Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Joker Terciduk


__ADS_3

Pagi menjelang....


Joker dan tim barunya mulai memakai seragamnya. Berkamuflase sesuai aturan di sana. Joker sedikit deg-degan tentunya, bagaimana tidak dia pasti takut ketahuan dong. Untungnya di sana diwajibkan memakai kaca mata hiitam dan penutup wajah saat bertugas.


Pagi ini Joker ditugaskan untuk mengawal Patrio, bertemu dengan klien kliennya di salah satu pulau di Indonesia.


Joker menatap intens ke arah Bos barunya. Ini adalah pertama kalinya Joker manatap gamblang ke arah pria paruh baya itu. Pria itu sungguh tak asing baginya.


Benarkah pandanganku ini, Ya Tuhan, bukankah pria itu yang pernah nolongin aku dan ibu waktu itu. Yang memberiku uang juga untuk beli makan. Mana mungkin pria sebaik itu tega menindas rakyat jelata sepertiku. Sepertinya aku menang salah menilainya, lalu siapakah yang menjerat bapak di dunia perjudian itu, yang merubah bapak seperti binatang. Batin Joker berkejolak tak menentu saat melihat dengam jelas siapa sebenarnya pemimpin Obor Merah ini. Kembali Joker fokus dan mempelajari keadaan di sekitarnya.


Patrio duduk di meja makan. Bersiap melahap sarapannya sembari menunggu kedatangan sang Ratu di rumah ini. Yang ditunggu pun datang.


"Pagi Pak," sapa Ayu, tak canggung-canggung, dia pun langsung merangkul dan mencium pipi suaminya. (Ck...dasar wanita ular, batin Joker).


Melihat Ayu yang manja gitu membuat Joker ingin melemparnya ke kandang macan di belakang rumah. Kesal rasanya, pria malaikatnya dikelilingi kuntilanak berwujud manusia seperti Ayu.


"Pagi Bu," balas Patrio, Ayu merajuk dan cemberut. Dia pun mejatuhkan tubuhnya dengan kasar di kursi meja makan itu. Ayu kesal, biasanya Patrio akan membalasnya dengan mengecupnya kembali.


"Loh, kok cemberut. Cantiknya luntur nanti," goda Patrio.


"Bapak udah ada yang baru ya. Apa gadis kurus itu yang bikin Bapak nggak respek lagi sama Ibu," ucap Ayu kesal.


"Ooo ... ceritane cemburu to. Tumben cemburu Buk, biasanya biasa aja. Mau Bapak tidur ama siapa aja ya Ibu biasa aja tuh. Apa udah mulai cinta ama Bapak," canda Patrio. Patrio hanya tersenyum dan melirik gemas ke arah istrinya. Ayu masih saja kesal dan melipat kedua tangannya dengan pandangan penuh kekesalan.


"Kalau masalah cinta ma dari pertama kali lihat Bapak juga Ibu udah jatuh cinta Pak," jawab Ayu. (Cuiihh ... Cinta konon, tembak mati sekalian ni, umpat Joker dalam hati).


"Benarkah? beruntungnya Bapak bisa dapetin cinta seorang putri kerajaan besar seperti King Kobra," sentil Patrio. (Heh, mamp*s batin Joker lagi). Astaga Bang Joker. Si babang aja biasa aja kenapa kau yang gemas.


"Bapak ma, nggak pernah nyadar kalau Ibu Cintanya cuma sama Bapak. Kalau Bapak ma mana ada Cinta sama Ibu. Bapak cintanya cuma sama istri pertama kan!" ucap Ayu keceplosan. Nah lo....


Mendengar ucapan istrinya, Patrio pun mengentikan aktifitas makannya.

__ADS_1


"Istri pertama siapa Buk, bukankah istri pertama Bapak itu Ibu?" tanya Patrio. Terlihat jelas Ayu salah tingkah dan bingung harus jawab apa.


"Eh, iya maaf. Ibu lupa!" jawab Ayu terbata bata. (Dasar jelmaan lampir, bisa aja jawab. Lo kate Tuan Bos bodoh gumam Joker kesal)


"Ohh ... kirain," jawab Patrio santai. Ayu melirik suaminya dengan senyum ketakutan. Ayu sangat paham konsekuensi yang harus dia bayar ketika berani berbohong pada pimpinan besar di rumah ini.


"Semoga dia tak curiga," doa Ayu dalam hati.


Patrio terlihat santai, tapi dia sudah mulai bisa mengerti keadaan. Dia yakin bahwa istrinya yang ini memang sengaja menutupi kebenaran tentangnya. Patrio harus lebih waspada dan hati-hati mulai saat ini. Benarkan???.


"Dimana Lucas?" tanya Patrio pada istrinya.


"Dia sedang menuju ke sini Pak, maklum dia sedang mempersiapkan pembukuan yang Bapak mau," jawab Ayu.


"Kenapa baru sekarang dipersiapkan, apakah dia baru kerjakan saat aku minta?" pancing Patrio.


"Kalau soal itu Bapak tanyakan sendiri pada Lucas. Kalau ibu ngeceknya sih udah bener setiap kali dia laporan. Tapi kan bapak mintanya dari awal dia kerja, butuh waktu buat ngumpulin semua data atuh Pak!" jawab Ayu. Patrio hanya menganggukan kepalanya.


"Baik Pak," jawab Ayu. Patrio pun melangkah dari tempatnya semula.


Ternyata Patrio bukan orang bodoh. Dia sangat tahu siapa siapa saja pengawal yang biasa mengawalnya. Dari aroma tubuh pun Patrio sudah bisa menilai.


"Kau ikut denganku!" pinta Patrio pada Joker. Terlihat Joker menurut, sepertinya Joker belum tahu jika Patrio mencurigainya.


Patrio membawa Joker masuk kedalam ruang kerjanya, tanpa bicara Patrio pun langsung mengacungkan pistolnya pada Joker.


"Letakkan senjatamu dan buka penutup wajahmu!" perintah Patrio. Joker pun menuruti perintah Obor Merah itu. Dari pancaran sinar matanya terlihat Patrio tak main-main dengan ancamannya.


Joker pun meletakkan senjata, membuka kacamata dan penutup kepalanya. Tak lupa dia pun mengangkat kedua tangannya pertanda dia menyerah.


"Katakan siapa kau dan siapa yang menyuruhmu datang ke istana ini?" tanya Patrio tegas, senjata api itu masih diarahkan tepat di kepala Joker.

__ADS_1


"Saya adalah sahabat kekasih putri anda Tuan Besar!" jawab Joker jujur, tak ada gunanya juga berbohong kan.


"Kekasih putriku? siapa putriku?" pancing Joker.


"Aisyah binti Patrio Guran," jawab Joker. Patrio mengerutkan dahinya.


"Dari mana kau tahu itu?"tanya Patrio.


"Saya sudah bilang bukan, bahwa saya adalah sahabat pacar putri anda. Yang itu artinya saya juga sahabat putri anda Tuan," jawab Joker tanpa takut.


"Oke, aku percaya. Apakah semalam kamu masuk ke kamar putriku?" tanya Patrio. Dor jantung Joker terasa tertembak.


"Maaf kan saya Tuan Besar, kalau saya lancang. Saya hanya mau memastikan Nona baik baik saja," jawab Joker jujur.


"Kenapa kau bilang seperti itu. Apakah menurutmu setiap orang yang masuk ke dalam istanaku akan menderita?" tanya Patrio.


"Sesuai isu yang saya dengar di tengah-tengah masyarakat Tuan. Kekejaman anda tidak diragukan lagi," jawab Joker.


"Benarkah seburuk itu namaku?" tanya Patrio lagi. Perasaan Patrio bergejolak mendapati fakta bahwa dirinya sangat buruk di dunia nyata yang dihindarinya .


"Apakah anda pikir saya berbohong. Sebelum saya tahu fakta tentang anda, saya pernah berniat untuk meledakkan kepala anda Tuan," jawab Joker tanpa takut sedikitpun.


"Kenapa?"


"Karena kesatuan Obor Merah telah merubah bapak saya menjadi binatang. Menjerat beliau dengan judi hingga hutangnya tak terbendung. Rumah tangga orang tua saya hancur, bapak sering menganiaya ibu. Untung ada seorang pria yang menyelamatkan kami waktu itu," jawab Joker jujur. Patrio kembali mengingat ucapan Aisyah yang mengatakan dia adalah alat pembayaran hutang. Mungkinkah pria muda ini adalah salah satu korban kebengisan gengnya.


"Lalu setelah kau melihat dan mengetahui fakta tentangku, apa yang kau pikirkan?" tanya Patrio.


"Ternyata anda orang baik, hanya saja anda dimasukkan ke dalam jurang kenistaan akibat tipu daya orang orang yang ada di sekeliling anda Tuan," jawab Joker apa adanya. Jawaban Joker kali ini mampu membuat Patrio tercengang. Patrio tak habis pikir, pria yang baru saja ditemuinya mampu menilai kehidupannya dengan sedetail itu.


Bersambung...

__ADS_1


Akankah Patrio percaya pada Joker. Mungkinkah Joker mau membantu Patrio lepas dari jerat kenistaan itu. Tetep pantengin ya...😍😍😍 Like dan komen kalian adalah hadiah terbaik untukku...🦂🤩


__ADS_2