
Deren memberikan kecupan di kening kekasihnya. Sebenarnya dalam hati masing-masing mereka sangat menyesali perbuatan itu. Terutama Deren, Deren tahu bahwa itu melanggar norma agama yang sekarang dia yakini.
"Ak, maaf ya. Tadi Aish ...." ucap Aisyah berat.
"Aak juga maaf ya Dek," balas Deren takut, malu, gugup dah ahh ... perasaannya campur aduk rasanya.
"Tapi Aish iklas Ak, Aish iklas kasih itu ke Aak," ucap Aisyah.
"Makasih atas kepercayaanmu pada Aak Dek, Aak pergi dulu ya. Doain Aak bisa bawa abah dengan selamat ya Dek," ucap Deren. Aisyah tersenyum dan mengangguk menghiyakan.
Deren melihat jam di tangannya lagi, ternyata sudah hampir satu jam dia di menemani Aisyah. Astaga, semoga semua masih aman batin Deren.
Deren menarik Aisyah kedalam pelukkannya lagi, mencium mesra kening sang wanita penjaga hatinya. "Aak tinggal dulu ya Dek, percayalah Aak pasti bisa bawa kalian heemm," ucap Deren berusaha menyakinkan kekasihnya.
"Iya Ak, Aish percaya," jawab Aisyah. Mata mereka kembali menatap, rasa cinta Deren sangat dalam pada Aisyah. Membuatnya kembali tak tega meninggalkan Aisyah sendiri. Tapi dia tak ada pilihan selain ini.
Deren mengambil penutup mulut Aisyah dan hendak menutupnya lagi. "Aak tutup lagi ya Dek. Maafin Aak ya," ucap Deren, Aisyah tak menjawab. Kembali air mata membasahi pipinya. Deren pun sama. Kesedihan begitu dalam mereka rasakan. Ini ada fase yang harus mereka lewati buka, Deren pun menguatkan hatinya agar tak lemah.
Deren menyapu air mata Aisyah dan membantu berbaring seperti semula. Mereka saling melempar senyum kala Deren mendekati jendela kamar Aisyah.
Deren kembali mengunci jendela itu .Dia memutuskan balik arah. Deren ingin mempelajari situasi di lantai bawah untuk misi barunya. Menyelamatkan sang calon mertua.
Deren mengendap-endap seperti pencuri. Semua masih terlelab, berati aman. Deren masuk kedalam kamar dimana abah Aish berada.
Keadaan abang Aish tak kalah menyedihkan. Bau busuk bekas kotoran sangat menyengat. Mungkin dia tak dirawat dengan bersih.
Deren berdiri di dekat pria tua itu mengamati bagaimana caranya membawa pria lumpuh ini. Keadaan masih aman terkendali. Deren pun segera membekap mulut abah Aisyah dengan sapu tangan bius yang sudah dibubuhi obat bius.
Keadaan sudah aman, tinggal bagaimana dia membawa kabur pria tua ini.
Deren langsung menggendong pria lemas itu. Membuka pintu secara perlahan agar tak ada satu orang pun yang dengar. Deren keluar dengan pelan dan penuh perhitungan.
Kembali Deren mengendap-endap. Sayangnya ibu tiri Aisyah sudah bangun, "Aaahhhsss ..." gumam Deren. Terpaksa Deren meletakkan kembali abah Aisyah.
__ADS_1
"Sial!" umpat Deren. Ibu tiri Aisyah berjalan mendekati kamar di mana Deren berada.
Membuka pintu itu dan masuk, "Dasar tua bangka sialan, andai kamu sudah menandatangani surat itu pasti wis tak suntik mati koen," ucap wanita ular itu.
Astaga jahat sekali wanita ini. Deren sedikit punya ide, mungkin yang membuat dia tak melakukan itu iya lah. Bukan karena Aisyah kabur.
Ah ... terserah saja lah, yang penting bawa mereka keluar dari neraka ini. Ibu tiri Aisyah pun keluar. Ingin rasanya Deren menembak mati wanita psikopat ini. Gemas sekali rasanya.
Keadaan kembali terkendali, ibu tiri Aisyah sudah masuk ke kamarnya lagi. Deren terpaksa pergi tanpa membawa abah Aisyah. Deren gagal di misi pertamanya.
Deren keluar rumah itu dengan selamat, meski ada sedikit penyesalan di hatinya karena gagal menyelamatkan salah satu dari mereka. Tapi dia sudah memiliki sendiri stategi di otaknya.
Di sisi lain Joker dan Yoyok sangat khawatir dengan keadaan Deren. Bagaimana tidak waktu yang diberikan padanya hanya tiga puluh menit. Tapi Deren melebihi batas waktunya.
"Bang, bos tak angkat panggilanku," ucap Yoyok khawatir.
"Tak usah kamu cari, no dia!" ucap Joker menunjukan Deren yang berjalan ke arah mereka.
"Bos, Ane khawatir," ucap Yoyok.
"Nggak pa-pa semua aman," jawab Deren pelan.
"Ayo kita jalan, jangan lama lama di sini," ajak Joker.
"Mari bang," jawab Deren. Deren pun naik ke motor gede yang di kendarai Joker. Yoyok pun sama, dia segera berlari menuju mobilnya untuk menyusul bosnya.
Sesampainya di rumah Deren pun menceritakan keadaan Aisyah pada Joker dan Yoyok. Seketika mereka paham keadaan tersulit gadis itu.
"Gimana kalau nanti pas Aisyah di bawa ke istana Si Obor kita culik bapaknya bos. Biar ane dan kawan-kawan yang bekerja," usul Yoyok.
"Kenapa harus nunggu Aish keluar dari sana?" tanya Deren.
"Bos kan tahu anak buah si Obor berkeliaran di sana," jawab Yoyok. Bener juga ya batin Deren.
__ADS_1
"Kita harus bawa petugas medis, keadaanya sangat memprihatinkan," ucap Deren.
"Kalau soal itu bisa di atur Bos," jawab Yoyok.
Deren percaya pada anak buahnya. Dia juga sudah menjelaskan detail di mana orang tua kekasihnya berbaring lemah.
"Astaga kenapa ada wanita sekeji itu pada suaminya," batin Deren.
***
Keesokan harinya ....
Nama kesatuan Obor Merah.
Pendiri : Patrio Guran.
Di dalam hutan belantara, berdirilah sebuah bangunan rumah yang super mewah. Dengan fasilitas yang sangat wow. Bahkan landasan pacu Helikopter pun tersedia di sana. Vila super mewah itu adalah hunian Patrio Guran. Seorang ketua gangster terhebat di negri ini. Dia memiliki tiga orang istri, dan beberapa selir. Mereka tinggal satu atap di Vila itu.
Para istri dan selir itu adalah sandra baginya. Mereka adalah anak-anak dari orang-orang yang tak mampu membayar hutang padanya. Maka dengan berat hati sang orang tua mereka menyerahkan hidup dan mati anaknya pada Patrio Guran si pria begis tak berperasaan.
Semua wanita yang ada di dalam rumahnya hanyalah mainan baginya. Semua yang ada di sana harus bekerja, tak perduli bagaimana status yang mereka sandang. Patrio tak ingin memiliki anak, jika salah satu istri atau selirnya hamil maka dia akan memaksa wanita itu menggugurkan kandungannga. Dia tak perduli meski nyawa yang jadi taruhan nya.
Kebengisan Patrio tak diragukan lagi. Dia tak akan segan menembak kepala siapapun yang melawannya. Atau membuatnya sedikit kesal.
Sayangnya orang seperti Patrio ini memiliki banyak kesatuan yang tunduk padanya. Pria tak mengenal Tuhan ini sangat kuat dikelasnya. Membuat mafia-mafia yang bergabung degan timnya sangat menghormatinya.
Untuk pergi kesana tidaklah mudah. Jalan menuju kesana tidak bisa dilewati sembarang orang. Penjagaan sangat ketat. Anak buah Obor semuanya terlatih untuk berkamuflase. Hanya orang-orang yang paham cirinyalah yang mengerti dan bisa membedakan mana yang anak buah Obor Merah contohnya seperti Joker.
Joker sedang mempersiapkan peralatan perangnya. Senjata api ilegal yang dia miliki pun sudah siap. Tanpa sepengetahuan Deren, Joker siap membalas dendam pribadinya pada pria yang telah menghancurkan keluarganya.
Bersambung...
CA:" Cerita pergangsteran kali ini hanya fiktif ya kawan, tidak mengandung unsur atau kepentingan tertentu. Like dan komen tetap Emak nanti๐๐.
__ADS_1