Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Mengurai Benang Kusut


__ADS_3

Patrio Guran masih penasaran dengan jati dirinya yang sesungguhnya. Benang kusut yang bersarang dikepalanya serasa sangat menganggunya. Di sini ada sahabatnya yang dengan sabar mau menjawab setiap pertanyaanya. Lalu apa yang dia tunggu. Saat ini, detik ini Patrio Guran ketua Gangster tersohor dibelahan bumi indonesia ini harus tahu tetang siapa sebenarnya dirinya.


"Apa yang ingin kau tahu dariku Pat, kau sudah tahu bawa gadis yang diserahkan padamu adalah putri kandungmu. Hanya itu rahasia ku, selebihnya ada di surat yang ditulis Fatimah untukmu," jawab Hasanudin.


"Aku ingin surat itu dan aku pun ingin tahu keberadaan Fatimah Ndos, apakah kamu bisa membantuku?" Patrio malah balik bertanya.


"Heh ... (Hasan tersenyum licik), nggak salah kau butuh aku yang tak berdaya ini. Kalau lihat aku sekarang. Jangankan berjalan, bangun saja butuh bantuan orang lain!" jawaab Hasan, *L*a tadi mau mencongkel mataku, gimana sih Ndos kau ini. Tak konsisten sama sekali batin Parto.


jujur saja Hasan merasa gerah, karena dia menilai Patrio hanya menyanjungnya tapi juga meremehkannya..


"Aku serius Ndos. Aku sungguh tak bisa mengingat apapun kejadian yang aku alami sebelum kecelakaan itu terjadi. Bahkan orang yang menolongkulah yang mengingatkan namaku, sayangnya dia tak tahu tentang masa lalukku," jawab Patrio Jujur.


"Heh ... (kembali Hasan tersenyum licik, karena dia menilai bahwa Patrio bisa dibodohi juga) dan kau percaya kalau dia tak tahu masa lalumu tapi tahu namamu. Bukankah itu mustahil Pat. Kau ini bodoh atau tak mau berusaha mengetahui masa lalumu hah. Kau tak kasihan sama sekali pada Fatimah yang menunggumu siang dan malam. Bahkan dia melahirkan putrimu sendirikan. Harusnya kau ingat bagaimana kalian berdua berjuang demi cinta kaian Pat. Kau egois sekali (Hasan diam sesaat, kemudian dia pun melanjutkan perkataannya). Kalau boleh tahu siapa yang menolong, dan membodohimu. Serta merubahmu sebringas itu?" tanya Hasanudin berani. Seketika Patrio pun berfikir, bahwa yang dikatakan sahabatnya ada benarnya juga.


"Dia adalah mertuaku Ndos, ayah dari istri pertamaku," jawab Patrio jujur.


"Siapa dia?" Hasan pun jadi penasaran siapa orang yang telah mengubah sahabatnya ini menjadi monster yang mengerikan.


"Dia adalah Surya ketua King Kobra Ndos," jawab Patrio jujur. Astaga, mata Hasan terbelalak tak percaya. Pantas saja Patrio disembunyikan, karena Surya memang mengincar Patrio sejak masih bergabung dengan Bosnya yang lama. Ini termasuk pengalihan kepemilikan, ini sungguh gila batin Hasan.

__ADS_1


"Apakah kau tahu Pat siapa Surya King Kobra itu?" pancing Hasan. Patrio menggeleng.


"Dia adalah saingan bisnis mertuamu, Ayahnya Fatimah. Dan anaknya yang bernama Ayu sangat tergila gila padamu. Kenapa aku merasa bahwa kecelakaan dan hilangnya ingatanmu adalah rencananya. Untuk memanipulasi dan memilikimu Pat!" ucap Hasan menyuarakan pikirannya.


Patrio tak bisa percaya begitu saja apa yang diucapkan Hasan. Tentu saja timbul pertanyaan dalam benak Patrio apa hebatnya dia hingga diperebutkan sampai seperti itu.


"Apa hebatnya aku hingga mereka memperebutkanku Ndos?" tanya Patrio penasaran.


"Tentu saja kau hebat Pat, kau mampu menaklukkan hati putri kesayangan King Kobra. Ditambah kau cerdik dan sangat teliti dalam segala hal. Itulah yang mereka incar darimu. Cuma aku masih berfikir, mereka pandai sekali memanfaatkan keadaan. Bahkan mereka sukses menipu dan memanfaatkanmu sampai detik ini Pat. Aku salut soal itu. Aku tidak tahu Pat, bagaimana perasaan Fatimah jika tahu akan hal ini. Pria yang dia cintai telah dikabarkan mati dan kini hidup kembali dalam keadaan sehat Walafiat begini. Udah gitu nggak ingat padanya lagi," ucap Hasan menyuarakan isi hatinya.


Patrio makin bingung, makin nggak mengerti dengan apa yang terjadi. Jati diri yang belum separonya terkuak ini membuatnya sukar untuk melangkah.


"Bertobatlah Pat selagi Tuhan masih memberimu kesempatan, pergi cari Fatimah dan minta maaf padanya. Berontaklah pada King Kobra tanyakan padanya apa maksud semua ini. Tanyakan padanya apa salahmu sampai dia menjadikamu robot mainannya. Satu lagi berhati hatilah dengan mantan mertuamu, sepertinya dia juga ikut andil dalam rencana memisahkanmu dengan Fatimah putrinya," jawab Hasan sesuai dengan realita dan pemikiran yang dia pendam selama ini.


"Ndos, kenapa kau bilang mantan mertuaku tak menginginkan cinta antara Aku dan Fatimah. Bukankah???" Patrio tak mampu lagi melanjutkan perkataanya.


"Pat, kamu kayak nggak tahu dunia yang kamu geluti saja. Persetan dengan cinta dan perasaan. Yang mereka pikirkan hanyalah kekuasaan, bukankah itu juga yang kamu pikirkan saat ini hah. Jangan mengelak lagi Pat, kamu sudab banyak berubah, dulu kita mencopet hanya untuk sekedar mengisi perut tapi sekarang lihatlah ... kamu dan kawananmu mencekik rakyat jelata dengan alih alih meminjami kami uang. Jika tak mampu bayar maka kau akan habisi kami, kamu ambil anak gadis kami dan kau jadikan mereka budakmu. Apakah pantas kau disebut manusia Pat," jawab Hasan panjang lebar. Kebencian Hasan pada kebusukan Patrio dan sekutunya telah dia utarakan. Membuat Hasan sedikit lega.


"Maafkan aku Ndos," ucap Patrio pelan.

__ADS_1


"Untuk apa kau minta maaf padaku Pat, aku tahu kau tak perduli dengan sistem kerja bawahanmu yang kelewat kejam itu. Sesekali berpatrolilah dan lihat banyak orang orang yang tak bisa beli beras karena ulahmu," tambah Hasan kesal.


"Sungguh aku tak tahu soal itu Ndos. Yang aku tahu aku hanya melakukan investasi, aku tak tahu jika mereka melakukan praktek seperti itu. Dan soal wanita aku pikir mereka memang sengaja bekerja seperti itu. Makanya aku kaget saat Aisyah bilang dia adalah alat pembayaran hutang, karena selama ini tak ada yang berkata seperti itu. Para wanita yang datang padaku selalu bilang bahwa itu adalah kehendaknya dan pekerjaannya. Aku serius Ndos," jawab Patrio jujur.


"Kini kau telah mengerti bahwa mertuamu memiliki maksud terselubung, maka berhati hatilah. Mertuamu dan mantan mertuamu hanya memanfaatkanmu untuk bisnis mereka Pat, aku yakin itu. Jika tidak mana mungkin Fatimah akan menyerahkan putrimu padaku dan Ratih. Mengingat jika dia sendiri yang mengasuhnya maka kehidupan putrimu tak akan sesengsara ini. Menurutmu apa alasan Fatimah lebih memilih kehidupan untuk Aisyah. Dia pasti takut ayahnya akan menghabisi putrinya, masuk akal bukan sekarang?" tambah Hasan. Patrio menatap tak percaya dengan apa yang sahabatnya ini utarakan.


"Aku akan menuruti nasehatmu Ndos, aku kan coba mengurai benang kusut kehidupanku. Aku kan berubah dan mengembalikan keadaan seperti semula. Terima kasih Ndos kamu sudah sangat membantuku, aku akan berhati hati soal ini," jawab Patrio yakin. Hasanudin menghela nafasnya lagi, rasanya lega sekali ketika semua beban yang ada dipundaknya telah terangkat sempurna. Jika saat ini Tuhan memanggilnya pun dia sudah rela. Kerinduannya pada kasih sayang Ratih membuatnya putus asa.


***


Handoyo menepati janjinya pada Deren. Membantunya menyusup ke dalam kawasan milik pimpinan besar Obor Merah melalui salah satu klienya, yang berteman baik dengan pemimpin Obor Merah tersebut.


Tak tanggung-tanggung berkat rekomendasi orang ternama ini, Deren dan kawan kawannya langsung didapuk menjadi ajudan terbaik tanpa seleksi.


Semoga kamu bisa masuk dan keluar dengan selamat ya Ak...selamat berjuang demi cintamu.


Bersambung...


Like dan Komen kalian tetap emak nanti😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2