana Deren pun tertawa pelan.
"Bentar ya Bang, Aish pamit Aak dulu. Satu menit oke. Bantu orang jangan nangung nangung Bang," tawar Aisyah lagi. Joker pun malas berdebat maka dibiarkanlah mereka kembali pacaran.
"Aak, ngobrolnya udah dulu ya. Kawan Aak galak!" ucap Aisyah.
"Iya sayang, kamu hati hati. Jaga diri baik baik. Kalau ada apa apa suruh Bang Joker langsung ngabarin," balas Deren.
Setelah berpamitan dan membuat kekasihnya lebih tenang Aisyah pun mengahiri obrolan mereka.
"Bang, nah ponselnya. Makasih banyak ya Bang." ucap Aisyah sambil menyodorka ponsel Joker.
"Masih pacaran ingat, main cup cup. Apaan cup cup!" entah kenapa Joker merasa sangat kesal dengan Deren dan Aisyah. Joker menilai mereka sangat lebay.
"Abang ini, kayak nggak pernah jatuh cinta aja. Tenang aja Bang, Aish cuma bercanda. Aish juga tahu dosa kali Bang. Nggak tahu ya kalau khilaf. Maaf ya Bang!" bantah Aisyah berani, Dasar Aisyah sama siapa aja selalu cengengesan.
"Ya sudah Abang mau pergi, ingat pesan Abang tadi!" ucap Joker.
"Siap Bosku!" jawab Aisyah sambil memutar mutar tubuhnya.
"Astaga, dasar bocah gendeng. Nggak ada takut takutnya. Model begini ini yang Deren gilai, yang benar saja. Mereka klop sekali, sama sama gila" gerutu Joker. Untung Aisyah tak dengar.
Jika dengar bisa ngamuk dia.
Joker sudah keluar dari kamar Aisyah. Tinggalah sekarang Aisyah dengan perasaan bahagianya. Mengenang kembali setiap kata yang diucapkan oleh kekasihnya. Aisyah terus mengembangkan senyumnya. Deren memang sangat bisa membuat hati gadis cantik ini berbunga bunga. Akhirnya obat rindu bisa Aisyah makan berkat seseorang yang tak lain adalah sahabat pria yang dicintainya. Kini Aisyah yakin pasti semua adala jalan yang akan menuntunnya untuk bisa bersatu dengan Aak premannya.
Bersambung..
CA," Visual Neng Aish....batal🤩🤩🤸♀🤸♀🤸♀🤸♀🤸♀."
__ADS_1